08
Mar
12

BBM : Kenaikan Harga BBM Terus Dikecam

Kamis, 08/03/2012 18:03 WIB

fotoNews

Terus Dikecam

Fotografer – Ari Saputra
Rencana Kenaikan BBM Terus Dikecam
   

Rencana Kenaikan BBM Terus Dikecam
Dengan membawa bermacam spanduk dan poster menolak kenaikan harga BBM.
icon_star_off icon_star_off icon_star_off icon_star_off icon_star_off

Foto Lain

Ratusan pendemo dari Komite Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM dan TDL menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/3/2012). Mereka meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut dan memberi solusi evaluasi kontrak karya pertambangan untuk menutupi beban subsidi.

Baca Juga
BI: Harga BBM dan TDL Naik, Inflasi Bisa Sentuh 7,1 Persen
Ester Meryana | Benny N Joewono | Kamis, 8 Maret 2012 | 19:55 WIB

|

KOMPAS/PRIYOMBODO Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (12/1/2012). Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6,0 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, menyebutkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL) bisa membuat angka inflasi naik hingga 7,1 persen.

“Kalau cuma ada penyesuaian TDL indlasi 4,4 persen. Kalau dengan penyesuaian harga BBM perkiraan (inflasi) antara 6,8-7,1 persen,tergantung berapa skenario perubahannya,” sebut Darmin dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (8/3/2012).

Pemerintah sendiri telah mengusulkan opsi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liternya. Dengan begitu, kenaikan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter. Terhadap opsi ini, Darmin mengatakan, inflasi bisa menyentuh batas bawah dari perkiraan 6,8-7,1 persen.

Menurut Darmin, naiknya angka inflasi berasal dari dampak langsung kenaikan harga BBM dan dampak lanjutannya ke harga barang lain.

Ia pun mengatakan, risiko inflasi terkait dengan penyesuaian harga BBM bersubsidi sulit untuk dihindari. Namun, BI memperkirakan dampak kebijakan pengurangan subsidi BBM ini terhadap kenaikan harga lainnya sifatnya hanya sementara saja.

“Berdasarkan pengamatan kami, secara bulanan penyesuaian harga BBM hanya akan diikuti dengan kenaikan tarif transportasi dan kenaikan harga barang dan jasa lainnya dalam priode 3 bulan setelah kenaikan harga BBM,” tambah Darmin.

Menurut dia, inflasi yang tinggi hanya karena pengaruh perhitungan statistik base effect yang akan hilang setelah 12 bulan. “Dengan kondisi tersebut kami meyakini inflasi 2013 akan kembali berada dalam sasarannya 3,5-5,5 persen,” ucap Darmin.

Untuk diketahui saja, pemerintah berencana menaikkan harga BBM sebesar Rp 1.500 per liter per April mendatang. Pemerintah juga menjadwalkan kenaikan TDL secara bertahap pada bulan Mei dengan total kenaikan 10 persen.

Wiranto

Suci Dian Firani – detikNews

Kamis, 08/03/2012 19:02 WIB

Wiranto : Naikkan Harga BBM, Pemerintah Miskinkan Rakyat
Jakarta Upaya pemerintah menaikan harga BBM ditentang Ketua Umum Hanura, Wiranto. Menurut mantan Panglima ABRI ini, kenaikan BBM akan membuat rakyat semakin terpuruk.”Dampaknya setiap kenaikan BBM, selalu didahului dan diikuti naiknya harga bahan pokok masyarakat. Sehingga pemiskinan masyarakat melalui dua tahapan,” ujar Wiranto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/3/2012).Menurut Wiranto, saat ini pemerintah tengah kesulitan menghadapi kenaikan harga minyak dunia. Namun, pemerintah seharusnya mencari cara lain selain menaikkan harga bbm.”Prosedur jual beli minyak tidak usah pakai perantara. Konon ini bisa cukup banyak menghemat keuangan negara,” terang Wiranto.Selain itu, lanjut Wiranto pemerintah juga didesak untuk mengurangi pemborosan belanja pegawai. “Lebih baik mengurangi sedikit kemewahan para pegawai ketimbang membuat kesenjangan yang semakin jauh,” imbuhnya. (sdf/ndr)

Demo Kenaikan BBM

Suci Dian Firani – detikNews

Kamis, 08/03/2012 16:49 WIB

Wiranto : Jangan Tuduh Saya Merekayasa Demo Kenaikan BBM

Jakarta Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto membantah tuduhan pihaknya berada di balik demo-demo kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Wiranto menegaskan dirinya tidak punya hubungan dengan kasus tersebut.”Kalau Partai Hanura kebetulan sama-sama menentang kenaikan BBM bersama para demonstran, jangan dikonotasikan kami punya hubungan atau merekayasa itu,” ujar Wiranto, dalam diskusi ‘Kenaikan BBM = Makar’ di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/3/2012).Menurut Ketua Umum Hanura ini, pemerintah harus berkepala dingin agar tidak menyakiti hati rakyat. Pemerintah juga harus berpikir keras agar kebijakan tersebut tidak merugikan rakyat.”Ini yang harus dijaga ketimbang melakukan tuduhan kesana kemari. Tidak ada artinya,” tegasnya.Wiranto menjelaskan, justru pihaknya memperingatkan pemerintah agar kerusuhan pada 1998 lalu tidak terjadi lagi. Ia merasa khawatir ada intervensi dan kepentingan pihak lain.”Saya memperingatkan, bukan berarti ikut-ikutan, melainkan prihatin,” tandasnya. (sdf/ndr)
Baca Juga

Mahasiswa Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman – detikNews

Kamis, 08/03/2012 11:25 WIB

Ratusan Mahasiswa Makassar Demo Tolak Kenaikan BBM
M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) berunjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Selatan dan fly over, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (8/3/2012). Ratusan lainnya menggelar aksi serupa. Mereka menolak kenaikan harga BBM yang rencananya diberlakukan pemerintah per tanggal 1 April 2012.Dalam aksinya, massa Gema Pembebasan membawa poster dan spanduk berisi pesan penolakan kenaikan harga BBM. Beberapa di antaranya mengenakan topeng wajah berlogo Exxon Mobil, Chevron dan Pertamina.Massa menganggap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM merupakan pesanan dari kaum kapitalis yang melakukan penjajahan ekonomi dan ideologi di Indonesia.Menurut Ketua Wilayah Gema Pembebasan Sulselbar, Arief Shidiq Pahany dalam orasinya, kebijakan menaikkan harga BBM merupakan bentuk pengkhianatan terhadap umat Islaam yang notabene merupakan komponen mayoritas di Indonesia. “Kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi adalah penyelewengan terhadap kemerdekaan Indonesia, karena menyerahkan kekayaan alam dalam negeri pada penjajah kapitalis asing,” ujar Arief.Selain Gema Pembebasan, seratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar, juga menggelar aksi serupa dengan melakukan long march dari kampusnya menuju fly over. Massa mahasiswa UNM menggelar mimbar bebas persis di perempatan jalan bawah fly over. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Toll dan Jalan AP Pettarani, terganggu.Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel Pasukan Dalmas dari Polrestabes Makassar. (mna/try)
Baca Juga

Mahasiswa Menolak

Tim Liputan 6 SCTV

Mahasiswa Menolak Kenaikan Harga BBM

08/03/2012 06:15

Liputan6.com, Depok: Puluhan mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa Universitas Indonesia berunjuk rasa di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/3). Mereka menolak kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM. Dalam aksi ini, mereka juga mengumpulkan tanda tangan dan kecaman terhadap pemerintah yang dinilai tak berpihak pada rakyat.

Penolakan juga dilakukan warga SUTET atau saluran udara tegangan eksra tinggi se-Kabupaten Bogor, Jabar. Protes dilakukan dengan mengubur diri secara massal. Menurut warga, kenaikan harga BBM makin mengaburkan pembayaran ganti rugi SUTET. Aksi selama lima jam ini membuat seorang warga jatuh pingsan. Polisi meminta aksi ini dihentikan karena bisa membahayakan jiwa.

Unjuk rasa juga dilakukan Forum Masyarakat Miskin di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Selain berorasi, mereka menggelar spanduk berisi penolakan rencana kenaikan harga BBM.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa memahami berbagai aksi yang dilakukan sebagian kelompok masyarakat tersebut. Namun, Presiden berharap agar unjuk rasa dilakukan dengan damai dan tidak anarkis.

Saat ini DPR dan pemerintah sedang menggodok besaran kenaikan premium dan solar. Pemerintah mengajukan kenaikan Rp 6.000 per liter. Rencana menaikan harga BBM karena membengkaknya beban subsidi BBM [baca: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Meluas].(BOG)

Anggota Dewan Dukung Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM
Nasional / Kamis, 8 Maret 2012 12:15 WIB

Metrotvnews.com, Makassar: Tiga fraksi di DPRD Sulawesi Selatan mendukung aksi mahasiswa menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dukungan disampaikan wakil rakyat saat berdialog dengan mahasiswa di Gedung DPRD Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Kamis (8/3).

Ketiga fraksi dari Golkar, PKS, dan Sulsel Bersatu berjanji akan menyampaikan penolakan itu ke DPR RI. Mereka akan mengirim surat faksimili ke anggota dewan di Jakarta. Isi surat juga akan meminta pemerintah tetap menerapkan subsidi BBM. Sebab, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada masyarakat kecil.

Sebelumnya, mahasiswa melakukan aksi di jalan-jalan raya. Mereka membentangkan spanduk menutup badan jalan. Lalu lintas jadi terhambat. Mereka juga berkonvoi ke bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo.(RRN)

Kenaikan Harga BBM

Tribunnews.com – Rabu, 7 Maret 2012 08:29 WIB
Kenaikan Harga BBM Sungguh Beratkan Masyarakat
Kenaikan Harga BBM Sungguh Beratkan Masyarakat

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra)Bidang Politik, Sosial, dan Budaya, Ganjar Razuni memaklumi, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menimbulkan beban bagi  masyarakat. Kebijakan  menaikan BBM  bukanlah kebijakan yang populis.

“Namun jika tidak ada kenaikan harga BBM, maka pemerintah di satu pihak dapat dikatakan melanggar Undang-Undang. Karena berdasar kepada kesepakatan bersama yang telah termuat dalam Undang-Undang APBN Tahun 2012,” kata Ganjar Rajuni dalam diskusi bertajuk “Pencabutan Subsisi BBM : Kebijakan Pengelolaan Energi dan Subsisi Yang Salah Sasaran”  Selasa (6/3/2012).

Defisit APBN tidak boleh lebih dari 3 persen. Karena itulah, apabila pemerintah tidak menaikan harga BBM dan malah memberikan subsidi yang besar pada BBM. Maka, jumlah defisit negara akan semakin besar. Menurutnya, pencabutan subsidi BBM merupakan pilihan yang tidak enak, namun harus dilaksanakan untuk menyelamatkan APBN.

“Subsidi BBM dapat menimbulkan multiplier effect. Namun di sisi lain subsidi BBM yang dilakukan membebani APBN. Karena itulah pencabutan subsidi BBM mau tidak mau harus dilaksanakan, mengingat  banyak sector lain yang perlu diperhatikan lebih jauh,” katanya.

Ganjar kemudian menagatakan, kebijakan pencabutan subsidi BBM ini nantinya harus diikuti dengan kebijakan substitusional yang merupakan sebuah kompensasi pemerintah untuk masyarakat luas. Kebijakan subtitusional itu merupakan sebuah pengalihan dana subsidi APBN untuk pembangunan diberbagai sektor.

Antara lain sektor pendidikan, kesehatan, dan sektor infrastruktur. Ketiga sektor ini yang paling membutuhkan perhatian khusus untukmeningkatkan taraf hidup masyarakat.

Penulis: Rachmat Hidayat  |  Editor: Hendra Gunawan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
07 Maret 2012 | 09:47 wib
Kenaikan Harga BBM Memiskinkan Rakyat
 1

29

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah digembar-gemborkan pemerintah, dipastikan akan semakin memiskinkan rakyat di level ekonomi bawah dan menengah. Hal ini disebabkan buruknya manajemen komunikasi pemerintah dalam proses pengumuman kenaikan harga BBM.

Strategi komunikasi yang tidak tepat telah mengundang spekulasi para produsen untuk balapan menaikan harga barang produksinya. “Manajemen komunikasi dan strategi pemerintah sangat buruk. Rencana  kenaikan BBM yang jauh-jauh hari sudah diwacanakan menyebabkan insider information sekaligus mengundang spekulasi para produsen untuk terlebih daahulu menaikan harga barangnya,” kata Budi Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Komunitas Ayo Selamatkan Indonesia (KASI), di Jakarta, Rabu (7/3).

Dalam releas yang diterima suaramerdeka.com, KASI menghimbau, agar pemerintah lebih cerdas dalam menginformasikan kenaikan harga BBM ini sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang meluas di kalangan produsen dan pedagang. Sayangnya, pemerintah terkesan malah mewacanakan soal talik ulur kenakan harga BBM ini kepada public. “Malah sebagian politikus memanfaatkan persoalan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini untuk pencitraan,” kata Budi.

Budi Purnomo juga mendesak agar pemerintah untuk tidak memberikan kesempatan kepada asosiasi untuk melakukan kartel untuk menaikan harga hanya untuk kepentingan dan keuntungan industrinya. “Kami juga menghimbau agar rakyat tidak membeli barang-barang yang menaikan harga yang tidak wajar dan membabi buta agar produsen atau pedagang yang tidak manusiawi mengalami kebangkrutan usaha,” katanya.

Budi Purnomo memperkirakan, rakyat akan dihajar lagi dengan kenaikan harga barang-barang pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. “Nanti setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, barang-barang akan naik lagi. Jadi rakyat dihajar 2kali kenaikan harga, saat ini dan saat nanti,” tambahnya.

Budi meminta pemerintah lebih bertanggungjawab untuk mengontrol para produsen dan pengusaha untuk  tidak menaikan harga secara membabi buta. “Sekarang harga sudah naik semuanya, sudah menjadi tugas pemerintah untuk bisa mengontrol harga-harga . Kasihan rakyat kecil yang berkekurangan akan semakin bermasalah dengan kehidupannya, akibat kenaikan harga BBM ini,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah mengusulkan kenaikan harga BBM bersubsidi diberlakukan serempak pada 1 April mendatang. Harga bahan bakar Premium dan Solar akan menjadi Rp 6.000 dan Rp 4.500. Dalam draft usulan APBN Perubahan 2012, pemerintah mengusulkan kenaikan subsidi BBM dari Rp 123,5 triliun menjadi Rp 137,3 triliun. Usul tersebut akan dibahas oleh DPR untuk disetujui/tidak. Namun, Menkeu Agus Martowardojo optimistik akan setujui DPR.

( RED , Rifki / CN34 / JBSM )

Baca Juga

BBM & Politik

Tribunnews.com – Kamis, 8 Maret 2012 20:30 WIB
Jangan Masalah BBM Dijadikan Alat Kampanye dan Politik
Jangan Masalah BBM Dijadikan Alat Kampanye dan Politik

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah sepeda motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (6/3/2012). Pemerintah akan mempersiapkan sebaik mungkin pemberian kompensasi atas rencana kenaikan harga BBM guna mengantisipasi dampak fatal yang mungkin dapat terjadi di kemudian hari. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Oleh: Eviyanti Kumala  Dewi Batu Bara*

TRIBUNNEWS.COM - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Batam meminta sekali lagi Pemerintah mengkaji ulang rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebisa mungkin rencana kenaikan harga yang sudah dilaporkan ke DPR untuk tidak direalisasikan, karena akan semakin membebani rakyat. BLT & BLSM itu bukan solusi Cerdas Pemerintahaan SBY- Bodieono beserta Kabinetnya Ujar Eviyanti Kumala Dewi Batu Bara Bendahara DPC GMNI Kota Batam.

Seperti juga yang di katakan oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) adalah pilihan terbaik pemerintah guna mengatasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Menko Perekonomian Hatta Rajasa, mengatakan, jika ini merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. Ke depan, beban biaya subsidi bisa lebih ringan maka program-program untuk kepentingan masyarakat harus dipastikan berjalan lebih maksimal lagi.

Ini bukan bukan solusi cerdas seorang pemimpin bangsa ini, masih banyak lagi yang bisa di lakukan oleh Kepala Negara ini beserta kabinetnya, mungkin salah satunya adalah meminimalisi Kebocoran kebocoran pajak yang berlaku saat ini di pusat dan menghemat anggaran Pemerintah yang tidak perlu.

Tidak hanya itu. Wakil rakyat yang di DPR RI pusat maupun daerah agar lebih bisa care ke masyarakat agar bisa memperjuangkan suara rakyat, dan jangan jadikan masalah BBM ini sebagai alat kampanye politik dan isu untuk membuat rakyat marah.

Para para wakil rakyat sekarang ini terlalu mementingakan individu dan partainya sendiri dan sudah tidak lagi mementingkan nasib rakyat. Terlalu banyak deal deal dan kepentingan politik yang sudah tidak lagi mementingkan nasib rakyat. Sehingga rakyat yang selalu jadi korban dan terkena getahnya.

*Eviyanti Kumala  Dewi Batu Bara
Bendahara DPC GmnI Kota Batam

Ini adalah rilis resmi dari DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Batam

Kamis, 08/03/2012 13:29 WIB
Aliansi BEM Jabar Minta SBY-Boediono Mundur
Oris Riswan Budiana – detikBandung

 Bandung – Aliansi BEM Jabar meminta duet SBY-Boediono mundur dari jabatannya sebagai presiden dan wakil presiden. Hal itu diungkapkan dalam aksi yang digelar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (8/3/2012).

Dalam aksi yang diikuti sekitar 100 orang itu, massa mengecam pemerintah yang berencana menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak).

“SBY-Boediono harus mundur sekarang juga. Isu kenaikan BBM ini sangat meresahkan. Kita sebagai mahasiswa tidak bisa tinggal diam dan harus menyuarakan hal ini,” kata Koordinator Aksi Achyar Alrasyid.

Selain menolak kenaikan BBM, massa juga meminta pemerintah menurunkan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan sembako.

Hal itu dituangkan dalam Trituma atau Tiga Tuntutan Mahasiswa. Tiga tuntutan itu masing-masing turunkan harga BBM, TDL dan sembako, tangkap para koruptor, serta usir neokolonialisme dan imperialisme.

“BBM naik bukan solusi, tapi yang utama adalah tangkap para koruptor,” tegas Achyar.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster dan spanduk bernada kecaman di antaranya bertuliskan Trituma.

(ors/ors)

Unjuk Rasa
Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM dan TDL
Agnes Rita Sulistyawaty | Agus Mulyadi | Kamis, 8 Maret 2012 | 16:11 WIB
Kompas/Agnes Rita Sulistyawati
Unjuk rasa buruh di Jakarta, Kamis (8/3/2012).
TERKAIT:
Metro

Buruh Konvoi

Usai aksi di Kemenakertrans, rencananya mereka langsung bertolak ke Istana Negara.

Kamis, 8 Maret 2012, 12:28 WIB
Buruh Konvoi Tolak Kenaikan Harga BBM
Desy Afrianti, Luqman Rimadi

VIVAnews – Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Buruh menuntut pemberian upah layak di kantor Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis 8 Maret 2012.

“Kami menuntut agar dicabut Permenaker 17 tahun 2005, karena peraturan itu sudah tidak layak sebagai acuan penghitungan upah buruh,” kata salah satu orator.

Berdasarkan pantauan VIVAnews, hingga siang massa buruh dari Bekasi, Tangerang, dan Bogor terus berdatangan.

Aksi ini menimbulkan kemacetan parah di ruas Jalan Gatot Subroto samping fly over Kuningan. Mereka menutup bahu Jalan Gatot Subroto mengarah ke Cawang.

Usai melakukan aksi di Kemenakertrans, rencananya mereka langsung bertolak ke Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Para buruh akan berkonvoi menggunakan kendaraan menuju Istana. Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM.

Aksi penolakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi ini juga akan digelar di beberapa tempat di Indonesia. (umi)

• VIVAnews

Demo Meluas

Tim Liputan6

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Meluas

07/03/2012 18:25
Liputan6.com, Jakarta: Aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM meluas di beberapa daerah. Di Bogor Jawa Barat, aksi demonstrasi dilakukan ratusan warga SUTET atau saluran udara tegangan ekstratinggi sekabupaten Bogor. Aksi tersebut dilakukan dengan cara mengubur diri secara massal selama sekitar lima jam. Seorang warga sempat mengalami pingsan saat melakukan aksi tersebut sehingga polisi meminta agar cara seperti itu dihentikan karena membahayakan keselamatan diri.Sementara itu di Jakarta, forum masyarakat miskin menggelar demonstrasi di depan Istana Negara. Selain melakukan orasi, para pengunjuk rasa juga menggelar spanduk berisi penolakan rencana kenaikan harga BBM.Presiden Yudhoyono sendiri bisa memahami berbagai aksi yang dilakukan oleh sebagian kelompok masyarakat tersebut. Namun presiden berharap agar aksi unjuk rasa dilakukan dengan damai dan tidak anarkis.Saat ini DPR dan pemerintah sedang menggodok besaran nilai kenaikan BBM premium dan solar. Pemerintah mengajukan angka Rp 6.000 per liter untuk premium dan solar. Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM berkaitan dengan membengkaknya beban subsidi yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak mentah dunia. (Vin)

Tak Bisa Gulingkan SBY dengan Gerakan Anti-Kenaikan BBM
Maria Natalia | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Rabu, 7 Maret 2012 | 20:21 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTANTO PURNOMOAkbar Tandjung

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi senior Golkar Akbar Tandjung mengatakan pemerintah tak perlu ketakutan dengan adanya isu gerakan-gerakan bawah tanah yang memanfaatkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai pintu masuk menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, menggulingkan pemerintahan tak semudah hanya karena kenaikan BBM semata.

“Negara kita negara demokrasi. Tapi kan tidak semudah itu. Apalagi dalam sistem demokrasi kita fix 5 tahun seorang Presiden. Tidak bisa presiden dijatuhkan karena ada kebijakannya. Mungkin saja kebijakan tidak diterima, tapi tidak bisa jatuhkan presiden,” kata Akbar di Jakarta, Rabu (7/3/2012).

“Presiden hanya mungkin bisa dijatuhkan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum atau presiden lakukan penyuapan baru bisa lengser,” sambung Akbar.

Menurutnya, jika kenaikan itu benar akan dilakukan, pemerintah harus memberikan penjelasan terbuka pada masyarakat agar memahami langkah kebijakan tersebut.

“Presiden mengeluarkan kebijakan dan mendapat tantangan di masyarakat, tapi tidak mungkin bisa jatuhkan presiden. Kalau ada orang yang manfaatkan kenaikan BBM untuk melakukan manuver politik, itu bisa saja. Tapi tidak sampai gulingkan Presiden. Tidak perlu ada kekhawatiran seperti itu,” terang Akbar.

Seperti yang diketahui, menjelang kenaikan harga BBM mulai April nanti sejumlah isu beredar bahwa akan terjadi demo besar-besaran maupun tindakan anarkis untuk menuntut SBY-Boediono turun dari kursi pemerintahan. Hal ini karena kenaikan harga BBM dikhawatirkan akan menambah kemiskinan, termasuk penderita gizi buruk.

Sejumlah elemen masyarakat sejauh ini telah melakukan sejumlah aksi unjuk rasa di berbagai daerah untuk meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM ini.

Solusi Jangka Pendek

Presiden SBY mengusulkan tiga solusi untuk mengatasi masalah energi.

Rabu, 7 Maret 2012, 16:35 WIB
Syahid Latif, Iwan Kurniawan
SBY : Harga BBM Naik Cuma Solusi Jangka Pendek

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang direncanakan pada April 2012 mendatang hanyalah solusi jangka pendek.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengusulkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter. Kenaikan tersebut sudah diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) tahun 2012.

Pemerintah pernah mengusulkan solusi lain yaitu penerapan dana subsidi yang dipatok tetap sebesar Rp2.000 per liter.

“Meroketnya harga minyak dunia ada implikasinya bagi perekonomian kita dan solusi apa yang kita pilih. Prosesnya sedang berjalan antara pemerintah dan DPR. Ini perspektif jangka pendek,” kata Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Rapat Paripurna Pertama Dewan Ekonomi Nasional di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu 7 Maret 2012.

Yudhoyono menjelaskan untuk solusi jangka panjang, Indonesia harus memiliki ketahanan energi yang berkelanjutan. Untuk itu, Presiden berharap DEN segera mencari jalan keluar terbaik. “Itu long term goal, kita pikirkan dan tuangkan rencana implementasinya, manakala ada krisis yang berkaitan dengan energi,” katanya.

Pemerintah menilai permintaan energi domestik terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Indonesia harus segera mengukur potensi sumber-sumber energi minyak dan gas bumi, batubara, maupun energi baru terbarukan. Termasuk, peluang di masa depan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan energi untuk memenuhi permintaan yang kian meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menganggap terdapat tiga aspek yang bisa ditempuh untuk mengatasi permasalahan energi di dalam negeri. Pertama, mengubah gaya hidup masyarakat untuk lebih menjadi bangsa yang lebih efisien. Kedua adalah intervensi teknologi untuk mengatasi permasalahan energi. Terakhir, kebijakan yang mendukung di bidang energi.

• VIVAnews

Dewan Energi Nasional
Pimpin Sidang DEN, SBY Dapat Uang Saku Banyak
Hindra Liu | Latief | Rabu, 7 Maret 2012 | 16:35 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin Sidang Paripurna Ke-1 Dewan Energi Nasional di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Rabu (7/3/2012). Kehadiran Presiden tersebut atas undangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik.

Uang sakunya banyak.
– Susilo Bambang Yudhoyono

Saat memberikan sambutan, Jero, yang juga Ketua Harian DEN, mengatakan, kehadiran SBY terkait posisinya sebagai Kepala Negara, Ketua DEN, dan mantan Menteri Pertambangan dan Energi.

Mendengar perkataan Jero, Presiden pun berseloroh, “Uang sakunya banyak”.

Kontan saja, ucapan Presiden turut mengundang tawa para hadirin. Turut hadir pada sidang tersebut, antara lain, Wakil Presiden Boediono, jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, para anggota Dewan Energi Nasional, mantan menteri di bidang energi, seperti Subroto, Kuntoro Mangkusubroto, Purnomo Yusgiantoro, serta para pemangku kepentingan energi lainnya.

Pada kesempatan itu, Presiden akan memimpin sidang yang akan merancang kebijakan energi nasional dalam jangka panjang. Selanjutnya, Pemerintah akan membawa rancangan tersebut ke Parlemen untuk dibahas.

Saat membuka sidang, Presiden mengatakan, perhatian publik saat ini tertuju pada persoalan jangka pendek, yaitu kenaikan harga minyak dunia.

“Dewan Energi jangan hanya menangani masalah jangka pendek, tetapi juga harus memikirkan bagaimana Indonesia memiliki ketahanan energi yang sustainable,” tuturnya.

Mahasiswa dan Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM
Nasional / Kamis, 8 Maret 2012 18:00 WIB

 

Metrotvnews.com, Bandung: Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di salah satu kantor Pertamina, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/3). Bahkan unjuk rasa sempat diwarnai kericuhan.

Mahasiswa yang memaksa masuk kantor mencoba mendobrak barikade polisi. Aksi saling dorong antara polisi dengan mahasiswa pun tak bisa dihindarkan.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta pemerintah membatalkan rencana menaikan harga BBM. Menurut mahasiswa, kenaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan rakyat.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan long-march menuju halaman Gedung Sate. Massa mendesak Gubernur dan DPRD Jabar menolak rencana kenaikan harga BBM.

Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM juga terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar aksi di Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/3).

Dalam orasinya, para buruh khawatir kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi yang melonjak.

Jika BBM dinaikkan, buruh meminta pemerintah menaikkan juga upah minimum regional (UMR) untuk mengikuti kenaikan harga kebutuhan pokok dan transportasi. (Wrt3)


3 Responses to “BBM : Kenaikan Harga BBM Terus Dikecam”


  1. 1 reska
    March 19, 2012 at 8:49 am

    saya bosan mendengar dam mlihat d TV berita tentg korupsi…
    kpan saya bisa mendebgar negara saya berprestasi?
    negara saya adalah bangsa yang besar, bebas dari para koruptor?
    kenapa semuanya harus egois?
    kenapa semuamya saling menyalahkan?
    kita terlalu banyak berkomentar di media masa, tetapi apa kita sadar bahwa apa yang kita katakan itu jujur?
    saya tidak perlu menyaksikan siapa yang salah an siapa yang benar, yang palng penting jalankan tugas kamu sebagai pemerintah, dan buat kami tidak miskin terlebih miskin ilmu..terimakasih

  2. 2 joe
    March 19, 2012 at 2:31 pm

    Seharusnya sebelum menaikkan harga BBM, terlebih dahulu dikaji secara mendalam apa efek negatifnya terhadap kehidupan ekonomi yang pas-pasan dan menyajikan secara transparan sehingga masyarakat dapat memahami apa kondisi yg sebenarnya negara yg kita cintai ini. Dan menurut pendapat saya sebagai orang ekonomi, harga-harga yang harus di normalkan sehingga kenaikan BBM tidak membawa masyrakat masuk ke daftar kemiskinan.

  3. 3 edy
    March 27, 2012 at 11:04 pm

    sebenarnya yang membuat jebol APBN adalah terlalu dahsyatnya Anggaran Belanja Pegawai. Lihat aja berapa puluh juta pegawai di Indonesia dengan senyum manis bisa merasakan yang namanya RENUMERISASI ,SERTIFIKASI, dan tunjangan lain-lainnya, dimana rakyat kecil BURUH TANI,PABRIK, Golongan Swasta yang sengsara karena terjadinya INFLASI yang hebat. Mereka tidak pernah merasakan yang namanya NUMERISASI, SERTIFIKASI dll,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,210,228 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 121 other followers

%d bloggers like this: