47 Resep IndoGreenWay
www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway
Opini 19 Pakar HD
Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat
Profil 19 Produk IndoGreenWay
http://personalfinance.kontan.co.id/news/rencanakan-seja
k-dini-agar-sejahtera-di-hari-tua
KIAT KOCEK
Rencanakan sejak dini agar sejahtera di hari tua
Oleh Anastasia Lilin Y – Rabu, 15 Februari 2012 | 11:20 WIB
JAKARTA. Usai puluhan tahun bekerja banting tulang
mencari uang, seseorang yang memasuki masa pensiun tentu
ingin menikmati hidupnya dengan tenang. Selain selalu
menjaga hubungan baik dengan anak dan cucu, ketenangan
hati juga bisa dirasakan jika tak ada kendala dalam
pemenuhan kebutuhan finansial. Maklum, sumber keuangan
sudah mampet.
Jika anak dan sanak keluarga masih bisa diandalkan untuk
menopang hidup Anda, mungkin, masalah bisa teratasi.
Namun, tentu, akan lebih membahagiakan jika Anda tetap
bisa mandiri secara finansial dan tak memberatkan siapa
pun, termasuk anak Anda. Kalau bisa, Anda justru
memberikan kelebihan dari apa yang sudah ditanam selama
masih produktif bekerja bagi anak dan cucu.
Oleh karena itu, memikirkan pendanaan pensiun sangat
penting. Para perencana keuangan pun kompak bilang,
semakin cepat Anda mengalokasikan dana pensiun, besaran
cicilan dana pensiun semakin kecil, tapi potensi dana
yang terkumpul semakin besar. “Belum lagi soal
compounding return (akumulasi keuntungan) yang didapat
pasti makin besar,” ujar perencana keuangan dari Fahima
Advisory Fauziah Arsiyanti, yang akrab disapa Zizi.
Jadi, sebaiknya, begitu Anda bekerja dan mendapatkan
penghasilan, saat itu, Anda mulai merencanakan
pembentukan dana pensiun. Sebagai contoh, Anda harus
menyisihkan dana Rp 3,63 juta per bulan jika ingin
pensiun di usia 55 tahun. Tapi, jika usia Anda sekarang
masih 27 tahun, Anda cukup menyisihkan Rp 1,3 juta.
Perencana keuangan dari AFC Financial Check Up Budi
Triadi Pratama menyarankan, sebaiknya seseorang juga tak
bergantung pada dana pensiun yang dikelola oleh instansi
atau perusahaan tempatnya bekerja. Alasannya, rata-rata
dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di instansi
pemerintah maupun swasta hanya ditempatkan pada ladang
investasi yang konservatif dengan return yang tidak
besar.
Bisa pilih instrumen yang lebih agresif
Padahal, investasi dana pensiun bisa memakan waktu
hingga puluhan tahun. “Return kecil atau tetap dari
investasi yang dipilih itu, mungkin, tidak akan menutup
inflasi,” tandas Budi. Karena itu, dia menyarankan agar
seseorang mengalokasikan sendiri dana pensiunnya di
keranjang investasi yang bersifat lebih agresif dengan
potensi return lebih besar. Di sisi lain, risiko
investasi menjadi hal yang tak perlu dirisaukan karena
rentang investasi yang panjang mampu menjembatani risiko
tersebut.
Perencana keuangan dari MoneynLove Financial Planning &
Consulting Freddy Pieloor berpendapat sama. “Dana
pensiun dari kantor dianggap sebagai bonus saja,”
tuturnya. Saking pentingnya mengalokasikan dana pensiun
pribadi, sejak dini pun, semestinya, setiap orang
membentuk pola pikir bahwa alokasi dana pensiun adalah
kebutuhan yang sengaja disisihkan dan bukan disisakan
dari pendapatan yang diterima.
Harapannya, dana yang disisihkan tersebut bisa menjadi
pos pendapatan pengganti seperti yang biasa diterima
semasa bekerja. Dana ini bermanfaat untuk memenuhi
kebutuhan hidup dan sebagai dana kesehatan. Maklum,
asuransi kesehatan kadang membatasi usia klaim, yakni
rata-rata hanya sampai usia 55 tahun.
Di luar memenuhi kebutuhan sehari-hari, Budi
menambahkan, dana pensiun bahkan bisa dirancang untuk
pendanaan pelesir di hari tua. “Misalnya, ingin
menikmati masa tua dengan keliling Eropa,” katanya.
Nilai yang mesti disisihkan untuk pembentukan dana
pensiuan, menurut para perencana keuangan, sangat
relatif. Banyak faktor mempengaruhinya, seperti gaji
saat ini, ekspektasi penghasilan dan gaya hidup saat
pensiun kelak, karakter investasi Anda, serta lama
melakukan penyisihan dana.
Budi memberikan gambaran perhitungan alokasi dananya.
Dengan gaji Rp 5 juta saat ini dan berkeinginan
menikmati uang dengan nilai yang setara saat pensiun
kelak, Anda harus menyisihkan dana Rp 1,3 juta per bulan
dan diinvestasikan pada instrumen yang bisa menghasilkan
return sekitar 25% per tahun. Sebab, Rp 5 juta saat ini,
dengan tingkat inflasi rata-rata 12% per tahun, bakal
setara Rp 119,42 juta pada 28 tahun mendatang.
Freddy berpendapat, agar aman, seseorang bisa
menyisihkan uang untuk dana pensiun dengan persentase
minimal dua kali inflasi saat ini. Jadi, jika inflasi
year on year (yoy) Januari kemarin 3,65%, dana yang Anda
harus sisihkan adalah 7,3% dari total pendapatan. Jika
bermaksud mengalokasikan dana pensiun untuk diri sendiri
dan pasangan, besarannya dikalikan dua lagi atau menjadi
14,6%.
Saran Zizi, sebaiknya kantong dana pensiun suami dan
istri dipisahkan. Ini untuk mengantisipasi hal-hal tak
baik yang mungkin terjadi, misalnya perceraian. Nah,
berikut beberapa alat investasi yang bisa dimanfaatkan
untuk membentuk dana pensiun Anda.
Reksadana saham
Setidaknya ada dua keuntungan yang bisa didapat dari
investasi reksadana saham, yakni potensi return dari
pergerakan harga saham dan kemudahan berinvestasi.
Berbeda dengan saham yang memerlukan penanganan lebih
jeli, melalui reksadana, investasi Anda akan diracik
oleh manajer investasi (MI). Potensi return pun cukup
besar, bisa sampai 30% per tahun. Tapi, memang ada
risiko nilai investasi bisa turun lantaran fluktuasi
harga saham yang menjadi portofolionya.
Untuk investor berkarakter moderat, reksadana campuran
bisa menjadi pilihan. Alasannya, risiko investasinya
lebih kecil.
Saham
Selain menikmati kenaikan harga saham, investor bisa
menikmati pembagian laba bersih perusahaan atau dividen.
Namun, butuh analisis cermat agar tak salah pilih saham.
Budi mengatakan, untuk memudahkan pemilihan saham, Anda
bisa memilih saham-saham dengan kinerja fundamental
bagus, seperti saham-saham perusahaan besar atau blue
chips.
Namun, imbuh Freddy, harga saham blue chip, biasanya,
mahal. Jadi, dia menyarankan agar membeli saham lapis
kedua yang berpotensi memiliki pertumbuhan bagus untuk
jangka panjang.
Mengenai pemilihan sektor nya, para perencana keuangan
menyarankan Anda untuk melakukan diversifikasi. “Karena
untuk dana pensiun, sebaiknya saham disimpan saja dan
bukan untuk trading,” kata Freddy.
Obligasi
Surat utang (obligasi) jangka panjang di atas 15 tahun
juga bisa menjadi pilihan. Sama seperti saham,
sebaiknya, Anda menyimpan obligasi untuk jangka panjang,
bahkan hingga jatuh tempo.
Dari investasi obligasi, Anda bisa menikmati pembagian
kupon atau bunga dan kenaikan harga. Untuk menekan
risiko, para perencana keuangan lebih menyarankan Anda
memilih obligasi pemerintah ketimbang korporasi.
Properti
Properti bisa menjadi sumber dana pensiun. Namun,
menjual properti adalah pilihan paling akhir. Selain
harganya tak murah, menjual properti juga tak gampang.
Jadi, lebih baik menyewakan properti Anda untuk
mendapatkan passive income.
Pemilihan jenis dan lokasi properti menjadi faktor
krusial karena akan menentukan tingkat kenaikan harga
dan permintaan sewa.
Nah, selamat merencanakan masa tua yang sejahtera!



0 Responses to “IndoGreenWay : Healthy, Wealthy, GoGreenLife”