31
Dec
11

Bencana Alam : Pesisir Banten Selatan Waspada

Pesisir Waspada

AntaraAntara
BMKG Imbau Pengunjung Pesisir Banten Selatan Waspada

Konten Terkait

  • BMKG Imbau Pengunjung Pesisir Banten Selatan WaspadaPerbesar Foto
  • BMKG Imbau Pengunjung Pesisir Banten Selatan Waspada

Lebak (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pengunjung yang akan merayakan pergantian tahun baru di pesisir Banten Selatan diminta waspada karena tinggi gelombang mencapai 2,5 meter dan tiupan angin berkecepatan rata-rata 32 kilometer per jam atau 16 knot.

Koordinator Unit Analis Cuaca dari BMKG Serang Halim Perdanakusumah, Sabtu, menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan peringatan kewaspadaan kepada pengelola obyek wisata, kesyahbandaran, tempat pelelangan ikan, pelabuhan, dan pemerintah daerah.

Peringatan tersebut untuk mencegah korban jiwa karena beberapa hari ke depan gelombang Banten Selatan cukup tinggi.

Selain itu ia mengungkapkan, tiupan angin bisa mencapai 16 knot atau 32 kilometer per jam. Tiupan angin itu bergerak dari arah barat laut dengan jarak pandang empat sampai delapan kilometer.

Karena itu, kata dia, sebaiknya pengunjung pesisir pantai Banten bagian Barat tidak berenang karena khawatir tersapu ombak setinggi 2,5 meter.

Apalagi, gelombang bergerak dari arah barat dan cuaca berawan berpeluang hujan ringan dan sedang.

Menurutnya, selama ini cuaca laut di perairan Banten Selatan meliputi Pantai Carita, Labuan, Panimbang, Tanjunglesung, Sumur, Binuangeun, Panggarangan, Sawarna, dan Bayah dinyatakan waspada bagi pengunjung wisatawan, nelayan, maupun pelayaran.

BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan tersebut agar pergantian tahun baru tidak menelan korban jiwa.

“Saya yakin jika wisatawan berenang dipastikan terseret ombak karena tinggi gelombang 2,5 meter dan angin 32 km per jam,” ujarnya.

Koordinator pengamanan pantai Kabupaten Lebak Erwin Komara Sukma mengimbau wisatawan dilarang keras berenang di sekitar pantai pesisir Banten Selatan.

“Saat ini pesisir pantai Banten Selatan kurang bersahabat dan bisa menelan korban jiwa apabila wisatawan mencoba berenang,” katanya.

Menurut dia, pihaknya menyebar anggota pengamanan pantai di sejumlah obyek wisata pantai Banten Selatan untuk mencegah kecelakaan laut, sebab cuaca buruk seperti sekarang ini dipastikan sangat membahayakan bagi keselamatan pengunjung.

“Kita sudah menyebar petugas pengamanan di perairan Banten Selatan,” katanya.

Berita Lainnya

Forum Betawi Bersatu

RepublikaRepublika
Forum Betawi Bersatu Tolak Boikot Tahun Baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seruan boikot pesta perayaan tahun baru yang diserukan sejumlah komunitas muslim internasional ditanggapi dingin oleh sebagian masyarakat Jakarta.

Ketua Forum Betawi Bersatu (FBB) Amirullah, menilai, perayaan tahun baru semestinya ditanggapi secara positif sebagai ajang persatuan bangsa. “Memang ini bukan budaya asli dalam negeri, tapi selama itu baik untuk persatuan bangsa ya tidak masalah,” ungkapnya kepada Republika, Sabtu (31/12).

Meski demikian, Amirullah tidak menampik adanya dampak negatif dari perayaan tersebut. Konsentrasi massa yang berlebihan pada satu titik tertentu dipandangnya dapat menimbulkan masalah ketertiban dan keamanan. Persoalan semacam ini bila tidak diantisipasi dengan baik justru dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. “Seperti di Jakarta ini kan terdiri dari berbagai suku dan budaya, jadi kalau ketertiban tidak dijaga ya bisa berbahaya,” katanya.

Hal berbeda diungkapkan pengasuh komunitas Lawang Ngajeng, Wahyu NH Aly. Menurutnya, pesta perayaan tahun baru lebih identik kepada sesuatu yang tidak berguna. Menurutnya, pesta perayaan semacam itu lebih cenderung pada pemborosan waktu, biaya, dan energi. “Daripada untuk pesta kan lebih baik dialokasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti menyantuni orang miskin,” tandasnya.

Komunitas Lawang Ngajeng memiliki cara tersendiri untuk merayakan pergantian tahun. Wahyu dan komunitasnya lebih memilih melakukan tirakat dengan mengurangi makan dan muhasabah guna mengevaluasi kekurangan-kekurangan dalam setahun yang telah lewat. Selain itu, mereka juga menjadikan kesempatan ini sebagai momen silaturahmi dari berbagai kalangan. “Kita mengundang dari kalangan santri, buruh, hingga pelacur untuk berkumpul bersama,” katanya.

Berita Lainnya

PemulihanCitraIstana

TRIBUNnews.comOleh Rachmat Hidayat | TRIBUNnews.com
LSM Bendera : Ada Gerakan Pemulihan Citra dari Dalam

Konten Terkait

  • LSM Bendera:Ada Gerakan Pemulihan Citra dari Dalam IstanaPerbesar Foto
  • LSM Bendera:Ada Gerakan Pemulihan Citra dari Dalam Istana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -LSM Bendera merilis jika saat ini sedang digalang kekuatan untuk memulihkan kembali citra Presiden SBY yang dianggap sudah hancur dimata rakyat. Pemulihan kembali citra pemerintah satu di antaranya dilakukan dengan memanipulasi fakta dari akar persoalan kasus-kasus rakyat baik di Papua, Tiaka, Mesuji, Bima dan daerah konflik lainnya.

Dalam rilisnya, Sabtu (31/12/2011) LSM Bendera melalui juru bicaranya, Mustar Bona Ventura, mengungkapkan sesungguhnya akar konflik itu berasal keberpihakan pemerintah pada ideologi yang pro modal, bukan ideologi yang pro rakyat.

Melalui gerakan pemulihan citra pemerintah ini, kata Mustar, akar masalah konflik akan disederhanakan dari masalah keberpihakan ideologi menjadi sekadar masalah regulasi, dari masalah perlindungan terhadap kepentingan modal asing menjadi sekedar masalah kekerasan yang tdk prosedural, dari masalah kedaulatan jadi sekedar masalah pemantauan.

“Gerakan pemulihan citra yang konon di danai dari lingkaran Istana ini dalam waktu dekat akan pura-pura memaksa Presiden SBY melalui aksi-aksi massa ke Istana dan DPR untuk segera menciptakan komisi nasional agraria, yang bisa dibentuk walaupun hanya berdasarkan Keputusan Presiden,” ujar Mustar.

Ketika Kepres komnas agraria di keluarkan maka saat itu pemerintah yang selama ini terbukti lebih berpihak pada kepentingan modal dari pada kepentingan rakyat, serta merta citranya dipulihkan menjadi pahlawan bagi pemerintah.

Selain pemulihan citra, sambung Mustar, gerakan itu juga bertujuan untuk mengimbangi, memoderasi dan memecah gerakan pemuda – mahasiswa yang saat ini giat berkonsolidasi dengan satu isu tunggal, menurunkan pemerintah.

“Untuk melawan gerakan itu dibutuhkan kejernihan hati dan obyektivitas berfikir para aktivis agar tidak larut pada gerakan manipulatif yang seolah-olah memulihkan hak rakyat, tapi sebaliknya justru memulihkan citra pemerintah,” demikian ujar Mustar.


0 Responses to “Bencana Alam : Pesisir Banten Selatan Waspada”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 1,139,016 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers