Lebak (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pengunjung yang akan merayakan pergantian tahun baru di pesisir Banten Selatan diminta waspada karena tinggi gelombang mencapai 2,5 meter dan tiupan angin berkecepatan rata-rata 32 kilometer per jam atau 16 knot.
Koordinator Unit Analis Cuaca dari BMKG Serang Halim Perdanakusumah, Sabtu, menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan peringatan kewaspadaan kepada pengelola obyek wisata, kesyahbandaran, tempat pelelangan ikan, pelabuhan, dan pemerintah daerah.
Peringatan tersebut untuk mencegah korban jiwa karena beberapa hari ke depan gelombang Banten Selatan cukup tinggi.
Selain itu ia mengungkapkan, tiupan angin bisa mencapai 16 knot atau 32 kilometer per jam. Tiupan angin itu bergerak dari arah barat laut dengan jarak pandang empat sampai delapan kilometer.
Karena itu, kata dia, sebaiknya pengunjung pesisir pantai Banten bagian Barat tidak berenang karena khawatir tersapu ombak setinggi 2,5 meter.
Apalagi, gelombang bergerak dari arah barat dan cuaca berawan berpeluang hujan ringan dan sedang.
Menurutnya, selama ini cuaca laut di perairan Banten Selatan meliputi Pantai Carita, Labuan, Panimbang, Tanjunglesung, Sumur, Binuangeun, Panggarangan, Sawarna, dan Bayah dinyatakan waspada bagi pengunjung wisatawan, nelayan, maupun pelayaran.
BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan tersebut agar pergantian tahun baru tidak menelan korban jiwa.
“Saya yakin jika wisatawan berenang dipastikan terseret ombak karena tinggi gelombang 2,5 meter dan angin 32 km per jam,” ujarnya.
Koordinator pengamanan pantai Kabupaten Lebak Erwin Komara Sukma mengimbau wisatawan dilarang keras berenang di sekitar pantai pesisir Banten Selatan.
“Saat ini pesisir pantai Banten Selatan kurang bersahabat dan bisa menelan korban jiwa apabila wisatawan mencoba berenang,” katanya.
Menurut dia, pihaknya menyebar anggota pengamanan pantai di sejumlah obyek wisata pantai Banten Selatan untuk mencegah kecelakaan laut, sebab cuaca buruk seperti sekarang ini dipastikan sangat membahayakan bagi keselamatan pengunjung.
“Kita sudah menyebar petugas pengamanan di perairan Banten Selatan,” katanya.
Berita Lainnya
- BMKG: Gelombang Perairan Lebak Berpeluang Dua Meter
- Deliserdang Andalkan 68 Obyek Wisata
- Kapal Cepat Tidak Beroperasi di Merak-Bakauheni
- Enam Mobil Damkar Disiapkan di Ancol
- Ribuan Penumpang Mulai Padati Stasiun Rangkasbitung
- Pedagang Mercon dan Kembang Api Dirazia
- Tarif Wisata di Serdang Bedagai Bakal Naik
-
Wilayah Prioritas I Pengamanan Natal dan …TRIBUNnews.com
-
Tips Aman Nikmati Liburan Natal dan Tahun …TRIBUNnews.com
-
Natal dan Tahun Baru KTB Gelar Mitsubishi …TRIBUNnews.com
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seruan boikot pesta perayaan tahun baru yang diserukan sejumlah komunitas muslim internasional ditanggapi dingin oleh sebagian masyarakat Jakarta.
Ketua Forum Betawi Bersatu (FBB) Amirullah, menilai, perayaan tahun baru semestinya ditanggapi secara positif sebagai ajang persatuan bangsa. “Memang ini bukan budaya asli dalam negeri, tapi selama itu baik untuk persatuan bangsa ya tidak masalah,” ungkapnya kepada Republika, Sabtu (31/12).
Meski demikian, Amirullah tidak menampik adanya dampak negatif dari perayaan tersebut. Konsentrasi massa yang berlebihan pada satu titik tertentu dipandangnya dapat menimbulkan masalah ketertiban dan keamanan. Persoalan semacam ini bila tidak diantisipasi dengan baik justru dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. “Seperti di Jakarta ini kan terdiri dari berbagai suku dan budaya, jadi kalau ketertiban tidak dijaga ya bisa berbahaya,” katanya.
Hal berbeda diungkapkan pengasuh komunitas Lawang Ngajeng, Wahyu NH Aly. Menurutnya, pesta perayaan tahun baru lebih identik kepada sesuatu yang tidak berguna. Menurutnya, pesta perayaan semacam itu lebih cenderung pada pemborosan waktu, biaya, dan energi. “Daripada untuk pesta kan lebih baik dialokasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti menyantuni orang miskin,” tandasnya.
Komunitas Lawang Ngajeng memiliki cara tersendiri untuk merayakan pergantian tahun. Wahyu dan komunitasnya lebih memilih melakukan tirakat dengan mengurangi makan dan muhasabah guna mengevaluasi kekurangan-kekurangan dalam setahun yang telah lewat. Selain itu, mereka juga menjadikan kesempatan ini sebagai momen silaturahmi dari berbagai kalangan. “Kita mengundang dari kalangan santri, buruh, hingga pelacur untuk berkumpul bersama,” katanya.
Berita Lainnya
- Penjual Terompet Tahun Baru Raup Untung
- Tett.. Pedagang Terompet tak Lagi Nyaring Bunyinya
- Pesta Kembang Api Akan Digelar di Monas
- Vairelles Rayakan Tahun Baru di Penjara
- PT KA Semarang Tambah Rangkaian Gerbong
- PII: Perayaan Tahun Baru Berpotensi Menyuburkan Praktik Maksiat
- Puluhan Polantas Disiagakan Saat Perayaan Tahun Baru
-
Ini Tempat Perayaan Malam Tahun Baru di …TRIBUNnews.com
-
Polisi Sita Ganja untuk Tahun BaruLiputan 6
-
Persiapan dalam Menyambut Tahun Barughiboo.com
PemulihanCitraIstana
Berita Nasional Lainnya
-
Menunggu ‘Nyanyian’ Terbaru Nazaruddin di Tahun 2012
TRIBUNnews.com
-
20 Eks Jenderal TNI Bekingi Ical
TRIBUNnews.com
-
Nunun Beberkan Asal-usul Cek Rp 24 M yang Ditebar ke Senayan
TRIBUNnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -LSM Bendera merilis jika saat ini sedang digalang kekuatan untuk memulihkan kembali citra Presiden SBY yang dianggap sudah hancur dimata rakyat. Pemulihan kembali citra pemerintah satu di antaranya dilakukan dengan memanipulasi fakta dari akar persoalan kasus-kasus rakyat baik di Papua, Tiaka, Mesuji, Bima dan daerah konflik lainnya.
Dalam rilisnya, Sabtu (31/12/2011) LSM Bendera melalui juru bicaranya, Mustar Bona Ventura, mengungkapkan sesungguhnya akar konflik itu berasal keberpihakan pemerintah pada ideologi yang pro modal, bukan ideologi yang pro rakyat.
Melalui gerakan pemulihan citra pemerintah ini, kata Mustar, akar masalah konflik akan disederhanakan dari masalah keberpihakan ideologi menjadi sekadar masalah regulasi, dari masalah perlindungan terhadap kepentingan modal asing menjadi sekedar masalah kekerasan yang tdk prosedural, dari masalah kedaulatan jadi sekedar masalah pemantauan.
“Gerakan pemulihan citra yang konon di danai dari lingkaran Istana ini dalam waktu dekat akan pura-pura memaksa Presiden SBY melalui aksi-aksi massa ke Istana dan DPR untuk segera menciptakan komisi nasional agraria, yang bisa dibentuk walaupun hanya berdasarkan Keputusan Presiden,” ujar Mustar.
Ketika Kepres komnas agraria di keluarkan maka saat itu pemerintah yang selama ini terbukti lebih berpihak pada kepentingan modal dari pada kepentingan rakyat, serta merta citranya dipulihkan menjadi pahlawan bagi pemerintah.
Selain pemulihan citra, sambung Mustar, gerakan itu juga bertujuan untuk mengimbangi, memoderasi dan memecah gerakan pemuda – mahasiswa yang saat ini giat berkonsolidasi dengan satu isu tunggal, menurunkan pemerintah.
“Untuk melawan gerakan itu dibutuhkan kejernihan hati dan obyektivitas berfikir para aktivis agar tidak larut pada gerakan manipulatif yang seolah-olah memulihkan hak rakyat, tapi sebaliknya justru memulihkan citra pemerintah,” demikian ujar Mustar.
Berita Lainnya
- SBY Harus Klarifikasi Tragedi Mesuji
- Sekjen PKB Minta SBY Turun Tangan Atasi Konflik Pertanahan
- Pesan Bibit pada Pimpinan Baru KPK
- Penangkapan Nunun oleh KPK Mendapat Apresiasi dari Presiden SBY
- Abraham Enggan Berkomentar saat Tiba di KPK
- SBY Didesak Temui Keluarga Sondang
- PKS Kapolri Layak Diganti Karena Kinerja Buruk

Perbesar Foto

Perbesar Foto


Perbesar Foto
Perbesar Foto
Perbesar Foto
Perbesar Foto

Perbesar Foto

Dian dan Randy tersenyum usai diputus bebas (foto:Andi S/detikcom)




Foto: detikcom


Recent Comments