Senin, 09/05/2011 06:21 WIB
Obama Duga Ada Kelompok yang Bantu Osama di Pakistan
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menuding adanya kelompok pendukung Osama bin Laden di Pakistan. Kelompok itu membantu Osama bersembunyi di Pakistan selama bertahun-tahun.
“Kami menduga ada semacam jaringan yang mendukung bin Laden di Pakistan,” kata Obama dalam wawancara “60 Minutes” yang ditayangkan di CBS seperti dikutip dari CNN, Senin (9/5/2011).
Obama tidak mengetahui kelompok mana yang membantu Osama. Selama ini Pemerintah Pakistan telah bekerja sama dengan Pemerintah AS untuk memburu buronan teroris nomor satu itu.
“Tapi kita tidak tahu siapa atau apa yang mendukung jaringan itu,” jelas Obama.
Obama mengatakan pihaknya akan meneliti lebih jauh kelompok pendukung Osama. Ia enggan buru-buru menuduh pihak tertentu dalam persembunyian Osama.
“Tidak tahu apakah mungkin ada beberapa orang dalam pemerintah atau orang luar pemerintah, dan sesuatu itu yang kita harus menyelidiki,” imbuhnya.
Obama mendukung langkah Pemerintah Pakistan dalam upaya mencari dan menginvestigasi kasus ini. Karena Pakistan memiliki kepentingan untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat dunia.
“Menunjukkan bahwa mereka (Pakistan)memiliki kepentingan besar dalam mencari tahu apa jenis jaringan pendukung bin Laden,” tutur Obama.
“(penyelidikan) Ini membutuhkan waktu bagi kami untuk dapat memanfaatkan intelijen agar kami mampu mengumpulkan informasi,” terangnya.
Sementara pemimpin Pakistan bersikeras mereka tidak terkait dalam upaya menyembunyikan Osama di Abottabad. Pakistan meminta semua pihak menunggu hasil investigasi di lapangan.
“Saya pikir cara terbaik untuk bergerak maju adalah menunggu temuan-temuan dari (investigasi) internal,” kata Duta Besar Pakistan untuk AS Husain Haqqani.
“Saya pikir spekulasi tidak akan menjawab masalah,” tegasnya.
(ape/asp)
Baca Juga :
Senin, 09/05/2011 09:02 WIB
Pejabat PBB: AS Harus Klarifikasi Pembunuhan Osama
BBCIndonesia.com – detikNews

Tewasnya Osama memunculkan sejumlah pertanyaan baru
Seorang pejabat senior pada Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan pembunuhan tersangka gembong teroris al-Qaida, Osama bin Laden, harus dijelaskan oleh pemerintah AS karena muncul kekhawaitran pembunuhan itu tidak punya dasar hukum.
Tewasnya Osama di Pakistan sepekan lalu mestinya merupakan sebuah penutup dari aksi perburuan panjang dalam perang AS melawan jaringan al-Qaida.
Namun matinya Osama justru memunculkan makin banyak pertanyaan.
Termasuk didalamnya adalah apa dasar hukum membunuh Osama, apakah legal menembaknya di Pakistan terutama karena saat ditangkap dia tidak bersenjata.
Pelapor khusus PBB untuk kasus kejahatan pembunuhan, Christof Heyns, meyampaikan pertanyaan itu kepada BBC dalam program World This Weekend.
“Apa benar perlu mengeksekusinya di tempat? Persoalannya adalah: dasar hukum resmi, pelintasan perbatasan, masuk ke sebuah negara berdaulat, padahal perintahnya saat itu jelas — Di tempat kalau ada pilihan mestinya tangkap daripada tembak,” kata Heyns.
Pertanyaan lain muncul dari kubu AS terhadap Pakistan: bagaimana Osama bisa hidup di tempat itu bertahun-tahun tanpa ketahuan, padahal berdekatan dengan salah satu markas utama polisi negara itu.
Bahkan Presiden Obama menduga Bin Laden mempunyai jaringan pendukung keberadaannya di Pakistan, sebagaimana dikatakannya dalam program televisi CBS, Sixty Minutes.
“Kami tidak tahu apakah mereka ini pejabat dalam lingkaran pemerintah (Pakistan), atau diluar pemerintah, itulah yang harus kami selidiki dan lebih penting lagi, yang harus diselidiki oleh pemerintah Pakistan,” desak Presiden Obama.
Meski disambut gembira di AS dan banyak negara lain, tewasnya Osama telah menimbulkan gelombang aksi anti AS di berbagai kota di Pakistan.
(bbc/bbc)
ObamaBunuhOsama
Siapa Yang Teroris
Sikap Amerika tak pernah berubah. DI tangan Obama pun, negara demokrasi terbesar di dunia itu tak pernah ragu memuntahkan peluru untuk menembak. Di mana-mana, Obama bicara HAM dan demokrasi, tetapi di mana-mana pula, pasukannya membunuhi orang.
KINI, Osama Bin Laden sudah tewas. Sejumlah orang meminta agar Obama segera keluar dari wilayah Timur Tengah setelah Osama terbunuh. Karena sudah tak ada lagi tokohutama yang memusuhi Pemerintahan Negara Adikuasa itu. Tetapi, apakah dia mau cabut
setelah peristiwa ini? Belum tentu. Pemerintahan Obama kelihatannya tidak hanya memusuhi teroris, tapi juga memusuhi paham-paham anti demokrasi.
Apakah Indonesia berpihak kepada Obama? Kelihatannya iya. Apa pemerintah Indonesia pro pada Amerika? Kelihatannya juga iya. Sebab, dalam pernyataan persnya, kemarin, pemerintah Indonesia tidak berkomentar apapun menyangkut serangan pembunuhan itu. Indonesia mengkhawatirkan dampaknya, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan dan pengamanan di tanah air.
Riwayat Osama, berakhir di Pakistan, Minggu dini hari, awal Mei. Dia sudah 10 tahun menjadi buronan, sejak peristiwa penyerangan gedung WTC dan Pentagon, di Amerika, dengan korban tewas sekitar tiga ribu orang.
Teroris paling dicari itu tewas dengan luka tembak di kepalanya. Tim kecil tentara Amerika, menggunakan helikopter menggerebek sebuah rumah besar di kompleks Abbottabad, sekitar 120kilometer utara Islamabad. Harga rumah itu ditaksir Rp 8,5 miliar (1 juta Dolar AS).
Kota Abbotabad adalah wilayah makmur. Banyak pensiunan pejabat militer Pakistan tinggal di situ. Agak aneh, mengapa Osama bersembunyi di tempat itu, sebab, buronan Umar Patek juga pernah tertangkap di wilayah ini.
Selain Osama, ada empat lainnya yang tewas, yaitu perempuan yang dijadikan tameng hidup, anak Osama, kurir Osama dan kerabat kurir. Dalam tayangan Al Jazeera, terlihat kamar Osama porak-poranda, dengan darah menggenang di bagian lantainya. Kasur, meja kursi berantakan. Hiasan dinding berjatuhan. Ada ceceran darah terlihat di beberapa tempat.
Di rumah itu, Osama tinggal bersama istri termudanya dan seorang putranya. Bangunan rumah terdiri dari tiga lantai, dan dikelilingi tembok setinggi lima meteran. Meski mewah, namun rumah itu tidak dilengkapi jaringan telepon dan internet Ukuran rumah itu kira-kira delapan kah ukuran rumah sekitarnya. Ada dua gerbang yang dijaga personil keamanan.
Presiden Amerika Barack Obama sungguh suka cita dengan kabar kema-tian Osama. Saking senangnya, dia sendiri, langsung mengumumkan tewasnya Osama, Minggu malam itu (Senin pagi waktu Jakarta). Rakyat Amerika pun bersuka cita, dan merayakannya di ground zero, tempat menara WTC roboh, dini hari hingga menjelang pagi, kemarin waktu setempat.
“Malam ini saya sampaikan kepada rakyat Amerika dan kepada dunia, Amerika Serikat telah melakukan operasi yang menewaskan Osama Bin Laden, pemimpin Al Qaeda,” kata Obama.
Di internet, sejumlah orang mengekspresikan tewasnya Osama dengan beragam cara. Ada yang menggambar! Obama berbaju ala Osama. Ada juga yang meng-create gambar jenazah Osama. Osama digambarkan dengan muka berdarah-darah.
Setelah baku tembak, jasad Osama dibawa ke otoritas Amerika di Afghanistan. Obama telah melakukan kontak telepon dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, dan berterima kasih atas bantuan Pakistan dalam operasi memerangi terorisme.
“Tim saya telah berbicara dengan rekan-rekan mereka dari Pakistan. Mereka setuju, ini adalah hari yang berse-jarah bagi kedua negara. Dan ke depan, penting untuk Pakistan terus bergabung dengan kami dalam memerangi Al Qaeda dan afiliasinya,” ucap Obama.
Setelah pidato itu, massa pun berkumpul di luar Gedung Putih di Washington DC, dan berteriak memuja Amerika sambil mengibarkan bendera kebangsaan. Ada yang naik tiang listrik dan memasang spanduk bertuliskan “Obama 1, Osama 0″.
Bekas Presiden AS George Bush yang ada di Dallas, negara bagian Texas, sempat dihubungi Obama beberapa saat sebelum memberikan keterangan pers. Mereka bicara empat menit. Saat serangan 11 September 2001, Bush, Presiden Amerika saat itu bersumpah menangkap Osama hidup atau mah. Dan, melancarkan operasi untuk memburu Osama.
Osama kini telah dinyatakan tewas. Namun publik tentu penasaran dengan jenazahnya. Bagaimana Osama dikuburkan? Seorang pejabat di Gedung Putih menjelaskan, jenazah Osama ditangani pemerintah Amerika dan diurus sesuai ajaran Islam. Menurut The New York Times, jenazah Osama akan dikubur di laut karena tidak ada negara yang bersedia menerimanya. afp/rtr/dnu
Senin, 09/05/2011 07:03 WIB
Amerika tekan Pakistan soal Osama
BBCIndonesia.com – detikNews

Osama bin Laden membuat beberapa video yang kini disita aparat Amerika
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan Pakistan harus menyelidiki apakah ada pejabatnya yang tahu Osama bin Laden berada di tempat dia tewas pekan lalu.
Berbicara di acara stasiun televisi CBS, 60 Minutes, Obama mengatakan pemimpin al-Qaida pasti memiliki semacam jaringan pendukung di Pakistan.
Namun, dalam wawancara yang disiarkan hari Minggu (8/5), Presiden Obama menyatakan dia tidak tahu apakah jaringan itu melibatkan pejabat pemerintahan Pakistan.
Kami tidak tahu apakah mungkin ada beberapa orang di dalam pemerintah [Pakistan], orang-orang di luar pemerintah, dan itulah yang kita harus selidiki, dan yang terlebih penting, pemerintah Pakistan harus selidiki, kata Obama dalam wawancara yang dilakukan pada hari Rabu (4/5).
Pakistan membantah mengetahui Bin Laden bersembunyi di Abbottabad di bagian utara Pakistan.
Ada kecurigaan bahwa seseorang di kalangan dinas intelijen Pakistan, Inter-Services Intelligence (ISI), yang memiliki catatan panjang dalam menjalin kontak dengan kalangan kelompok militan, mungkin tahu tempat Bin Laden bersembunyi.
Namun, Pakistan telah menepis tudingan tersirat semacam itu.
Janda Osama
Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional AS, Tom Donilon mengatakan kepada acara talk show di NBC, Meet the Press, Islamabad perlu mencari tahu bagaimana Bin Laden hidup selama enam tahun tidak jauh dari ibukota dan di dekat sebuah akademi militer.
Donilon juga mengatakan aparat Pakistan perlu memberi Amerika akses ke tiga janda Bin Laden, yang ditahan, setelah serbuan oleh pasukan komando AS pekan lalu.
Pernyataan Donilon itu dikeluarkan selagi tim pejabat Amerika tengah mencermati dokumen di komputer yang disita pasukan Amerika dari tempat Osama ditembak mati oleh pasukan Amerika.
[Simpanan intelijen] itu kurang lebih seukuran, kata CIA kepada kami, perpustakaan perguruan tinggi kecil, kata Donilon.
Hari Sabtu, Departemen Pertahanan AS, Pentagon merilis lima video yang memperlihatkan Bin Laden setelah rekaman audio dihapus dari video tersebut.
(bbc/bbc)
Senin, 09/05/2011 06:04 WIB
AS desak Pakistan usut pendukung Osama
BBCIndonesia.com – detikNews

Osama Bin Laden ditembak mati di Pakistan oleh pasukan komando AS awal Mei
Gedung Putih meminta Pakistan untuk menyelidiki jaringan yang mendukung Osama Bin Laden.
Tetapi Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon mengatakan kepada TV NBC bahwa dia tidak mempunyai bukti bahwa pemerintah Islamabad mengetahui keberadaan pemimpin al-Qaida.
Donilon juga mengatakan AS berkeinginan berbicara dengan tiga janda Bin Laden yang ditahan Pakistan.
Pakistan menyangkal mengetahui Bin Laden berada di Abbottabad.
Tetapi Donilon mengatakan Islamabad harus mengetahui bagaimana pemimpin al-Qaida tersebut selama enam tahun dapat tinggal di dekat ibukota dan di sebelah akademi militer.
Jaringan pendukung
“Ada jaringan pendukung di Abbottabad Pakistan untuk membantu Bin Laden,” kata Donilon kepada acara televisi NBC Meet The Press.
“Kami belum menemukan bukti pemerintah mengetahui hal ini. Tetapi mereka perlu menyelidiki.”
Muncul spekulasi bahwa wakil Osama, Ayman al-Zawahiri akan menjadi pemimpin al-Qaida.
Tetapi Donilon mengatakan warga Mesir tersebut “tidak akan sehebat Osama Bin Laden”.
Tiga dari istri Osama yang berasal dari Arab Saudi dan 13 anaknya dikeluarkan dari rumah di Abbotabad setelah penggerebekan pasukan komando AS yang menewaskan pemimpin al-Qaida tersebut, salah satu anak laki-lakinya dan tiga orang lain.
Donilon mengatakan pemerintah Pakistan “perlu memberikan data intelijen…yang mereka dapatkan dari tempat tersebut, termasuk akses terhadap tiga istri Bin Laden”.
Sementara itu, aparat Amerika sedang memeriksa dokumen di dalam komputer yang disita pasukan khusus AS dari tempat persembunyian Osama.
(bbc/bbc)
PM Pakistan & Osama
Minggu, 8 Mei 2011 18:16 WIB |
PM Pakistan Buat Pernyataan Soal Osama
Islamabad (ANTARA News/XINHUA-OANA) – Perdana Menteri Pakistan Syed Yusuf Raza Gilani membuat pernyataan kebijakan pada Senin mengenai operasi pasukan AS tugas khusus di kota garnisun Abbottabad barat laut, yang menyebabkan pembunuhan Osama bin Laden awal, menurut pernyataan yang dikeluarkan kantor PM pada Minggu .
Pemerintah berada di bawah kecaman keras oleh kelompok oposisi dan bagian dari masyarakat untuk memberitahu bangsa tentang operasi AS dan kehadiran orang yang paling dicari di Pakistan.
“Perdana Menteri akan membawa bangsa ini ke dalam kepercayaan melalui platform Parlemen pada 9 Senin Mei, dan berharap untuk satu perdebatan penuh pada masalah di lantai DPR,” kata pernyataan itu.
Perdana Menteri pada Sabtu mengadakan konsultasi luas dengan Presiden, Menteri Pertahanan, Menteri Negara Luar Negeri dan Kepala Staf Angkatan Darat mengenai situasi yang timbul dari pengoperasian Abbottabad, yang mengakibatkan kematian Osama Bin Laden, katanya.
Ia menambahkan bahwa “situasi secara komprehensif ditinjau dalam perspektif keamanan nasional Pakistan dan kebijakan asing”.
Perdana Menteri menekankan selama konsultasi, bahwa satu-satunya kriteria untuk merumuskan sikap kita adalah menjaga kepentingan tertinggi Pakistan nasional, dengan segala cara, oleh semua lembaga-lembaga negara, sesuai dengan aspirasi rakyat Pakistan, di atas nilai semua martabat dan kehormatan, kata pernyataan itu.(*)
(Uu.H-AK/B002)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
Bunuh Osama, Obama Diadukan ke Polisi
Jum’at, 06 Mei 2011 , 05:47:00 WIB
BARACK OBAMA
|
RMOL. Dua warga Belanda mengadukan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke polisi menyusul kematian Osama bin Laden akibat penyerbuan pasukan negara adidaya itu ke Abbottabad, Pakistan.
Warga Belanda itu, Ruud Snoeren dan Terry Flohr, menuduh Obama melakukan kejahatan dengan memerintahkan pasukan AS menyerang Osama sehingga dia tewas. “Kami sangat marah. Ada seorang pembunuh yang telah mengakui perbuatannya di televisi dan yang membuang bukti ke laut. Dan seluruh dunia merayakan,” cetus Snoeren (30) yang berprofesi sebagai pengacara.
Kepolisian Tilburg mencatat pengaduan mereka. Namun kepada kedua pria itu dikatakan, kasus itu berada di luar yurisdiksi mereka. Kepolisian pun menyarankan Snoeren dan Flohr mengadu ke Pengadilan Kejahatan Internasional alias International Criminal Court (ICC) di Den Haag.
Kedua warga Belanda itu juga menegaskan, mereka tidak membela Osama. Mereka bersikeras, pemimpin Al Qaeda itu memang seharusnya ditangkap untuk kemudian diadili, bukan dibunuh.
Di Washington DC, Obama memutuskan untuk tidak merilis foto-foto mayat Osama, karena alasan keamanan nasional. Ada tiga foto orang dekat Osama yang beredar di internet. Mereka diyakini sebagai kurir kepercayaan Osama. Arshad Khan, pembantu terpercaya lainnya dan anak Osama Khalid, terbaring di genangan darah tanpa senjata.
Menangggapi keputusan Obama, Senator Republik Lindsey Graham mengatakan, keputusan itu adalah sebuah kesalahan.
“Seluruh tujuan pengiriman pasukan AS ke tempat persembunyian Osama, bukan pemboman udara. Ini untuk memperoleh bukti yang tak terbantahkan tentang kematian Osama. Saya tahu Osama sudah mati. Cara terbaik melindungi dan mempertahankan kepentingan kita dengan membuktikan fakta itu ke dunia,” tandas Lindsey. [RM]
Osama Makin Tenar Setelah Dibunuh AS
Kamis, 05 Mei 2011 , 07:15:00 WIB
BARACK OBAMA
|
RMOL. Gedung Putih Bingung, Foto Bin Laden Mau Dipublikasikan Atau Tidak Pengaruh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden malah bergaung setelah dia dihabisi Amerika Serikat (AS). Hal itu bikin Gedung Putih gerah. Presiden Barack Obama dan stafnya tengah berdebat, apakah foto tewasnya Osama bakal dirilis atau tidak.
Dua hari setelah operasi militer yang dilakukan Tim 6 Navy Seal AS di pedalaman Pakistan, Abbottabad, para pejabat AS memperdebatkan apakah akan mempublikasikan bukti foto bahwa Osama telah tewas.
Masih banyak yang belum percaya Osama mati. Sebab, hingga kini AS tak juga mempublikasikan faktanya, misalnya foto atau video. Washington memperingatkan, foto jasad Osama terlalu mengerikan dan dikhawatirkan akan memicu kemarahan jika dipublikasikan.
“Wajar jika dikatakan foto itu sangat mengerikan dan itu bisa menimbulkan kemarahan. Kami tengah meninjau situasinya. Kami tengah mendiskusikan dan mencoba membuat keputusan yang terbaik,” ujar juru bicara Gedung Putih Jay Carney kepada AFP, kemarin.
Obama, kata Carney, menyadari publikasi foto Osama akan menimbulkan banyak konspirasi di seluruh dunia bahwa AS telah merekayasa pembunuhan Osama. Hal ini berpotensi reaksi serangan balasan, pada diplomat AS di luar negeri atau target lainnya di negara Islam, jika foto yang dianggap tidak menghormati seseorang yang sudah wafat atau cacat, dipublikasikan.
Musuh-musuh AS mulai meragukan pernyataan Pemerintah AS mengenai kematian Osama. Mereka menuding kematian Osama hanya untuk tujuan propaganda belaka.
“Orang Amerika belum memberikan dokumen meyakinkan untuk membuktikan klaim mereka. Sumber-sumber yang dekat dengan Sheikh Osama bin Laden juga belum mengkonfirmasi atau membantah laporan tentang kesyahidannya. Kami berpendapat terlalu dini untuk mengeluarkan pernyataan untuk kasus ini,” kata Taliban dalam pernyataan di situs web mereka.
Beberapa saat setelah tersiar berita Osama tewas, Senin WIB, beredar foto yang menggambarkan wajah Osama bersimbah darah. Namun, foto itu dinyatakan palsu karena hanya modifikasi dari foto lamanya.
Selain Osama bikin Gedung Putih panas, pernak-perniknya Osama juga laris manis dibeli orang. Untuk merayakan sekaligus mengenang kematian Osama, warga AS ramai-ramai memproduksi aneka souvenir seperti kaos, pin, topi, mug, mouse pad, dan segala sesuatu yang menggambarkan Osama.
“Ini sedang menjadi hot items,” kata Randy Heine, pemilik toko Rockin Cards and Gifts di Pinellas Park. Dia berharap dapat segera memenuhi rak tokonya dengan baju dan barang-barang bergambar Osama.
Di sejumlah lokasi di Tampa, Florida, kaos bergambar peluru menembus kepala Osama ramai dijual. “Game Over”, “Osama bin Obama’d”, “Osama bin Killed”, demikian tulisan pada beberapa kaos lengkap dengan foto peluru yang menembus kepala pria yang hobi ngebut.
Encore Select, sebuah perusahaan di West Shore, pun tak mau ketinggalan. Perusahaan itu mulai membuat T-shirt Osama. Mereka berharap dapat membuat delapan desain yang berbeda dan mulai memproduksi 5.000 kaos per desain untuk dijual ke toko-toko atau online.
“Ini lebih dari sebuah reaksi alamiah sebagian besar orang ketika mendengar kabar. Ini berita positif,” kata Presiden Encore Select Richard Moore.
Salah satu kaos Encore, terlihat bergambar bendera besar Amerika bertuliskan “Bye Bye Bin Laden, Courtesy of USA”. Encore mematok harga 19,99 dolar AS setiap kaos atau sekitar Rp 162.000. [RM]
Pembunuhan Osama Bin Laden Langgar Hukum Internasional
Bekas Kanselir Jerman Kecam Kebrutalan Amerika
Rabu, 04 Mei 2011 , 00:26:00 WIB
OSAMA BIN LADEN
|
RMOL.Amerika Serikat (AS) dituding melanggar hukum internasional setelah mengklaim berhasil membunuh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden. Tudingan itu disampaikan bekas Kanselir Jerman Helmut Schmidt.
Schmidt (93) mengecam pembunuhan Osama yang dikomandoi AS. “Pembunuhan Osama bin Laden jelas melanggar hukum internasional yang ada,” kata Schmidt di Berlin, Jerman, Senin (2/5). Dia memperingatkan, operasi komando AS itu bisa berdampak global yang tak terduga, terutama di dunia Arab yang dicekam kerusuhan besar saat ini.
Schmidt adalah kanselir Jerman dari tahun 1974 sampai 1982, telah menyaksikan kebangkitan politik dan intelektual dalam beberapa tahun terakhir.
Dari Kairo, Mesir, pemimpin pusat pengajaran Al Azhar Imam Besar Dr Ahmaed El-Tayeb mengecam ‘pembuangan’ jenazah Osama bin Laden di laut. Menurut El-Tayeb, ini merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
“Umat Islam sangat menghormati kuburan di darat dan menerima pemakaman di laut hanya dalam kasus di mana mayat tidak dapat dipertahankan utuh di atas kapal hingga kapal itu mencapai pantai,” kecam kata Imam Besar Sheikh Al Azhar, Dr Ahmaed El-Tayeb. Dia sangat menyayangkan jika pelemparan jenazah Osama bin Laden ke laut itu benar dilakukan.
“Prosedur (pemakaman bin Laden oleh AS) itu melawan semua nilai agama dan norma-norma kemanusiaan. Imam Besar menegaskan bahwa dilarang dalam Islam merusak mayat, apapun keyakinannya. Orang menghormati mayat dengan menguburkannya,” kecam Tayeb.
Beberapa pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan, mayat bin Laden telah dilempar ke laut dari dek sebuah kapal induk setelah tentara AS membunuh pemimpin Al Qaeda untuk mencegah makamnya dijadikan tempat keramat.
Pengakuan Mr Ten Percent
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari membantah negaranya ikut dalam operasi Amerika Serikat untuk membunuh Osama bin Laden, Minggu (1/5) waktu setempat.
“Meskipun peristiwa Minggu itu bukan operasi bersama, kerja sama dan kemitraan selama satu dekade antara Amerika Serikat dan Pakistan telah menyebabkan penghapusan Osama bin Laden sebagai ancaman bagi peradaban dunia,” kata Zardari, yang dijuluki “Mr Ten Percent” kemarin.
Menurut media Pakistan, pembunuhan Osama akan memalukan otoritas Pakistan. “Kegagalan Pakistan mendeteksi keberadaan orang yang paling dicari di dunia itu sangat mengejutkan,” kata The News dalam editorial.
“Bagaimana dia bisa bersembunyi di sini tanpa ada aksi yang menjadi bagian kita,” tulis Daily Times.
Pakistan telah menghadapi pengawasan internasional besar sejak Osama bin Laden tewas oleh pasukan khusus AS. Kegagalan Pakistan membuat AS mulai berpikir ulang untuk meninjau bantuan ke Pakistan.
“Pemerintah kami dalam kesulitan keuangan. Memberikan kontribusi ke negara yang tidak memberikan dukungan penuh merupakan masalah bagi banyak orang, “kata Ketua Komite Intelijen Senat AS Dianne Feinstein.
Presiden AS Barack Obama dan stafnya mengikuti serangan atas Osama menit demi menit melalui video.
“Kita mendapatkannya,” kata Presiden, seperti dikisahkan Kepala Kontraterorisme Gedung Putih John Brennan, setelah misi itu tercapai.
Mengingat kecurigaan yang mungkin ada dari dunia Muslim, seorang pejabat AS mengatakan, tes DNA menunjukkan “hampir 100 persen” cocok dengan pemimpin Al Qaeda itu. “DNA-nya cocok dengan beberapa kerabat Osama,” kata pejabat AS yang tidak mau namanya disebutkan. [RM}
Setelah Kabar Kematian Osama, Janji Obama Ditagih
Selasa, 03 Mei 2011 , 08:45:00 WIB
OBAMA/IST
|
RMOL. Presiden AS Barrack Obama harus membuktikan kata-katanya akan menghentikan perang melawan terorisme setelah pimpinan Al Qaeda Osama Bin Laden dikabarkan meninggal di Abbotabad, Pakistan, dalam suatu operasi yang dilancarkan pasukan AS.
“Presiden AS keturunan Kenya tersebut harus menarik seluruh pasukan AS beserta pangkalan militer mereka di Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Termasuk itu menghentikan intervensi NATO di Libya,” kata Sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD), I Gede Sandra, kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 3/5).
Menurut I Gede Sandra, hal ini perlu dilakukan AS untuk memperbaiki citra negara tersebut, sebelum ia benar-benar menjadi musuh bersama berbagai spektrum politik di banyak negara. Kabarnya, Departemen Luar Negeri AS sudah membuat laporan tentang bagaimana banyak negara saat ini sudah mulai menjalankan travel warning terhadap warga AS.
Dalam hubungan itulah, masih kata I Gede Sandra, pihak AS juga harus menarik pangkalan militernya di berbagai negara khususnya dari Philipina. Sebab, dari berbagai pengalaman sejarah, keberadaan militer AS bukannya menciptakan kedamaian, melainkan hanya melahirkan provokasi-provokasi yang kerap melanggar hak asasi manusia (HAM). Bagi I Gede Sandra, cengkeraman militer AS terhadap kawasan Asia Tenggara harus dihentikan untuk menciptakan dunia yang lebih damai.
“AS sudah saatnya menghentikan agresivitasnya yang telah mengoyak-ngoyak kedaulatan nasional banyak negara. Seharusnya semangat ini dapat menjadi butir resolusi KTT ASEAN 4-8 Mei 2011 besok di Indonesia,” demikian I Gede Sandra.
Senin, 09/05/2011 12:59 WIB
Growing Up Bin Laden
Anak Osama: Ayah Punya Gagasan ‘Kejahatan Kehidupan Modern’
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – Sebagai ayah, pimpinan Al Qaeda Osama bin Laden mendidik anak-anaknya dengan kaku bahkan cenderung keras. Anak lelaki keempat Osama dari istri pertama, Omar, mengatakan ayahnya mempunyai gagasan ‘kejahatan kehidupan modern’. Maksudnya?
“Seperti yang kami semua tahu, ayahku mempunyai banyak gagasan tak biasa tentang apa yang disebutnya ‘kejahatan kehidupan modern’,” tulis Omar dalam buku ‘Growing Up Bin Laden‘.
Buku ini ditulis oleh istri pertama Osama, Najwa Ghanem, bersama putra keempatnya, Omar bin Laden, dan Jean Sasson, penulis terkenal New York Times, diterbitkan pada 2009 oleh St Martin’s Press New York. Di Indonesia, buku setebal 543 halaman ini diterbitkan Literati pada April 2010.
Buku ini menceritakan sisi pribadi dan manusiawi Osama, juga memotret perubahan Osama dari muslim yang sangat alim hingga menjadi sangat radikal.
Apa yang dimaksud ‘kejahatan kehidupan modern’ diceritakan Omar, seperti saat dia dan kakak-kakaknya menderita asma karena bermain dalam cuaca padang pasir yang panas. Saat asma semua anak-anak Osama kambuh, mereka pun dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyarankan ayahnya menyediakan Ventolin, obat asma yang dihirup.
“Tapi ayahku berkeras bahwa kami tak boleh mengonsumsi obat-obatan modern, tak peduli seserius apa pun derita kami,” tulis Omar pada halaman 100.
Osama, mengimbau anak-anaknya harus meneladani cara hidup Nabi kapan pun dimungkinkan. Karena pengobatan modern belum dikenal pada masa Nabi, anak-anak Osama pun tak boleh mengkonsumsinya.
“Bahkan, kecuali salah satu dari kami nyaris tewas, ayahku menolak semua perawatan medis modern,” tulis Omar.
Osama pun merekomendasikan perawatan asma untuk anak-anaknya dengan membelah potongan sarang lebah dan bernapas melaluinya. Osama memperingatkan Ventolin dapat merusak paru-paru.
“Sering aku merasa seolah-olah berjuang bernapas melalui sedotan, tapi kecuali kematian mengancam hidupku, penderitaanku diabaikan,” tulis Omar.
Sampai-sampai, putra-putra Osama pun membandel. Membeli Ventolin diam-diam dan berbagi menggunakannya. Istri Osama, Najwa pun memergokinya.
“Tapi untungnya dia tak pernah mengadukan pembangkangan kami kepada ayah. Ibu hanya peduli agar kami tak lagi menderita,” jelasnya.
Selain obat-obatan modern, Osama juga melarang anak-anaknya minum softdrink asal Amerika. Tak ayal, larangan itu dilanggar saat Osama tak ada alias nyolong-nyolong.
“Ada beberapa peraturan aneh lain yang tak ada hubungannya dengan ketidaksukaannya pada produk-produk Barat. Sejak kami masih kanak-kanak, dia menuntut kami diberikan air sangat sedikit,” tulis Omar.
Osama menekankan pentingnya minum air hanya pada saat dibutuhkan dan menekankan anak-anaknya harus ‘tegar’ dan ‘sabar’. Aturan ini juga diberlakukan saat Osama melatih dan mengajak anak-anaknya mendaki tebing curam di tengah padang pasir.
Namun ‘kejahatan kehidupan modern’ yang diajarkan Osama, menurut Omar dan Najwa, berlaku pengecualian terhadap alat-alat transportasi modern. Osama digambarkan Najwa, sangat pemurah pada kehidupan awal-awal pernikahan. Namun sejak poligami, Osama menekankan pentingnya hidup sederhana pada para istri dan anak-anaknya.
“Satu-satunya area di mana Osama menghamburkan banyak uang adalah pada mobil-mobilnya, yang selalu model terbaru. Karena itu, istri dan anak-anak Osama tak pernah mendapatkan kelimpahan barang-barang rumah tangga atau pribadi yang disukai banyak orang dalam dunia modern,” tulis Najwa pada halaman 90.
(nwk/nrl)
Senin, 09/05/2011 10:50 WIB
Obama Sindir Orang-orang yang Kecam Pembunuhan Osama bin Laden
![]()
Rita Uli Hutapea – detikNews

Reuters
Washington – Sejumlah pihak mengecam tindakan pasukan Amerika Serikat yang menyerang dan menewaskan Osama bin Laden di Pakistan. Presiden AS Barack Obama angkat bicara untuk menanggapi kecaman tersebut.
Menurut Obama, Osama telah mendapatkan apa yang pantas untuknya. Obama bahkan menyindir bahwa siapa saja yang mempertanyakan apakah AS harus membunuh Osama, perlu untuk memeriksa otak mereka.
“Keadilan telah berlaku. Dan saya pikir siapa pun yang menganggap bahwa pelaku pembunuhan massal di tanah Amerika itu tidak pantas menerima apa yang didapatnya, perlu untuk memeriksa otak mereka,” cetus Obama dalam wawancara CBS News seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (9/5/2011).
Osama bin Laden tewas setelah tempat persembunyiannya di Kota Abottabbad, tak jauh dari Islamabad, Pakistan diserang pasukan khusus Angkatan Laut AS, SEAL pada Senin, 2 Mei dini hari waktu Pakistan. Penyerangan Osama itu menimbulkan kontroversi.
Sebagian menyambut kematian pemimpin jaringan Al Qaeda yang telah mengklaim sebagai dalang serangan teroris 11 September 2001 di Amerika itu. Namun tak sedikit pula yang mengecam tindakan pasukan AS tersebut. Menurut mereka, Osama seharusnya ditangkap hidup-hidup dan diadili, bukan dibunuh.
(ita/nrl)
Selasa, 10/05/2011 12:04 WIB
Growing Up Bin Laden
Geram pada Saddam, Osama Akhirnya Tinggalkan Arab Saudi
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – Ini cerita lain mengapa pimpinan Al Qaeda Osama bin Laden hengkang dari Arab Saudi, kampung halamannya. Semuanya berawal dari kegeramannya kepada pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein.
Putra keempat Osama, Omar bin Laden, menceritakan dalam buku ‘Growing Up Bin Laden‘ alasan mengapa ayahnya sampai meninggalkan Arab Saudi dan hengkang ke Sudan pada tahun 1991. Omar menulis buku ini bersama ibunya yang juga istri pertama Osama, Najwa Ghanem, serta penulis New York Times, Jean Sasson.
Usai mengklaim kemenangan di Afghanistan sekitar tahun 1988 dan pasukan Rusia ditarik dari Afghanistan pada akhir 1989, Osama memantau kondisi Timur Tengah, yaitu perang Irak dan Iran. Omar mengatakan ayahnya tak pernah menjadi pendukung Saddam karena kekuasaan diktator sekulernya di tanah Muslim.
Osama bahkan sering mengejek Saddam sebagai ‘bukan orang mukmin’. “Ayahku juga mengkritik karakter agresif Saddam dengan mengatakan, ‘Pemimpin angkatan senjata yang begitu besar tak akan pernah berhenti perang’” tulis Omar di halaman 134 dari 543 halaman buku yang di-Indonesia-kan oleh penerbit Literati pada April 2010 ini.
Omar menggambarkan ayahnya cemas dengan Saddam yang terjerat utang karena perang dan tergoda oleh kekayaan negara tetangganya. Osama mulai mengatakan pemikiran pribadinya mengenai kemungkinan perilaku Saddam. Masjid dan kaset-kaset pun menjadi medianya.
Apa yang dilakukan Osama ini menimbulkan ketidaksenangan di Kerajaan Arab Saudi. Dan apa yang dikhawatirkan Osama menjadi kenyataan.
Pada Februari 1990, Saddam bangkrut dan menuntut Kuwait dan Arab Saudi melupakan pinjaman US$ 40 miliar yang dipinjamkan kepadanya untuk memerangi Khomeini dan Iran. Kuwait dan Arab Saudi menolak, Saddam makin agresif, menuntut tambahan pinjaman bebas bunga sebesar US$ 30 miliar.
Saddam menempatkan 100 ribu tentara di perbatasan Kuwait. Raja Fahd berinisiatif mengadakan pertemuan darurat di Jeddah, Juli 1990. Tak ada hasil. Pada Agustus 1990, pasukan Saddam menginvasi Kuwait.
“Saddam akan menyerang Arab Saudi karena memiliki ladang minyak di provinsi sebelah timur. Ini akan segera terjadi begitu pasukan militernya telah kuat mencengkeram Kuwait,” tutur Osama seperti dituliskan Omar pada halaman 135.
Osama yang masih memiliki pengikut 12 ribu tentara Mujahidin, veteran perang Afghanistan, menawarkan kekuatan itu untuk menjaga Arab Saudi dari kemungkinan serangan oleh pasukan Saddam. Osama mendekati petinggi Kerajaan Arab Saudi.
“Keluarga Bin Laden mendukung keluarga kerajaan. Ayahku sendiri adalah kawan terpercaya raja pertama kita, kini anak-anak ayahku mendukung anak-anak Abdul Aziz,” tulis Omar mengenai pesan ayahnya.
Tak ada jawaban dari Kerajaan Arab Saudi. Hingga suatu hari, pemimpin AS datang ke Arab Saudi. Meminta akses militer AS di Arab Saudi, untuk mengeblok pasukan Saddam. Kerajaan Arab Saudi setuju, dan Osama mengetahuinya dari media massa di Arab Saudi.
“Apakah pasukan Saddam lebih kuat daripada adidaya Rusia? Tidak! Kita tidak butuh Amerika!” kata Osama dengan marah seperti ditulis Omar pada halaman 139.
Banyak yang tak bisa diterima Osama. Pasukan AS yang rata-rata Kristen atau Yahudi menginjakkan kaki di Arab Saudi yang dinilai tanah suci Islam. Satu lagi, Osama tak bisa menerima, laki-laki Arab dilindungi tentara-tentara wanita AS.
“Wanita! Melindungi lelaki Saudi,” komentar Osama geram.
Kendati pasukan AS menang dalam Perang Teluk melawan pasukan Saddam, tentara AS tak kunjung meninggalkan Arab Saudi dan dikhawatirkan menularkan virus sekularisme. Sekitar 100 pegawai Osama, yang rata-rata bekas pejuang Mujahidin yang dipekerjakan di peternakan Osama di Jeddah, ditangkap kendati dilepaskan kembali.
Osama kecewa dan tiba-tiba menghilang meninggalkan Arab Saudi. Hingga kemudian Osama menelepon keluarganya, yang saat itu sudah beristri 4 dengan 14 anak, untuk keluar meninggalkan Arab Saudi pada tahun 1991.
“Najwa, jangan tinggalkan satu piring pun di Arab Saudi,” instruksi Osama pada Najwa, di halaman 151.
(nwk/nrl)
Baca Juga :
Rabu, 04/05/2011 09:49 WIB
Ustadz Syamsi Ali: Jika Darurat, Jasad Osama Boleh Tak Dikubur di Tanah
Nurvita Indarini – detikNews
Jakarta – Beberapa kalangan menyayangkan pembenaman jenazah Osama bin Laden ke laut. Meski diyakini sebagai gembong teroris oleh banyak pihak, namun tidak seharusnya jenazah Osama tidak dimakamkan di darat. Ustadz Indonesia yang bermukim di AS, M Syamsi Ali, meyakini keadaan Osama di luar normal sehingga hukum darurat boleh berlaku.
“Dalam keadaan ‘tidak normal’, dan saya yakin keadaan Osama bin Laden ada di luar keadaan normal, maka hukum ‘dharurat’ boleh saja berlaku. Artinya, pengecualian terhadap hukum itu bisa saja terjadi. Untuk itu, pembuangan mayat bin Laden ke laut karena terdesak oleh keadaan boleh saja masuk dalam kategori ‘dharurat’,” kata Syamsi.
Berikut ini wawancara detikcom dengan pria yang pernah terpilih dalam Tim Rekonsiliasi, sebuah wadah bentukan Walikota New York untuk mencegah konflik Yahudi-Muslim akibat tragedi Al Aqsa, Selasa (3/5/2011):
Jenazah Osama bin Laden dibenamkan di laut. Bagaimana hukumnya?
Dalam keadaan normal, sebenarnya menguburkan mayat itu dengan ditanam ke dalam tanah. Didahului beberapa prosesi, termasuk memandikan, mengkafani, dan menyembahyangkan. Keempat hal ini; memandikan, mengkafani, menyembahyangkan dan menguburkan adalah ‘fardhu kifayah’ (kewajiban kolektif) atas orang-orang Islam.
Akan tetapi dalam keadaan ‘tidak normal’, dan saya yakin keadaan Osama bin Laden ada di luar keadaan normal, maka hukum ‘dharurat’ boleh saja berlaku. Artinya, pengecualian terhadap hukum itu bisa saja terjadi. Untuk itu, pembuangan mayat bin Laden ke laut karena terdesak oleh keadaan boleh saja masuk dalam kategori ‘dharurat’. Tentunya keputusan dharurat ini sepenuhnya ada di pihak keamanan Amerika.
Penanganan jenazahnya bagaimana?Apakah sama seperti pemakaman di darat?
Tentunya karena semua ada dalam ranah darurat, maka semua hal-hal detail pemakaman normal itu boleh saja tidak berlaku. Menghadapkan wajahnya ke arah kiblat misalnya, mungkin secara praktikal tidak mungkin dilakukan. Jadi, kemungkinan hanya diikat ke sebuah objek yang berat, lalu dibenamkan ke dasar laut.
Kondisi seperti apa saja yang membolehkan seseorang dimakamkan di laut?
Dalam hal ini agak susah memang untuk menentukan ‘keadaan’ bagaimana. Kata darurat itu sendiri tentunya penafsirannya berbeda dari seseorang ke orang yang lain. Barangkali bagi Amerika, semua yang terkait dengan bin Laden setelah kematiannya masuk dalam ruang ‘emergency’ maka dilakukanlah seperti itu. Yang pasti kita dengar bahwa tidak ada negara yang ingin menerima jasadnya. Pakistan menolak, Afghanistan menolak, Saudi menolak, dan tentunya kalau dibawa ke Amerika akan menjadi objek kemarahan yang luar biasa.
Di satu sisi, kemungkinan saja bahwa jasadnya itu memang mengalami kerusakan yang sangat parah, yang tidak memungkinkan untuk ditunda lagi. Jadi satu-satunya pilihan yang tepat dalam pemikiran Amerika saat itu adalah dengan mencampakkannya ke dasar laut.
Seorang pejabat senior pertahanan AS mengungkapkan bagaimana Osama dimakamkan. Diawali dengan upacara keagamaan di USS Carl Vinson di Laut Arab. Jasadnya dimandikan dan dibungkus dengan kain putih lalu jenazah Osama ditempatkan di sebuah papan dan digelincirkan ke laut. Mekanismenya sudah benar?
Saya sekali lagi katakan, dalam susana di luar normal, adalah tidak memungkinkan untuk melakukan semuanya berdasarkan mekanisme yang normal. Kita diingatkan jenazah-jenazah sahabat yang ketika itu menemukan syahidnya di perang Uhud. Mereka justru tidak dimandikan, tidak dikafani, dan hanya disalati lalu dikuburkan secara massal.
Saya ingin ingatkan teman-teman semuanya bahwa bin Laden adalah musuh Amerika yang membunuhnya. Sebagai musuh, mungkin orang Inggris bisa mengatakan: who cares? (ngapain peduli?). Walau demikian, Amerika masih berusaha untuk mengkafani dan memandikan (keduanya nggak perlu dalam suasana demikian), dan kemungkinan mensalati. Saya curiga, kalau di kapal itu ada ‘Muslim Chaplain’ yang ikut. Jadi kemungkinan prosesnya telah dilakukan dengan baik sesuai keadaan yang memungkinkan.
Kalau jenazah sebenarnya bisa dimakamkan di darat tetapi malah dimakamkan di laut bagaimana?
Dalam kaidah fiqhi dikatakan: ‘kalau air sudah ada maka tayammun batal’. Artinya, kalau memang ada tempat di daratan untuk memakamkannya, maka pemakaman di laut tidak dibenarkan.
Benarkah membenamkan jenazah di laut berarti tidak menghormati jenazah?
Masalah di sini bukan membenamkan atau tidak. Tapi dilihat kepada ‘kenapa terjadi pembenaman itu’. Masalah menghormati atau tidak itu juga terkait dengan proses yang terjadi sebelumnya. Ketika dalam keadaan perang, bukankah segala sesuatu bisa terjadi? Apalagi Osama bin Laden dilihat Amerika sebagai musuh terbesar. Kalau Amerika masih berusaha memenuhi beberapa hal, misalnya menyalatkan, dll itu adalah kemurahan dan kebaikan mereka.
Alasan AS lain yang beredar, tidak ada satu pun negara yang menerima jenazah Osama sehingga dipilih opsi ditenggelamkan di laut. Tepatkah? Atau sebenarnya ada opsi lain yang patut dipertimbangkan?
Sebagaimana saya katakan terdahulu, boleh jadi pasukan komando khusus Amerika ini perlu bergerak cepat dan sigap. Kemungkinan mereka telah berusaha mengontak ketiga negara itu, yaitu Saudi, Pakistan dan Afghanistan. Tapi ketiganya menolak Obama karena akan menjadi pusat kemarahan mereka yang memang anti Osama.
Nampak memang penguburan ini tergesa dan bahkan kilat. Tapi sekali lagi, seharusnya kita pahami keadaan yang melingkupi kematian Osama bin Laden. Keadaan perang, dan pasukan Amerika saya kira ingin segera ‘get rid of it’ secepat mungkin.
Saya pribadi melihatnya ini positif dengan beberapa alasan. Pertama, kalau jasadnya dibiarkan boleh jadi akan membusuk karena keterbatasan pendingin di Pakistan. Kedua, akan menjadi pembicaraan yang melibatkan ‘emosi’ dua pihak, yaitu pendukung dan musuhnya. Ketiga, secara Islam memang itu aturannya. Keempat, melambatkan penguburannya bisa memicu reaksi ‘tak perlu’ dari beberapa kelompok radikal di berbagai tempat.
Jika dimakamkan di darat, bagaimana mencegah kuburannya dijadikan tempat suci oleh pengikutnya seperti yang dikhawatirkan AS?
Saya yakin 100% bahwa hal ini bukan isu. Tidak mungkin kuburan bin Laden akan dijadikan tempat suci atau sakral bagi pengikutnya. Apalagi, saya yakin kalau seandainya dikuburkan di darat, maka kuburan itu akan dijaga ketat oleh pengamanan. Tapi sekali lagi, masalahnya bukan itu.
Mengingat sosok Osama yang kontroversial, apakah menurut Anda, opsi pemakaman di laut memang paling bijak untuk dilakukan? Tidak akan menyakiti perasaan umat Islam?
Saya tidak punya hak untuk mengatakan bijak atau tidak. Karena semua itu kembali kepada keadaan yang mengitari kejadi tersebut. Untuk umat Islam, kenapa harus disakiti? Bukankah setelah seseorang meninggal dunia, biarkan semua urusannya kepada Allah SWT. Masalah dikuburkan secara benar atau salah, itu bukan urusan si mayat tapi urusan mereka yang melakukan. Jadi kalau benar, yang menguburkanya mendapat ‘sanjungan’. Tapi kalau salah, yang melakukan itu yang bertanggung jawab.
Sebaiknya umat Islam konsentrasi kepada bagaimana ke depan agar hal yang terjadi kepada Osama bin Laden itu tidak lagi terjadi kepada siapa-siapa. Kiranya ke depan, kita mampu menjadi pelaku ‘kebaikan’ tanpa melibatkan ‘proses’ yang merusak. Merusak, bukan saja dunia material tapi termasuk nama baik Islam itu sendiri. Saya tidak ingin ‘menghakimi’ niat baik bin Laden. Tapi perilakunya telah memakan korban dari kalangan umat lebih banyak dari non-Muslim. Dan ini yang perlu kita ingat bersama.
Apakah Anda dilibatkan atau dimintai pendapat terkait penanganan jenazah Osama?
Tidak. Kami di Amerika tidak dilibatkan. Nampaknya setelah kematiannya itu tanpa konsultasi dengan Muslim di Amerika jasadnya telah dibenamkan ke dasar laut. Dan memang hal itu kami tidak harapkan. Kami tidak punya ‘nyali’ untuk terlibat dalam hal tersebut.
(vit/nrl)

1 Response to “Politik : Obama vs Osama, Berkepanjangan”