27
Mar
11

Kenegarawanan : Kisah Muammar Gaddafi

Minggu, 27/03/2011 00:47 WIB
Kisah Muammar Gaddafi
BBCIndonesia.com – detikNews

Wajah Gaddafi dari zaman ke zaman Bagaimana Anda bisa menggambarkan seseorang seperti Muammar Gaddafi? Selama hidupnya 60 tahun lebih, pemimpin Libia ini muncul di panggung dunia dengan gaya yang begitu unik. Istilah “eksentrik” atau “maverick” atau “nyeleneh” tidak cukup bisa menggambarkan dia.

Selama kepemimpinannya, dia menjadi pahlawan revolusi hingga menjadi paria internasional, lalu akhirnya menjadi mitra strategis dan sekarang kembali menjadi paria.

Dia mengembangkan falsafah politiknya sendiri, menulis buku yang menurut penulisnya, begitu berpengaruh sampai-sampai mengalahkan apa pun yang diimpikan oleh Plato, Locke ataupun Marx.

Dia hadir dalam berbagai pertemuan internasional dan Arab, terlihat sangat menonjol, bukan hanya karena gaya berpakaiannya yang menyolok dan mewah tetapi juga pidatonya yang blak-blakan dan perilakunya yang tidak biasa.

Seorang pengamat Arab baru-baru ini menjuluki dia “Picassonya politik Timur Tengah”.

Janji awal

Gaddafi dan Jamal Abdul Naser

Gaddafi mengagumi pendiri Mesir, Jamal Abdul Naser

Dalam zaman jayanya yaitu ketika mulai berkuasa lewat kudeta militer tak berdarah tahun 1969, Muammar Gaddafi adalah perwira militer yang muda, tampan dan berkharisma.

Pengikut Presiden Mesir pertama, Jamal Abdul Naser (dia bahkan ikut memakai pangkat militer yang sama, mempromosikan dirinya dari kapten menjadi kolonel setelah kudeta), Gaddafi pertama-tama menetapkan cara mengatasi warisan ketidakadilan ekonomi yang waktu itu sangat didominasi oleh pihak asing.

Bagi Nasser, ketidakadilan itu adalah Terusan Suez. Bagi Gaddafi, ketidakadilan itu adalah minyak.

Cadangan minyak ditemukan di Libia pada akhir tahun 50-an, tetapi pengeksploitasiannya dikuasai oleh perusahaan-perusahaan minyak asing. Mereka inilah yang menentukan harga sesuai dengan kebutuhan konsumen di dalam negeri mereka masing-masing. Selain itu mereka menikmati setengah dari pendapatan.

Kolonel Gaddafi menuntut perundingan ulang kontrak-kontrak itu dan mengancam akan menutup produksi jika perusahaan-perusahaan itu menolak.

Dia diingat karena mengancam para direktur perusahaan-perusahaan minyak asing dengan mengatakan bahwa “orang yang selama 5.000 tahun hidup tanpa minyak, masih bisa hidup tanpa minyak selama beberapa tahun lagi demi memperoleh hak mereka kembali”.

Langkah itu berhasil dan Libia menjadi negara berkembang pertama yang mendapatkan bagian mayoritas dari pendapatan produksi minyak di negaranya. Negara-negara lain kemudian mengikuti preseden ini dan pada tahun 1970-an boom minyak Arab dimulai.

Libia berada dalam posisi paling strategis untuk menikmati keuntungan. Ketika itu tingkat produksinya sudah menyamai negara-negara Teluk dan Libia saat itu adalah negara terkecil di Afrika (dengan tiga juta penduduk pada saat itu), Libia dengan cepat meraup emas hitam ini.

Teori politik

Gaddafi tidak mengikuti doktrin nasionalisme Arab atau menunjukkan konsumerisme berlebihan yang melanda kawasan Teluk.

Buku hijau berisi doktrin Gaddafi

Gaddafi melahirkan teori sendiri selama berkuaa

Karakternya yang lincah mengantarkan dia dan Libia ke jalan yang baru.

Terlahir dari orang tua Badawi yang nomaden pada tahun 1942, Muammar Gaddafi jelas seorang pria yang pintar, penuh akal tetapi dia tidak menjalani sistem pendidikan yang ketat, selain belajar membaca al-Quran dan latihan militer.

Walau begitu, awal tahun 70-an dia membuktikan diri sebagai filusuf politik terkenal, mengembangkan satu teori bernama teori universal ketiga yang dipaparkannya secara mendalam dalam buku terkenalnya Green Book, Buku Hijau.

Teori dia menyelesaikan kontradiksi yang ada secara melekat dalam kapitalisme dan komunisme, guna mengantarkan dunia ke revolusi politik, ekonomi dan revolusi sosial dan membebaskan kalangan tertindas di manapun.

Petualangan di luar negeri

Berkat nihilnya tentangan terhadap pemerintahannya di dalam negeri, Kolonel Gaddafi berhasil membawa kampanyenya menentang imperialisme ke seluruh dunia.

Dia mendanai dan mendukung kelompok-kelompok militan dan gerakan perlawanan di manapun yang dia temui.

Dia juga menjadikan warga Libia di pengasingan sebagai sasaran. Puluhan di antara mereka diyakini tewas ditangan jaringan intelijen global Libia.

Jika banyak pemerintah tidak memperdulikan catatan hak asasi manusia mereka di dalam negeri dan menghukum para pembangkang di luar negeri, tindakan mendukung kelompok-kelompok teroris adalah masalah lain.

Gaddafi

“Tidak ada negara demokrasi kecuali Libia di seluruh muka bumi.” “Di Timur Tengah, oposisi berbeda dengan oposisi di negara-negara maju. Di negara kami, oposisi berbentuk ledakan, pembunuhan”. Pidatonya di depan Akademia AS, Maret 2006.

Satu pemboman di sebuah klub malam yang digunakan oleh para tentara Amerika Serikat di Berlin tahun 1986, yang dianggap dilakukan oleh agen Libia, terbukti merupakan titik balik.

Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan memerintahkan serangan udara ke Tripoli dan Benghazi sebagai balasan atas kematian dua tentara Amerika, walaupun tidak ada bukti pasti selain “obrolan” bahwa Libia memerintahkan serangan itu.

Pembalasan Amerika itu bertujuan untuk membunuh “anjing gila Timur Tengah”, seperti Reagan menjuluki Gaddafi.

Walau kerusakan parah dan sejumlah orang tewas di Libia, termasuk seperti yang diklaim Gaddafi, putri angkatnya, Kolonel Gaddafi justru muncul semakin kuat.

Reputasi dia bahkan semakin bersinar di antara para penentang kebijakan luar negeri Amerika yang terlalu keras.

Pemboman penerbangan Amerika Pan-Am nomor 103 diatas kota Lockerbie, Skotlandia pada tahun 1988 mempertegas sikap Amerika terhadap Libia.

Pemboman ini menewaskan 270 orang penumpang dan orang-orang yang ada di Lockerbie, ini adalah aksi terorisme terbesar yang pernah terjadi di Inggris Raya.

Keputusan Gaddafi menolak menyerahkan dua tersangka Libia ke aparat hukum Skotlandia, melahirkan sanksi-sanksi PBB terhadap Libia dan proses perundingan yang panjang. Akhirnya berakhir tahun 1999 dengan penyerahan kedua tersangka tersebut dan pengadilan terhadap mereka.

Salah satunya, Abdelbaset Ali al-Megrahi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tetapi seorang lagi dinyatakan tidak bersalah.

Pengenduran

Penyelesaian kasus Lockerbie bersama-sama pengakuan Gaddafi soal program senjata pemusnah massal dan senjata nuklirnya yang tersembunyi dan keputusan dia untuk menghentikannya, membuka jalan bagi perbaikan hubungan Libia dengan Barat.

Namun anjing gila yang mulai jinak itu kembali marah melihat intervensi militer pimpinan Amerika semasa presiden George W Bush di Irak tahun 2003.

Tony Blair mengunjungi Gaddafi di tendanya

Walaupun mulai diterima kembali oleh Barat, Gaddafi tetap dianggap paria oleh dunia Arab

Menurut berita, Kolonel Gaddafi menonton nasib Saddam Hussein yang mati digantung oleh warga Irak dan dia memetik pelajaran penting dari kasus ini.

Mungkin pantas kalau kita beranggapan bahwa Gaddafi menggunakan kartu senjata pemusnah massal ketika dia melihat memang ada untungnya menjalin kerjasama strategis dengan Amerika dan Eropa.

Dengan dicabutnya sanksi-sanksi internasional, Tripoli kembali masuk dalam agenda politik internasional.

Mantan Perdana Menteri Tony Blair termasuk di antara banyak kepala negara yang datang menyinggahi tenda Badawi milik Gaddafi yang mewah yang dipasang di istananya di Tripoli.

Ironisnya, justru di dunia Arab statusnya sebagai pemimpin paria belum bergeming.

Sepanjang tahun 2000-an, konferensi tingkat tinggi Liga Arab pasti terganggu dengan keeksentrikan pemimpin Libia ini.

Misalnya menyalakan rokok dan menghembuskan ke wajah pemimpin Arab yang duduk disebelahnya, atau menghina pemimpin negara-negara Teluk dan pemimpin Palestina, atau menyebut dirinya sebagai “raja dari para raja Afrika”.

PBB juga mengalami keekstrentrikan Kolonel Gaddafi. Dalam rapat majelis umum tahun 2010, dia berpidato selama satu seperempat jam, padahal cuma diberi waktu sepuluh menit.

Dia berpidato sambil menyobek-nyobek Piagam PBB.

Pemberontakan

Proyek air di Libia Kombinasi minyak dani air menjadikan perekonomian Libia kuat

Ketika angin revolusi berhembus ke dunia Arab dari Tunisia pada bulan Desember 2010, Libia bukan berada dalam urutan teratas daftar “negara mana berikutnya”.

Kolonel Gaddafi memang penguasa otoriter yang berkuasa puluhan tahun, tetapi dia tidak dipandang sebagai boneka Barat seperti layaknya pemimpin negara-negara Arab lain yang dituduh mementingkan kepentingan Barat daripada rakyatnya sendiri.

Dia membagi-bagikan kekayaan – dia juga memperkaya keluarganya sendiri dari industri minyak dan lain-lain, tetapi sulit membantah bahwa dia membagi-bagikan kekayaan lebih demi membeli kesetiaan rakyatnya daripada untuk mendorong persamaan.

Dia mensponsori pekerjaan umum yang besar seperti proyek pengadaan air buatan manusia yang terkenal bernama Great Man-Made River yang memasok air segar ke negara gurun Libia.

Bahkan ada juga Tripoli Spring yaitu memberikan pemahaman kepada warga Libia di pengasingan bahwa mereka bisa pulang ke tanah air tanpa diadili atau dipenjara.

Ketika seruan “hari kemarahan” beredar pertama kali, Kolonel Gaddafi berjanji untuk ikut berdemonstasi dengan rakyat, sesuai dengan mitos yang dia kembangkan bahwa dia adalah “saudara pemimpin dalam revolusi” yang sudah lama memberikan kekuasaan kepada rakyat.

Ternyata, bau kebebasan serta kemungkinan menggulingkan Gaddafi, seperti halnya menjatuhkan Husni Mubarak dan Ben Ali, merupakan godaan yang terlalu kuat untuk ditentang diantara rakyat Libia, terutama di Libia Timur.

Beberapa rekaman awal pemberontakan dari Benghazi memperlihatkan anak-anak muda Libia menghancurkan monolit-monolit Buku Hijau di luar gedung pemerintah yang menggambarkan doktrin pembebasan Gaddafi.

Sangat mungkin, Kolonel Gaddafi akan membalas dengan segala kemampuannya agar tetap berkuasa. Tidak ada catatan di masa lalu yang mengisyaratkan dia akan menyerahkan kekuasaan.

(bbc/bbc)

Qaddafi Segalanya

Saturday, 26 March 2011 09:48 WIB
Qaddafi Segalanya, Negara-negara di Afrika Tergantung pada Libya

REPUBLIKA.CO.ID,Jalan Qaddafi, mesjid Qaddafi, gedung Qaddafi – sejumlah negara Afrika menggunakan nama Qaddafi untuk fasilitas dan lembaga pemerintahannya. Mereka ingin menunjukkan bahwa Qaddafi punya pengaruh besar di benua hitam itu. Bank Pembangunan Afrika bahkan mengatakan Libya menyimpan uang di bank tersebut sebanyak 260 juta Euro.

Emanuele Santi, penanggung jawab Bank Pembangunan Afrika untuk negara kawasan utara yakin, sementara ini kondisi itu tidak akan berubah, “Libya adalah salah satu investor terpenting bagi bank kami. Menurut saya, Qaddafi tidak akan menarik uangnya dari Bank Pembangunan Afrika. Ia selalu menunjukkan solidaritas dengan benua Afrika dan karena itu ia tidak akan menarik uangnya. Kami juga tidak bermaksud untuk membekukannya.”

Kalangan pakar memperhitungkan, investasi yang dilakukan Libya di berbagai negara Afrika bernilai 6 miliar Euro. Perusahaan dan proyek besar tidak sabar lagi menunggu suntikan dana baru dari Libya yang kaya akan minyak itu. Seperti perusahaan telepon genggam Uganda, Telecom. Duapertiga sahamnya berada di tangan sebuah perusahaan investasi Libya dan hutang perusahaan tersebut sudah mencapai hampir 10 juta Dollar AS.

Menurut Helmut Asche, direktur Lembaga Penelitian Afrika di kota Leipzig, Jerman, perusahaan Afrika lainnya juga mengalami kesulitan serupa, “Bila perusahaan-perusahaan itu masih mengharapkan kucuran dana segar dari pemerintah Libya dan perusahaan investasinya, yang perlu dipertanyakan adalah, apakah uang itu akan sampai ke perusahaan tersebut.”

Tahun 2010 lalu Qaddafi, yang menyebut dirinya sebagai “Raja segala Raja di Afrika”, menjanjikan akan meningkatkan investasi bagi ekonomi Afrika. Negara yang paling banyak menikmati keuntungan dari investasi Libya adalah Burkina Faso, yang terletak di barat Afrika. Di negara inilah Qaddafi memperluas infrastrukturnya dan membangun rumah sakit. Secara tradisional pemerintah Burkina Faso menjalin kemitraan erat dengan diktator Libya.

Mantan pemimpin koalisi oposisi Burkina Faso Hama Arba Diallo bahkan tidak dapat melontarkan kritik tentang Qaddafi, “Investasi besar seperti untuk universitas kami, dengan senang hati Muammar Qaddafi memberikan bantuan. Sementara pemerintah Burkina Faso tidak punya uang untuk membiayai universitasnya. Qaddafi tidak hanya melakukan investasi di Burkina Faso, akan tetapi, juga di negara-negara Afrika lainnya dan kita sangat berterima kasih. Apa yang terjadi di Libya saat ini, menjadi beban buat kita semua. Tidak ada negara di Afrika yang mendapat bantuan dana dari Gaddafi dan tidak berterima kasih padanya.”

Melihat kekompakan tersebut dan ketergantungannya pada Libya, tidak mengherankan Gaddafi hampir tidak pernah dikritik oleh negara Afrika lainnya. Tetapi, menurut direktur Lembaga Penelitian Afrika Helmut Asche, negara-negara itu tidak dapat mengandalkan lagi dukungan dari negara Afrika Utara itu. “Hasil uluran tangan Gaddafi tampak di seluruh Afrika. Pertanyaannya, jika terjadi pergantian kepemimpinan, apakah semuanya akan berjalan seperti semula.”

Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: dw-world

Minggu, 27/03/2011 03:58 WIB
Jet Prancis Hancurkan 7 Pesawat Pasukan Khadafi
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Paris – Serangan sekutu terhadap rezim Muammar Khadafi terus berlanjut. Jet tempur milik Prancis menghancurkan sedikitnya 5 pesawat tempur dan 2 helikopter yang mempertahankan kekuasaan Khadafi di Libya.

Demikian pengumuman militer, sebagaimana diberitakan AFP, Minggu (27/3/2011). Serangan terjadi Sabtu waktu setempat.

“Jet Prancis tersebut melakukan beberapa serangan di wilayah Zintan dan Misrata,” demikian pernyataan di dalam situs angkatan bersenjata Prancis.

Menurut informasi awal, “Serangan di Misrata menghancurkan sedikitnya lima pesawat tempur Galeb  dan sedikitnya dua MI-35 helikopter tempur yang sedang bersiap-siap  untuk  melakukan  operasi  di kawasan itu,” katanya.

Serangan udara Prancis, AS, dan Inggris terhadap rezim Khadafi dimulai sepekan lalu di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengotorisasi “semua yang diperlukan” untuk melindungi penduduk sipil dan menerapkan zona larangan terbang di negara itu.

Pasukan Khadafi memukul pemberontakan yang dilakukan di Mirasta, 214 kilometer sebelah timur dari ibukota Tripoli pada Jumat dan Sabtu waktu setempat. Saksi menyatakan, serangan itu menyebabkan sejumlah orang tewas dan terluka.

(lrn/lrn)

Terpojok, Kadhafi Persenjatai Sukarelawan
Sabtu, 26 Maret 2011 | 8:53

[WASHINGTON] Pihak militer AS baru-baru ini menyatakan, pemimpin Libia Muammar Kadhafi yang sudah terpojok, kini mempersenjatai sukarelawan untuk berperang di sisinya.

Menurut Laksamana AL AS Wiliam Gortney, militer Kadhafi kini tak lagi memiliki pertahanan senjata udara serta kehiangan sejumah kontrol atas pasukannya. Pasukan koalisi saat ini terus merangsek dengan menyerang tank-tank militer pro-Kadhafi di wailayah timur Kota Ajdabiya. Di wilayah itu terjadi pertempuran antara militer pro-Kadhafi dan pihak milisi.

“Pesawat udara Libia tak bisa lagi terbang da hanya mangkal di markasnya. Kami juga berhasi menghancurkan gudang amunisi dan menara komunikasi. Praktis ia (Kadhafi) tak lagi bisa memberi perintah kepada pasukannya,” ungkap Gortney.

“Kini kami mendapat laporan kalau ia mempersenjatai sukarelawan untuk berperaang. Namun saya tak yakin merea itu benar-benar sukarelawan. Kami juga belum tahu berapa banyak jumlahnya”. [L-9]

Minggu, 27/03/2011 04:58 WIB
AS Hargai Pertemuan Uni Afrika Bahas Libya
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Washington – AS menghargai langkah Uni Afrika yang menggelar pertemuan di ibukota Etiopia untuk membahas krisis di Libya. Komite ad hoc organisasi negara-negara Afrika itu bertemu di Addis Ababa Jumat waktu setempat untuk menuntaskan sebuah peta jalan untuk mengakhiri konflik Libya.

“Uni Afrika memiliki peran penting dalam penyelesaian krisis Libya,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, seperti dikutip AFP, Minggu (27/3/2011)

“Kami sangat berterima kasih atas penekanan Uni Afrika terhadap perlindungan yang efektif bagi warga sipil dan kebutuhan yang mendesak untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang  terkena dampak kekerasan.”

Washington juga berkomnetar, “Uni Afrika telah menegaskan kembali komitmennya untuk sebuah resolusi krisis yang berada dalam kerangka kerja struktur legal internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1970 dan 1973,” kata Toner.

Resolusi PBB itu memberi otoritas kepada tindakan militer untuk melindungi warga di Libya. Peta jalan Uni Afrika menyerukan langkah cepat untuk mengakhiri peperangan.

“Bekerja sama (dengan) otoritas Libya yang relevan untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan, dan perlindungan  bagi semua warga negara asing, termasuk pekerja migran Afrika,” demikian pernyataan dari pertemuan di Addis Ababa.

Ketua Komisi Uni Afrika, Jean Ping mengatakan, kelompok yang menentang intervensi militer asing di Libya, ingin “memfasilitasi dialog antara pihak Libya.”

Uni Afrika juga mendukung penempatan “periode transisi inklusif yang akan mengarah pada pemilihan lembaga-lembaga demokratis,” kata Ping.

(lrn/lrn)

Minggu, 27/03/2011 08:56 WIB
Pemberontak Libia bergerak ke barat
BBCIndonesia.com – detikNews

Pemberontak Libia

Pejuang anti-pemerintah Muammar Gaddafi di dekat kota Ajdabiya.

Pasukan pemberontak Libia telah bergerak ke arah barat setelah berhasil merebut kota Ajdabiya dari pasukan pemimpin Muammar Gaddafi.

Setelah itu beberapa laporan juga menyebutkan bahwa tentara pemberontak telah menduduki kota Brega.

Kedua kota di pesisir timur tersebut merupakan basis penting dan strategis karena kaya akan daya sumber minyak.

Secara perlahan kota-kota di pesisir timur yang dikuasai pemberontak sempat jatuh ketangan pasukan pemerintah Gaddafi sebelum pasukan koalisi memulai operasi serangan udara.

Sementara itu serangan udara oleh pasukan koalisi juga dilaporkan telah terjadi di Sabha, Libia Tengah.

Televisi pemerintah Libia melaporkan daerah militer dan penduduk sipil diserang namun tidak ada sumber lain yang bisa mengkonfirmasi peristiwa ini.

Serangan udara membantu pemberontak.

Sebelumnya, laporan dari daerah pemberontak Misrata mengatakan serangan oleh pasukan pemerintah berkurang ketika pesawat tempur pasukan koalisi terbang di atas daerah itu.

“Penyerangan telah berhenti dan sekarang pesawat sekutu memutari langit di atas Misrata,” seorang tentara pemberontak mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Misrata terletak di Libia barat dan satu-satunya kota di daerah itu yang masih dikuasai oleh pemberontak.

Pemberontak Libia memulai perlawanannya sejak pertengahan Februari, untuk menentang Gaddafi yang telah berkuasa selama 40 tahun.

Pesawat tempur Koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis, telah menggempur berbagai target di Libia sejak minggu lalu.

Serangan udara tersebut sepertinya telah membantu pasukan pemberontak untuk mengambil alih kembali kekusasaan di daerah pesisir timur.

(bbc/bbc)

Bentrok di Ajdabiya

Sunday, 27 March 2011 13:03 WIB
Bentrokan di Ajdabiya, Tewaskan 80 Orang & Puluhan Luka-luka

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI – Sedikitnya 80 orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam bentrokan antara pemberontak Libya dengan pasukan pemerintah yang setia kepada pemimpin Muamar Gaddafi di kota strategis Ajdabiya, menurut laporan TV Al-Arabiya Sabtu (26/3), mengutip seorang saksi mata.

Para pemberontak Libya telah merebut kembali kontrol kota strategis Ajdabiya yang direbut oleh pasukan pemerintah dua pekan lalu. Banyak tentara pro-rezim yang disandera setelah pertempuran yang sengit itu.

Para pejuang pemberontak kini sedang menuju ke kota pelabuhan minyak penting Brega, di mana pasukan yang loyal kepada Gaddafi telah didesak mundur, menurut saksi mata.

Pesawat-pesawat Barat pada Jumat membomi tank-tank dan artileri pasukan Gaddafi di luar kota untuk memecahkan kebuntuan medan perang dan membantu pemberontak menduduki kota itu.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara/Xinhua-OANA

Minggu, 27/03/2011 06:10 WIB
Wow, Pengungsi Libya Melahirkan di Atas Perahu
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Isak tangis terdengar dari perahu yang terombang-ambing di dekat pantai Italia itu. Isinya, 350 orang pengungsi Libya. Sejak pemberontakan melawan Muammar Khadafi pecah, mereka nekat berlayar dengan satu tujuan: selamat!

Di perahu yang sumpek itu, seorang wanita berdarah Etiopia juga melahirkan bayi perempuan. Bersama kedua orangtuanya, bayi itu diangkut oleh sebuah helikopter angkatan laut Italia ke pulau kecil Lampedusa, untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit di Sicily. Bayi yang diberi nama Yeabsera (hadiah dari Tuhan), akhirnya itu dapat diselamatkan.

Seorang wanita hamil lainnya juga berhasil di evakuasi dari perahu yang mengalami kerusakan mesin dan sudah terisi air itu.

“Sampai saat ini imigran yang tiba di Lampedusa adalah orang Tunisia,” kata Laura Boldrini, juru bocara dari UNHCR Italia, seperti dikutip AFP Minggu (27/3/2011).

“Ini adalah perahu pertama yang datang dari Libya dengan orang-orang yang melarikan diri dari eskalasi militer, dendam dan serangan balas dendam,” katanya.

Dia mengatakan, orang di dalam perahu itu membutuhkan perlindungan internasional. Penjaga pantai mengatakan, perahu tidak akan dibawa ke Lampedusa, namun ke pulau terdekat di Linosa dan penumpang akan dibawa ke pusat pengungsian.

Mussie Zerai, seorang pendeta Katolik yang berhasil menghubungi perahu itu, mengatakan, kondisi di perahu sangat sulit dengan 10 anak-anak dan 20 orang wanita.

(lrn/lrn)

Pasukan Darat AS

Sabtu, 26 Maret 2011 20:55 WIB
Obama : AS tidak akan Tempatkan Pasukan Darat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Barack Obama mengumumkan, Sabtu (26/3) bahwa Amerika Serikat tidak akan menurunkan pasukan darat di Libya. “Sebagaimana yang saya janjikan dari awal, peran pasukan AS terbatas. Kami tidak menurunkan pasukan darat ke Libya,” kata Obama dalam pengumuman radio.

Utusan Rusia untuk NATO, Dmitry Rogozin, mengatakan sebelumnya pada Sabtu bahwa segala operasi militer darat negara asing di Libya akan dianggap sebagai penjajahan. “Melakukan operasi militer darat akan dianggap sebagai penjajahan Libya dan hal tersebut sangat bertentangan dengan resolusi yang dicanangkan oleh Dewan Keamanan PBB,” kata Rogozin kepada RIA Novosti.

DK PBB memberlakukan zona larangan terbang atas Libya pada 17 Maret, juga mengizinkan “segala tindakan yang diperlukan” untuk melindungi warga sipil dari serangan pemimpin Libya, Muamar Gaddafi, di kota-kota yang dikuasai oleh pejuang.

Sejumlah operasi untuk menegakkan zona larangan terbang, bernama sandi “Odyssey Dawn”, dilakukan bersama oleh 13 negara, di antaranya AS, Inggris dan Prancis.

Meski AS membantu dalam komando pertama untuk menerapkan zona larangan terbang tesebut, mereka mendapat tekanan agar tugas perintah dialihkan ke NATO.

“Misi militer kami di Libya jelas dan terfokus. Bersama dengan sekutu dan mitra, kami menerapkan mandat dari DK PBB. Kami melindungi rakyat Libya dari pasukan Qaddafi. Dan kami memberlakukan zona larangan terbang dan beberapa langkah lain untuk mencegah kekejaman lebih lanjut,” kata Obama.

Pesawat perang Barat telah diterbangkan lebih dari 300 kemelut di atas negara Afrika Utara itu dan menembakkan 162 peluru kendali Tomahawk dalam misi bermandat PBB itu. Media negara Libya telah melaporkan bahwa puluhan orang telah terbunuh oleh serangan udara tersebut.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara

Sabtu, 26/03/2011 21:20 WIB
Stabilkan Libya, RI Harus Dorong Pasukan PBB Gantikan Koalisi
Irwan Nugroho – detikNews

Jakarta – Pemerintah RI didesak untuk mendorong PBB menerjunkan pasukan pedamaiannya ke Libya, menyusul makin  tidak menentunya situasi di negara tersebut pasca intervensi sekutu (koalisi). Penempatan pasukan PBB di Libya dinilai sebagai salah satu cara untuk menstabilkan kondisi di Libya.

“Harapan kepada pemerintah RI dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di Libya, adalah secara gigih  memperjuangkan bahwa semua perlu diselesaikan dalam kerangka PBB,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR (Komisi Pertahanan) Agus Gumiwang Kartasasmita kepada detikcom, Sabtu (26/3/2011).

“Apabila pemerintah berhasil memperjuangkan hal tersebut, merupakan sebuah kontribusi mulia dalam  menciptakan perdamaian dunia, karena intervensi kekuatan luar, bisa menimbulkan cycle kekerasan yang tidak akan pernah berhenti,” lanjut Agus.

Menurut Agus, tidak seharusnya sebuah negara atau koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) ikut campur dalam masalah yang dihadapi oleh negara tertentu. Negara yang sedang menghadapi masalah harus diberi kepercayaan bahwa mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Mesir, Tunisia, dan Indonesia sendiri merupakan contoh baik dalam hal ini.

Namun, di sisi lain, tindakan otoriter dan sewenang-wenang dari sebuah pemimpin Libya Muammar Khadafi  terhadap warganya sendiri juga tidak sepantasnya didukung. Apalagi, yang menyedihkan Khadafi diindikasi  mengunakan pasukan bayaran dari negara tetangga untuk menumpas rakyat Libya yang anti terhadap pemerintah.

Dengan adanya dua kutup yang berbeda tersebut, menurut Agus, maka jalan terbaik adalah pengambilalihan  krisis yang terjadi di Libya oleh PBB. Apabila diperlukan adanya kekuatan bersenjata dari luar untuk  meredakan peperangan di negara kaya minyak tersebut, PBB bisa menurunkan UN Force.

“Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan sebelum menggunakan UN Force, seperti dialog, dan ini juga yang harus didorong oleh pemerintah. Dialog pun menurut saya harus dipimpin dan dalam kerangka PBB, sehingga bisa lebih obyektif dan netral,” cetusnya.

(irw/lrn)

Baca Juga :

Sabtu, 26/03/2011 16:50 WIB
Kota penting direbut dari Gaddafi
BBCIndonesia.com – detikNews

Pasukan pemberontak dekat AjdabiyaPasukan pemberontak sewaktu sedang berusaha merebut kota Ajdabiay dari tentara Gaddafi

Pemberontak Libia yang didukung serangan udara sekutu mengatakan mereka merebut kota minyak Ajdabiya dari pasukan Kolonel Muammar Gaddafi.

Wartawan BBC di Ajdabiya, Ben Brown, mengatakan para pemberontak kelihatan gembira.

Para pejuang yang setia pada Gaddafi merebut kota itu pekan lalu sewaktu mereka bergerak ke timur untuk menumpas pemberontakan yang sekarang memasuki minggu kelima.

Terobosan hari Sabtu ini terjadi setelah pemboman malam ketujuh oleh sekutu yang memberlakukan larangan terbang sesuai mandat PBB.

Serangkaian serangan udara besar-besaran dilancarkan di sekitar Ajdabiya Sabtu malam, dengan sasaran pasukan Gaddafi.

Promosi Gaddafi

Wartawan kami menghitung ada sekitar 20 tank, kendaraan lapis baja dan senjata artileri pemerintah Libia yang ditinggalkan atau hancur.

Dia mengatakan pemberontak meneriakkan “Terima kasih, Obama”, “Terima kasih, Cameron” –merujuk pada presiden AS dan perdana menteri Inggris.

Seorang wartawan untuk kantor berita AFP juga melaporkan bahwa Ajdabiya kembali dikuasai pemberontak.

Posisi-posisi pertahanan yang sebelumnya dikuasai pasukan pro-Gaddafi ditinggalkan kosong sementara pemberontak maju ke kota itu, kata kantor berita itu.

Mereka membunyikan klakson mobil dan mengacungkan jari V sebagai tanda kemenangan.

Ledakan besar juga terdengar di ibu kota Libia, Tripoli, Sabtu pagi.

(bbc/bbc)

Sabtu, 26/03/2011 08:39 WIB
Gaddafi mempersenjantai pendukungnya
BBCIndonesia.com – detikNews

Pendukung Gaddafi

Pendukung pemimpin Libia, Muammar Gaddafi, berunjuk rasa.

Pemimpin Libia Muammar Gaddafi dilaporkan telah mempersenjatai sukarelawan sipil untuk melawan gerakan anti-pemerintah, menurut seorang pejabat militer Amerika Serikat.

Laksamana Muda William Gortney juga mengatakan Gaddafi sudah “tidak punya pertahanan udara” dan “kemampuan yang menurun untuk memimpin dan menggerakkan pasukannya di lapangan”

Sementara itu pasukan Koalisi telah meluncurkan serangan terhadap tank-tank Libia di kota Ajdabiya.

Saksi mata mengatakan pasukan pemberontak dan pemerintah bentrok di dekat kota itu.

Qatar juga telah menjadi negara Arab pertama yang ikut berpatisipasi dalam serangan udara di Libia.

“Memperkuat rakyat sipil”

Kepada para wartawan, Gortney mengatakan pasukan internasional telah melemahkan pasukan Gaddafi.

“Pasukan udaranya tidak bisa terbang, kapal perangnya mangkal di pelabuhan, bahan peledak di gudang sudah dihancurkan dan menara komunikasi sudah rubuh, dan tembok pertahanannya tidak berguna ” ujar Gaddafi.

“Hari ini kami memperoleh laporan Gaddafi telah mempersenjatai para sukarelawan untuk melawan pemberontak,” ia mengatakan.

“Namun saya tidak bisa memastikan apakah mereka betul sukarelawan atau tidak dan saya tidak tahu berapa orang yang akan ia dapatkan,” ujar Gortney.

“Amat menarik bagi saya bagaimana Gaddafi harus memperkuat sipil,”

Sebelumnya pakta Pertahanan Atlantik Utara, Nato menyetujui untuk mengambil alih komando operasi militer di Libia guna memaksa kawasan larangan terbang bagi pasukan Gaddafi.

Tetapi Sekretaris Jenderal Anders Fogh Rasmussen menyatakan kalau aspek lain terkait operasi ini tetap berada di tangan koalisi.

(bbc/bbc)

Sabtu, 26/03/2011 01:45 WIB
Pemberontak batalkan serangan besar di Ajdabiya
BBCIndonesia.com – detikNews

Kelompok perlawanan Libia untuk sementara terpisah dari kekuatan pendukung Muammar Gaddafi yang masih berada di sekitar kota Ajdabiya.

Setelah pesawat Prancis dan Inggris membom sejumlah sasaran di kota itu sepanjang malam, pasukan pemberontak berupaya memukul pendukung Gaddafi namun mereka menghentikan serangan.

Ajdabiya sudah dikepung selama beberapa hari belakangan.

Para penduduk yang masih bertahan mengatakan jalanan di kota itu kosong dan pasukan pemerintah Libia melepas tembakan secara serampangan.

Kantor berita Reuters menyebutkan rencana serangan besar pemberontak pada hari Jumat atas Ajdabiya ditunda, walau sebenarnya mereka terpacu oleh serangan udara pasukan koalisi.

“Kami memiliki kekuatan jauh di depan dan saya sedang menunggu perintah dari mereka,” kata seorang pasukan pemberontak, Muammar, kepada Reuters.

NATO memimpin

Sementara itu kantor berita AFP melaporkan pasukan pro-Gaddafi berhasil memukul serangan dari kelompok pemberontak di gerbang kota.

Sepanjang malam sebelumnya, serangan udara pasukan koalisi berlangsung atas sejumlah sasaran di Ajdabiya, termasuk gedung pemerintah.

Di beberapa kota lain juga terjadi serangan udara, antara lain di kawasan pinggiran ibukota Triploli, Tajoura, yang disebut menjadi tempat pangkalan militer.

Prancis dan Inggris -yang pertama kali mengusulkan zona larangan terbang- memegang peran penting dalam penerapannya.

Sempat terjadi perselisihan tentang pihak yang seharusnya mengendalikan operasi di Libia dan kini NATO yang akan mengambil alih komando.

Namun Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, menyatakan kalau aspek lain terkait operasi tetap berada di tangan koalisi.

Bagaimanapun pengalihan komando atas zona larangan terbang ini paling cepat akan dilakukan akhir pekan ini.

(bbc/bbc)

Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:

Sabtu, 26/03/2011 05:17 WIB
Menkes Libya: 114 Tewas & 445 Luka Akibat Serangan Sekutu
Rachmadin Ismail – detikNews

Menkes Libya: 114 Tewas & 445 Luka Akibat Serangan Sekutu

Tripoli – Sedikitnya 114 orang tewas dan 445 luka-luka dalam agresi yang dilakukan oleh pasukan sekutu. Angka tersebut dihimpun sejak empat hari terakhir penyerangan mulai dilakukan.

Menteri Kesehatan Libya, Khaled Omar, mengungkapkan data ini dalam sebuah jumpa pers di Tripoli, Sabtu (26/3/2011). Belum bisa dipastikan berapa angka warga sipil yang tewas dari data tersebut.

“Sejak 20 Maret hingga 23 Maret, penyerangan telah menewaskan 114 orang dan melukai 445 orang,” ucap Omar seperti dilansir AFP.

Menurut Omar, 104 orang tewas di Tripoli dan beberapa kota pinggiran lain. 10 Orang lainnya tewas di Sirte, kota kelahiran pemimpin Libya Muammar Khadafi.

Sementara juru bicara pemerintah mengatakan, ada 100 warga sipil yang tewas sejak penyerangan berlangsung.

(mad/mad)

Baca Juga :

Operasi Plastik Wajah

Friday, 25 March 2011 20:28 WIB
Weleh…Terlihat Sangar, Ternyata Qadafi Pernah Operasi Plastik Wajah

REPUBLIKA.CO.ID, SAO PAULO-—Siapa sangka kalau Pemimpin Libya, Muammar Qadafi, takut dengan penampilan. Padahal gayanya kalau sedang pidato sangar dan berapi-api. Di balik itu, Qadafi sangat mencemaskan kerutan-kerutan di wajahnya.

Inilah pengakuan terbaru dokter bedah plastik asal Brasil, Luacyr Ribeiro, seperti dikutip dari AP. Ribeiro mengatakan operasi plastik rahasia Qadafi itu terjadi 1995.

Dengan pengawalan ketat dan lokasi dirahasiakan, Ribeiro dibawa ke Tripoli waktu itu. Ia dipertemukan dengan Qadafi di suatu bunker rahasia di tengah kota Tripoli. Ribeiro diberi tiga tugas.

Pertama, membuang lemak dari perut Qadafi. Kedua, menyuntikkan lemak itu ke wajah Qadafi agar wajahnya kencang. Ketiga, transplantasi rambut.

“Qadafi bilang, dia sudah berkuasa selama 25 tahun. Dia tidak ingin generasi muda Libya melihat negara mereka dipimpin oleh orang tua,” kata Ribeiro.

“Saya sempat sarankan agar Qadafi menjalani operasi penarikan kulit wajah saja (facelift). Tapi dia menolak,” katanya. “Dia menolak karena kalau facelift terlalu kelihatan kalau dia ‘dipermak’,” katanya lagi.

Dokter mereparasi perut, wajah, dan rambut Qadafi selama empat jam. Uniknya, Qadafi tidak ingin dibius total. Ia mau dibius lokal agar terus waspada selama operasi. Di tengah operasi, Qadafi minta rehat. Ia ingin makan hamburger.

Ribeiro lantas mewanti-wanti Qadafi kalau operasi ini ada efek sampingnya. Yaitu kulit wajah akan kembali keriput karena elastisitas kulit muka itu sendiri. Qadafi mengatakan ia akan memanggil Ribeiro lagi untuk mengoperasinya lagi, kalau hal ini terjadi.

Saat dioperasi, Qadafi berumur 53 tahun. Tapi tampilan aslinya, menurut Ribeiro, terlihat seperti 10 tahun lebih tua. Usai operasi, Qadafi terlihat lebih muda delapan tahun. Hasil olahan tangan Ribeiro ini memang luar biasa. Jasanya digunakan oleh para pemimpin dunia.

Kabarnya, PM Italia Silvio Berlusconi juga menggunakan jasa operasi permak wajah Ribeiro. Dan juga pemimpin Rusia yang terlihat kejam dan dingin, Vladimir Putin! Tapi Putin membantah hal ini dan menyebutnya gosip.

Berapa Ribeiro dan rekan-rekan dokternya dibayar? Ia tak mau buka harga. Tapi yang jelas, ia tegaskan, keluar dari bunker dia mendapat amplop tebal. “Isinya dolar AS dan Swiss Franc. Ini lebih dari ongkos biasa saya operasi di Brasil,” katanya.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: AP

Kamis, 24/03/2011 15:06 WIB
Prancis: Serangan Atas Libya Akan Berlangsung Selama Diperlukan foto
Rita Uli Hutapea – detikNews

Prancis: Serangan Atas Libya Akan Berlangsung Selama Diperlukan
AFP
Paris – Serangan koalisi atas Libya terus berlanjut. Serangan-serangan udara itu akan berlangsung selama diperlukan.Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Alain Juppe. Menurutnya, serangan koalisi terhadap Libya sejauh ini sukses.“Kami akan terus melakukan serangan-serangan udara,” ujar Juppe pada radio RTL seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/3/2011). Diimbuhkan petinggi Prancis itu, serangan-serangan itu “hanya menargetkan lokasi-lokasi militer dan bukan yang lainnya.” 

Menurut Juppe, serangan-serangan itu “sukses” dan akan “berlangsung selama diperlukan.”

Juppe pun bersikeras bahwa operasi militer bersama Amerika Serikat, Inggris dan lainnya tersebut dimaksudkan untuk melindungi penduduk sipil dari serangan-serangan pasukan yang setia pada pemimpin Libya Muammar Khadafi.

Juppe membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa serangan koalisi telah menewaskan warga sipil Libya.

(ita/nrl)

Baca Juga :

Kamis, 24/03/2011 11:00 WIB
Ketua DPR AS Desak Obama Jelaskan Lebih Lengkap Tujuan Serang Libya
Nurul Hidayati – detikNews

Ketua DPR AS Desak Obama Jelaskan Lebih Lengkap Tujuan Serang Libya
Boehler dan Obama/NYT

Washington – Tak cuma di luar negeri, di dalam negeri Presiden Barack Obama juga mendapat kecaman keras atas kebijakannya memotori serangan kepada Libya. Ketua DPR AS John A Boehner mendesak Obama mengklarifikasi apa yang diharap bisa dicapai oleh pemerintahan melalui intervensi militer tersebut.

Dalam surat yang terbuka untuk publik hari Rabu (23/3/2011) seiring dengan kembalinya Presiden Obama dari perjalanan ke Amerika Latin, Boehner menyatakan, pemerintah telah mengirim pesan yang bertentangan mengenai tujuannya di Libya. Dia mengatakan masyarakat pantas mendapatkan penjelasan lebih lengkap tentang tujuan misi militer tersebut dan bagaimana Gedung Putih akan mengukur keberhasilannya.

“Sangat disesalkan bahwa tidak ada kesempatan diberikan untuk berkonsultasi dengan para pemimpin Kongres, seperti kebiasaan para pendahulu Anda, sebelum keputusan Anda sebagai panglima tertinggi untuk menyebarkan para laki-laki dan perempuan dari angkatan bersenjata kita,” kata Boehner, mengulangi keluhan yang diajukan oleh anggota parlemen bipartisan dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dilansir The New York Times, Rabu (23/3/2011).

Sebelumnya, Boehner telah menyerang dengan nada lebih netral, dengan mengatakan Amerika memiliki “kewajiban moral” untuk membantu para penentang Kolonel Muammar Khadafi sementara Gedung Putih mendesak untuk mendefinisikan maksudnya. Tapi surat hari Rabu itu mengilustrasikan kecemasan Kongres yang meningkat atas penggunaan kekuatan tanpa partisipasi yang lebih penuh oleh DPR dan Senat serta ketidakpastian tentang berapa lama militer Amerika akan memimpin aksi militer tersebut.

Politisi Partai Republik ini juga mengkritik sikap pemerintah yang berkonsultasi lebih erat dengan PBB dan Liga Arab daripada dengan Kongres. Dia mengatakan pemerintah Obama telah meminta Kolonel Khadafi mundur sementara resolusi PBB tidak menyerukan perubahan rezim.

“Karena pesan yang bertentangan dari pemerintah dan mitra koalisi kami, ada kekurang-jelasan atas tujuan misi ini, apa kepentingan keamanan nasional kita, dan bagaimana hal itu cocok dalam kebijakan yang menyeluruh kita untuk Timur Tengah,” kata Boehner.
(nrl/vta)

Baca Juga :

Rabu, 23/03/2011 11:26 WIB
Obama Harap Ada Kejelasan Struktur Koalisi Atasi Libya
BBCIndonesia.com – detikNews

Presiden AS Barack Obama
Presiden AS Barack Obama meminta ada kejelasan komando pasukan sekutu

Serangan udara di malam hari terus dilakukan pasukan sekutu di dekat Kota Misrata, bagian Timur Tripoli.

Seperti dilaporkan televisi CNN, pemberontak yakin mereka mendapatkan serangan beruntun di kota yang menjadi basis mereka di Misrata, yang menewaskan empat orang anak-anak pada Selasa (22/3).

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama, mengharapkan adanya kejelasan tentang struktur komando pasukan sekutu yang melakukan operasi militer, dalam beberapa hari ini.

Seperti diberitakan AFP, Obama mengatakan ada masalah yang signifikan dalam penerbangan militer AS di atas udara Libia ditengah upaya sekutu untuk menerapkan zona larangan terbang yang disetujui PBB, untuk melindungi masyarakat sipil.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton mengatakan kepada ABC News bahwa orang dekat Gaddafi telah menjalin kontak dengan sekutu Libia di sejumlah negara untuk mencari tahu bagaimana mereka dapat keluar dari kondisi ini.

“Kami mendengar tentang… orang yang dekat dengan dia (Gaddafi) telah berhubungan dengan orang-orang yang mereka kenal di seluruh dunia – Afrika, Timur Tengah, Eropa dan Amerika Utara — dan mengatakan apa yang dapat mereka lakukan? Bagaimana kami dapat keluar dari kondisi ini?” kata dia.

Clinton menambahkan jika benar oposisi di Libia mencoba menegaskan diri mereka, kami akan memberi mereka kesempatan yang lebih baik yang mereka dapatkan sebelum aksi dewan keamanan PBB.”

Tetapi, pejabat senior AS mengatakan pasukan Gaddafi masih menyerang warga sipil.

Pasukan koalisi, yang dipimpin oleh AS, Prancis, Inggris dan negara eropa lain termasuk negara Arab, Qatar melakukan aksi dalam kerangka resolusi Dewan Keamanan PBB 1973, untuk melindungi masyarakat sipil.

(bbc/bbc)

Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:

Rabu, 23/03/2011 16:15 WIB
Universitas Al Azhar: Agresi Sekutu Pecah Libya Seperti di Irak foto
Nograhany Widhi K – detikNews

Universitas Al Azhar: Agresi Sekutu Pecah Libya Seperti di Irak
Univ Al Azhar Mesir (netgurukhan.com)
Kairo – Al Azhar, universitas tertua di dunia, mewanti-wanti pada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Agresi itu bisa membuat Libya terpecah seperti di Irak.Universitas Al Azhar mengatakan Libya versus Sekutu ini bisa “memecah Libya dan menghancurkan sumber daya alam dan manusia seperti yang terjadi di Irak”. Demikian seperti diberitakan Harian Al Ahram dan dikutip Reuters, Rabu (23/3/2011). 

Namun Al Azhar juga mengecam pemimpin Libya dan Arab yang terus menerus menindas warganya sendiri. Seharusnya pemimpin Libya turun agar makin tidak terjadi pertumpahan darah.

“Mereka (pemimpin Libya dan Arab) seharusnya meninggalkan tempatnya. Itu setidaknya bisa mereka lakukan untuk menjawab keinginan rakyat yang sudah menanti dengan lama dan dan sabar,” jelas Al Azhar.

Al Azhar juga mengecam bahwa dunia Arab dan Islam yang telah gagal mengelola masalah politik dan ekonominya yang berujung pada gelombang demonstrasi yang menggoncang dunia Arab.

Dunia Arab mendukung penerapan zona larangan terbang namun tidak terlibat dalam Operasi Fajar Odessey kecuali Qatar.

(nwk/nrl)

Terus Gempur Libya

Sunday, 27 March 2011 07:38 WIB
Pentagon : Serangan Pimpinan Terus Gempur Libya

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON – Serangan pimpinan Barat di Libya berlanjut Sabtu (26/3) dengan 160 serangan, dibandingkan sehari sebelumnya dengan sebanyak 153 misi, kata Pentagon.

Dua-pertiga serangan (96) melibatkan serangan udara dan sisanya buat penerapan zona larangan terbang, demikian data yang diperoleh dalam 24 jam sampai Sabtu, pukul 19:30 GMT (Ahad, pukul 02:30 WIB), dan disiarkan oleh Departemen Pertahanan AS.

Penerapan zona larangan terbang dalam beberapa hari mendatang akan diserahkan kepada NATO, sementara perlindungan warga sipil, yang meliputi serangan darat terhadap pasukan Libya, akan dilakukan oleh pasukan koalisi internasional. Sejak 19 Maret, ketika operasi militer dimulai, koalisi telah melakukan 1.257 penerbangan, yang 540 di antaranya meliputi serangan.

Amerika Serikat menyediakan sebagian besar kekuatan militer dengan 787 penerbangan sedangkan negara lain melakukan 470 penerbangan: Prancis, Inggris, Kanada, Italia, Spanyol, Belgia, Denmark dan Qatar. Serangan udara Prancis, AS dan Inggris terhadap pemerintah Muamar Gaddafi dimulai satu pekan lalu berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mensahkan “semua cara yang diperlukan” untuk melindungi warga sipil dan menegakkan zona larangan terbang di negeri tersebut.

Sementara itu, pasukan Gaddafi menyerang kota kecil yang dikuasai pemrotes, Misrata, 214 kilometer di sebelah timur ibu kota Tripoli, pada Jumat (25/3) dan Sabtu, sehingga menewaskan dan melukai beberapa orang, kata beberapa saksi mata dan pemrotes.

Pesawat perang Prancis telah menghancurkan lima pesawat dan dua helikopter militer Libya di pangkalan udara Misrata dalam 24 jam terakhir, pasukan bersenjata Prancis mengumumkan. Juru bicara pasukan bersenjata Thierry Burkhard mengatakan ke-tujuh pesawat militer Libya tersebut dihancurkan ketika berada di darat di pangkalan itu, di dekat kota Misrata –yang dikuasai pemrotes. Pesawat militer Libya itu sedang bersiap untuk melakukan serangan di daerah itu, ketika dihancurkan.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara/AFP

Rabu, 23/03/2011 10:56 WIB
Heli AS Tembaki Penonton Pesawat F-15 yang Jatuh di Libya foto
Nurul Hidayati – detikNews

Heli AS Tembaki Penonton Pesawat F-15 yang Jatuh di Libya
Reuters

Tripoli – Dua awak pesawat F-15E Strike Eagle yang jatuh di Libya telah kembali ke tangan AS. Tapi prosesi penyelamatan mereka sempat diwarnai tembakan yang melukai 6 warga desa Libya yang menonton lokasi dan bermaksud menolong.

Orang Libya yang datang untuk menyelidiki di lokasi pesawat tempur AS jatuh menyatakan, sebuah helikopter AS datang ke lokasi pesawat jatuh dengan menembakkan senjata, membuat para warga desa yang menonton dan bermaksud memberikan pertolongan, panik dan terluka. Beberapa di antaranya dilarikan ke rumah sakit, seorang pria 20 tahun bahkan kakinya perlu diamputasi.

Warga desa menyatakan, mereka berada di lokasi guna mencari awak pesawat yang hilang untuk menyambut dan menolong mereka. Demikian dilansir The Guardian, Rabu (23/3/2011).

Seorang anggota pasukan pemberontak Libya di lokasi kecelakaan itu, Omar Sayid, yang juga merupakan kolonel dari polisi militer, mengatakan kepada Channel Four News, “Kami terganggu dengan penembakan itu, karena jika mereka akan memberi kita kesempatan kita akan menyerahkan kedua pilot itu kepada mereka (AS). Tembakan itu membuat panik,” ujarnya.

Dua awak melontarkan diri dari F-15E mereka pada pukul 10.30 waktu setempat pada hari Senin (21/3) yang oleh Pentagon disebut akibat mengalami “kerusakan peralatan”, bukan karena ditembak jatuh lawan. Parasut dua penerbang itu terbuka dan mereka mendarat di lokasi terpisah di wilayah pemberontak, dekat Bu Mariem, 24 mil timur Benghazi.

Satu awak bersembunyi di sebuah kandang domba sebelum ditemukan oleh pasukan pemberontak. Pemberontak memeluknya, memberinya minuman jus dan makanan, dan membawanya ke Benghazi. Sedangkan awak lainnya juga diselamatkan warga.

AS lalu menyelamatkan mereka dengan mengirimkan 12 personel marinir dengan menumpang dua helikopter Osprey berukuran besar. Upaya penyelamatan inilah yang diwarnai tembakan kepada para warga desa.

Heli itu terbang dari kapal induk USS Kearsarge, sebuah kapal penyerang besar. Dua awak F-15E itu saat ini telah berada di tangan AS, mereka hanya menderita luka ringan.

Meskipun militer AS menolak untuk mengiyakan atau menyangkal laporan bahwa helinya mengumbar tembakan, penduduk desa mengatakan kepada para wartawan bahwa tim penyelamat Amerika itu memberondongkan peluru di lapangan di mana salah satu pilot mendarat, dan penduduk desa terluka.

Hamid Moussa el-Amruni, yang keluarganya memiliki peternakan di mana awak pesawat tempur AS bersembunyi, mengatakan bahwa ia sendiri mengalami luka di kaki dan punggung akibat kena pecahan peluru. Dia terpaksa menggunakan kruk, tapi dia mengaku tidak menyimpan dendam, percaya bahwa kejadian tersebut adalah kecelakaan.

Reporter Channel Four Lindsey Hilsum berbicara dengan warga desa dan mengunjungi RS Jala di Benghazi, tempat sejumlah korban luka dirawat. Di antara mereka ada Hamad Abdul Ati, 43.

Abdul Ati mengaku lebih bingung dibanding marah, dan tidak mengerti mengapa Amerika begitu agresif dalam misi penyelamatan mereka.

“Kami menganggap bahwa siapa pun yang ditembak jatuh atau tawanan perang, kita harus menyelamatkan dia dan menyerahkan dia,” katanya di ranjang rumah sakit.

“Tapi pesawat lain menembak saya dan Hamdy, anak saya. Saya kena pecahan peluru di tangan..”  Sedangkan Hamdy harus diamputasi kakinya.

“Mengapa ini terjadi? Mobil saya hancur, rumah saya rusak. Kami baru saja menyelamatkan awak kedua dan menaruhnya ke mana pun ia ingin di tempat yang aman. Bahkan awak yang lain, kami sambut dia dengan perayaan,” kata Abdul Ati.

Para wartawan mengatakan penduduk desa tidak menunjukkan sikap permusuhan setelah insiden itu, melainkan, mereka mengungkapkan rasa syukur atas koalisi pimpinan Amerika, yang mereka katakan telah menyelamatkan mereka dari pembantaian oleh pasukan Khadafi.

Laksamana Samuel Locklear, koordinator pasukan koalisi dari AS, menyangkal pasukannya telah menembakkan peluru. Ia hanya mengatakan bahwa penyelamatan telah dilaksanakan seperti yang diharapkan, “mengingat keadaan” penyelidikan sedang berlangsung.
(nrl/vta)

Baca Juga :

Apa Arti Zona Larangan Terbang Libya?
Penulis: Egidius Patnistik | Editor: Egidius Patnistik
Jumat, 18 Maret 2011 | 11:18 WIB
AFP Dua pria ini berlutut di jalan kota Benghazi, Libya, untuk mengungkapkan kesenangan mereka saat berita tentang zona larangan terbang menyebar di negara itu.
Foto:

NEW YORK, KOMPAS.com — Para pemberontak Libya di kota Benghazi bersukacita, Jumat (18/3/2011) dini hari. Mereka menembakkan kembang api dan senjata setelah Dewan Keamanan PBB, Kamis malam waktu AS, menetapkan memberlakukan zona larangan terbang dan “semua langkah yang diperlukan” demi melindungi warga sipil Libya.

Pihak oposisi, yang punya pasukan yang setia tetapi sebagian besar tidak terlatih dan tidak punya peralatan perang memadai, telah mengalami kemunduran militer minggu ini. Oposisi mengatakan, aksi internasional semacam itu diperlukan pihaknya sehingga mereka punya peluang untuk menggagalkan serangan rezim Moammar Khadafy terhadap kubu pemberontak.

“Kami berharap dan berdoa PBB akan datang dengan sebuah resolusi yang sangat tegas dan cepat dan menegakkannnya dengan segera,” kata Ahmed El-Gallal, koordinator senior oposisi, sebelum keputusan DK PBB itu keluar, sebagaimana dikutip CNN. Sementara Menteri Luar Negeri Perancis, Alain Juppe, mengatakan, “Kami tidak boleh tiba terlambat.”

Resolusi itu, yang diusulkan AS, Inggris dan Lebanon, disetujui oleh 10 dari 15 negara anggota DK PBB. Tidak ada negara yang menolak tetapi China, Rusia, Jerman, India dan Brasil abstain.

Negara-negara anggota PBB dapat “mengambil semua langkah yang diperlukan … untuk melindungi penduduk sipil dan daerah-daerah berpenduduk sipil yang berada di bawah ancaman serangan di Libya, termasuk Benghazi,” demikian menurut resolusi itu.

Dengan adanya zona larangan terbang berarti angkatan udara Libya dilarang memasuki atau terbang di zona tertentu di dalam negara itu. Namun tidak segera jelas bagaimana operasi militer internasional dan kemungkinan serangan terhadap militer Libya akan berlangsung.

Media Inggris The Telegraph dalam situsnya melaporkan, tentara Barat bisa saja melancarkan serangan bom terhadap rezim Libya pada Jumat pagi waktu setempat. Serangan pertama, mungkin dilakukan oleh pesawat tanpa awak. Namun itu terjadi jika Kolonel Khadafy melakukan ancamannya yaitu demi “menunjukkan tidak ada belas kasihan” terhadap para pemberontak di Benghazi.

Sumber CNN di pemerintahan AS mengatakan, AS dan para anggota NATO di kawasan itu siap untuk bertindak dalam hitungan jam. Kesiapan itu termasuk serangan udara dan rudal jelajah yang dirancang untuk melumpuhkan pertahanan udara Libya dan menghukum unit militer Khadafy yang terus menekan benteng-benteng pertahanan oposisi di timur negara itu, kata pejabat tersebut.

Resolusi PBB itu juga mengutuk “pelanggaran berat dan sistematis terhadap hak asasi manusia, termasuk penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, penyiksaan dan sejumlah eksekusi.” Resolusi tersebut merinci penegakan embargo senjata terhadap Libya, pembekuan aset, dan larangan pada sebagian besar penerbangan.

Resolusi juga menyesalkan penggunaan tentara bayaran oleh Pemerintah Libya, mengungkapkan keprihatinan tentang keamanan warga negara asing ,dan menuntut gencatan senjata segera.

Obama telah menelepon Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy setelah pemungutan suara DK PBB itu berlangsung. Ketiganya “setuju bahwa Libya harus segera mematuhi semua persyaratan resolusi dan bahwa kekerasan terhadap penduduk sipil Libya harus berakhir,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Wakil Menteri Luar Negeri Libya Khaled Kaim yang berbicara kepada wartawan di Tripoli seusai pemungutan suara di DK PBB, mengatakan, Libya akan melindungi warga sipil dan integritas teritorialnya.

Militer AS sendiri tidak melihat zona larangan semata cukup untuk menghentikan Khadafy. Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Norton Schwartz mengatakan dalam sebuah sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat, Kamis, bahwa menegakkan sebuah zona akan memakan waktu lebih dari seminggu. Para pejabat militer AS mengatakan, sebuah zona larangan terbang tidak akan menghentikan artileri berat yang digunakan rezim Khadafy di daratan.

Putra Khadafy, Saadi, mengatakan kepada CNN, Kamis malam, bahwa tentara Libya akan mengubah taktik mereka dan mengambil posisi di sekitar Benghazi pada Sabtu atau Minggu dan membantu orang-orang untuk melarikan diri dari kota itu. Khadafy muda itu mengatakan, tidak akan ada serangan besar-besaran. Sebaliknya, polisi dan unit anti-terorisme akan dikirim ke pertahanan para pemberontak itu demi melucuti oposisi.

Sementara itu, dalam sebuah pidato radio yang ditayangkan di televisi Pemerintah Libya, Moammar Khadafy mengecam warga Benghazi dan menyebut mereka “pengkhianat” karena mencari bantuan dari luar.

About these ads

0 Responses to “Kenegarawanan : Kisah Muammar Gaddafi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,006,650 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: