22
Mar
11

Politik Perang Koalisi NATO vs Pro Khadafi Libya

Selasa, 22/03/2011 19:04 WIB
Siapa pemegang komando operasi Libia?
BBCIndonesia.com – detikNews

Pesawat tempur miik Norewegia

Amerika Serikat menginginkan perannya hanya sebagai pendukung saja

Ketika Inggris dan Prancis tampil sebagai penggerak utama dalam operasi militer Libia, banyak yang bertanya apakah keduanya juga akan menjadi pemimpinnya.

Ternyata ya dan pesawat tempur Prancis yang pertama kali melepas tembakan.

Namun sekarang, Amerika Serikat tidak bisa tidak juga menjadi pemain utama dalam babak pertama.

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, sudah mengatakan pada hari Minggu (20/03) bahwa Washington mengharapkan kendali atas operasi dipegang oleh koalisi yang dipimpin Prancis, Inggris, atau NATO, dalam waktu beberapa hari.

Namun hal itu tidaklah mudah.

Untuk sementara, operasi pasukan koalisi diatur dari pangkalan militer AS di Jerman oleh Komando Kawasan Afrika, Africom, Pentagon.

Pangkalan itu terletak di Stuttgart dan kekuatan udaranya bermarkas di Ramstein, Jerman.

Peran mendukung

Isu komando militer sebenarnya bukan hanya urusan praktis semata tapi juga mengandung unsur politik.

Jelas bahwa sebuah markas komando harus memiliki semua fasilitas dan komunikasi untuk melancarkan dan mengendalikan operasi.

Itulah sebabnya ketika diperlukan tindakan militer maka tugas komando dilakukan oleh sebuah pangkalan yang sudah berfungsi.

Untuk misi rumit yang melibatkan beberapa negara seperti operasi di Libia, maka yang menjadi calon sebagai pusat komando adalah NATO -yang dulu memimpin operasi pengusiran pasukan Serbia dari Bosnia- atau pangkalan AS seperti Centcom, saat invasi Irak untuk menumbangkan Saddam Hussein.

Kawasan Afrika Utara masuk dalam tanggung jawab Africom di Pentagon dan Africom menjadi pilihan yang pasti.

Africom adalah satu dari enam wilayah komando Amerika Serikat yang dibentuk pada 1997 sebagai pertanda dari meningkatnya perhatian AS pada keamanan Afrika.

Awalnya, Africom maunya berada di negara Afrika namun belakangan tampaknya susah untuk diwujudkan. Dan karena Africom dikembangkan dari Komando Eropa, maka akhirnya berada di Eropa.

Amerika Serikat berharap pada akhirnya nanti mereka hanya mendukung saja dengan fokus pengumpulan informasi intelijen.

Masalah NATO

Perdana Menteri Inggris, David Cameron -saat berbicara di parlemen- menjelaskan keinginan agar komando dialihkan ke NATO dengan menggunakan peralatan NATO.

“Sudah dicoba dan dites. Itu bekerja, membuat orang-orang bersatu dan sebelumnya pernah mengoperasikan kawasan larangan terbang,” tuturnya.

Namun NATO punya masalah.

Salah satunya adalah mereka tidak bisa beroperasi dari negara anggotanya yang belum menyetujui keputusan. Turki, misalnya, tidak mendukung karena jangkauan dari operasi.

Namun Turki bukan satu-satunya, begitu juga beberapa negara lain.

Norwegia mengatakan enam pesawat tempur yang mereka siapkan tidak akan bertindak selama masih belum jelas negara yang akan menjadi komandan dalam pasukan multibangsa.

Sementara Italia sudah memperingatkan akan mengkaji kembali penggunaan pangkalannya untuk pasukan koalisi, kecuali NATO yang menjadi pusat komando.

Rencana militer NATO juga sudah dikembangkan berdasarkan pada kemungkinan lain, namun tetap saja masih belum ada lampu hijau secara politik.

“Konsultasi informal terus berlangsung,” begitu kata NATO.

Dukungan wilayah

Ada juga masalah politik yang dihadapi NATO. Dukungan Liga Arab atas kawasan larangan terbang amat penting dalam lolosnya Resolusi Dewan Keamanan Nomor 1973.

Namun sejak itu, muncul petunjuk tentang sejumlah keraguan dari Liga Arab dan sekaligus diperlukan upaya mendesak agar pasukan Arab terlibat dalam operasi.

Qatar sudah sepakat untuk ikut serta dan Uni Emirat Arab diharapkan akan bergabung.

Dari segi kekuatan, Qatar bisa mengoperasikan pesawat Mirage mereka untuk operasi bersama dengan pesawat tempur Prancis.

Bagaimanapun pemerintah Arab tidak terlalu mendukung komando NATO karena NATO terlibat secara mendalam di Afghanistan, yang dianggap kontroversial oleh sejumlah negara Arab.

“Liga Arab tidak ingin jika operasi sepenuhnya diletakkan di bawah tanggung jawab NATO,” kata Alain Juppe, menteri luar negeri Prancis, yang mungkin tak sepenuhnya juga mendukung komando NATO.

Jadi yang tampaknya paling mungkin adalah setengah-setengah.

Michael Clark dari lembaga pengkajian Royal United Services Institute di London, mengatakan bahwa komando akan dipegang oleh negara anggota NATO namun menggunakan struktur komando NATO.

Hal itu, menurut Clark, akan bisa diterima secara militer dan politik.

(bbc/bbc)

Selasa, 22/03/2011 18:47 WIB
Pesawat Amerika Serikat jatuh di Libia
BBCIndonesia.com – detikNews

F-15 Strike Eagle di pangkalan Aviano, Italia

Militer Amerika Serikat mengatakan pesawat F-15 jatuh, bukan karena ditembak

Pemerintah Amerika Serikat membenarkan bahwa sebuah pesawat tempurnya jatuh di Libia, Selasa (22/3).

Juru bicara militer Amerika Kenneth Fiddler mengatakan kepada BBC bahwa seorang awak sudah berhasl diselamatkan, sedangkan satu lagi masih dalam proses pencarian.

Dia mengatakan sejauh ini tidak ada indikasi pesawat F-15 Eagle jatuh karena ditembak. Belum jelas lokasi jatuhnya pesawat.

Perkembangan ini terjadi ketika serangan udara terhadap posisi-posisi pasukan pemerintah Libia memasuki malam ketiga.

Pemerintah Libia mengatakan sebuah pangkalan angkatan laut dan desa nelayan dekat Tripoli terkena serangan udara dari pasukan internasional.

Menurut pemerintah Libia, serangan ini merupakan bukti serangan-serangan udara tidak ada kaitannya dengan upaya melindungi warga sipil.

Pertempuran

Seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Tripoli, Alan Little, pemerintah Libia menekankan bahwa warga sipil tewas dan mengalami luka-luka.

“Rumah-rumah sakit kami penuh,” kata seorang menteri kepada BBC.

Sementara itu, pertempuran antara pasukan yang setia kepada pemimpin Libia Muammar Gaddafi dan pemberontak terus berlangsung.

Seorang dokter di Misrata mengatakan kota mendapatkan serangan granat dan tembakan secara membabi buta.

Dia menambahkan jumlah orang yang meninggal semalam mencapai 22 orang dan lebih dari 100 lain mengalami luka-luka.

Di kota Zintan, di barat daya dari Tripoli, seorang wartawan Swiss melaporkan pasukan pemberontak memukul mundur tentara Kolonel Gaddafi sejauh beberapa kilometer dan merampas empat buah panser.

(bbc/bbc)

Selasa, 22/03/2011 08:47 WIB
Serangan koalisi mengenai desa nelayan
BBCIndonesia.com – detikNews

gedung hancur di libia Serangan koalisi menurut pemerintah Libia juga mengenai pemukiman warga sipil.

Sejumlah ledakan dan serangan artileri berat anti pesawat udara dilaporkan terus terdengar di Tripoli pada malam ketiga aksi serangan militer pasukan koalisi terhadap Libia.

Pejabat Libia mengatakan selain mengenai pangkalan angkatan laut, serangan udara juga mengenai desa nelayan yang terletak tak jauh dari Tripoli.

Pasukan koalisi yang digawangi oleh Prancis, Inggris dan Amerika Serikat sebelumnya mengatakan mereka tidak akan menargetkan serangan kepada Kolonel Muamar Gaddafi meskipun serangan itu telah menghancurkan komplek markasnya.

Presiden Barack Obama mengatakan Amerika menginginkan Gaddafi melepas kekuasaanya sebagai upaya untuk melindungi warga sipil di Libia.

Serangan ini mendapat sambutan dari tentara pemberontak, mereka dilaporkan merayakan serangan udara terhadap pasukan Kolonel Gaddafi yang dimulai pada akhir pekan lalu.

Serangan pasukan koalisi sejauh ini mendapat dukungan dari sejumlah negara di Timur Tengah.

Uni Emirat Arab dan Qatar telah menyediakan pesawat tempur untuk operasi internasional terhadap Libia.

Sementara Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa mengatakan dia menghormati resolusi PBB yang memberikan wewenang aksi militer terhadap pemerintah Libia.

(bbc/bbc)

Selasa, 22/03/2011 19:55 WIB

fotoNews

Pesawat Tempur AS

Fotografer – Pool
Pesawat Tempur AS Jatuh di Libya
 

Pesawat Tempur AS Jatuh di Libya
Badan pesawat tempur AS, F-15E Eagle hancur. Reuters/Suhaib Salem.
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off

Foto Lain

Sebuah pesawat tempur AS, F-15E Eagle jatuh di Libya, Selasa (22/3/2011). Penyebab jatuhnya pesawat tersebut kemungkinan disebabkan oleh kegagalan mekanik dan bukan karena serangan musuh.

Selasa, 22/03/2011 17:52 WIB
Pesawat Tempur AS Jatuh di Libya foto
Rita Uli Hutapea – detikNews

Tripoli – Sebuah pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di Libya. Penyebab jatuhnya pesawat tersebut kemungkinan disebabkan oleh kegagalan mekanik dan bukan karena serangan musuh.

Demikian disampaikan juru bicara Komando Afrika militer AS, Vince Crawley seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (22/3/2011).

Crawley mengatakan, kecelakaan itu terjadi “semalam.” Namun dia menolak menyebutkan lokasi jet tempur tersebut ditemukan jatuh.

Menurut Crawley, seorang pilot jet tempur F-15E Eagle tersebut telah ditemukan dalam keadaan selamat. Sedangkan seorang lagi kru pesawat tengah berupaya ditemukan. Operasi pencariannya sedang dilakukan.

Sebelumnya surat kabar Inggris, Daily Telegraph, memberitakan jatuhnya pesawat tempur AS tersebut. Media tersebut mengutip seorang korespondennya yang berada di Libya.

“Baru saja menemukan sebuah pesawat tempur AS yang jatuh di lapangan. Diyakini kegagalan mesin penyebab jatuhnya,” kicau koresponden Telegraph Rob Crilly di situs mikro-blogging Twitter.

Pesawat-pesawat tempur AS, Inggris dan Prancis melancarkan serangan udara di Libya menyusul keluarnya resolusi Dewan Keamanan PBB yang memungkinkan aksi militer terhadap negara itu.
(ita/nrl)

Selasa, 22/03/2011 19:54 WIB
Kronologi Jatuhnya F-15 Militer AS di Libya
Gagah Wijoseno – detikNews

Tripoli – Gara-gara kegagalan mekanik, jet tempur US Air Force (USAF) jatuh di Libya. Beruntung lokasi jatuhnya jet masuk dalam daerah yang dikuasai anti Moammar Khadafi sehingga 2 krunya yang sempat melontar bisa diselamatkan.

Perkembangan informasi tentang jatuhnya jet ini tercatat dalam news.blogs.cnn.com. Berikut ini tulisan soal jet berawak dua orang itu.

-Selasa, 22 Maret 2012, pukul 12:16 p.m. waktu Libya

Jet tempur F-15 Eagle USAF dilaporkan jatuh di wilayah yang dikuasai anti-Khadafi. Media-media Arab memberitakan pilot jet sudah berhasil diselamatkan dan dugaan sementara penyebabnya adalah kegagalan mekanik

-Selasa, 22 Maret 2012, pukul 12:32 p.m. waktu Libya

Reuters memberitakan satu kru bisa diselamatkan, sementara satu lainnya sedang dalam proses evakuasi setelah jet tempur F-15 Eagle jatuh di wilayah yang dikuasai anti-Khadafi.

-Selasa, 22 Maret 2012, pukul 12:50 p.m. waktu Libya

Jubir pasukan Amerika Kenneth Fidler membenarkan ada jet tempur F-15 Eagle yang jatuh di Libya. Dua pilotnya berhasil melontarkan diri keluar pesawat. Satu sudah diselamatkan, satu lainnya dalam pencarian. “(Jet yang jatuh) bukan karena serangan militer musuh. Mereka terbang dari Eropa,” ujar Fidler.

-Selasa, 22 Maret 2012, pukul 1:29 p.m. waktu Libya

Pihak militer AS menyatakan kedua kru jet F-15 Eagle yang jatuh di Libya dalam keadaan selamat dan aman.

-Selasa, 22 Maret 2012, pukul 1:42 p.m. waktu Libya

Pejabat pertahanan AS mengatakan sudah mengevakuasi kedua kru jet F-15 Eagle yang jatuh di Libya. Kelompok anti-Khadafi pertama kali mengevakuasi kru yang kedua dan ‘memperlakukannya dengan baik’ sampai pasukan koalisi menjemputnya. Saat ini kedua kru sudah berhasil dikeluarkan dari Libya.

(gah/asy)

Baca Juga :

Selasa, 22/03/2011 16:56 WIB
Tidak Minta Persetujuan Kongres Soal Libya, Obama Hina Konstitusi AS foto
Rita Uli Hutapea – detikNews

Tidak Minta Persetujuan Kongres Soal Libya, Obama Hina Konstitusi AS
Reuters

Washington – Presiden Amerika Serikat Barack Obama banjir kritikan karena telah menyetujui aksi militer terhadap Libya. Bahkan sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik menyebut penyerangan ke Libya merupakan penghinaan atas konstitusi AS karena Obama tidak lebih dulu meminta persetujuan Kongres.

“AS tidak punya militernya Raja. Pilihan sepihak Presiden Obama untuk menggunakan kekuatan militer AS di Libya merupakan penghinaan akan konstitusi kita,” cetus anggota Kongres, Roscoe Bartlett kepada majalah Hill seperti dilansir Telegraph, Selasa (22/3/2011).

Bartlett termasuk di antara anggota Kongres lainnya yang menyebut aksi militer di Libya tidak konstitusional.

Ketua DPR AS John Boehner juga mengkritik Obama karena kurangnya konsultasi. Namun politikus Partai Republik itu mendukung intervensi militer di Libya.

Sebelumnya Obama telah mengirimkan surat ke anggota-anggota Kongres pada Senin, 21 Maret waktu setempat. Surat itu sebagai upaya untuk meredakan kritikan terhadap dirinya atas tidak adanya konsultasi dengan Senat dan DPR sebelum menyetujui aksi militer di Libya.

Dalam suratnya, Obama mencoba menjawab kritikan bahwa dirinya tidak memberikan penjelasan ataupun mendiskusikan keputusannya secara detail dengan Partai Demokrat dan Republik. Sesuai konstitusi AS, persetujuan Kongres diperlukan untuk deklarasi perang.

Dalam suratnya kepada Kongres, Obama menegaskan bahwa aksi militer terhadap Libya merupakan operasi militer terbatas sebagai bagian dari koalisi.

(ita/nrl)

Baca Juga :

Erdogan: Turki tak akan Pernah Memerangi Rakyat Libya 

Recep Tayyip Erdogan

REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA–Satu negara Anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Turki pada Selasa mengatakan, negaranya tidak akan bergabung dalam operasi militer pimpinan Barat di Libya serta menyebut keterlibatan mereka saat ini berpotensi tidak berguna “Kami tidak akan berpartisipasi dengan pasukan tempur kami. Turki tidak akan pernah mengarahkan senjatanya kepada rakyat Libya,” kata Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya bagi deputi Partai Pembangunan dan Keadilan di dalam parlemen.

Dia sangat mengecam serangan udara pimpinan Barat di Libya dengan menyebut bahwa operasi tersebut tidak berguna dan hanya meningkatkan jumlah korban tewas yang telah ada. “Hal itu akan berubah menjadi penjajahan dan secara serius merusak persatuan negara tersebut,” kata Erdogan.

Ungkapan tersebut dinyatakan setelah Erdogan mengadakan pertemuan pada Senin dengan para pejabat tinggi Staf Umum, Kementerian Urusan Luar Negeri dan Organisasi Intelejen Nasional.
Sementara pada Senin malam Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menelepon Erdogan untuk membahas keadaan di Libya.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) pada pekan lalu mengeluarkan resolusi mengenai dukungan kawasan larangan terbang dan mengizinkan “segala tindakan yang dibutuhkan” untuk melindungi warga sipil di Libya. Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat serta negara anggota NATO lainnya telah melakukan serangan secara sepihak yang menargetkan warga Libya sejak Sabtu.

Erdogan mengatakan pada Selasa bahwa PBB harus menjadi payung bagi operasi kemanusiaan di Libya. Turki memilih untuk terlibat dalam pembagian bantuan kemanusiaan di Libya dan akan menjelaskan pendiriannya kepada sekutu NATO pada Rabu, kata Erdogan dalam pernyataan yang disiarkan harian setempat, Hurriyet pada Selasa.

Turki sebagai negara Muslim tunggal dalam keanggotaan NATO dan tokoh utama dalam sekutu tersebut merasa tidak nyaman dengan operasi militer di Libya dan telah menolak campur tangan NATO di negara yang sedang mengalami kerusuhan tersebut. Setelah mengadakan serangkaian pertemuan di Brussels sejumlah perutusan NATO gagal menyepakati keterlibatan sekutu tersebut dalam memberlakukan kawasan larangan terbang di atas Libya pada Ahad.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: ant/Xinhua-OANA

About these ads

1 Response to “Politik Perang Koalisi NATO vs Pro Khadafi Libya”


  1. 1 Anhens
    March 25, 2011 at 1:53 pm

    kenapa dunia ndak perang aja sekalian, biar jadi makin seru…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,150,195 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 118 other followers

%d bloggers like this: