28
Feb
11

Politik : Gelora Revolusi Timur Tengah dan Asia

Senin, 28 Februari 2011 pukul 10:53:00

Qadafi Kian Tersudut

Republika

Abdullah Sammy

Oposisi membentuk pemerintahan sementara di Benghazi.

ZAWIYA — Massa oposisi terus bergerak maju menuju Ibu Kota Libya, Tripoli. Massa yang didukung pasukan antipemerintah dikabarkan telah menguasai Kota Zawiya yang hanya berjarak 50 kilometer di barat Tripoli.

Pemerintah Libya, Ahad (27/2) pagi, mengantar rombongan wartawan untuk melihat-lihat kondisi di Zawiya. Namun, suasana yang tampak di kota itu bukannya memperlihatkan adanya kekuasaan pemerintah, tetapi wartawan melihat pejuang oposisi membuat barikade-barikade dan mengibarkan bendera lama Libya yang menjadi simbol perlawanan mereka.

Pasukan antipemerintah, seperti ditulis BBC, telah menguasai pusat Kota Zawiya. Di sana terlihat ratusan demonstran anti-Qadafi berkumpul. Beberapa di antara mereka menembakkan senjata ke udara sambil berteriak bahwa aksi mereka bersifat damai.

Namun, mereka juga siap berperang. Ratusan pasukan bersenjata antipemerintah dilaporkan siap mengusir pasukan yang setia kepada pemimpin Libya, Muamar Qadafi. Mereka memiliki sejumlah tank dan senjata antipesawat yang dipasang di kendaraan bak terbuka.

Di pinggiran kota yang berpenduduk 200 ribu jiwa ini, mereka dikelilingi oleh pasukan pendukung Qadafi. Kantor berita AP menulis, ada sedikitnya enam pos pemeriksaan yang dikuasai tentara pro-Qadafi di jalan dari Tripoli menuju Zawiya. Di setiap pos pemeriksaan diperkuat setidaknya oleh satu tank.

Kantor-kantor polisi dan pemerintahan di Kota Zawiya telah dibakar massa. Sedangkan coretan anti-Qadafi bertebaran di mana-mana. Banyak bangunan yang rusak karena diterjang peluru dan kerangka mobil yang terbakar berserakan. “Qadafi pergi,” teriak massa.

Lepasnya Zawiya menambah pan jang daftar kota-kota yang berhasil di kuasai oposisi. Sebelumnya, sebagian besar wilayah timur Libya yang mencakup Tobruk dan Benghazi sudah lebih dulu di kuasai.

Sementara di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya, kelompok oposisi bergerak cepat untuk mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan rezim Qadafi. Seorang anggota Dewan Kota Benghazi, Fathi Baja, mengungkapkan kotanya telah menunjuk mantan menteri kehakiman yang juga penentang presiden Qadafi, Mustafa Abdel-Jalil, sebagai pemimpin pemerintahan sementara sejak Ahad (27/2).

“Abdel-Jalil dipilih oleh komite untuk menjalankan pemerintahan,” ujarnya. Namun, sejauh ini belum diketahui secara jelas berapa banyak dukungan yang bisa diberikan bagi kepemimpinan sementara ini.

Pejuang Tuareg

Di saat banyak sekutu ataupun diplomat di pemerintahan meninggalkannya, tapi tidak bagi ribuan pejuang Afrika yang berasal dari etnis Tuareg, yang sudah berjanji akan membela Qadafi hingga titik darah terakhir.

Seorang politikus Tuareg di Mali, Ibrahim Ag Mohamed Assaleh, yakin sekitar 16 ribu pejuang Afrika yang berada dalam pasukan keamanan Libya yang berbasis di Tripoli dan Sabha ini, siap membela Qadafi. “Perintah kepada mereka adalah melindungi Qadafi sampai akhir.”

Etnis Tuareg yang ber asal dari Mali dan Niger datang berbondong-bondong ke Libya pada dekade 1970 hingga 1980. Mereka direkrut ke dalam kesatuan yang disebut Legiun Islam, yang mengikuti model Legiun Asing Prancis. ed: budi raharjo

Senin, 28/02/2011 04:40 WIB
Khadafi Muncul di Video Klip Musik Remix
E Mei Amelia R – detikNews



Foto: Youtube

Jakarta – Setelah muncul berpidato dalam televisi pemerintah, pemimpin Libya Kolonel Muammar Khadafi kembali muncul di dunia maya. Kali ini Khadafi tidak berpidato, melainkan muncul dalam video klip musik remix.

Siapa sangka bila pemimpin Libya tersebut juga gemar dengan musik remix. Ups, tapi tunggu dulu, dalam klip tersebut sebenarnya Khadafi tidak sedang bermusik, melainkan berpidato. Oleh pembuatnya Khadafi yang sedang berpidato ia sunting dan dipadukan dengan sebuah musik remix DJ noy Alloshe.

Musik remix berjudul ‘Zenga Zenga’ itu dibuat dari penggalan-penggalan klip saat khadafi sedang berpidato di atas mimbar.

“Beit, Beit…Dar, Dar…Zenga, Zenga,”

Dalam video klip yang berdurai 2 menit 2 detik itu, Khadafi tampil dengan jubah khasnya dan sorban warna coklat. Di pojok kiri-kanan bawah video Qaddafi tampak seorang seksi dancer melenggok-lenggokkan tubuhnya. Wanita itu hanya menggunakan cena pendek dan baju pendek tanpa lengan dengan pusar yang terlihat.

Video klip ‘DJ Khadafi’ itu telah muncul di situs youtube sejak Selasa lalu. Video tersebut telah dilihat oleh ratusan ribu pengunjung.

Seperti dikutip AFP, Senin (28/2/2011) video klip tersebut dibuat oleh musisi Israel. DJ Noy Alooshe sangat populer di negara-negara timur tengah ketimbang di negara Yahudi.

“Lucu, lagu yang bagus, saya menertawakan Khadafi,” ujar seorang pengunjung.

Tertarik dengan musik ‘DJ Khadafi’ ini? Anda bisa menggunduhnya di http: http://www.youtube.com/watch?v=cBY-0n4esNY. (mei/her)

Baca Juga :

Senin, 28/02/2011 11:38 WIB
Jelang Jatuhnya Khadafi (1)
Sukses Revolusi Tanpa Pemimpin
Didik Supriyanto – detikNews

 

Jakarta – Setelah Tunisia dan Mesir, gerakan rakyat akan meraih sukses di Libya, negara di Afrika Utara yang berbatasan dengan Mesir dan masuk kawasan Timur Tengah. Sejak demonstrasi rakyat menentang penguasa tiran pecah pada 17 Februari lalu, kini kekuasaan Moammar Khadafi semakin terdesak.

Kota-kota di kawasan timur, seperti Tobruk, Al-Bayda, Darnah dan Benghazi, sudah jatuh di tangan rakyat.  Demikian juga dengan dua kota di kawasan barat. Beberapa kali usaha penguasa lama  untuk menguasai kembali Zawiyah dan Misuratah, gagal.

Banjir darah akan terjadi bila Khadafy benar-benar mewujudkan ancamannya: merebut kembali kota-kota tersebut dengan kekerasan. Untuk tujuan itu, Khadafi tidak hanya akan mengerahkan tentara, tetapi juga berjanji mempersenjatai rakyat sipil pendukungnya.

Kekejaman Khadafi dalam menindas rakyat sudah tidak terhitung. Sejak berhasil mengkudeta Raja Idris pada 1 September 1969, Khadafi terus melakukan kekerasan terhadap siapapun yang melawannya, sepanjang 41 tahun berkuasa.

Pada awal kekuasaannya, ratusan perwira tentara diculik, dihilangkan dan dibunuh. Sepanjang 1980-an, pembersihan terus dilakukan di lingkungan militer yang dicurigai. Para pengikut Raja Idris juga dihabistuntaskan, dan pada 1996, Khadafi menembak mati 1.000 orang di penjara Abu Salim.

Kekejaman Khadafi terhadap demonstran juga tidak terkirakan. Ia tidak hanya memerintahkan para komandan tentara menembak mati demonstran, Khadafi juga menggunakan roket dan melakukan serangan dari udara. Akibatnya, lebih dari 1.000 orang telah tewas.

Namun sampai sejauh ini kekejaman itu hanya efektif di Tripoli, ibukota Libya. Di kota-kota besar lainnya, rakyat berhasil meruntuhkan kekuasaan. Rakyat terus bergerak sehingga memaksa tentara berbalik memberikan dukungan. Tentara membiarkan rakyat memegang senjata.

Di kota-kota besar itu, baik di timur maupun di barat ibukota, rakyat menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan Tripoli. Simbol pemisahan itu ditandai dengan pengibaran bendera lama, merah hitam hijau, menggantikan bendera hijau yang diresmikan Khadafi sejak berkuasa.

Administrasi pemerintahan berhenti, rakyat pun mengurus keamanan sendiri. Mereka bersiap menghadapi serbuan tentara yang masih loyal pada Khadafi. Jika itu terjadi, perang saudara benar-benar akan membuat Libya banjir darah.

Apakah hal itu mungkin? Apakah para tentara pendukung Khadafi benar-benar akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk membela kekuasaan Khadafi?

Belajar dari pembelotan para komandan tentara di luar Tripoli, hal serupa juga akan merambat ke Tripoli. Tanda-tanda mulai muncul ketika ancaman penyerangan tentara tidak segera terwujud pada saat semakin banyak kota yang jatuh ke tangan rakyat pemberontak.

Sementara pihak Khadafi melalui anaknya menawarkan negosiasi kompromi dengan gerakan rakyat. Namun rakyat tidak peduli dengan tawaran itu.

Masalahnya memang tidak gampang buat Khadafi. Sebab, tidak ada pihak atau pemimpin yang berani mengatasnamakan atau mewakili rakyat. Penindasan terhadap para pemimpin rakyat yang dilakukan selama 40 tahun, menyebabkan rakyat tidak hanya kehilangan pemimpin tetapi juga menumbuhkan semangat bersama untuk melawan rezim zalim.

Pada titik inilah revolusi rakyat akan mengalami masalah krusial. Tumbangnya rezim Khadafi hanya menghitung hari. Banyak pihak memperkirakan, Khadafi akan mengakhiri dirinya dengan bunuh diri. Setelah itu, rakyat Libya harus kembali menata diri: menertibkan administrasi pemerintahan, memulihkan keamanan, dan tentu saja mencari pemimpin yang tepat.

Jika salah langkah, maka perang saudara tidak terhindarkan, sebab kini rakyat banyak membekali diri dengan senjata. (diks/iy)

BBC World

Senin, 28/02/2011 10:42 WIB

fotoNews

Politik OMAN

Fotografer – Pool

Rakyat Oman Tuntut Reformasi Politik
 

GB
Demonstran berdemo di alun-alun Kota Sohar. AFP/Karim Sahib.
icon_star_off icon_star_off icon_star_off icon_star_off icon_star_off

Foto Lain

Unjuk rasa anti pemerintah juga terjadi di Oman. Sedikitnya 1000 demonstran turun ke jalan di Kota Sohar untuk menuntut reformasi politik, Minggu (27/2).

Minggu, 27/02/2011 19:44 WIB
Oman Bergejolak, Dua Demonstran Tewas
Hery Winarno – detikNews

Sohar – Demonstrasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah (Timteng) telah merembet ke Oman. Bahkan dalam bentrokan yang terjadi antara demonstran dengan aparat keamanan setempat dikabarkan dua orang demonstran tewas.

Demonstrasi terjadi pada hari Minggu (27/2/2011), di kota Sohar. Militer pun dikerahkan untuk mengamankan situasi di kota tersebut, ujar salah seorang saksi kepada wartawan Reuters.

Para demonstran menuntut reformasi politik di Oman. Namun demontrasi tersebut kemudian menjadi rusuh.
“Dua orang meninggal setelah polisi melepaskan tembakan dari peluru karet dalam kekacauan,” ujar seorang saksi mata.

Seorang aktivis politik Basma Al-Rajhi menegaskan demonstran tersebut berasal dari seluruh penjuru negeri. Para demonstran menghendaki adanya perbaikan dalam sistem pemerintahan di Oman.

“Demontrasi juga terjadi di kota Salalah,” terang Basma.

Demonstrasi di Oman berkecamuk di tengah ketegangan politik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Aksi massa di Oman ini diduga sebagai akibat memanasnya pemberontakan dan protes di Bahrain, Tunisia, Mesir dan Libya.

(her/nrl)

Minggu, 27/02/2011 15:15 WIB
Sang Suster Pirang Khadafi pun Balik Kampung ke Ukraina foto
Nograhany Widhi K – detikNews


Galyna (vysotska.blogspot.com)

Kiev – Gonjang-ganjing di Libya membuat suster pribadi Muammar Khadafi, Galyna Kolotnytska, pulang kampung ke Ukraina. Padahal Khadafi selama ini tak bisa bepergian tanpa didampingi Galyna.

Informasi kepulangan Galynya ini diperoleh dari putri Galyna, Tetiana Kolotnytska, ke pada harian Ukraina, Segodnya, seperti yang dilansir dari KyivPost, Minggu (27/2/2011).

“Ibu menelepon kemarin. Dia memberi tahu kami apa yang sedang terjadi di Tripoli sekarang. Tembakan dan pertempuran sedang berlangsung, seperti yang disiarkan televisi. Suara Ibu pelan, dan dia minta kami untuk tidak khawatir dan mengatakan dia akan pulang segera. Dia bilang, terima kasih Tuhan dan semuanya baik-baik saja, juga kesehatannya,” ujar Tetiana.

Tetiana juga tidak mengetahui mengapa ibunya tak kunjung pulang. Apakah menunggu gajinya dibayar, seperti lusinan pekerja medis speasialis yang bekerja di Libya, atau ada alasan lain. Tetiana juga tidak tahu, apakah saat ibunya menelepon itu, Khadafi sedang berada di dekatnya.

Galyna bekerja di Libya 9 tahun lalu di sebuah rumah sakit lokal dan kemudian bergabung menjadi tim medis pribadi Khadafi.

“Perempuan Ukraina lain juga bekerja sebagai suster Khadafi, ibu adalah salah satu dari mereka. Untuk beberapa alasan, dia (Khadafi) tidak mempercayai orang Libya dalam hal ini,” ujar Tetiana.

Segodnya mengatakan bahwa Khadafi memiliki 4 suster dari Ukraina. Namun Khadafi sangat percaya pada Galyna. Beberapa media menulis bahwa Galyna telah menemani Khadafi ke mana pun pemimpin yang berkuasa 41 tahun itu pergi.

Bahkan kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks dari Kedubes AS di Tripoli mengatakan bahwa Khadafi sangat bergantung bahkan tak bisa bepergian tanpa perawat senior Galyna Kolotnytska. Dalam kawat itu, Galyna dideskripsikan sebagai ‘voluptuous blonde’, yang artinya kira-kira ‘si pirang bahenol’. Beberapa informasi diplomatik mengatakan Khadafi dan Galyna mempunyai hubungan yang romantis.

(nwk/nrl)

Baca Juga :

GuncangPasarGlobal

Kamis, 24 Februari 2011 20:58 WIB |

Kerusuhan Libya Guncang Pasar Global

(REUTERS/Kevin Lamarque) 

“Gangguan dan ketidakpastian di seluruh Afrika Utara tetap marak dan pasar Eropa berada di posisi merah sekali lagi.”

Berita Terkait

London (ANTARA News/AFP) – Ketegangan di Libya mengirimkan guncangan baru ke seluruh pasar-pasar keuangan pada Kamis, karena saham jatuh, minyak melambung mendekati 120 dolar Amerika Serikat (AS) dan
dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke rekor terendah terhadap franc Swiss.

Pasar saham utama Eropa memperpanjang kerugian baru-baru ini, dengan sentimen terganggu oleh pemimpin Libya, Muamar Kadhafi bersikeras mempertahankan kekuasaannya, meski lawan-lawannya tampak menguasai sangat luas negara itu.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April menguat setinggi 119,79 dolar AS per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 22 Agustus 2008, karena kekerasan Libya memicu kekhawatiran pasokan di Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Gangguan dan ketidakpastian di seluruh Afrika Utara tetap marak dan pasar Eropa berada di posisi merah sekali lagi,” kata analis Capital Spreads, Simon Denham.

Ia menimpali, “Pagi ini kita telah melihat lonjakan minyak lebih lanjut dengan Brent hampir mencapai 120 dolar AS per barel.”

Dolar AS merosot ke level terendah selama ini 0,9341 franc Swiss, karena investor berbondong-bondong ke mata uang safe haven (tempat berlindung yang aman) di tengah kekhawatiran bahwa gejolak di Libya akan mendorong minyak lebih tinggi. Mata uang Jepang juga menguat terhadap euro dan dolar.

“Biasanya mata uang safe haven yen dan franc Swiss saat ini lebih baik karena kekhawatiran meningkatnya ketegangan sosial dan politik di Afrika dan Timur Tengah akan menyebabkan gangguan pasokan yang signifikan mengguncang harga minyak, menghadapi pukulan negatif yang cukup besar untuk pertumbuhan global ke depan,” kata ekonom Lee Hardman dari Tokyo-Mitsubishi UFJ.

Perusahaan-perusahaan energi asing telah menghentikan atau memangkas produksinya dari Libya sebagai akibat kekerasan.

Perusahaan minyak terbesar Spanyol, Repsol, menghentikan produksi awal pekan ini, karena protes anti-pemerintah menyebar di Libya.

ENI Italia, perusahaan energi asing terbesar utama di Libya, Kamis mengatakan bahwa pihaknya telah mengurangi produksi minyak dalam negeri dengan lebih dari 50 persen karena sedang berlangsung kerusuhan.

Raksasa energi Inggris, BP, telah mengevakuasi semua staf asing dari negara yang bergolak itu.

Kebanyakan pasar saham Asia juga jatuh pada Kamis karena para pedagang khawatir tentang kekacauan di Libya dan kemungkinan penularan lebih jauh ke dunia Arab kaya minyak lainnya.

Nilai indeks saham gabungan di bursa Hong Kong jatuh 1,34 persen dan Tokyo turun 1,19 persen, sedangkan Sydney ditutup turun 0,75 persen.

Kadhafi telah bersumpah pada Selasa akan membersihkan lawab-lawannya “dari rumah ke rumah” dan “inci demi incl”, yang mendatangkan kecaman dari Presiden AS, Barack Obama.

Dengan pengiriman minyak mentah Libya dibatasi, minyak mentah Brent North Sea, yang lebih sensitif terhadap kerusuhan Timur Tengah karena ketergantungan Eropa yang lebih besar pada minyak dari wilayah ini — telah melonjak minggu ini.

Maroko, Bahrain, Yaman dan Iran sudah dilanda pemberontakan, setelah gerakan serupa menyebabkan pengusiran presiden Mesir dan Tunisia. Di Arab Saudi Raja Abdullah menetapkan peningkatan manfaat sosial untuk mencoba menghadang nasib yang sama.

Pasar Asia dan Eropa juga terseret oleh kejatuhan 0,88 persen di perdagangan Wall Street pada Rabu.
(Uu. A026/M012)Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Bahan Introspeksi

Selasa, 22 Februari 2011 22:12 WIB |Libya Jadi Bahan Introspeksi Pemimpin Islam

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi melakukan shalat berjamaah dalam perayaan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW di Tripoli, Minggu (13/2). (FOTO ANTARA/REUTERS/Ismail Zitouny) 

Berkuasa lebih dari 30 tahun bukanlah sesuatu yang Islami

Berita Terkait

Yogyakarta (ANTARA News) – Peristiwa di Libya perlu menjadi bahan introspeksi para pemimpin dunia Islam agar tidak berlindung di balik simbol keislaman untuk mewujudkan tujuan yang tidak Islami, kata pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sidik Jatmika.

“Berkuasa lebih dari 30 tahun bukanlah sesuatu yang Islami. Pemimpin Islam yang baik adalah pemimpin yang mengimplementasikan nilai-nilai Islam, bukan malah menyalahgunakannya untuk kepentingan yang tidak Islami,” katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurutnya, memang benar demokrasi dan Islam tidak sama, tetapi banyak nilai-nilai Islam dan demokrasi yang sama, terutama nilai universal seperti kesejahteraan dan transisi kekuasaan.

“Dalam peristiwa Libya saat ini hal terbaik yang perlu disiapkan adalah transisi kekuasaan sebaik mungkin tanpa kehilangan respek masyarakat terhadap Muamar Gaddafi dan rezimnya,” katanya.

Ia mengatakan menilik sejarah, Libya dalam skala politik adalah “adik kandung” Mesir. Dalam banyak hal, Libya sangat terinspirasi Mesir.

“Muamar Gaddafi yang telah berkuasa di Libya lebih dari 41 tahun adalah pengagum berat pemimpin legendaris Mesir Gamal Abdel Nasser. Gaddafi dijuluki Nasser Kecil” katanya.

Selain itu, pola transisi kekuasaan di Libya juga serupa dengan di Mesir, yakni sama-sama menggulingkan raja yang berkuasa.

“Di Mesir, Husni Mubarak menggulingkan Raja Farouk pada 1951, dan 18 tahun kemudian diikuti Libya, di mana Muammar Gaddafi memimpin Revolusi Al Fatah untuk menyingkirkan Raja Idris,” katanya.

Ditanya tentang kemungkinan kejatuhan Gaddafi seperti yang terjadi pada Mubarak, ia mengatakan hal itu sangat mungkin. Musuh terbesar Gaddafi saat ini adalah usia.

“Gaddafi sekarang berusia 68 tahun, dan tidak lagi sekuat dulu. Selain itu, rakyat Libya juga tidak sesolid belasan tahun lalu dalam mendukung Gaddafi, sehingga cepat atau lambat pemimpin Libya itu pasti jatuh,” katanya.

Sebagian rakyat Libya berunjuk rasa menuntut Presiden Muammar Gaddafi mundur, yang membuat situasi di negara itu memanas. Situasi yang memanas di Libya telah menewaskan ratusan orang.

Peristiwa Libya terinspiriasi oleh Revolusi Melati di Tunisia dan Revolusi Nil di Mesir yang berhasil menggulingkan rezim yang sedang berkuasa.(*)

B015/M008Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Baca Juga :

Senin, 28 Februari 2011 | 13:15 WIB
Nasional
Kejatuhan Khadafi Tinggal Menunggu Waktu
Semakin banyak kota di Libya yang jatuh ke tangan kelompok oposisi.
Senin, 28 Februari 2011, 06:07 WIB

Indra Darmawan

VIVAnews – Posisi pemimpin Libya Muammar Khadafi, kian hari kian terpojok. Semakin banyak kota-kota di Libya yang jatuh ke kekuasaan kelompok oposisi. Yang terakhir adalah kota Zawiyah, yang terletak 50 km dari Ibukota Tripoli.

Seperti dikutip dari situs Al Jazeera, pada hari Munggi 27 Februari 2011, sekelompok jurnalis asing digiring oleh pemerintah Libya untuk datang ke Zawiyah, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kelompok yang loyal terhadap Khadafi masih menguasai kota.

Tapi, setibanya mereka di sana, ternyata kota itu sudah dikuasai oleh kelompok oposisi. Beberapa pos polisi dan kantor pemerinta di sana dibakar massa, temboknya juga dicoret-coret.

Di pusat kota, para pengunjuk rasa juga meneriakkan “Khadafi keluar!” Mereka juga berhasil merebut senjata dan bahkan kendaraan tank milik pemerintah. Mereka membuat daftar giliran untuk berpatroli dan menjaga kota.

“Kami menunggu serangan (dari pasukan pro-Khadafi) yang bisa terjadi setiap saat,” kata Ezeldina, salah seorang penduduk Zawiyah kepada Aljazeera. Ini tak hanya terjadi di Zawiyah, melainkan juga di kota Misurata, yang terletak 200 km di sebelah timur Tripoli.

Sebelumnya, beberapa daerah penghasil minyak di Libya, serta kota kedua di Libya, Benghazi juga telah dikuasai oleh kaum oposisi. Seiring dengan semakin banyaknya kota yang jatuh ke tangan kaum oposisi, Muammar Khadafy kini makin tergantung dengan ibukota Libya Tripoli.

Sementara, sebuah video rekaman yang diterima Al Jazeera mengungkap rencana para pemrotes untuk ramai-ramai menuju Tripoli. Mereka mengklaim telah berhasil merebut tank-tank dan persenjataan dari militer. Di Tripoli sendiri dilaporkan adanya beberapa kontak tembak secara sporadis.

Sehari sebelumnya, para penduduk Tripoli juga berteriak: “Khadafi adalah musuh Allah” sambil mengepalkan tangan mereka ke langit. Mereka menyerukan perlawanan terhadap Khadafy saat menguburkan korban yang tewas oleh serangan membabi buta tentara Libya.

Dunia internasional pun kini mengutuki Khadafy. Melalui sebuah voting Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat menjatuhkan sanksi terhadap Khadafi, menyusul penyerangan terhadap pendemo anti-pemerintah.

Sanksi tersebut meliputi embargo senjata, pembekuan aset, larangan bepergian bagi Khadafi dan sejumlah orang yang terkait dengannya. Masalah Libya ini direkomendasikan untuk dibawa ke Mahkamah Internasional.

“Pesan kuat bahwa kekerasan dan kejahatan terhadap HAM tidak akan ditoleransi. Mereka yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Saya harap, pesan ini didengar dan diperhatikan rezim di Libya,” kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon seperti dilansir dari laman CNN.

Pemerintah Inggris juga mencabut kekebalan diplomatis pemimpin Libya, Muammar Khadafi, beserta seluruh keluarganya. Selain itu, Inggris juga menyerukan Khadafi untuk segera turun dari kursi kepemimpinan

PBB memperkirakan korban tewas mencapai 1.000 orang sejak konflik memuncak di Libya yang berlangsung sejak pekan lalu. Namun, menurut beberapa diplomat, korban yang terbunuh di seluruh Libya diperkirakan mencapai 2.000 atau lebih.

Ban mendesak agar DK PBB segera beraksi melawan rezim Khadafi. “Dalam situasi seperti ini, makin banyak waktu yang dibuang, makin banyak pula nyawa yang melayang,” kata Ban di hadapan 15 anggota DK PBB.

Sementara itu, bekas Menteri Kehakiman Mustafa Abdel Jalil membentuk pemerintahan transisional untuk menggantikan rezim Khadafi yang praktis kini hanya mengendalikan beberapa wilayah di sebelah barat kota Tripoli, dan beberapa benteng pertahanan the wilayah selatan yang gersang.

Abdel Jalil mengatakan bahwa pemerintahan transisional ini diisi oleh tokoh-tokoh militer dan sipil yang akan bekerja tidak lebih dari tiga bulan untuk mempersiapkan pemilu yang adil, agar rakyat Libya bisa memilih pemimpin mereka.

Belum dapat diketahui sejauh mana dukungan masyarakat terhadap pemerintahan caretaker yang dibentuk Abdel Jalil. Namun, Duta besar Libya untuk Amerika Serikat Ali Aujali mengatakan bahwa ia mendukung dewan nasional bentukan Abdel Jalil.

Yang jelas, Abdel Jalil telah melakukan rapat besar dengan banyak tokoh suku di Libya. “Sinyal-sinyal kejatuhan Khadafi semakin kuat. Faktanya suku-suku di Libya semakin kompak. Mereka menunjukkan persatuan dansolidaritas,” kata Tony Birtley, kontributor Al Jazeera di Benghazi. (sj)

• VIVAnews

Minggu, 27/02/2011 10:22 WIB
PBB beri sanksi Libya
BBCIndonesia.com – detikNews

UN Libya DK PBB putuskan untuk mengembargo militer Libya dan mengajukan Gaddafi ke Mahkamah Internasional

Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Libia, setelah rezim Muammar Gaddafi menggunakan kekerasan untuk meredam aksi demonstrasi.

Dewan Keamanan PBB akan mengembargo militer dan pembekuan asset sekaligus akan mengajukan Gaddafi ke Mahkamah Internasional dengan tuduhan kejahatan atas kemanusiaan.

Presiden AS Barack Obama mengatakan Gaddafi harus segera turun dan meninggalkan Libya secepatnya.

Pembicaraan terkait pembentukan pemerintahan masa transisi dilaporkan kini tengah berlangsung.

Mustafa Abdel-Jalil, yang mengundurkan diri dari jabatan menteri kehakimana sebagai bagian protes atas tindakan kekerasan dengna pasukan yang dilakukan Gaddafi saat menghadapi demonstran, mengatakan sebuah badan yang terdiri dari anggota militer dan tokoh sipil akan menyiapkan pemilihan umum dalam waktu tiga bulan. Demikian sebagaimana dikutip dari harian Quryna.

Sejumlah duta besar Libya di AS, PBB dan negara lainnya dilaporkan juga sudah menyampaikan sikap untuk mendukung rencana tersebut.

PBB memperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas saat Gaddafi menggunakan kekerasan pasukan guna menangani aksi demonstrasi yang berlangsung selama 10 hari.

Ribuan warga negara asing, yang kebanyakan adakah pakerja di industri minyak, juga terus di evakuasi dari negara tersebut melalui jalur darat, laut dan udara.

(bbc/bbc)

Sanksi Embargo Senjata Libya Rugikan Rusia

Senin, 28 Februari 2011, 13:08 WIB

Sanksi Embargo Senjata Libya Rugikan Rusia 

Salah satu senjata Rusia yang dipesan Libya

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Sanksi yang diberikan Dewan Keamanan PBB berupa embargo senjata kepada Libya, ditengarai tidak hanya merugikan negara di Afrika utara itu. Melainkan, beberapa negara lainnya yang selama ini telah menjalin bisnis. Salah satunya adalah Rusia.

Dikabarkan, Rusia bakal kehilangan pesanan senjata senilai empat milyar dolar. Belum lama ini, Libia menanda-tangani pembelian senjata bernilai dua milyar dolar.

Selanjutnya, masih ada pembicaraan mengenai kemungkinan kontrak pembelian senjata, dengan nilai sekitar 1,8 milyar dolar. Sejauh ini Libia merupakan salah satu pembeli senjata produksi Rusia paling utama.

Senjata yang mereka pesan, terutama senapan, kendaraan lapis baja, pesawat tempur, artileri penangkal serangan udara dan berbagai suku cadang lainnya. Akhir pekan ini, Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi impor senjata ke Libia.

Pada saat kunjungan Menteri Pertahanan Libia ke Moskow, Januari 2010, telah ditanda-tangani kontrak pembelian berbagai perlengkapan militer.

Red: Djibril Muhammad
Sumber: Radio Nederland/ANP/AFP

About these ads

0 Responses to “Politik : Gelora Revolusi Timur Tengah dan Asia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,252,082 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers

%d bloggers like this: