11
Feb
11

Politik : Revolusi Mesir Berkepanjangan

Militer Mesir

Jumat, 11 Februari 2011 15:44 WIB |

Militer Mesir Akan Sampaikan Pernyataan Menentukan

Para pengunjuk rasa gelombang bendera Mesir selama demonstrasi besar terhadap penguasa Mesir di Lapangan Tahrir, Kairo. (FOTO.ANTARA/REUTERS/Yannis Behrakis) 

Dewan Tertinggi Pasukan Bersenjata pimpinan Menteri Pertahanan Hussein Tantawi telah mengadakan pertemuan penting pagi ini. Dewan akan mengeluarkan pernyataan penting kepada rakyat

Berita Terkait

Kairo (ANTARA New) – Dewan Komando Tertinggi Militer Mesir Jumat ini bertemu dan akan membuat “pernyataan penting kepada rakyat”, lapor kantor berita negara MENA seperti dikutip AFP hari ini.

“Dewan Tertinggi Pasukan Bersenjata pimpinan enteri Pertahanan Hussein Tantawi telah mengadakan pertemuan penting pagi ini. Dewan akan mengeluarkan pernyataan penting kepada rakyat,” lapor MENA.

Sebelumnya, seorang perwira senior militer pada Dewan Tertinggi itu mengatakan kepada AFP, para jendral terus bertemu dalam “sidang permanen” dan diperkirakan akan membuat pernyataan Jumat ini.

Di tengah demonstrasi jalanan terhadap pemerintahan Presiden Hosni Mubarak, beberapa jendral penting Mesir telah menyatakan “mendukung permintaan sah rakyat” dan akan “melakukan langkah-langkah untuk melindungi negara”.

Beberapa pihak menafsirkan “komunike nomer satu” itu sebagai peluang untuk melakukan kudeta, tapi Mubarak sendiri telah tampil di televisi nasional malam hari itu untuk mengumumkan bahwa dia tetap berkuasa hingga pemilihan presiden September.

Demonstran prodemokrasi marah menyusul keputusan Mubarak untuk bertahan dan banyak yang meminta campurtangan militer untuk menggulingkannya atas nama rakyat.

Para demonstran menyerukan demonstrasi Jumat ini menjadi demonstrasi yang terbesar.

S008/H-RN

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Taman Tahrir Kairo

Girang Berubah Garang di Taman Tahrir Kairo

Jumat, 11 Februari 2011 12:29 WIB | 833 Views

 

Pihak oposisi beristirahat di lintasan APC dekat dengan baris terdepan Lapangan Tahrir di Kairo, Minggu (6/2). Sejumlah pendemo berkemah di luar lapangan Tahrir yang telah menjadi pusat unjuk rasa, bersumpah akan lebih mengintensifkan perjuangan mereka untuk memaksa mundur Presiden Hosni Mubarak akan tetapi sang Presiden berusia 82 tahun tersebut berkata akan bertahan hinggal pemilu September mendatang akibat pilihan yang diberikan kisruh. (FOTO ANTARA/REUTERS/Suhaib Salem/djo/11)

Si tua itu tidak mau menyerahkan kekuasaan

Berita Terkait
Video Terkait

Kairo (ANTARA News) – Di Lapangan Tahrir Kairo Kamis, para pemrotes mengawali dengan kibaran bendera dan tarian gembira, namun aksi itu berubah menjadi garang ketika Presiden yang mereka tuntut mundur tetap bertahan untuk berkuasa.

Acungan sepatu dan lontaran caki maki yang ditujukan kepada sang presiden terus berkumandang. Suara massa itu bersaing dengan suara Presiden Hosni Mubarak yang terdengar dari beberapa pengeras suara. Para pemrotes berteriak “Pembohong” kepada asal suara itu.

Para pemrotes pun menjadi semakin sangat marah ketika Mubarak meneruskan pidatonya dan menyatakan tidak akan turun meski selama 17 hari ini pemerintahannya diguncang demo besar-besaran.

Ratusan pendemo mencopot sepatu mereka, mengacung-acungkannya ke layar dan pengeras suara yang melantunkan pidato Mubarak, sebuah simbol penghinaan terhadap presiden yang telah memerintah Mesir selama 30 tahun.

Ketika Mubarak berjanji dia akan tetap menjabat untuk mengawasi perubahan politik selama bulan-bulan menjelang pemilu September, ketidaksetujuan kerumunan itu membahana.

Dan janji presiden untuk menyerahkan seluruh kekuasaan efektif kepada wakil presidennya Omar Suleiman gagal menenangkan massa yang sangat marah.

“Turunkan Mubarak, turunkan Mubarak! Mundur, mundur!”

“Jangan Mubarak atau Suleiman!” teriak kerumunan, ketika seorang wanita tua di kerumunan mengeluh: “Si tua itu tidak mau menyerahkan kekuasaan.”

Pegawai supermarket Rahman Gamal, 30, mengatakan: “Omar Suleiman dan Mubarak sama. Mereka itu dua sisi mata uang. Tuntutan pertama kami adalah pengundurun dirinya. Jika dia tidak turun, saya tidak akan pergi.”

Banyak pemrotes menyerukan pemogokan umum, mengancam akan “menutup negara itu,” dan mereka mendesak angkatan darat Mesir yang ditempatkan seputar Taman Tahrir agar memihak.

“Angkatan darat Mesir, sekarang ini pilihannya, rejim atau rakyat!,” teriak mereka.

Hanya beberapa jam sebelumnya, puluhan ribu orang membanjiri taman, berharap akan mendengarkan pidato pengunduran diri Mubarak.

Suasananya perayaan, orang tua menggendong anak-anak kecil dan perempuan di panggung melemparkan kue dan permen kepada kerumunan yang menunggu di bawah.

Pengeras suara mendendangkan lagu-lagu perjuangan saat rakyat Mesir menunggu siaran langsung pidato Mubarak, dan rakyat meneriakkan modifikasi hymne kemenangan mereka yang baru berusia beberapa hari.

Bukannya “Rakyat menginginkan kejatuhan rejim,” mereka berteriak “Rakyat meruntuhkan rejim,” ketika mereka mengerumuni pos-pos pemeriksaan angkatan darat dan sipil menunggu masuk Taman Tahrir.

Dalam suasana memabukkan sebelum pidato Mubarak, sejoli bahkan menikah di panggung demo, pengantin perempuan berpakaian putih melemparkan karangan bunga kepada kerumunan di bawah ketika para pemuda secara bercanda meneriakkan “Kami mau nikah!”

Namun menjelang tengah malam waktu setempat, kegirangan larut, taman kosong dari kerumunan warga Mesir yang optimistis yang dengan gembira berkumpul selama beberapa jam sebelum pidato tersebut.

Beberapa orang masuk bunker untuk tidur dalam tenda kota yang bertebaran di Taman Tahrir, sementara yang lain menyelinap ke rumah, berjanji akan kembali demo besar-besaran yang direncanakan Jumat.

“Saya pulang dulu sejam, nanti balik lagi,” kata Ayman Shawky, akuntan berusia 30 tahun.

“Semoga besok akan ada lima juta orang di Taman Tahrir. Dan kami tidak hanya di sini, kami akan menuju istana presiden,” katanya. (ANT/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

Jumat, 11/02/2011 16:05 WIB
Militer Mesir Akan Buat Pernyataan Penting Untuk Rakyat video foto
Rita Uli Hutapea – detikNews


Press TV

Kairo – Di tengah berlanjutnya aksi demonstrasi di Mesir, para pemimpin militer negeri itu hari ini  telah menggelar pertemuan penting. Militer akan segera mengeluarkan pernyataan penting untuk rakyat Mesir.

“Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Hussein Tantawi, telah mengadakan pertemuan penting pagi tadi. Dewan akan mengeluarkan statemen penting untuk rakyat,” demikian diberitakan kantor berita resmi Mesir, MENA dan dilansir AFP, Jumat (11/2/2011).

Sebelumnya, seorang perwira senior militer Mesir mengatakan, para jenderal tengah melakukan pertemuan dan diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan hari ini.

Di tengah aksi demo yang melanda Mesir, sejumlah jenderal Mesir pada Kamis, 10 Februari kemarin, mengumumkan bahwa untuk mendukung tuntutan legal rakyat, mereka akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi negara.

Sebagian pihak menginterpretasi pernyataan itu sebagai ancaman militer untuk melancarkan kudeta. Namun tak lama kemudian, Mubarak muncul berpidato di televisi dan mengumumkan dirinya akan terus menjadi presiden hingga pemilihan presiden pada September mendatang. Mubarak bersikeras menolak untuk mundur secepatnya seperti yang diinginkan para demonstran.

Dalam pidatonya, Mubarak mengatakan Wakil Presiden Omar Suleiman akan memimpin upaya pemerintah untuk menyiapkan pemilihan presiden tersebut. Pidato Mubarak itu disambut dengan kemarahan para demonstran yang telah dua minggu lebih menggelar aksi demo menuntut pengunduran diri Mubarak.

Massa demonstran bertekad akan menggelar aksi demo paling spektakuler hari ini. Dalam aksi yang dinamai sebagai demo “Hari Kemarahan” itu, rencananya para demonstran akan berjalan menuju Istana Kepresidenan guna memaksa Mubarak mundur.
(ita/nrl)

Baca Juga :

Jumat, 11/02/2011 09:27 WIB
Militer Masih Setia pada Mubarak, Tak Ada Perubahan Besar di Mesir foto
Nurvita Indarini – detikNews

 

Jakarta – Militer Mesir menyatakan akan mendukung tuntutan para demonstran. Namun militer tidak mengambil alih kekuasaan Presiden Hosni Mubarak. Hal ini mengindikasikan, militer masih setia pada Mubarak.

Artinya Mubarak yang kukuh bertahan di kursi presiden berkesempatan besar merealisasikan keinginannya untuk tetap menjadi presiden hingga September 2011. Dengan demikian, perubahan besar di Mesir sepertinya tidak akan terjadi.

“Revolusi sia-sia juga tidak. Apa yang tengah terjadi sekarang menunjukkan kalau Mesir itu adalah negara yang sangat penting, bukan saja di antara negara Arab tapi juga geostrategi negeri-negeri besar,” kata pengamat hubungan internasional, Hariyadi Wirawan kepada detikcom, Jumat (11/2/2011).

Menurut Hariyadi, tarik ulur tengah terjadi di Mesir. Dia yakin, di balik kamera terjadi pembicaraan-pembicaraan tingkat tinggi antara berbagai pihak di Mesir. Pihak-pihak itu yakni pemerintah Mesir termasuk militer di dalamnya, kalangan oposisi dan AS.

“AS akan berusaha keras prinsip demokrasi bisa dihormati. Mubarak mundur itu pasti, tinggal kapan lalu what next, what to be done,” sambung staf pengajar dari UI ini.

AS berkeinginan, Mesir tidak boleh jatuh ke kalangan yang keras terhadap mereka. Mereka juga berharap, pemimpin Mesir selanjutnya tetap mendukung kebijakan pemerintahan sebelumnya terkait skenario keamanan di kawasan Timur Tengah.

“Mengingat Mesir telah meyepakati perdamaian dengan Israel. AS dan Israel berharap,kesepakatan ini tidak akan berubah. Dengan dua skenario itu tengah dipikirkan siapa yang paling tepat untuk gantikan Mubarak,” tuturnya.

AS tidak ingin revolusi yang terjadi di Mesir berakhir seperti di Iran. Iran ketika berada di bawah Syah Reza Pahlevi merupakan sekutu strategis Barat dan AS di Timur Tengah. Namun setelah revolusi terjadi dan Ayatullah Khomeini memegang kendali, sikap Iran kepada Barat benar-benar berubah.

“AS tidak mau apa yang terjadi di Iran terjadi juga di Mesir. As tampaknya ingin mengulur waktu dengan keberadaan (wapres) Omar Suleiman. Saya rasa Suleiman diminta untuk memastikan oposisi yang ikut pemilu adalah yang setuju demokrasi ala mereka,” jelas pria yang pernah belajar di Universitas Jawaharlal Nehru, India, ini.

Hariyadi menambahkan, AS dan Mesir menengarai, Iran berada di balik tuntutan rakyat Mesir agar Mubarak mundur. “AS juga takut kendati Mesir tidak akan menjadi Republik Islam seperti Iran, namun akan seperti Turki yang tadinya pro Israel namun tidak lagi dekat dengan Israel,” ucapnya.

Dalam pidato resminya semalam, Mubarak menyatakan tetap akan bertahan sampai dengan September 2011 dan berjanji tidak akan maju dalam pemilihan umum berikutnya. Dalam pidatonya juga Mubarak menyerahkan sebagian kekuasaan kepada Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman. Dia juga berjanji akan menginvestigasi kasus kematian para demonstran.

Sebelumnya, beredar spekulasi kemunduran Mubarak setelah militer menyatakan memberikan dukungan untuk warga Mesir. Kemungkinan mundurnya Mubarak diperkuat dengan pertemuan Mubarak dan Suleiman.
(vit/nrl)

Baca Juga :

Jumat, 11/02/2011 14:05 WIB
Hariyadi Wirawan: Bisa Jadi Retorika dan Aksi AS Soal Mesir Beda
Nurvita Indarini – detikNews

 

Jakarta – AS telah menyerukan agar transisi damai dilakukan segera di Mesir. Namun Hosni Mubarak sepertinya tak terpengaruh. Dia masih kukuh bertengger di kursi presidennya.

Sulit dipercaya jika Mubarak tidak mendengar apa yang dikatakan AS. Maklum, AS dan Mesir memiliki hubungan yang mesra. Mesir merupakan sekutu kuat AS di kawasan Timur Tengah. Bisa jadi diam-diam AS mengamini tarik ulur yang dilakukan Mubarak.

“Bisa saja antara retorika Presiden Barack Obama dengan aksi AS berbeda,” kata pengamat hubungan internasional Hariyadi Wirawan, Jumat (11/2/2011).

Berikut ini wawancara detikcom dengan Dekan Jurusan Hubungan Internasional UI yang pernah belajar di Universitas Jawaharlal Nehru, India, ini:

Tuntutan yang disuarakan rakyat Mesir tidak didengar Mubarak. Apakah upaya revolusi mereka jadi sia-sia?

Apa yang tengah terjadi sekarang menunjukkan kalau Mesir itu adalah negara yang sangat penting, bukan saja di antara negara Arab tapi juga geostrategi negeri-negeri besar. Mesir adalah negara yang pernah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Kedudukan Mesir sangat vital bagi Barat karena kedekatannya dengan AS dan sejumlah negara Eropa. Apabila pergantian kekuasaan di Mesir terjadi secara serampangan menurut AS, artinya pemerintah sekarang digantikan siapa saja yang tidak sejalan dengan kepentingan Barat maka akan sulit dilakukan.

Jadi pasti ada kepentingan politik yang membuat Mubarak masih bertahan. Pertama karena kedekatan Mubarak dengan Barat. Kedua karena Mubarak adalah pemimpin yang mendukung arsitektur politik Timur Tengah. Jadi ketika ada negara yang anti Barat, berdiri Mesir sebagai salah satu yang pro Barat. Apalagi terkait dengan Israel-Palestina.

Ketiga, ada kepentingan AS di Timur Tengah, termasuk keseimbangan geostrategis dan masalah ekonomi. Ini terkait pula dengan energi karena pasokan energi AS itu dianggap banyak diperoleh dari Timur Tengah. Keamanan supply itu sangat tergantung negara yang kuat dan pro Barat. Karena ini, Mesir jadi begitu penting. Bisa saja antara retorika Presiden Barack Obama dengan aksi AS berbeda. Meskipun AS meminta transisi damai dalam retorikanya, namun aksinya tidak demikian.

Karena AS juga tengah mencari pengganti Mubarak?

Walaupun Obama meminta agar segera transisi damai, yang artinya kan Mubarak mundur saja, tapi saya curiga AS belum menemukan pengganti yang pas. Orang banyak bilang kalau Omar Suleiman yang akan dinaikkan. Tapi rasanya AS masih terlalu belum yakin Suleiman gantikan Mubarak. Itu yang paling utama. Kalau sudah lama temukan calon, Mubrak telah lama mental.

Mengapa tentara Mesir tidak mengambil alih pemerintahan?

AS punya pengaruh di tentara Mesir. Dalam keadaan amburadul, militer tidak melakukan kudeta, ini terlihat karena mereka menjaga kesetiaan pada Mubarak. Banyak perwira tinggi lulusan AS. Sejauh militer tidak melakukan apa pun maka tidak akan ada yang berubah.

Militer Mesir juga terpecah. Ada yang bertekad melindungi simbol-simbol negara sampai waktu yang ditentukan. Nah, kita lihat saja siapa yang masih kuat. Militer mesir masih cukup loyal pada Mubarak. Mereka tampaknya setuju ada skenario Mubarak akan bertahan hingga September 2011 dibanding penjatuhan.

AS juga masih melihat seberapa besar dukungan Ikhwanul Muslimin terhadap tokoh oposisi yang menonjol. Ada yang bilang ElBaradei kuat untuk menjadi presiden. Namun dia tidak punya pendukung di akar rumput. Nanti kalau naik jadi pemimpin, dikhawatirkan dia akan dibajak kelompok lain.

Masih banyak petinggi militer Mesir yang berkepentingan dengan bertahannya Mubarak?

Militer sekarang saya lihat terpecah. Jadi kapan pergantian dilakukan, bagaimana itu dilakukan juga terpecah. Tentara juga tidak ingin dianggap melindungi rezim buruk.

Suleiman yang juga mantan tentara sepertinya merasa pergantian tergesa-gesa membawa malapetaka. Situasi itu bisa membuat Mesir seperti Iran. Kalau gagal, maka kesempatan akan hilang semua.

AS ingin pastikan Suleiman bisa bertahan sebagai pemimpin. Sementara itu, oposisi tidak percaya pada Suleiman karena dianggap boneka (AS). Ada teori yang katakan elemen pro Mubarak mau pastikan tidak ada tuntutan tambahan dari masyarakat, misal minta diadili atas dugaan korupsi, pelanggaran HAM.

Karena biasanya kalau pemerintahan turun, ada tuntutan-tuntutan seperti itu. Petinggi militer yang terlibat pada korupsi atau pun pelanggaran HAM tentunya ingin mempertahankan diri. Mereka tidak mau diseret ke sana ke mari.

Mereka pasti maunya kebenaran dan rekonsiliasi, akui bersalah tapi lantas diampuni. Hanya saja Ikhwanul Muslimin kan bertekad mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab. Yang ditakutkan AS, Ikhwanul Muslimin akan membalik kebijakan Mesir yang di bawah Anwar Sadat dan Hosni Mubarak, termasuk perjanjian damai dengan Israel.

Jika Suleiman menjadi transitional government, maka AS akan memastikan syarat demokrasi ala mereka di Mesir tetap berjalan. AS juga ingin memastikan reformasi di Mesir akan menjaga capaian itu. Bila tidak tentu akan menyulitkan.

AS menegaskan akan membantu transisi di Mesir merupakan upaya mengamankan kepentinganya?

Jelas ada agenda dan kepentingan. Ini tentu agar kepentingannya tidak terganggu. AS tentu ingin mengimplementasikan kaidah demokrasi ala mereka dan memastikan kepentingan material (aset kekayaan) selamat dan non materal (agenda politik) selamat.

Kalau misalnya Iran berubah menjadi Republik Islam seperti Iran setelah revolusi, tentu AS akan kehilangan teman. Di Iran dulu, saat berada di bawah Syeh Reza Pahlevi sangat pro AS. Pahlevi lalu tumbang, dan naiklah Ayatullah Khomaini. Naiknya Khomaini, hubungan baik Iran-AS lalu bubar.

Mesir penting bagi AS dan negara Barat lainnya karena memiliki Terusan Suez. Kalau Mesir sampai dipegang Ikhwanul Muslimin dan Terusan Suez dipegang mereka tentu akan ada krisis baru. Ini akan membuat AS dan Israel merugi.

Jangan sampai terjadi juga, ketika AS mendukung pemilu demokratis di Palestina, tapi ketika Hamas menang, AS marah.

Penunjukan Omar Suleiman sebagai wapres juga bagian dari tarik ulur yang dilakukan Mubarak?

AS akan berusaha keras prinsip demokrasi bisa dihormati. Mubarak mundur itu pasti, tinggal kapan lalu what next, what to be done. AS ingin Mesir tidak boleh jatuh ke kalangan yang keras terhadap mereka. Mereka juga berharap, pemimpin Mesir selanjutnya tetap mendukung kebijakan pemerintahan sebelumnya terkait skenario keamanan di kawasan Timur Tengah.

AS tidak mau apa yang terjadi di Iran terjadi juga di Mesir. AS tampaknya ingin mengulur waktu dengan keberadaan (wapres) Omar Suleiman. Saya rasa Suleiman diminta untuk memastikan oposisi yang ikut pemilu adalah yang setuju demokrasi ala mereka.

Dicurigai yang berada di balik demonstrasi besar menuntut Mubarak turun ini adalah Iran. Karena itu AS takut. Apalagi ada kejadian di Tunisia, AS juga belajar. Kalau revolusi seperti yang diinginkan rakyat terjadi lantas yang naik di pemerintahan adalah oposisi yang keras dengan AS maka bertambah dua pemerintahan yang anti AS. Aroma anti AS di Timur Tengah akan semakin tercium.

Tentunya oposisi menyadari benar skenario tarik ulur ini?

Saya yakin sekarang ini tengah terjadi pembicaraan-pembicaraan tingkat tinggi antara berbagai pihak di Mesir, yakni pemerintah Mesir termasuk militer, kalangan oposisi dan AS.

Mubarak berupaya bertahan hingga September. Selama itu AS bisa bermain dalam Pemilu. Kalau oposisi menyepakati dan menandatangani kesepakatan siap menang dan siap kalah, lalu kemudian Suleiman menang, repot kan. AS senang Suleiman akan mengikuti garisnya Mubarak. Oposisi tahu itu. Mereka ingin ada lembaran baru. Ini permainan tinggi yang luar biasa. Saya yakin, pembicaraan tingkat tinggi berlangsung dengan Ikhawanul Muslimin.

Pidato Mubarak semalam kita pikir adalah pidato pengunduran dirinya,tapi ternyata tidak. Saat ini Mesir lagi dielus-elus. Apalagi banyak pejabat militer di Mesir yang merupakan didikan AS, bisa jadi akan bersimpati ke AS sehingga tidak masalah dengan tarik ulur ini.

(vit/nrl)

Jumat, 11/02/2011 10:44 WIB
Demonstran Mesir Akan Gelar Demo ‘Hari Kemarahan’ video foto
Rita Uli Hutapea – detikNews


Press TV

Kairo – Para demonstran Mesir benar-benar marah melihat pemimpin negara mereka, Presiden Hosni Mubarak bersikeras untuk menolak mundur. Warga pun bertekad menggelar aksi demo paling spektakuler di Kairo hari ini untuk mendesak mundurnya Mubarak dan wakilnya, Omar Suleiman.

Kelompok-kelompok oposisi seperti diberitakan Press TV, Jumat (11/2/2011) menyatakan, aksi demo hari ini akan dinamai sebagai demo “Hari Kemarahan”.

Para demonstran akan berjalan menuju Istana Kepresidenan di Heliopolis, Kairo. Massa tidak peduli dengan ketatnya pengamanan yang dilakukan militer di sekitar istana.

Sebelumnya pada Kamis, 10 Februari malam waktu setempat, ratusan ribu demonstran antipemerintah tumpah ruah di Lapangan Tahrir, Kairo yang selama ini menjadi pusat konsentrasi massa demonstran. Mereka tadinya berharap akan mendengar pengumuman mundur yang disampaikan Mubarak.

Namun nyatanya, presiden yang telah berkuasa selama 30 tahun itu tetap bersikeras menolak mundur. Mubarak cuma menyerahkan sebagian kekuasaannya pada wakilnya, Suleiman.

Mubarak menegaskan dirinya akan tetap menjadi presiden hingga September mendatang. Mubarak bahkan bertekad bahwa suatu hari nanti dia akan mati di Mesir dan bukannya mengasingkan diri ke luar negeri.

Para demonstran pun marah mendengar pidato Mubarak yang disiarkan di stasiun televisi Mesir tersebut. “Turun, Turun Mubarak!” seru para demonstran yang memadati Lapangan Tahrir. Malam itu lebih dari 200 ribu demonstran membanjiri Tahrir.

(ita/nrl)

Baca Juga :

Militer Desak Paksa Presiden Mundur

lokasi: Home / Berita / FOKUS / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 11/02/2011 | 09:45 WIB Militer Desak Paksa Presiden MundurKairo – Militer Mesir mengumumkan di televisi nasional memastikan Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur pada Kamis (10/2) waktu setempat. Militer mengambil alih kekuasaan setelah 17 hari Mesir diguncang demonstrasi besar.

Jenderal Hassan al-Roueini, komandan militer Kairo datang ke Tahrir Square, Di hadapan ribuan massa anti-pemerintah, dia mengatakan, “Semua tuntutan kalian akan terwujud hari ini.”

Kontan, massa yang ada di Tahrir Square berteriak, “Allah Akbar,” atau “Tuhan Maha Besar”, beberapa orang juga menangis, lainnya mengacungkan simbol kemenangan dengan mengacungkan dua jari yang artinya Victory.

Dewan Tinggi Militer mengadakan pertemuan pada hari ini tanpa dihadiri Mubarak. Mereka lalu mengatakan mendukung apa yang diminta oleh rakyat. Seorang juru bicara militer mengatakan semua ini dilakukan untuk menjaga negara dan memenuhi rakyat banyak. Pernyataan ini diberi label “communique number 1″ yang artinya menyarankan kudeta militer.

Dalam siaran televisi nasional Mesir, Menteri Pertahanan Field Marshal Hussein Tantawi duduk bersama dua lusin pimpinan militer, Adapun Mubarak sebagai pimpinan tertinggi tidak hadir, begitu juga dengan wakil presiden Omar Suleiman.

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokratik yang berkuasa, Hossam Badrawi mengatakan Mubarak kemungkinan akan memenuhi permintaan demonstran malam ini.

Dewan militer bertemu setelah gelombang protes terus membesar selama dua hari terakhir. Mogok massal terjadi, pegawai negeri sipil juga telah melawan atasannya dan bergabung dengan demonstran di Tahrir Square.

Pada hari ini, ratusan pengacara dengan jubah hitam menerobos barikade polisi dan berjalan mendekati Istana Presiden, Abdeen Palace, meski Mubarak tidak ada di sana. Selain pengacara, dokter dengan jubah putuh juga memenuhi jalan dan ikut bergabung dengan demonstran.

“Sekarang kami bersatu dengan satu tujuan, matahari telah terbit dan tidak akan tenggelam lagi,” kata salah satu pengacara yang ikut turun ke jalan, Said Bikri, sebelum pengumuman militer.

Kabar mundurnya Mubarak ini tampaknya semakin terang. Di Washington, Bos Dinas Rahasia CIA, juga telah mengatakan Mubarak kemungkinan mundur hari ini.

Mubarak Menolak Mundur
Presiden Mesir Hosni Mubarak kembali menegaskan tidak akan mundur dari jabatan yang ia pegang selama 30 tahun. Mubarak akan terus mempertahankan kekuasaannya dan baru mundur setelah pemilihan umum September mendatang.

Dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung di televisi pemerintah Mesir pada Jumat (11/2), Mubarak kembali menekankan komitmennya untuk menjalankan reformasi ekonomi dan melakukan transisi pemerintahan dengan damai. “Dan saya bersumpah tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan umum mendatang,” kata Mubarak seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pidato ini kontan membuat ratusan ribu massa yang berkumpul di Tahrir Square meradang. Mereka menduga Mubarak akan berpidato untuk mengumumkan pengunduran dirinya dan memberikan kekuasaannya kepada orang lain sampai pemilihan umum September mendatang.

Massa yang sudah menanti sambil mengibarkan bendera berubah, mereka membuka sepatu mereka dan mengangkat ke atas ke arah televisi yang menyiarkan pidato Mubarak dari Istana Presiden.

Sebelumnya, beredar kabar Mubarak akan mundur hari ini. Kepala Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) Leon Panetta mendapat informasi Presiden Mesir Hosni Mubarak mengundurkan diri malam ini, Kamis (10/2). Panetta mengatakan ini saat bertemu dengan Kongres AS.

“Kabar itu telah terdengar, Mubarak mundur malam ini, saya berharap akan segera terjadi transisi di Mesir,” kata Panetta yang berbicara di Kongres AS soal kondisi Timur Tengah terutama Mesir.

Dewan Tinggi Militer Mesir juga telah mengadakan pertemuan tanpa dihadiri Mubarak. Mereka lalu mengatakan mendukung apa yang diminta oleh rakyat. Seorang juru bicara militer mengatakan semua ini dilakukan untuk menjaga negara dan memenuhi rakyat banyak. Pernyataan ini diberi label “communique number 1″ yang artinya menyarankan kudeta militer

Bahkan Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokratik Hossan Badrawi. Kepada BBC, Bodrawi mengatakan kemungkinan Mubarak untuk mundur malam ini sangat besar.

Selama 17 hari terakhir Mesir terus diguncang demonstrasi besar. Massa anti-pemerintah menuntut Mubarak mundur dari kekuasaannya. Mereka juga menuntut reformasi dan perbaikan ekonomi.

Sejak berkuasa pada 1981, Mubarak mampu membuat negara di Afrika Utara itu stabil. Rahasianya, dia membangun hubungan baik dengan negara-negara Barat dan Israel. Namun di balik kestabilan, korupsi, kemiskinan dan kekerasan oleh negara tumbuh subur di Mesir.

Mubarak lahir 1928 di desa Kahel-el-Meselha. Dia tamat dari Akademi Militer pada 1949. Setelah perang Arab-Israel, Mubarak mendapat promosi menjadi Kepala Angkatan Udara Mesir, inilah pintu pertama dia masuk ke lingkaran elit politik.

Mubarak dikenal seorang pembantu setia Presiden Mesir Anwar Sadat. Dia diangkat jadi Wakil Presiden oleh Anwar Sadat pada 1975. Sejak itu dia memainkan peranan penting: membangun hubungan dengan negara-negara barat. Pada 1981, Sadat dibunuh, Mubarak naik menjadi orang nomor satu di Mesir.

Menjelang pidato Mubarak hari ini, Presiden Barack Obama juga mengatakan, “Kita akan melihat sebuah sejarah di Mesir.” Obama berjanji akan mendukung proses transisi menuju demokrasi. Mesir selama ini dikenal sebagai sekutu Amerika. Tiap tahun, Amerika memberi bantuan kepada militer Mesir sebesar 1,3 juta dolar.

Namun Mubarak membuat rakyat Mesir yang berkumpul di Tahrir Square kecewa. Ratusan ribu massa yang sebelumnya bersorak kemenangan untuk menyambut dikabulkannya tuntutan mereka, berubah menjadi ekspresi kemarahan dan kekecewaan.

Pimpinan Oposisi Iran Dalam Tahanan Rumah
Iran menahan pemimpin oposisi Mehdi Karroubi dalam tahanan rumah menyusul seruannya kepada masyarakat agar demonstrasi turun ke jalan menentang pemerintah. Penahahan itu berlangsung usai ribuan orang bergabung dengan Gerakan Hijau. Dalam pesannya melalui jejaring sosial website, Gerakan Hijau  meminta seluruh rakyat Iran, Senin, menunjukkan solidaritasnya dengan pengunjuk rasa di Mesir dan Tunisa.

Hossein Karroubi, putra pemimpin oposisi ini, mengatakan dia dan keluarganya dilarang mengunjungi kediaman ayahnya di Teheran yang dijaga ketat oleh lusinan petugas keamanan. “Saat saya mengunjungi ayah, sejumlah petugas mencegah saya masuk ke dalam rumah. Mereka tak mengijinkan siapapun masuk,” ujarnya. Dia menambahkan, “Ini merupakan pertama kali kejadian, pemerintah melarang ayah saya menemui kami serta keluarga dekat.”

Petugas dinas rahasia Iran juga menahan Taghi Rahmani selaku penasihat Mehdi Karroubi setibanya dia di rumah. Pada saat bersamaan, website oposisi melaporkan, serangkaian penahanan juga dilakukan terhadap aktivis politik dan jurnalis untuk mencegah agar tak ada pemberitaan rencana demonstrasi.

Pengelola website, Mir Hossein Mousavi, salah satu pemimpin oposisi lainnya, melaporkan bahwa polisi juga menahan Mohammad Hossein Sharifzadeghan, seorang profesor di Universitas Shahid Behesti sekaligus anggota tim kampanye Mousavi pada pemilihan presiden 2009.

Beberapa orang lainnya yang ditahan antara lain Mostafa Mirahmadizadeh, sekutu dekat Ayatullah Mohtazeri dikota suci Qom, dan Meysam Mohammadi serta Omid Mohaddes, keduanya adalah jurnalis. Sementara itu, selain melakukan penahanan terhadap para pemimpn oposisi, pemerintah juga memblok situs WordPress serta saluran internet.

Pengawal Revolusi dan militer memperingatkan kelompok-kelompok penentang pemerintah. Peringatan itu disampaikan Komandan Hossein Hamedani melalui kantor berita pemerintah IRNA bahwa para pemimpin oposisi itu adalah “antirevolusi dan bertindak sebagai mata-mata, kami akan menghantamnya.”

Gholam Hossein Mohseni-Ejehi, kepala kejaksaan Iran, mengatakan “jika seseorang ingin mendukung gerakan rakyat Tunisia dan Mesir, mereka harus bergabung dengan rezim dan rakyat, serta ambil bagian dalam demonstrasi 11 Februari.”

Jumat ini, kelompok prorezim akan merayakan peringatan ke-32 tahun Revolusi Islam Iran. Para pengamat percaya, demonstrasi yang sedianya digelar Senin itu sebagai tandingan pada acara perayaan revolusi yang diselenggarakan Jumat ini (11/2). Oleh karena itu, pemerintah perlu memberangusnya. (tempointeraktif/int)

 

Jumat, 11/02/2011 07:13 WIB
Secara De Facto, Suleiman Kini Memimpin Mesir
Ramadhian Fadillah – detikNews

Jakarta – Presiden Mesir Hosni Mubarak menolak mundur sebagai Presiden. Mubarak menyerahkan kekuasaannya pada Wakil Presiden Omar Suleiman. Kini Suleiman adalah pemimpin Mesir secara de facto.

“Presiden Mubarak telah menyerahkan kekuasaanya pada wakil presiden yang kini memiliki kewenangan penuh untuk memimpin. Jadi kita bisa menyebut Presiden Mubarak sebagai presiden de jure, dan Wakil Presiden Suleiman sebagai presiden secara de facto,” ujar duta besar Mesir untuk Amerika Serikat, Sameh Shoukry seperti ditulis AFP, Jumat (11/2/2011).

Menurut Shoukry, kini Suleiman adalah orang yang berkuasa penuh atas militer Mesir. Seluruh kewenangan presiden sudah dilimpahkan pada wakil presiden.

Apa kini Mubarok sudah benar-benar tidak memiliki kekuasaan lagi?

“Pemimpin Mesir secara de jure adalah Mubarak dan secara de facto adalah Suleiman,” jawabnya menggantung.

Namun penyerahan kekuasaan ini dinilai sama saja. Apalagi Suleiman adalah orang kepercayaan Mubarak. Sulit dipercaya jika Mubarak benar-benar meyerahkan kekuasaan, bisa saja Suleiman hanya menjadi boneka Mubarak.

Tokoh oposisi ElBaradai menilai Mubarak dan Suleiman adalah dwitunggal. Keduanya sama-sama ditolak rakyat mesir.

“Suleiman, Mubarak itu ‘dwitunggal’. Tidak ada yang diterima. Keduanya ditolak,” ujar tokoh oposisi Mesir, ElBaradei seperti ditulis CNN.

(rdf/ahy)

Baca Juga :

Jumat, 11/02/2011 04:13 WIB
Mubarak Tolak Mundur!
Ramadhian Fadillah – detikNews

Jakarta – Presiden Mesir Hosni Mubarak menyampaikan pidato resminya. Mubarak menegaskan dirinya tidak akan mundur dan tetap bertahan pada posisinya hingga masa jabatannya berakhir bulan September mendatang.

“Untuk menjamin pelaksanaan sesuai undang-undang. Saya akan meletakan jabatan saya pada pemilu di bulan September. Saya tidak akan mencalonkan diri lagi. Sudah cukup,” ujar Mubarak seperti disiarkan televisi Mesir dan berbagai stasiun televisi internasional, Jumat (11/2/2011).

Mubarak menegaskan semua yang dilakukannya demi kejayaan Mesir. Dia mengaku kondisi Mesir saat ini sedang kisruh. Demi kebaikan semua, dia tetap akan menyelesaikan masa jabatannya.

“Saya akan tetap tinggal. Semuanya demi Mesir yang jaya,” tambahnya.

Mubarak berharap ada transisi politik yang damai. Dia pun menjelakan kematian para martir membuatnya bersedih.

Sebagai jawaban atas tuntutan para demonstran, Mubarak berjanji untuk merevisi undang-undang. Dia berjanji perubahan undang-undang mesir akan membuat negara ini lebih demokratis.

Dalam pidato itu Mubarak tampak yakin dan percaya diri dengan ucapannya. Dia mengenakan setelan jas berwarna abu-abu.

Pidato Mubarak ini di luar perkiraan banyak pihak. Sebelumnya banyak pihak menduga isi pidato Mubarak adalah pengunduran diri sebagai presiden.
(rdf/ahy)

Baca Juga :

Jumat, 11/02/2011 09:42 WIB
Sikap beragam terhadap pidato Mubarak
BBCIndonesia.com – detikNews

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Husni MobarakSejumlah kepala negara tidak gembira dengan sikap Mubarak.

Sejumlah kepala negara menyampaikan beragam pendapat terhadap pidato Presiden Hosni Mubarak yang menyatakan penolakannya untuk mundur.

Sesaat setelah menyaksikan pidato Mubarak melalui televisi di pesawat kepresidenan, Air Force One, Presiden Amerika Barrack Obama langung melakukan pertemuan dengan tim kemanan nasionalnya.

“Pemerintah Mesir harus mengedepankan sikap yang kredible,kongkret dan tegas untuk melangkah menuju pemerintahan demokrasi yang sejati. Mereka saat ini belum menggunakan kesempatan yang ada sekarang,” kata Obama dalam pernyataan tertulisnya

Wartawan BBC di Amerika dalam laporannya mengatakan pemerintah AS sebelumnya memang menginginkan stabilitas dan tidak menyetujui dengan kondisi saat ini yang mereka sebut penuh ketidakpastian dan kebingungan karena sikap Mubarak.

Sementara itu Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak mengatakan saat ini keputusan masa depan negara itu sepenuhnya berada ditangan rakyat Mesir.

Sementara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan Mesir sekarang harus bisa menghindari bentuk pemerintahan diktator yang lain.

Presiden de facto

Menurutnya kondisi sekarang memang sudah tidak lagi terelakan bahwa Mubarak memang harus melepas kekuasaannya. 

“Ini memang tidak bisa dihindari. Apa yang saya harapkan adalah demokrasi di Mesir akan segera lahir dan tentu ini akan membutuhkan waktu untuk melengkapinya dengan rangkaian formasi politik, struktur dan prinsip berdemokrasi,” kata Sarkozy.

“Dan tentunya itu semua akan menuntun mereka menemukan jalan untuk berdemokrasi dan bukan justru menuntun mereka kepada sebuah bentuk kediktatoran lain.”

Daalm pidatonya Presiden Mesir, Husni Mubarak, mengatakan akan tetap memegang jabatannya dan mengalihkan kekuasaan setelah pemilihan presiden bulan September.

Pidatonya yang disiarkan lewat saluran TV nasional itu, bertentangan dengan laporan-laporan sebelumnya yang mengatakan dia siap untuk mundur.

“Saya mengajukan visi untuk memegang komitmen menjalankan tugas saya guna membawa negara ini keluar dari situasi sulit dan akan terus melanjutkan tugas ini dari jam pertama hingga seterusnya,” kata Mubarak.

Dia juga mengatakan akan mendelegasikan sebagian dari kekuasaan kepada wakil presiden, Omar Suleiman, namun akan mengabaikan dikte dari luar.

Lewat pidatonya, Mubarak menyatakan undang-undang keadaan darurat baru akan dicabut jika kondisinya sudah tepat.

Saat ini secara de facto jabatan Presiden Mesir dipegang oleh Omar Suleiman.

(bbc/bbc)

Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:

About these ads

0 Responses to “Politik : Revolusi Mesir Berkepanjangan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,301,682 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 129 other followers

%d bloggers like this: