10
Feb
11

Politik : Revolusi Mesir Memanas

Kamis, 10/02/2011 16:06 WIB
Mesir kritik Amerika soal reformasi politik
BBCIndonesia.com – detikNews

Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit

Menlu Mesir Ahmed Aboul Gheit mempertanyakan sikap Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit mengecam Washington karena menyerukan agar reformasi politik dipercepat.

Selain itu Aboul Gheit juga menolak tuntutan Amerika Serikat untuk mencabut negara dalam keadaan darurat.

Dia menyatakan Washington seharusnya tidak “memaksakan” kehendaknya terhadap “negara besar”.

Ribuan warga Mesir masih melakukan unjuk rasa sejak 25 Januari 2011 yang menyerukan agar Presiden Husni Mubarak mundur.

Aksi protes hari Rabu di Kairo menjalar ke Parlemen Mesir sementara insiden kekerasan dan aksi mogok terjadi di kota-kota lain.

Menjawab sikap Aboul Gheit, Gedung Putih mengatakan prakarsa transisi Mesir tidak memuaskan mereka yang menyerukan perubahan.

“Saya kira sudah jelas apa yang pemerintah ajukan belum memenuhi tuntutan minimum rakyat Mesir,” ujar juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs.

“Marah dan geram”

Dalam wawancara dengan badan penyiaran Amerika Public Broadcasting Service (PBS), Aboul Gheit Mesir bertahan terhadap “pergolakan” dan mengecam keras pernyataan Amerika mengenai Mesir termasuk dari Wakil Presiden Joe Biden.

Seruan terang-terangan dari Biden perlunya tindakan yang “cepat dan segera” dari Mesir merupakan sama dengan “memaksakan kehendak” terhadap sekutu lama Amerika, ujar Aboul Geit.

Mengenai soal keadaan darurat Mesir yang berlaku selama empat dasa warsa, Aboul Gheit mengaku “heran” oleh komentar Biden agar undang-undang itu dicabut.

Menlu Mesir ini mengatakan, kaburnya narapidana di tengah unjuk rasa jalanan berarti 17.000 orang kini berkeliaran di jalan-jalan.

“Bagaimana Anda meminta untuk mencabut undang-undang keadaan darurat sementara sekarang situasinya sulit? Beri saya waktu. Biarkan kami mengendalikan, menstabilkan negara dan kemudian memperhatikan isu ini,” katanya.

Setelah enggan secara terbuka terlibat dalam pertikaian internal Mesir, Gedung Putih dalam beberapa hari ini berulang kali meminta agar terjadi “transisi mulus” di Mesir.

Namun Aboul Gheit kritis terhadap sikap Washington selama beberapa hari pertama aksi protes.

“Empat dan lima hari pertama, pesannya membingungkan. Saya saat itu sering marah dan geram,” katanya.

“Namun melalui pembicaraan dengan pemerintah Amerika, saya kira sekarang Amerika memahami kesulitan situasi sekarang dan bahaya serta risiko menuju kekacauan tanpa akhir. Pesan pemerintah Amerika kini lebih baik,” tuturnya.

Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Kairo dan kota-kota lain dalam 16 hari ini menyerukan agar Husni Mubarak segera mundur.

Presiden Mubarak mengatakan dia berniat mundur setelah pemilihan presiden yang dijadwalkan bulan September.

(bbc/bbc)

Kamis, 10/02/2011 05:45 WIB
Aksi demonstran Mesir melebar
BBCIndonesia.com – detikNews

Sebagian demonstran anti-pemerintah beraksi di luar Lapangan Tahrir

Sebagian demonstran anti-pemerintah Mubarak beraksi di luar ibukota Mesir, Kairo

Demonstran anti-pemerintah di Mesir melanjutkan protes dengan melebarkan aksi di luar Lapangan Tahrir di Kairo.

Lebih dari 100 ribu demonstran berkumpul di jantung ibukota Mesir, Kairo, mengulangi tuntutan mereka agar Presiden Husni Mubarak segera turun.

Di Lapangan Tahrir, banyak demonstran marah atas pernyataan wakil presiden Mesir, Omar Suleiman, yang memperingatkan kudeta mungkin terjadi jika dialog kubu oposisi dengan pemerintah gagal.

Kelompok-kelompok oposisi khawatir bahwa pemerintah mengulur-ngulur waktu dan akan lalai menggulirkan perubahan yang bermakna.

Wartawan harian Kompas di Kairo mengatakan kepada BBC bahwa pernyataan Suleiman itu bisa dilihat sebagai bagian dari upaya pemerintah Presiden Mubarak untuk mendapat konsesi dari oposisi dan massa demonstran anti-pemerintah.

Kubu oposisi dan demonstran anti-pemerintah tetap menuntut Presiden Mubarak segera lengser.

Sementara itu, ratusan demonstran memblokadir ke kompleks Majelis Rayat dengan berkemah di luar gedung yang menjadi kantor parlemen Mesir.

Gedung, yang berlokasi beberapa ratus meter di selatan Lapangan Tahrir, kini dijaga oleh tentara bersenjata.

Wartawan BBC Jim Muir di Kairo melaporkan bahwa massa demonstran memandang parlemen saat ini ilegal, sebab hasil pemilihan tahun lalu, yang dianggap banyak kalangan dicurangi.

Peluru tajam

Meski unjuk rasa anti-pemerintah berlangsung di beberapa tempat, lapangan Tahrir tetap menjadi titik pusat demonstrasi tempat ribuan orang berkumpul dan sebagian massa menginap di sana.

Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan pekerja perusahaan listrik negara dan petugas museum unjuk rasa hari Rabu.

Namun, tujuan wisata ternama Mesir, Piramid di Giza kembali dibuka untuk wisatawan.

Di bagian barat daya Mesir, aparat keamanan mengatakan pecah bentrokan antara massa demonstran dan polisi.

Sedikitnya dua orang teewas dalam kerusuhan di oasis Kharga di belahan selatan Mesir. Polisi dilaporkan melepaskan tembakan peluru tajam ke arah massa demonstran.

Kantor berita AP mengatakan sekitar 8.000 demonstran di Provinsi Assiut di selatan memblokir jalan bebas hambatan utama dan jalur KA ke Kairo dengan batang pohon kurma yang terbakar.

Di Port Said, ratusan demonstran menyulut kebakaran di kantor gubernur.

(bbc/bbc)

Kamis, 10/02/2011 16:55 WIB
Demo Mesir Masuki Hari ke-17, Ribuan Dokter Mogok video foto
Rita Uli Hutapea – detikNews


Press TV

Kairo – Aksi demo antipemerintah terus berlangsung di Mesir. Memasuki hari ke-17, ribuan demonstran tetap memadati Lapangan Tahrir yang selama ini menjadi pusat konsentrasi massa di Kairo. Di tengah aksi demo tersebut, ribuan dokter melakukan aksi mogok kerja.

Menurut media Al Jazeera, Kamis (10/2/2011), sekitar 5 ribu dokter dan mahasiswa kedokteran akan melakukan aksi mogok kerja hari ini. Para dokter itu memang tidak datang langsung ke Lapangan Tahrir untuk berdemo namun mereka akan bergabung dengan para pekerja lain yang telah melakukan mogok kerja sejak Rabu, 9 Februari kemarin.

Sekitar 20 ribu pekerja pabrik di seluruh Mesir telah mogok kerja sejak kemarin. Mereka menginginkan kenaikan gaji. Sebagian pekerja juga menginginkan Mubarak mundur. Selain itu, lebih dari 3 ribu pekerja kereta api juga ikut melakukan pemogokan.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda Presiden Mesir Hosni Mubarak akan meletakkan jabatannya. Padahal para demonstran menginginkan Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun itu untuk mundur secepatnya.

Kelompok-kelompok oposisi menyatakan, aksi demo besar-besaran akan kembali digelar pada Jumat, 11 Februari besok. Para demonstran akan berjalan menuju Istana Kepresidenan guna memaksa Mubarak mundur.
(ita/nrl)

Baca Juga :

Kamis, 10/02/2011 16:08 WIB
AS Desak Mesir Untuk Penuhi Tuntutan Demonstran foto
Rita Uli Hutapea – detikNews

AFP

Washington – Pemerintah Amerika Serikat tampaknya kian tak sabar melihat pergolakan yang terus berlangsung di Mesir. Juru bicara (jubir) Gedung Putih Robert Gibbs mencetuskan, pemerintah Mesir harus berbuat lebih banyak untuk memenuhi tuntutan-tuntutan demonstran akan perubahan politik.

Dikatakan Gibbs, Washington menunggu langkah-langkah nyata, konkret guna mempercepat transisi di Mesir.

“Apa yang Anda lihat terjadi di jalan-jalan di Kairo tidaklah begitu mengejutkan jika Anda melihat kurangnya langkah-langkah yang telah diambil pemerintah mereka untuk memenuhi kekhawatiran mereka,” tutur Gibbs seperti dikutip kantor berita Reuters, Kamis (10/2/2011).

Hal ini disampaikan Gibbs setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Ahmed Aboul Gheit mencetuskan bahwa Washington ingin memaksakan kehendaknya pada Kairo.

Biden pada Selasa, 8 Februari waktu setempat, menyebutkan langkah-langkah yang harus diambil Mesir di tengah tak kunjung usainya aksi demo terhadap Mubarak. Menurut Biden, pemerintah Mesir harus segera melakukan reformasi politik dan mengakhiri UU keadaan darurat yang mengizinkan penahanan individu tanpa dakwaan.

Pernyataan Biden itu disambut kesal oleh Menlu Mesir Ahmed Aboul Gheit. “Ketika Anda bicara soal segera, secepatnya, sekarang, seakan-seakan Anda memaksa sebuah negara besar seperti Mesir, teman yang hebat yang selalu mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat, Anda memaksakan kehendak Anda padanya,” cetus Gheit dalam wawancara dengan stasiun TV Amerika, PBS seperti dilansir Reuters, Kamis (10/2/2011).

Diimbuhkan Gheit, sejak awal dimulainya aksi demonstrasi di Mesir, dirinya sering marah dan kesal pada apa yang dianggapnya sebagai pesan membingungkan dari pemerintah AS seiring terjadi pergolakan di Mesir.

(ita/nrl)

Kamis, 10/02/2011 01:20 WIB
Ikhwanul Muslimin Tegaskan Tak Ingin Ambil Alih Pemerintahan Mesir
Novi Christiastuti Adiputri – detikNews


AFP

Kairo – Kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin menegaskan, pihaknya tidak ingin mengambil alih pemerintahan di Mesir. Mereka menyatakan hanya ingin demokrasi ditegakkan di Mesir.

“Ikhwanul Muslimin tidak mencari kekuasaan,” ujar salah satu anggotanya, Mohammed Morsi dalam sebuah konferensi pers di Kairo, seperti dilansir CNN, Rabu (9/2/2011).

Morsi menyatakan, pihaknya tidak berniat untuk mengisi kandidat presiden Mesir. Menurut Morsi, Ikwanul Muslimin hanya ingin berpartisipasi dalam demokrasi di Mesir.

“Kami ingin berpartisipasi, bukan untuk mendominasi. Kami tidak memiliki kandidat presiden, kami ingin berpartisipasi dan membantu, kami tidak mencari kekuasaan,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Blok Parlemen Ikhwanul Muslimin, Mohammed Katatny menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyebut bahwa organisasi tersolid di Mesir ini akan mendorong Mesir menjadi negara syariah Islam pasca Hosni Mubarak lengser.

“Kami menolak negara agama,” tegas Katatny.

Selama ini, muncul kekhawatiran jika Ikhwanul Muslimin berada di balik aksi demonstrasi besar-besaran di Mesir untuk menggulingkan Hosni Mubarak. Ditakutkan mereka nantinya akan membajak gerakan pro demokrasi di Mesir.

Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan oposisi terbesar dan paling terorganisir di Mesir ini, dibentuk tahun 1928 oleh Hassan al-Banna. Namun organisasi ini dilarang oleh pemerintah, alasannya karena Mesir tidak mengakui organisasi dengan agenda agama. Para anggotanya pun dilarang ikut serta dalam pemilihan presiden.

Tapi pada pemilu tahun 2005, seorang dari Ikhwanul Muslimin mengajukan diri sebagai calon independen. Mereka juga berhasil mendapatkan 88 kursi dari total 444 kursi parlemen.

Namun, kemenangan ini justru digunakan Mubarak untuk mengamandemen konstitusi Mesir dengan membatasi kandidat dari luar partai yang berkuasa, Partai Nasional Demokrat, untuk bersaing merebut kursi parlemen.

Banyak anggota Ikhwanul Muslimin diduga ikut menjadi bagian dalam demonstrasi yang pecah pada 25 Januari lalu. Diperkirakan sekitar 15-20 persen dari para demonstran adalah pengikut Ikhwanul Muslimin.

(nvc/anw)

Baca Juga :

Kamis, 10/02/2011 15:46 WIB
Dubes Iran Farazandeh: Saatnya yang Ditindas Menang
Fitraya Ramadhanny – detikNews

 

Jakarta – Gelombang demonstrasi di Timur Tengah terus menjalar dari Tunisia, Mesir dan kini Yaman. Iran menilai hal ini wajar setelah sekian lama negara-negara di Timur Tengah hidup dalam tekanan rezim.

Hal ini disampaikan Dubes Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh dalam perbincangan dengan detikcom di Kedubes Iran, Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta, Rabu (9/2/2011). Menurut dia, apa yang terjadi di Timur Tengah adalah awal dari proses demokratisasi.

“Saatnya yang ditindas menang atas yang menindas,” kata Farazandeh.

Kepada detikcom, Farazandeh bercerita soal pandangannya terhadap situasi Timur Tengah saat ini, serta harmonisnya hubungan antara Iran dengan Indonesia. Berikut wawancara detikcom dengan Farazandeh:

Bagaimana kondisi hubungan Indonesia dengan Iran?

Hubungan Indonesia dan Iran terus berkembang sejak revolusi Iran dan terus tumbuh. Banyak pemahaman satu sama lain dan kebersamaan yang dibangun karena basis ideologi dan sifat rakyatnya.

2 Negara ini hubungannya sangat baik, secara bilateral maupun internasional. Kita sama-sama anggota Non Blok dan kami sangat menghargai semangat Non Blok.

Hubungan perekonomian kita berkembang. Neraca perdagangan kedua negara mencapai US$ 1 miliar dan potensi ini bisa terus dikembangkan kapabilitasnya. Ada joint venture antara pihak Indonesia dan Iran dan banyak hal yang bisa dieksplor.

Nanti rencananya ada delegasi perdagangan ke Iran. Pihak swasta dari Indonesia akan bertemu dengan pihak dari Iran.

Bagaimana hubungan politik Indonesia dan Iran sekarang?

Kami menikmati hubungan bilateral Indonesia dan Iran. Kita saling mendukung di dalam forum internasional. Di Forum PBB kita juga saling mendukung. Kami berharap lebih banyak pembangunan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan.

Bagaimana anda melihat Indonesia terhadap situasi politik internasional?

Dari pemahaman saya dari masyarakat anda, saya juga baru di negara ini, ada semangat tidak memihak dari orang Indonesia. Kalian juga punya pemikiran yang jelas soal kondisi internasional, tahu siapa pemain besar dalam politik internasional. Punya latar penjajahan kolonial yang kuat, kalian juga sudah tahu kalau pemikiran itu bisa disetir dan ada yang namanya mesin propaganda.

Indonesia adalah negara besar, demokratis dan berkembang setiap hari. Ideologi Pancasila jadi pilar bangsa kalian dengan nilai persatuan dan kemerdekaan.

Iran melihat bagaimana terhadap sikap Indonesia soal isu Timur Tengah?

Sikap Indonesia soal Timur Tengah sudah jelas. Sikap politisnya soal Palestina juga sudah jelas. Soal masalah lain juga jelas. Indonesia telah memainkan perannya.

Lantas bagaimana Anda melihat situasi Timur Tengah sekarang, terutama Mesir?

Imam Khumaini Rahmatullah pernah bilang, ini adalah abad kemenangan yang ditindas terhadap yang menindas. Ini juga waktunya kebangkitan Islam. Seperti juga Indonesia, dari Perang Dunia I, Perang Dunia II, lalu Indonesia merdeka dan menyebarkan kebangkitan ini ke seluruh negara.

Selama ini (di Timur Tengah), mesin propaganda bekerja, uang telah dibayar dan otot militer telah dikencangkan. Rakyat selama ini menunggu, lalu mereka bangkit dan menuntut haknya. Cepat atau lambat mereka akan meraih apa yang menjadi keinginan mereka. Mungkin butuh waktu, tapi nanti mereka meraihnya.

Anda percaya yang terjadi di Mesir akan seperti Revolusi Iran?

Saya belum tahu akan seperti apa hasilnya. Ini tergantung rakyat Mesir memutuskan dan meraihnya.

Sepengetahuan Anda, sepenting apakah Mesir untuk AS dan Israel?

Coba anda pikir, apakah rakyat Mesir sebenarnya mau berteman dengan AS? Indonesia mungkin jauh dari Timur Tengah, kan kalian nggak punya akses ke Gaza. Orang Palestina kan menggunakan terowongan untuk memasukan barang-barang dari Mesir ke Gaza. Jadi situasinya sangat berbeda di Mesir.

Saya percaya orang Mesir akan menentukan nasibnya sendiri dan mereka sedang berusaha meraihnya. Tapi AS dan Israel ingin status quo bertahan di Mesir. Tapi rakyat Mesir melihat situasinya dan mereka ingin sesuatu yang berbeda. Keinginan rakyat Mesir kontras dengan kekuatan hegemoni di sana.

Revolusi Islam adalah satu-satunya revolusi Islam di dunia setelah era Nabi Muhammad. Revolusi Islam adalah gerakan berkelanjutan dari rakyat Iran. Setelah 32 tahun, semua berusaha menghentikan Iran, semua dikaitkan dengan isu fundamentalisme. Terutama setelah peristiwa 11 September sampai dengan Guantanamo dan Abu Gharaib.

Revolusi Iran adalah pesan 32 tahun lalu oleh orang Iran. Ada sebuah kerajaan yang didukung AS, menjadi polisi untuk kawasan Timur Tengah, lokasinya strategis di Timur Tengah, AS bilang tempat yang damai. Begitu revolusi, semuanya habis. Ini adalah keputusan rakyat.

Sekarang, kita dihukum AS atas apa yang kita lakukan. Semua tuduhan ditujukan terhadap Iran. Kami bangsa berbudaya, religius, bangsa cinta dan puisi. Sekarang kami dibilang yang paling buruk.

Siapa kira-kira yang akan menjadi pemimpin di Mesir kalau Hosni Mubarak jatuh? Wapres Omar Suleiman atau oposisi El Baradei?

Saya pikir kita harus wait and see. Ini kan cuma bagian awalnya. Iran juga revolusinya kan diawalai dari Juni 1973 saat Imam Khumaini berpidato, lalu menjadi gerakan di seluruh Iran. Semua orang bangkit. Termasuk juga tentara, tanpa pertempuran dan pembunuhan, tentara lepas baju dan mereka pulang ke rumah.

Lalu Saddam Hussein menjadi boneka AS dan memerangi kita, membom kita. Lihat apa yang dialami Saddam sekarang.

Apa revolusi di Mesir akan sama dengan di Iran?

Beda. Revolusi Iran berbeda karena ada Imam Khumaini sebagai pemimpin. Pemerintah yang ditentang pasti menawari rekonsiliasi, silakan anda menjalankan pemerintahan. Imam Khumaini bilang tidak. Shah harus pergi, raja harus pergi. Lalu dia tunjuk orang jadi Perdana Menteri dan membangun pemerintahan dan membentuk parlemen. Mereka semua menerima perintah Imam Khumaini termasuk militer yang menganggap dia sebagai panglima tertinggi militer.

Apakah Timur Tengah kekurangan kepemimpinan?

Saya bisa asumsikan demikian.

Setelah Tunisia, Mesir dan lalu Yaman, apakah gelombang demonstrasi ini akan menyebar di Timur Tengah?

Saya tidak punya analisa untuk setiap negara. Tapi anda bisa lihat kalau rakyat tidak mau menjadi boneka untuk negara lain. Mereka juga ingin dihargai bangsa lain.

Apakah kesan anda dengan Indonesia?

Yang terkesan pertama kali adalah angin yang sepoi-sepoi, lalu hujan. Negeri kalian diberkati Allah. Kekayaan alamnya melimpah, ada minyak, gas, pertanian. Orang-orangnya cantik dan tampan. Mereka pekerja keras dan tidak banyak menuntut, ramah, baik, sopan. Hati rakyat Indonesia terbuka, kalian juga punya pemahaman yang jelas, orang-orangnya bertoleransi, agama menjadi panduan hidup. Pandangan kalian tajam soal perkembangan di dunia.

Saya ingin lebih banyak kontak di antara rakyat ke dua negara. Saat ini hanya ada sekitar 150 orang Iran di Indonesia, kebanyakan bekerja sisanya kuliah. Saya ingin lebih banyak mahasiswa Iran kuliah di Indonesia, tapi bahasa menjadi kendala. Untung sekarang banyak universitas di Indonesia membuka kelas internasional sehingga lebih memudahkan.
(fay/vit)

About these ads

0 Responses to “Politik : Revolusi Mesir Memanas”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,309,554 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers

%d bloggers like this: