31
Dec
10

Politik : UU ParPol Berangus Partai Menengah dan Kecil [PAN]

Kamis, 30/12/2010 18:35 WIB
PAN: UU Parpol Berangus Partai Menengah dan Kecil
Hery Winarno – detikNews


foto: detikcom

Jakarta – Ketua Bidang Politik dan Komunikasi DPP PAN Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa PAN merasa kecewa dengan pengesahan Undang-Undang Partai Politik, beberapa waktu lalu di DPRRI. Menurutnya UU tersebut akan membuat partai menengah dan kecil menjadi mati.

“Bukan membuat sitem partai yang lebih efektif, tetapi UU justru ini pemberangusan yang dibungkus istilah penyederhanaan  partai. Kami terpukul dengan UU ini,” kata Bima Arya.

Hal ini sampaikan Arya dalam diskusi ‘Refleksi Akhir Tahun, Evaluasi di Bidang Hukum, Politik dan Ekonomi’ di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2010).

Syarat adanya verifikasi Partai dengan harus memiliki pengurus 100 persen di provinsi, 75 persen di Kabupaten/ kota, dan 50 persen di tingkat kecamatan dinilai merupakan sebuah pemberangusan untuk partai-partai kecil.

“PAN yang menyuarakan konvederasi merasa terpukul begitu disahkannya UU Parpol ini, desain ini terlalu kejam, dengan tidak memberi ruang bagi keberagaman,” tambahnya.

Menurut Bima, dengan disahkannya UU tersebut tidak hanya partainya yang akan menjadi tumbal, partai menengah lainnya juga akan menjadi korban.

“UU ini jangankan partai baru, PKS atau PKB pun belum tentu selamat, sistem politik Indonesia saat ini tidak memberikan tempat bagi keberagaman yang saat ini sudah hidup dan berkembang di masyarakat,” tandasnya.

(her/van)

Baca Juga :

RUU Pemilu

Antara

Antara
Penyederhanaan Parpol Isu Sentral Perubahan UU Pemilu

Jakarta (ANTARA) – Indonesian Parliamentary Center memprediksi penyederhanaan partai politik akan menjadi isu sentral pada proses perubahan Undang-Undang No.10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD.

“Penyederhanaan partai politik khususnya yang akan masuk ke DPR menjadi isu sentral dalam perubahan UU No.10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD,” kata Ahmad Hanafi dari Research dan Study Division Indonesian Parliamentary Center (IPC) dalam Refleksi Akhir Tahun 2010 yang disampaikan kepada pers di Jakarta, Jumat.

Dia mengungkapkan, fraksi-fraksi di DPR akan tarik-menarik mengenai usulan besaran PT (Parliamentary Treshold) yang akan diterapkan. Fraksi besar seperti Golkar mengusulkan angka 5 persen PT. Sedangkan fraksi kecil cenderung untuk mempertahankan angka 2,5 persen.

Selama ini, kata dia, anggota DPR hanya beranggapan instrumen untuk menyederhanakan jumlah partai politik hanya melalui PT. Padahal pemberlakuan PT memiliki konsekuensi besar, yaitu potensi suara hilang dan bisa mematikan kompetisi partai politik yang pada akhirnya memunculkan oligarki segelintir partai politik saja.

DPRD

Menurut dia, penyederhanaan partai politik tidak hanya dilakukan di DPR saja. Penyederhanaan juga perlu dilakukan di DPRD baik ditingkat Propinsi maupun kabupaten/kota.

Untuk menyederhanakan jumlah partai politik di DPR dapat dilakukan dengan berbagai cara atau instrumen sistem pemilihan umum, di antaranya dengan memperkecil besaran daerah pemilihan (district magnitude) dari 3-10 kursi setiap Dapil DPR atau 3-12 kursi setiap Dapil DPRD menjadi 3-6 kursi setiap Dapil DPR dan DPRD.

“Dengan menerapkan sistem ini, penyederhanaan akan bisa efektif berjalan tanpa konsekuensi yang begitu besar,” katanya.

Dari tiga paket UU politik yang dibahas di DPR di tahun 2010, tampak sekali ada kepentingan partai politik yang mencoba disisipkan dalam perubahan UU. Dalam perubahan UU 22/2007, partai politik mencoba untuk mengkooptasi penyelenggara pemilu dengan masuk dalam penyelenggara pemilu baik di KPU dan Bawaslu (walaupun mengundurkan diri) maupun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Di perubahan UU Partai Politik, partai-partai yang ada di DPR menghambat tumbuh dan berkembangnya partai baru, padahal hal ini dijamin oleh UUD 1945. Dalam perubahan UU pemilu legislatif partai politik yang ada di DPR ada keinginan untuk mempertahankan kekuasaannya dengan mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi.

Pada hakekatnya, kata dia, hal itu merupakan suatu kelumrahan karena memang watak partai politik untuk memperjuangkan kepentingannya masing-masing. Akan tetapi akan menjadi masalah apabila kepentingan partai politik yang diperjuangkan sampai mengorbankan kepentingan bangsa dan negara.

Untuk itu, dalam melakukan perubahan paket UU politik DPR harus lebih terbuka dengan gagasan-gagasan publik, bahkan membuka seluas-luasnya akses publik untuk bisa memberikan masukan karena hal ini juga merupakan amanat UU baik UU No.10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan perundang-undangan dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

RUU Pemilu

Republika

Republika -
Penyederhanaan ParPol, Isu Sentral RUU Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Indonesian Parliamentary Center memprediksi penyederhanaan partai politik akan menjadi isu sentral pada proses perubahan Undang-Undang No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD.

“Penyederhanaan partai politik khususnya yang akan masuk ke DPR menjadi isu sentral dalam perubahan UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD,” kata Ahmad Hanafi dari Research dan Study Division Indonesian Parliamentary Center (IPC) dalam Refleksi Akhir Tahun 2010 yang disampaikan kepada pers di Jakarta, Jumat.

Dia mengungkapkan, fraksi-fraksi di DPR akan tarik-menarik mengenai usulan besaran PT (parliamentary threshold) yang akan diterapkan. Fraksi besar seperti Golkar mengusulkan angka 5 persen PT. Sedangkan fraksi kecil cenderung untuk mempertahankan angka 2,5 persen.

Selama ini, kata dia, anggota DPR hanya beranggapan instrumen untuk menyederhanakan jumlah partai politik hanya melalui PT. Padahal pemberlakuan PT memiliki konsekuensi besar, yaitu potensi suara hilang dan bisa mematikan kompetisi partai politik yang pada akhirnya memunculkan oligarki segelintir partai politik saja.

About these ads

0 Responses to “Politik : UU ParPol Berangus Partai Menengah dan Kecil [PAN]”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,187,888 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 120 other followers

%d bloggers like this: