Archive for July, 2010



13
Jul
10

Pemerintahan Bersih : Pemberantasan Korupsi Cuma Tebar Pesona

Pemberantasan Korupsi Cuma Tebar Pesona

lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 12/07/2010 | 11:56 WIB Pemberantasan Korupsi Cuma Tebar Pesona

Pemberantasan Korupsi Hanya Sebatas Tebar Pesona

Presiden SBY dalam wawancaranya dengan wartawan saat menjawab pertanyaan wartawan Swiss tentang komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi menyatakan bahwa sejak hari pertamanya memimpin ia sangat bersunggung-sungguh dalam memberantas korupsi. Ia mengaku banyak hal yang telah dicapai penegakan hukum, good governance, dan bidang-bidang lainnya. Dan saat ini, aku SBY, Indonesia telah memasuki era yang lebih baik. Benarkah atau hanya pamer pesona semata?

Beberapa waktu lalu, Petisi 28 mengajukan tujuh permintaan yang harus dipenuhi KPK jika perkara dua Pimpinannya nantinya dihentikan demi kepentingan umum. Yaitu segera mengusut tuntas seluruh skandal korupsi termasuk yang melibatkan pihak istana negara karena mereka menduga Istana telah melakukan tujuh tindak dugaan pidana korupsi.

Tujuh kasus yang dilaporkan itu adalah korupsi bailout Bank Century, korupsi sistem teknologi informasi KPU, pengemplangan pajak pengusaha Paulus Tumewu, aliran dana Pemilu Djoko Suyanto yang kini menjadi Menko Polhukam, korupsi proyek pabrik semen di Palembang yang melibatkan Ketua DPR RI Marzuki Alie, aliran dana ke Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun dan kasus yang diungkapkan oleh mantan Menkumham Yusril Ihza Mahendra.

“Kami meminta agar KPK segera mengusut ketujuh kasus tersebut. Untuk kasus terakhir, KPK harus segera meminta keterangan Yusril Ihza Mahendra terkait adanya isu mengenai Menteri Sekretaris negara Sudi Silalahi disogok $US10 juta dan Jaksa Agung Hendarman Supandji US$3 juta,” ungkap aktivis 28 Haris Rusly.

Sementara itu, aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menilai bahwa SBY harus menghunuskan pisau penegakan hukum atas kasus korupsi terutama di rumahnya sendiri (istana negara). Karena menurutnya kasus-kasus korupsi sebetulnya banyak dilakukan oleh kalangan Istana yang kebal hukum. Beberapa kasus dugaan korupsi di atas menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi di Istana tidak pernah beres dan diproses secara tuntas.

Selenjutnya, Adhie Massardhi melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Partai Demokrat yang kini berada di bawah kepemimpinan Anas Urbaningrum juga banyak kejanggalan. Partai Demokrat yang konon katanya memperjuangkan ‘bersih’ dan menjunjung tinggi demokrasi dan hukum nyatanya kerapkali bertentangan dengan semangat demokrasi. Banyak orang-orang yang masuk dalam pengurus pusat partai Demokrat diduga terlibat dalam perkara korupsi yang besar.

Kasus Andi Nurpati juga demikian. Partai Demokrat seakan-akan bermain dalam kelonggaran hukum seraya tidak menghargai etika politik dan hukum yang berlaku. Sebab itu, Adhie Massardhi menilai bahwa sebetulnya Partai Demokrat juga mesti dikenakan sanksi atas penunjukkan Andi Nurpati sebagai pengurus partai.

Da’i sejuta umat, KH Zainuddin MZ pun menyerukan agar pemberantasan korupsi di Indonesia di era pemerintahan SBY jangan hanya sekadar tebar pesona. “Kita memang sedang mengalami setback, terutama dalam tekad memberantas korupsi,” seru Zainuddin seperti dilansir sejumlah media massa. “Pelemahan KPK dan penyiksaan terhadap aktivis ICW. Itu pemandulan terhadap upaya pemberantasan korupsi,” imbuhnya.

Ulama kharismatik ini mengingatkan secara implisit, tindakan SBY menjenguk aktivis ICW Tama S Lankun di Rumah Sakit, jangan hanya untuk pencitraan diri dan tebar pesona. “Alangkah lebih baik kalau tanpa menjenguk pun ia sudah punya political will untuk memerintahkan penyelesaian masalah tersebut. Kalau cuma jenguk tanpa tindakan lebih lanjut, saya pikir itu cuma tebar pesona saja,” tutur Zainuddin MZ ditemui di Pesantren Darul Ma’arif, tempat mendiang Idham Chalid disemayamkan.

Gejala penegakan hukum di Indonesia mulai dari kasus Bibit-Chandra, Susno Duadji, dan dugaan korupsi yang melibatkan Istana nampanya bertolak belakangan dengan apa yang diungkapkan oleh SBY di atas. Pernyataan SBY tersebut hanyalah pamor sensasi dan pesona belaka tanpa fakta yang jelas. Bukannya mereka (masyarakat luar negeri) tidak tahu. Mereka mungkin tahu dan tertawa dalam hati mendengar apa yang diungkapkan oleh SBY soal pemberantasan korupsi dan hukum tersebut. (Boy M)

12
Jul
10

Kependudukan : BPS catat 237 Juta Penduduk Indonesia

BPS: 237 Juta Penduduk RI, Laki-laki Lebih Banyak

lokasi: Home / Berita / FOKUS / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 01/07/2010 | 18:32 WIB BPS: 237 Juta Penduduk RI, Laki-laki Lebih Banyak

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk Indonesia dalam sensus tercatat tembus 237 juta orang. Namun angka jumlah penduduk ini tidak akan melebihi 238 juta orang.

“Angka masih proses angka yang telah masuk sudah lewati 237 juta. Tidak akan tembus 238 juta. Ini momentum akan kita kejar agar 16 Agustus bisa diumumkan Presiden di DPR dalam paripurna,” ujar Kepala BPS Rusman Heriawan saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Berdasarkan perolehan jumlah penduduk tersebut, Rusman menyatakan jumlah laki-laki masih terbanyak dibandingkan jumlah perempuan.

“Ya Tuhan Maha Adil. Masih banyakan laki-laki daripada perempuan. Kaltim banyak laki-laki dibandingkan perempuan karena lapangan kerja lebih banyak ke pertambangan. Di Sumatera Barat, perempuan lebih banyak dibanding laki-laki karena banyak yang merantau,” ujarnya.

Rusman menyatakan per 30 Juni 2010 pelaksanaan sensus penduduk telah berakhir dan tidak ada lagi perpanjangan waktu hingga Juli 2010. “Kami sudah menyelesaikan sampai 100 persen pada 30 Juni ini dan mudah-mudahan Tuhan mengizinkan,” harapnya.

Rusman menjelaskan, beberapa waktu lalu sisa data yang harus dikumpulkan justru sebagian besar menunggu dari penghuni apartemen di Jakarta.  Untuk itu dia mengharapkan ada kesadaran dari penghuni apartemen yang selama ini jadi sorotan guna mengisi formulir yang disediakan.

Bila ada masyarakat yang kurang kooperatif dalam pelaksanaan sensus penduduk, pihaknya masih bisa melakukan persuasif dan belum memberlakukan proses hukum. Tapi jika ada yang kelewatan maka BPS tak segan-segan untuk mengenakan sanksi.

Sedangkan untuk penduduk ‘istimewa’ yang ditemukan dalam sensus penduduk, Rusman menyatakan BPS akan lakukan pengecekan data untuk mendapatkan bukti atas pernyataan yang telah diberikannya. Pasalnya, hal tersebut menyangkut wibawa BPS.

“Untuk orang tua di Indonesia yang mengaku berumur 140-120 tahun. Kalau dia bilang 140 buktinya apa, harus ada pembuktian lain. Di Amerika sampai uji medis, di Indonesia dengan probbing dengan dilihat dari kejadian penting yang ada di sekitar dia, anak tertuanya umurnya berapa, yang muda berapa. Jadi, kalau tertua dan dapat award harus kita lihat buktinya karena menyangkut wibawa BPS juga,” jelasnya.

Jumlah Penduduk Miskin RI Capai 31,02 Juta
Hingga Maret 2010, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta atau 13,33% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 1,51 juta dibandingkan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta atau 14,15% dari total jumlah penduduk.

“Selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta, dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi 11,10 juta pada Maret 2010. Sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang, dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada Maret 2010,” jelas Kepala BPS Rusman Heriawan.

Menurutnya, persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan pedesan tidak berubah hingga Maret 2010. “Pada Maret 2009, 63,38 persen penduduk miskin berada di daerah perdesaan, sedangkan pada Maret 2010 sebesar 64,23 persen,” terang Kepala BPS.

Rusman menambahkan, para periode Maret 2009-Maret 2010, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. “Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit,” paparnya.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, gula pasir, telur ayam ras, mie instan, tempe, bawang merah, kopi, dan tahu. Untuk komoditi bukan makanan adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan pendidikan. (*/dtc/edi)

12
Jul
10

Ekonomi Politik : Pilkada 2010 Habiskan Rp 4,2 Triliun

BI: Pilkada 2010 Habiskan Rp 4,2 Triliun

lokasi: Home / Berita / FOKUS / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 02/07/2010 | 19:17 WIB BI: Pilkada 2010 Habiskan Rp 4,2 Triliun

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan belanja konsumsi daerah dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan mencapai Rp 4,2 triliun. Hal tersebut akan dimulai di triwulan II-2010.

“Di triwulan II-2010 Pilkada akan dimulai, ada 244 Pilkada di tahun ini. Dan diperkirakan tingkat konsumsi belanja masyarakat akan mencapai Rp 4,2 triliun,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah dalam sebuah diskusi di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (02/07/2010).

Difi menjelaskan total belanja tersebut akan dikeluarkan sebagian dari Pemda setempat, Calon Kandidat Kepala Daerah serta masyarakat sendiri. “Setiap Pilkada pasti belanja akan meningkat, antara lain pembelian kaos, pamflet, spanduk-spanduk dan makanan sendiri,” ungkapnya.

Hal ini, lanjut Difi, juga memberikan dampak terhadap kenaikan inflasi di daerah. “Namun perkiraan belanja tersebut hanya sebuah estimasi yang diambil dari Kantor Bank Indonesia di daerah-daerah Pilkada,” tukasnya. (*/dtc/tin)

Banner space (468×60)

12
Jul
10

Olahraga : Kesebelasan Spanyol Sang Juara Piala Dunia

Spanyol Dapat Dua Gelar Tambahan

lokasi: Home / Berita / Bola / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 12/07/2010 | 07:03 WIB Spanyol Dapat Dua Gelar Tambahan

Setelah sukses merengkuh trophi Piala Dunia untuk kali pertama dalam sejarah persepakbolaan mereka, Spanyol masih mendapatkan dua gelar lagi melalui Iker Casillas yang terpilih menjadi kiper terbaik, serta tim Pair Play.

Dengan demikian, Casillas berhak mendapatkan sarung tangan emas atas penghargaan yang sebelumnya bernama Lev Yashin award tersebut. Kelompok studi teknik [TSG] FIFA telah menjatuhkan pilihan mereka kepada Casillas.

Penjaga gawang Real Madrid itu hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen ini. Gol yang bersarang di gawangnya terjadi ketika dikalahkan Swiss 1-0, serta saat mencatat kemenangan 2-1 atas Cili.

Selain sarung tangan emas, satu gelar lagi yang berhasil didapat Spanyol adalah tim Fair Play. Penilaian untuk mendapatkan gelar ini dilakukan berdasarkan sistem poin komite fair play FIFA. Spanyol mendapatkan poin tertinggi, yakni 889.

Penilai terhadap tim yang mendapat gelar Fair Play tidak hanya berdasarkan performa sebuah tim di atas lapangan, tapi juga di luar lapangan. Walau hanya tim yang lolos ke 16 Besar yang berhak mendapatkan penilaian, FIFA tetap menghitung pengumpulan poin sejak fase penyisihan grup.

Dengan demikian, Spanyol mengulang sukses mereka empat tahun lalu. Hanya saja, Spanyol mendapatkan gelar tim Fair Play bersama Brasil di Piala Dunia 2006.

Spanyol Pesta 36 Jam Nonstop
Pesta besar-besaran sudah siap menyambut skuad Spanyol di Madrid menyambut sukses la Furia Roja merebut trophi Piala Dunia untuk kali pertama. Pesta ini diperkirakan akan berlangsung selama 36 jam nonstop.

Seperti dilansir Yahoo! Sports, Spanyol tidak akan tinggal lebih lama di Afrika Selatan. Mereka sudah segera bertolak ke Madri Minggu malam tak lama usai mengalahkan Belanda 1-0 di pertandingan final Piala Dunia 2010.

Agenda arak-arakan sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan tim nasional, Senin [12/7] waktu setempat. Para pemain akan diarak sepanjang jalan di Madrid, dan dilanjutkan bertemu dengan keluarga, petinggi negara, serta anggota federasi sepakbola Spanyol [RFEF].

Pasukan Vicente del Bosque diperkirakan tiba di Bandara Barajas Madrid, Senin siang. Setelah menerima ucapan selamat dari perdana menteri Jose Luis Zapatero, para pemain akan melanjutkan pesta hingga Selasa malam.

“Tidak akan ada orang yang tertidur kali ini. Momen ini sangat spesial, ajaib. Kami akan menikmatinya,” ujar kiper sekaligus kapten tim Iker Casillas.

Usai disambut perdana menteri di Istana Moncloa, mereka selanjutnya diarak menggunakan bus tanpa atap di sepanjang jalanan Madrid yang diperkirakan bakal disesaki ratusan ribu massa.

Bus selanjutnya akan berhenti di Principe Pio, sebuah kawasan perbukitan terkenal di sebelah barat Madrid. Di tempat ini, jumlah massa diperkirakan lebih besar. Trophi Piala Dunia dan pemain akan diperlihatkan di tempat ini.

Setelah itu, pemain akan menjalani jamuan makan di sebuah restoran yang menyajikan makanan tradisional Spanyol bersama keluarga, kerabat, dan rekan terdekat. Pada malam harinya, pesta dilanjutkan di sebuah night club ternama di Madrid, New Garamond. Hanya penerima undangan yang bisa hadir di pesta itu.

Pesta belum berhenti. Para pemain akan bangun di pagi buta untuk tampil di berbagai acara pagi televisi. Selanjutnya sarapan di rumah Casillas. Mereka kemudian menyaksikan rekaman pertandingan, dan menerima kunjungan para sponsor. Setelah itu, pemain pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

Pesta selama 36 jam nonstop ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga $2 juta, yang sebagian besar digunakan untuk biaya keamanan. Kendati demikian, angka itu tidak membuat kerugian. Pengamat ekonomi setempat menilai timbal balik yang akan diterima pemerintah Spanyol jauh lebih besar.

Daftar Juara Piala Dunia
Spanyol akhirnya menjadi kampiun baru di perhetalan akbar sepakbola, Piala Dunia 2010. Gelar tersebut menjadi gelar pertama Spanyol, sekaligus prestasi terbaik mereka dalam keikutsertaan di turnamen empat tahunan ini. Sebelumnya, La Furia Roja meraih prestasi tertinggi sebagai tim terbaik keempat di Piala Dunia 1950.

Sementara bagi Belanda, menjadi runner up bukan pengalaman pertama mereka setelah takluk 1-0 dari Spanyol di Soccer City Stadium, Johannesburg. Sebelumnya mereka juga sempat kalah di dua laga final, yakni di Piala Dunia 1974 dan 1978.

Inilah daftar juara Piala Dunia (PD):
PD 1930 Uruguay – Uruguay
PD 1934 Italia – Italia
PD 1938 Prancis – Italia
PD 1950 Brasil – Uruguay
PD 1954 Swiss – Jerman Barat
PD 1958 Swedia – Brasil
PD 1962 Cili – Brasil
PD 1966 Inggris – Inggris
PD 1970 Meksiko – Brasil
PD 1974 Jerman Barat – Jerman Barat
PD 1978 Argentina – Argentina
PD 1982 Spanyol – Italia
PD 1986 Meksiko – Argentina
PD 1990 Italia – Jerman Barat
PD 1994 Amerika Serikat – Brasil
PD 1998 Prancis – Prancis
PD 2002 Korea Selatan & Jepang – Brasil
PD 2006 Jerman – Italia
PD 2010 Afrika Selatan – Spanyol

(*/Goal)

Senin, 12/07/2010 | 06:26 WIB Bom Meledak Saat Nobar Piala Dunia, 23 Tewas

Spanyol resmi JUARA Piala Dunia 2010

lokasi: Home / Berita / Bola / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 12/07/2010 | 05:58 WIB Spanyol resmi JUARA Piala Dunia 2010

Johannesburg – Spanyol akhirnya menjadi juara baru di Piala Dunia setelah mengalahkan Belanda 1-0 di final. Gol tunggal kemenangan Tim Matador tersebut dicetak oleh Andres Iniesta.

Spanyol untuk pertama kalinya menjadi juara Dunia setelah mengatasi Belanda 1-0 di Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Iniesta memastikan kemenangan Spanyol lewat golnya di saat perpanjangan 2×45 menit.

Sementara Belanda hanya bermain dengan sepuluh pemain setelah John Heitinga mendapatkan kartu kuning kedua di saat perpanjagan waktu kedua. Belanda pun harus menunggu kesempatan lain untuk menjadi juara setelah telah tiga kali ke final.

Pertandingan kedua tim ini sebelumnya berjalan cukup ketat hingga 2×45 menit tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan harus dilanjutkan perpanjangan waktu dan Spanyol pun memastikan kemenangannya lewat gol Iniesta.

Akhirnya, bukan David Villa yang menjadi bintang bagi Spanyol, tapi ternyata adalah Andres Iniesta yang mencetak gol kemenangan bagi Tim Matador atas Belanda di laga final Piala Dunia 2010.

Pada laga di Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dinihari WIB, Iniesta berhasil merobek gawang Belanda saat perpanjangan waktu kedua. Gol pemain Barcelona ini pun memastikan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010.

Jalannya Pertandingan
Spanyol mendominasi di awal pertandingan namun pemain belakang Belanda dapat mengatasinya. Ancaman berbahaya Spanyol lahir dari sebuah tendangan bebas Xavi Hernandez dan disundul Ramos namun dapat diblok Maarten Stekelenburg.

Belanda juga sempat punya peluang di menit ke-7, tapi tendangan Dirk Kuyt masih terlalu lemah sehingga dengan mudah bola diamankan Iker Casillas. Spanyol di kembali menekan namun usaha Ramos dan David Villa belum membuahkan gol.

Di menit ke-17, sebuah tekanan datang dari Belanda lewat tendangan bebas Wesley Sneijder namun Casillas dapat menangkap bola dengan baik. Pertandingan ini berlangsung cukup keras hingga menit ke-29 sudah lima kartu kuning keluar.

Kedua tim masih terus mencoba membangun serangan namun bola masih lebih banyak dikuasai Spanyol. Sedangkan sebuah peluang Spanyol lewat tendengan Pedro masih melebar di samping gawang Stekelenburg.

Di akhir babak pertama, Belanda mengancam lewat tendangan Robben namun masih dapat diblok oleh Casillas. Namun tetap tidak ada gol yang tercipta dari Belanda dan skor masih tetap 0-0 hingga turun minum.

Sementara di babak kedua, Belanda dan Spanyol mencoba menekan. Meski demikian serangan-serangn dari kedua tim tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemain kedua tim sehingga tidak membuahkan hasil.

Pada menit ke-52 sebuah sudah Robben lewat tendangannnya dari luar kotak penalti masih dapat diamankan Casillas. Sedangkan usaha Spanyol lewat tendangan bebas Xavi dari jarak 27 meter masih melenceng dari sasaran.

Pada menit ke-61, sebuah peluang emas dimiliki Belanda. Robben yang sudah berhadapan dengan Casillas, gagal memanfaatkan kesempatan itu sontekannya dapat di blok kaki kiper Spanyol itu dan bola berada di samping gawang.

Namun setelah itu Spanyol beberapa kali melakukan serangan berbahaya. Di mniet ke-68, tendangan dari Jesus Navas gagal dihalau oleh Heitinga. Villa mendapatkan bola dan menendangannya ke arah gawang namun masih dapat dihalau Heitinga.

Spanyol masih terus menghadirkan ancaman setelah tendangan Villa masih dapat diblok Gregory van der Wiel. Sedangkan sundulan Ramos dari hasil sepak pojkk masih berada tipis di atas gawang Belanda.

Pada mniet ke-82, Casillas kembali melakukan penyelamatan dengan mengambil bola dari Robben. Namun hingga akhir babak kedua tetap tidak ada gol tercipta dan kedua tim ini akan melanjutkan laga lewat perpanjangan waktu.

Di perpanjangan waktu 1×15 menit pertama, Spanyol memberikan ancamannya lewat Cecs Fabregas setelah berhadapan dengan Stekelenburg. Sayang sontekannya masih dapat diblok kaki kiper Belanda itu.

Di menit ke-100, Spanyol kembali menyerang lewat Jesus Navas. Tendangan kaki kanannya dari dalam kotak penalti melebar setelah mengenai Van Bronckhorst. Begitu juga dengan usaha Fabregas yang juga masih melebar.

Sementara di 2×15 menit pertahanan Belanda semakin kurang setelah Heitinga dikeluarkan karena mendapat kartu kuning kedua. Ia dianggap telah melakukan pelanggaran kepada Iniesta yang membawa bola mendekati kotak penalti.

Namun, Iniesta akhirnya memastikan kemenangan bagi Spanyol lewat golnya di menit ke-116. Ia yang berada onside, dan Fabregas memberikan operan kepadanya. Satu sontekan kaki kanannya kemudian membuat jala Stekelenburg koyak.

Di menit 116 itu Spanyol akhirnya bisa memecah kebuntuan. Iniesta yang mencetak gol lewat tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, setelah mendapat bola sodoran dari Fabregas.

Tak pelak gol tersebut disambut dengan meriah kubu Spanyol. Semua pemain di bangku cadangan pun mengejar Iniesta dan merayakan golnya di pinggir lapangan.

Belanda yang memiliki waktu kurang lebih empat menit berusaha untuk mengejar ketertinggalan mereka. Akan tetapi, hingga berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tetap bertahan. SPANYOL PUN MENJADI JUARA DUNIA 2010.

Susunan Pemain:
Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen, 5-Giovanni van Bronckhorst (15-Edson Braafheid 105); 7-Dirk Kuyt (17-Eljero Elia 71), 6-Mark van Bommel, 10-Wesley Sneijder, 8-Nigel de Jong (23-Rafael van der Vaart 99), 11-Arjen Robben; 9-Robin van Persie.

Spanyol: 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (10-Cesc Fabregas 87), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 18-Pedro (22-Jesus Navas 60), 7-David Villa (9-Fernando Torres 106).

Amsterdam Hening Massal
Yang namanya kekalahan, wajar jika menyisakan kekecewaan. Ribuan kilometer jauhnya dari Johannesburg, para pendukung Belanda di Amsterdam menyesali kekalahan tim nasionalnya.

Johannesburg dan Amsterdam dipisahkan jarak sampai 9028 kilometer, tapi kabar kekalahan itu sampai dengan cepat. Seketika Andres Iniesta mencetak gol di Soccer City Stadium, pendukung De Oranje pun terhenyak.

Sebanyak 180.000 orang yang memadati Amsterdam Museum Square tiba-tiba mengalami keheningan massal. Padahal nyaris sepanjang pertandingan ratusan ribu orang itu selalu berteriak menyemangati Wesley Sneijder dkk.

“Saya sangat kecewa, tetapi kami tak layak menang. Sangat disayangkan,” ujar Chris Schreve, pria berusia 33 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai marketing manager kepada Reuters.

Puluhan ribu orang pulang dengan tenang ketika wasit Howard Webb akhirnya meniup peluit panjang. Tak ada aksi loncat ke kanal atau pesta sepanjang malam, karena memang tak ada yang harus dirayakan. “Puluhan ribu orang pulang dari Museum Square dengan tenang,” tukas salah seorang petuga kepolisian.

Belanda kalah 0-1 akibat gol Iniesta di menit 116, membuat pasukan Bert van Marwijk itu mengulangi kegagalan para pendahulunya di tahun 1974 dan 1978. Bagi pendukungnya di Amsterdam, kekalahan itu berarti tak akan ada parade perayaan juara pada hari Selasa besok.

Namun demikian, para punggawa ‘Tim Oranye‘ tetap akan mendapatkan sambutan. Rencananya, acara ini juga akan dilakukan di Museum Square.

Spanyol jadi yang ke-8
Keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia tidak hanya mengukir sejarah bagi negara tersebut. Prestasi itu juga menjadikan mereka negara kedelapan yang jadi juara dunia.

Spanyol menjadi juara usai menundukkan Belanda 1-0 di final yang berlangsung Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Ini merupakan kali pertama negara berjuluk La Furia Roja itu menjadi juara dunia.

Sejarah bukan hanya menjadi milik Spanyol, namun juga persepakbolaan dunia. Negeri Matador merupakan negara kedelapan yang berhasil menjadi raja dunia sejak Piala Dunia digulirkan pada 1930. Spanyol menyusul Brasil, Italia, Jerman, Argentina, Uruguay, Inggris, dan Prancis.

Ini juga merupakan kali pertama dunia memiliki “raja” baru sejak terakhir kali Prancis bertahta pada tahun 1998.

Tahun lahirnya juara dunia baru
1-1930: Uruguay (vs Argentina 4-2)
2-1934: Italia (vs Cekoslowakia 2-1)
3-1954: Jerman Barat (vs Hongaria 3-2)
4-1958: Brasil (vs Swedia 5-2)
5-1966: Inggris (vs Jerman Barat 4-2)
6-1978: Argentina (vs Belanda 3-1)
7-1998: Prancis (vs Brasil 3-0)
8-2010: Spanyol (vs Belanda 1-0)

DAFTAR JUARA PIALA DUNIA
Spanyol akhirnya menjadi kampiun baru di perhetalan akbar sepakbola, Piala Dunia 2010. Gelar tersebut menjadi gelar pertama Spanyol, sekaligus prestasi terbaik mereka dalam keikutsertaan di turnamen empat tahunan ini. Sebelumnya, La Furia Roja meraih prestasi tertinggi sebagai tim terbaik keempat di Piala Dunia 1950.

Sementara bagi Belanda, menjadi runner up bukan pengalaman pertama mereka setelah takluk 1-0 dari Spanyol di Soccer City Stadium, Johannesburg. Sebelumnya mereka juga sempat kalah di dua laga final, yakni di Piala Dunia 1974 dan 1978.

Inilah daftar juara Piala Dunia (PD):
PD 1930 Uruguay – Uruguay
PD 1934 Italia – Italia
PD 1938 Prancis – Italia
PD 1950 Brasil – Uruguay
PD 1954 Swiss – Jerman Barat
PD 1958 Swedia – Brasil
PD 1962 Cili – Brasil
PD 1966 Inggris – Inggris
PD 1970 Meksiko – Brasil
PD 1974 Jerman Barat – Jerman Barat
PD 1978 Argentina – Argentina
PD 1982 Spanyol – Italia
PD 1986 Meksiko – Argentina
PD 1990 Italia – Jerman Barat
PD 1994 Amerika Serikat – Brasil
PD 1998 Prancis – Prancis
PD 2002 Korea Selatan & Jepang – Brasil
PD 2006 Jerman – Italia
PD 2010 Afrika Selatan – Spanyol

(*/dtc/tt/Goal)

Ramalan Paul Terbukti, Spanyol Juara Dunia

lokasi: Home / Berita / Bola / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 12/07/2010 | 05:50 WIB Ramalan Paul Terbukti, Spanyol Juara Dunia

Ramalan  Paul Terbukti, Spanyol Juara Dunia
OLEH: ARIEF TURATNO

RAMALAN Si Paul Gurita asal Jerman kembali terbukti benar. Sebelum berlangsung final Piala Dunia (World Cup) Afrika Selatan (Afsel) Senin (12/7) dinihari, Paul meramalkan bahwa Spanyol bakal mengalahkan Belanda di final. Dan Senin dinihari, Paul membuktikan kehebatan ramalannya. Berkat gol Inieasta di babak perpanjangan waktu, harapan Belanda untuk menjadi Juara Dunia kandas sudah. Dan Spanyol berhak mengukir sejarah menjadi salah satu Juara Dunia melengkapi para Juara Dunia yang sudah ada sebelumnya.

Kemenangan Spanyol sangatlah wajar. Karena hampir sepanjang permainan, bola dikuasai para pemain tim Matador. Belanda yang kita harapkan bakal bermain lebih terbuka ternyata hanya mengandalkan serangan balik. Itu pun hanya menempatkan seorang Robbin Van Persie dan Arjen Robben di depan. Khusus untuk Robben malah sering membantu pertahanan. Jadi secara poraktis Belanda hanya mengandalkan Van Persie.

Masuknya Cesch Fabregas menggantikan Xabi Alonso menambah kemampuan Spanyol dalam melakukan serangan. Dan serangan yang bertubi-tubi dilakukan Spanyol akhirnya mulai menunjukan tanda-tanda kemenangan. Diawali pelanggaran yang dilakukan Hetinga terhadap Iniesta yang berbuah kartu kuning kedua untuk pemain Belanda tersebut. Maka pemain belakang Belanda yang cukup handal itu akhirnya harus keluar lapangan.

Tidak adanya Hetinga di barisan belakangan pertahanan Belanda membuat serangan Spanyol semakin leluasa. Malapetaka terjadi setelah Iniesta menerima operan dari Fabregas. Dan mengontrol bola sebentar, dengan ketenangan yang luar biasa. Inieasta berhasil menceploskan bola ke gawang Belanda. Selain kemenangan tersebut menjadikan Spanyol sebagai Negara penyandang gelar Juara Dunia. Gol tunggal yang dicetak Inieasta itu juga melepas pendapat orang bahwa Juara Eropa jarang bisa menjadi Juara Dunia.

Spanyol Senin dinihari ini membuktikan  bahwa anggapan tersebut tidak selalu benar. Karena Spanyol menjadi Juara Dunia seperti yang pernah dicapai Jerman. The Panzer Jerman  tahun 1972 menjadi Juara Eropa. Dua tahun berikutnya Jerman menjadi Juara Dunia (1974). Hal ini sebagaimana ditulis di rubrik jakartapress.com ini sebelumnya bahwa Spanyol membuktikan dirinya mampu mengikuti jejak Jerman. Bravo Spanyol. Bravo Paul Si Gurita! (*)

Hadapi Belanda, Spanyol Pakai Strategi Kalahkan Jerman

lokasi: Home / Berita / Bola / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 11/07/2010 | 10:19 WIB Hadapi Belanda, Spanyol Pakai Strategi Kalahkan Jerman

Hadapi Belanda, Spanyol Kemungkinan Terapkan Strategi Sama Lawan Jerman
OLEH: ARIEF TURATNO

SEBENTAR lagi final Piala Dunia (World Cup) Afrika Selatan (Afsel) bakal berlangsung. Tim Matador Spanyol bakal berhadapan dengan tim Oranye Belanda sekitar pukul 00.45 WIB Senin (12/7) dinihari. Pertanyaan dan persoalannya adalah siapakah yang bakal memenangkan pertandingan tersebut? Tim Belanda seperti kebanyakan para pengamat sebagai tim yang dinamis, impresif, dan piawai dalam membuat gol. Semua pemain Belanda dinilai mampu mencetak gol dengan kualitas yang tidak jauh berbeda. Belanda juga suka dengan permainan terbuka, seperti diperagakannya selama ini.

Di sektor pertahanan Belanda juga terkenal solid dan rapat. Sehingga dari babak penyisihan sampai dengan final gawang Belanda jarang kebobolan. Dengan kombinasi pertahanan dan penyerangan yang seimbang, Belanda menjadi tim yang tidak mudah dikalahkan. Karena itu banyak pengamat yang menjagokan Belanda bakal menjadi Juara Dunia tahun ini. Benarkah? Kalau saja lawan Belanda bukan tim Matador Spanyol, saya percaya Belanda bakal menjadi Juara Dunia tahun ini. Dan itu sudah dibuktikan Belanda dengan mengalahkan jagoan Amerika Latin, Brasil.

Namun juga harus diketahui, Brasil sekarang, bukan tim Samba beberapa tahun silam. Untuk lolos ke Afsel saja tim asuhan Dunga ini sudah terseok-seok. Bahkan dalam prestasi di saat babak kualifikasi dulu, Brasil kalah mencorong dibanding wakil Amerika Latin lainnya. Brasil hanya beda seurat dengan Argentina yang untuk lolos kualifikasi harus melalui babak paly-off sehingga ada yang menganggap kekalahan Brasil dari Belanda sebagai hal yang wajar, termasuk gagalnya mereka ke partai final. Ini pula yang pernah disinggung legenda sepakbola Brasil, Pele bahwa Dunga kurang mampu meracik tim Samba dengan benar.

Dengan asumsi tadi, maka kekalahan Brasil dari Belanda dianggap bukan sesuatu yang luar biasa, sebagaimana Jerman membantai Argentina 4-0. Karena kedua tim gudangnya pesepakbola handal itu kali ini seperti sedang kehilangan nafsu bermain. Sekarang kembali kepada persoalan Spanyol. Jika Belanda pernah mengalahkan Brasil, maka Spanyol pernah mengalahkan Jerman yang justeru membantai Argentina dengan skore telak. Sementara Belanda sampai ke final setelah mengalahkan Uruguay dengan skore 3-2. Dan Minggu (11/7) dinihari dalam perebutan posisi ketiga Piala Dunia, Jerman mengalahkan Uruguay 3-2.

Jadi, kalau diurut hitung atau logika matematka, mestinya Spanyol akan mampu menaklukan Belanda. Apalagi permainan Belanda sekarang hampir setipe Jerman dengan gaya total football yang dirambu hit dan run –nya Inggris. Jika benar Belanda akan menerapkan strategi semacam itu melawan Spanyol. Saya yakin pelatih Vicente del Bosque akan menarapkan strategi yang sama saat Spanyol menghadapi Jerman. Untuk penggedor Spanyol akan mengerahkan David Villa, Pedro Rodriguez dan Andrea Inieasta dibantu Capdevilla, dan back Sergio Ramos. Namun jika melihat permainan Pedro saat lawan Jerman yang terkesan lebih individual, mungkin saja del Bosque lebih suka menduetkan Villa dengan Fernando El Nino Torres dan menaruh Pedro di bangku cadangan.

Belanda kemungkinan tetap akan mengandalkan Sneijder, Van Persie,  Arjen Robben, dan Dirk Kuyt untuk mencoba membobol gawang Spanyol. Hanya saja mampukah mereka menerobos blockade tengah Spanyol yang dikoordinir Xabi Alonso dan Xavi Hernandes. Kalau pun berhasil lepas, mereka harus menghadapi Carlos Puyol, Sergio Ramor dan Gerard Pique yang tanpa kenal kompromi dalam menghalau lawan. Dan terakhir mereka harus mampu menaklukan Iker kasilas yang sangat handa menjaga gawangnya. Sementara pada waktu yang sama, belanda akan mendapat ancaman dari Villa, Torres maupun Iniesta yang selalu pandai melepaskan diri dari kawalan pertahanan lawan.

Dengan menghitung semua kelemahhan dan kelebihan masing-masing serta track record mereka selama babak penyisihan sampai final, Belanda memang lebih unggul. Hanya saja yang harus kita catat, Spanyol adalah Juara Eropa 2008. Dan hampir sebagian besar klub-klub Spanyol selalu Berjaya saat menghadapi klub-klub Belanda. Padahal kita tahu, tim Spanyol sekarang adalah gabungan para pemain yang  berasal dari klub Barcelona, Real Madrid, Sevilla, Atletico Madrid dan lainnya. Sehingga dengan mempertimbangkan kenyataan tersebut, seharusnya Spanyol yang akan menang. Hanya persoalannya sepakbola selalu mengundang kemisteriusan sendiri. Demikian dengan final Piala Dunia yang akan berlangsung Senin dinihari. Pasti juga akan muncul misteri yang sulit dicerna oleh akal sehat. Akankah ada keajaiban semacam itu dinihari nanti? Kita lihat saja! (*)

11
Jul
10

Ideologi : Pikir dan Pikir Ulang Tentang Pancasila

Pikir dan Pikir Ulang

09 Jul 2010

DALAM bulan Juni, bulan peringatan kelahiran Pancasila, diselenggarakan berbagai acara ritual maupun diskusi Pancasila di banyak tempat. Waktunya kebetulan tepat untuk merespons perkembangan sosial-politik belakangan ini, yang terkesan mengabaikan falsafah dasar negara. Pikiran itu tersirat dalam acara bedah buku pada 30 Juni di Jakarta, yang diselenggarakan Universitas Parahyangan. Diskusi sangat filosofis itu, yang membuat orang berpikir dan berpikir ulang, membedah buku Pancasila, karya Prof Mr Soediman Kartohadiprodjo (1908-1970), salah satu ahli hukum pertama di Indonesia, yang juga mantan hakim, pengacara, dan guru besar bidang hukum.

Diskusi-diskusi mengenai Pancasila semacam itu bukan sekadar untuk bernostalgia. Banyak di antara generasi tua pun belum memahami, apalagi menghayati atau bahkan mengamalkan-nya. Kesemrawutan situasi sosial-politik pada waktu ini adalah bukti. Penataran intensif P-4 semasa Orde Baru rupanya belum memadai untuk bisa diresapi. Ketika dalam acara 30 Juni itu, seseorang dari generasi muda menyatakan ada gap antara yang tua dan yang muda karena kurangnya pembelajaran Pancasila untuk yang muda-muda, jawabannya sederhana yang tua pun masih perlu pembelajaran. Prof Mr Soediman Kartohadiprodjo tergolong sedikit dari ahli-ahli hukum generasi pertama Indonesia yang memberikan perhatian khusus terhadap Pancasila.

Konsensus demi cita-cita Dalam sejarahnya. Pancasila digali dari akar-akar sosio-kultural dan religio-kultural bangsa yang tertanam lama sebelum proklamasi kemerdekaan republik ini. Jika ditinjau dari sisi kebudayaan, titik awalnya bisa diperdebatkan, sesuai dengan penafsiran tentang awal tumbuhnya budaya bangsa. Seorang yang hadir dalam diskusi menyatakan unsur-unsur Pancasila bisa ditelusuri sejak zaman Mahabarata dan Ramayana. Kalau kita bicara tentang unsur-unsur Hinduisme dalam falsafah kita, tentu kedua karya besar itu ada pengaruhnya. Begitu pula peng-islaman Indonesia, yang terjadi kemudian, berpengaruh besar. Semua budaya pendatang-pendatang dari luar memberikan pengaruh masing-masing.

Itulah alasan Bung Karno menolak disebut sebagai pencipta Pancasila. BK menyebut dirinya perumus. Perenungan untuk itu dimulai lama sebelumnya, sejak 1918, setelah tercetus gagasannya untuk membangun bangsa dan negara. Perumusan tentang dasar negara itu ada kaitannya dengan upaya Indonesia mempersiapkan kemerdekaan. Di antara 62 anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang dibentuk pada 28 Mei 1945, tiga tokoh menyampaikan rumusan, yakni Muhamad Yamin, Mr Soepomo, dan Ir Soekarno. Dasar Negara dianggap perlu untuk memberikan gambaran tentang hakikat, dasar, dan tujuan negara. Tanggal l Juni 1945, Ir Soekarno menyampaikan rumusannya tentang lima dasar/asas yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka kepada BPUPKI, yang dibelinya nama Pancasila.

Untuk melanjutkan tugas BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan (orang) yang pada 22 Juni 1945menyusun Piagam Jakarta, memuat rumusan Pancasila. Setelah BPUPKI selesai dengan tugasnya, dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPK!) pada 7 Agustus 1945, diketuai Ir Soekarno. Satu perubahan penting oleh sidang PPK1 atas Piagam Jakarta adalah kalimat dalam sila pertama yang berbunyi, Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-peme-luknya dihilangkan. Maka sila pertama kemudian berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Perubahan diadakan demi menjaga persatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Jadilah Pancasila seperti yang kini kita kenal.

Pendidikan merujuk ke Pancasila

Pendapat Prof Soediman yang seyogianya mendapat perhatian, khususnya mengingat situasi sekarang kita pertama kali belajar ilmu hukum dari Belanda. Hukum seharusnya mengawal dan melindungi keadilan, tetapi mengapa Belanda mengadakan penjajahan? Tentu tidak adil. Situasi sekarang, yang marak dengan mafia hukum, bukankah juga kontradiktif dengan fungsi hukum sebagai pengawal keadilan?

Dalam kaitan ini, penulis antara lain menyatakan dalam bab mengenai pendidikan (hal 190) pendidikan akan memegang peranan sangat penting dalam arti seluas-luasnya. Bukan hanya pendidikan di sekolah-sekolah, melainkan juga di masyarakat umum. Pendidikan akan menjadi alat sangat penting untuk membangun kembali, untuk menggali kembali, isi jiwa bangsa Indonesia yang terpendam bisu dalam jiwanya karena pengaruh Barat. Sambungnya, “Seorang filsuf pendidikan, Prof Robert Ulich, guru besar padauniversitas Harvard (1960, emeritus) pernah mengatakan ..Namun segenap berkah budaya dan ilmu pengetahuan modem, demokrasi, dan hak menentukan nasib sendiri, tidak mampu mencegah krisis luar biasa yang melanda sejarah umat manusia.

Kata Prof Soediman lebih lanjut, “Kiranya kesimpulan Prof Ulich ini patut kita beri perhatian sepenuhnya. Kata-kata tentang adanya krisis dalam kebudayaan Barat, diucapkan orang Barat sendiri, tampaknya mendorong kita, yang sedang membangun negara dan masyarakat, dan merasa kagum seolah-olah ada keagungan dan keunggulan Barat dalam sesuatu yang diperlukan oleh kehidupan manusia, untuk (mengutip BK) think and rethink bagaimana sikap kita tentang semua ini… Apakah Pancasila tidak membawa perubahan fundamental pada pemikiran dalam bidang pendidikan?”

Pancasila memang akan menimbulkan perubahan fundamental pada kepercayaan dan pikiran manusia. Dalam hal ini, demi kemaslahatan masyarakat dan bangsa, apakah falsafah Pancasila dapat diabaikan dalam pendidikan-pen-didikan khusus, misalnya pendidikan ilmu sosial, seperti pendidikan hukum, ekonomi, sosiologi, dan semacamnya? Prof Dr Sri-Edi Swasono, guru besar FEUI yang hadir dalam diskusi 30 Juni sebagai panelis, mengatakan beruntung dengan terbitnya buku Prof Soediman. Menurutnya, “Saya memperoleh landasan dan penegasan yang solid dalam menjabarkan ekonomi Pancasila dan sistem ekonomi Pasal 33 UUD 1945 yang selama ini saya lakukan dan sebar luaskan, dengan paham kekeluargaan (brotherhood) menjadi sukma bagi kehidupan bangsa Indonesia.” Dia menambahkan bahwa kekitaan dalam ber-ekonomi adalah jalan mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

10
Jul
10

Historia : Misteri HUT Kota Jakarta dan Ikan Lele Primadona

Senin, 21 Juni 2010 | 18:15 WIB
Misteri HUT Kota Jakarta

dok/jakarta.go.id

Tanggal 22 Juni dipercaya, diyakini, dirayakan sebagai hari jadi Kota Jakarta. Percaya tidak percaya, setuju tidak setuju, sudah sejak sekitar 60 tahun lalu, tanggal itu selalu dinanti warga karena berbagai keriaan yang digelar dalam rangka dirgahayu kota ini.

Boleh sangat jadi, begitu banyak warga Jakarta yang tidak mengetahui bahwa hari jadi Kota Jakarta itu hingga kini masih kontroversial.Penelitian terhadap kebenaran kapan sebenarnya kota ini lahir tampaknya tak juga dilanjutkan, sehingga 22 Juni masih tetap akan melekat dalam benak warga sebagai hari jadi Kota Jakarta.

Semua ini dimulai dengan SK Dewan Perwakilan Kota Sementara Djakarta Raja pada Februari 1956. Surat itu memutuskan bahawa hari lahir Jakarta adalah 22 Juni 1527. Angka, bulan, dan tahun itu didapat dari hasil penelitian Prof Dr Mr Sukanto dalam buku “Dari Djakarta ke Djajakarta” yang ditulis pada 1954.

Adalah Wali Kota Jakarta Sudiro, bertugas pada 1953-1960, yang kemudian mengamini hasil penelitian Sukanto dan menetapkannya sebagai hari jadi Kota Jakarta.

Sukanto sebenarnya hanya melengkapi penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Prof Dr PA Hussein Djajadiningrat. Hussein-lah, dalam disertasi berjudul Critische Beschouwing van de Sadjarah Banten, yang pertama kali menetapkan tahun 1527 sebagai tahun kelahiran Jayakarta.

Disertasi itu dipertahankan pada 1913 di Universiteit Leiden, Belanda. Dalam disertasi itu dia menyatakan bahwa Jayakarta berarti volbrachte zege (kemenangan yang selesai), yaitu nama yang diberikan Fatahillah kepada Sunda Kalapa setelah berhasil direbut dari kerajaan Hindu, Kerajaan Pajajaran. Sedangkan Fatahillah adalah ipar Sultan Demak.

Singkat cerita, pada 21 Agustus 1522 Pajajaran dan Portugis membuat perjanjian, yaitu Portugis diizinkan membangun benteng di Sunda Kalapa. Sebuah tugas yang diserahkan ke Francisco de Sa, yang sebelum menuju Teluk Jakarta bertugas menggempur Bintan terlebih dahulu. Begitu tiba di Sunda Kalapa, pasukannya sudah dihadang oleh Fatahillah yang diberi tugas oleh sultan Demak untuk mengislamkan Jawa Barat. Demikian ditulis oleh Nugroho Notosusanto dalam Dua Profesor Bertarung Tentang Hari lahir Jakarta.

Berpegang dari penelitian Hussein itu, Sukanto memperkirakan pertempuran antara Fatahillah dan de Sa terjadi Maret 1527 sehingga nama Jayakarta pastilah muncul setelah itu. Namun ternyata tak ada data kuat yang mendukung tanggal 22 Juni sebagai dimulainya nama Jayakarta. Lantas Sukanto mengambil cara dengan menggunakan perhitungan Jawa yang biasa dipakai untuk keperluan masa panen. Dalam perhitungan itu, satu tahun dibagi ke dalam 12 mangsa, dan mangsa kesatu dimulai pada 22 Juni.

Sukanto menulis, kurang lebih, demikian, “Mengingat mangsa kesatu jatuh pada Juni (bulan panen atau setelah panen), kemungkinan Jayakarta diberikan pada tanggal 1 mangsa kesatu yaitu bulan Juni tanggal 22 tahun 1527. Harinya yang pasti kita tidak dapat menemukannya.”

Hussein menolak teori itu. Menurut sarjana Islamologi ini, Fatahillah akan menggunakan hari raya Islam sebagai cantelan hari lahir Jayakarta, bukan berdasar penanggalan tradisi. Dan hari raya terdekat pada waktu itu adalah Maulid Nabi yaitu 17 Desember 1527.

Perdebatan tentang hari lahir Kota Jakarta terabaikan dengan perkembangan dan pembangunan kota yang makin sibuk dengan jalanan yang semakin macet. Upaya menggali kembali kebenaran tentang kapan hari lahir Kota Jakarta makin tak tersentuh, termasuk berbagai penelitian yang harusnya terus dilakukan demi memenuhi kekosongan bukti sejarah kota ini. Dirgahayu Kota Jakarta! (Pradaningrum Mijarto)

Minggu, 20 Juni 2010 | 13:51 WIB
Ikan Lele Itu Jadi Primadona

wordpress.com

TIBA-TIBA ikan lele “naik daun” sampai harus difestivalkan di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, selama dua hari dari 19 hingga 20 Juni 2010. Ada apa yah?

Pada periode tahun 2003 hingga 2005, konsumsi ikan Malaysia mencapai 55,4 kilogram per kapita, Singapura mencapai 37,9 kg per orang.

Konsumsi ikan Jepang saat ini telah mencapai 140 kg per kapita. Sedangkan konsumsi ikan Indonesia, selaku negara kepulauan terbesar di dunia, baru mencapai 30,17 kg per orang.

Tahun 2010, pemerintah menargetkan konsumsi ikan masyarakat mencapai 31,40 kg per kapita.

Demi peningkatan konsumsi ikan tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku Kementerian yang bertanggung jawab atas pemenuhan protein ikan masyarakat di negeri ini melakukan hajatan besar pertama bertajuk “Festival Raya Lele Nusantara”.

Sebanyak dua ton ikan lele hidup disiapkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP yang pada akhirnya untuk dikonsumsi masyarakat yang hadir dalam festival yang digelar selama dua hari dari 19 hingga 20 Juni di Parkir Timur Gelora Bung Karno Jakarta.

Pihak panitia menyediakan satu ton lele untuk dimasak pecel lele dan dijual per paket lengkap dengan nasi, sambal, serta lalapan hanya dengan harga Rp 6.000 saja. Sedangkan 600.000 kg lele dijual hidup pada masyarakat yang hadir dengan harga Rp 7.000 per kg.

Harga jual pecel lele maupun lele hidup tersebut jauh lebih murah ketimbang harga dijual di masyarakat yang mencapai harga Rp 12.000 per kg maupun per porsi. Harapannya masyarakat Jabodetabek berbondong-bondong menikmati ikan lele dengan protein tinggi tersebut.

Tidak kurang seorang Ibu Negara, Ani Yudhoyono, hadir membuka festival lele pertama tersebut guna menarik kepedulian masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, terutama lele.

“Masalah perlelean ini menyangkut pangan dan kecukupan gizi nasional, untuk mencukupi gizi generasi di masa depan,” ujar dia saat membuka hajatan akbar tersebut.

Ia meminta masyarakat mengubah pola pikir, dan menyadari bahwa ikan adalah makanan baik. Dengan demikian konsumsi ikan pun secara otomatis akan meningkat.

Ia sangat menyayangkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia yang kalah dibanding dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. “Dengan geografis yang menunjang harusnya Indonesia lebih tinggi konsumsi ikannya”.

Mudahnya berbudidaya lele membuat ia meminta setiap sungai, embung, situ dapat dimanfaatkan untuk budidaya air tawar.

“Manfaatkan halaman. Tanah sepetak, ikan segentong untuk hidupi keluarga sendiri,” ujar Ani.

Pada akhirnya ia mengharapkan upaya mencapai ketahanan pangan tidak hanya sekedar mencukupi secara kuantitatif tetapi juga secara kualitatif, dengan ketersediaan protein terutama dari ikan.

Semua gemar lele

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad usai mendampingi Ani Yudhoyono membuka festival lele mengungkapkan kegembiraannya bahwa seorang Ibu Negara mau hadir dan menikmati pecel lele bersama-sama masyarakat dengan penyajian kotak, tidak dengan piring.

“Tadinya memang penyajiannya harus dengan piring. Tapi saya sampaikan ke Ibu (Ani Yudhoyono), kalau rakyat makan lele dengan kotak agar lebih merakyat, Ibu baiknya juga dengan kotak, eh ternyata ia tidak keberatan,” ujar Fadel.

Karena itulah menu spesial makan siang semua yang hadir tanpa terkecuali dalam Festival Raya Lele Nusantara tersebut adalah pecel lele yang berada di dalam kotak karton berwana putih dan biru.

Fadel mengatakan produksi ikan bersungut ini belum lah besar di tanah air, baru mencapai 200.000 ton per tahun. Jumlah tersebut dirasa masih sangat kurang guna mencukupi permintaan protein ikan di dalam negeri.

Karena itu, ia mengatakan Kementeriannya telah menargetkan produksi ikan yang berasal dari daratan Afrika ini dapat mencapai satu juta ton pada 2015. Dengan demikian, kesempatan untuk ekspor dapat mulai terbuka.

“Pasar di Jakarta saja masih kekurangan lele, sehingga harus mengambil dari Bogor dan Tangerang. Jika sudah satu juta ton sebagian dapat digunakan untuk mencukupi konsumsi dalam negeri dan sisanya baru diekspor,” kata mantan Gubernur Gorontalo ini.

Dirjen Perikanan Budidaya, Made L Nudjana membenarkan pasokan lele untuk mencukupi permintaan dalam negeri masih kurang. Untuk itu KKP menyiapkan sentra-sentra produksi lele melalui Minapolitan Lele yang saat ini telah disiapkan di Bogor, Boyolali, Gunung Kidul, Pacitan, dan Blitar.

“Ini sentra-sentra besarnya. Seperti Gunung Kidul sekarang baru mampu memproduksi lima ton per hari, nanti dipacu untuk berproduksi 30 ton per hari supaya bisa memasok Yogyakarta yang masih kekurangan,” ujar dia.

Yogyakarta, menurut dia, saat ini dipasok dari tiga tempat, yakni Gunung Kidul, Boyolali, dan Pacitan. Sedangkan Blitar ke depan akan digenjot berproduksi untuk memenuhi permintaan Jawa Timur.

Bersama Direktorat Pemasaran dan Pengolahan Hasil Usaha (P2HP) pihaknya akan mengupayakan agar masyarakat mendapatkan protein ikan lele dengan berbagai macam variasi rasa dan bentuk.

“Masyarakat mungkin baru mengenal pecel lele, sebenarnya variasi olahan lele sudah sangat banyak, karena di Jawa Barat saja tidak kurang 50 jenis makanan menggunakan lele,” ujar dia.

Tekstur daging ikan berbadan licin yang lembut, menurut dia, justru mempermudah pengolahannya. Brownis, berbagai abon, berbagai kerupuk beberapa bentuk olahan tersebut akan membuat semakin banyak kalangan menikmati ikan yang dianggap hanya milik rakyat jelata ini.

Di Yogyakarta, lanjut dia, hanya ikan lele yang per kg mencapai sembilan hingga 10 ekor yang laku untuk pecel lel. Padahal ada pula lele yang per kg terdiri dari lima ekor.

“Solusinya ada dua, yang pertama lele berukuran besar tersebut diolah dengan berbagai variasi dan kedua dimasukan ke kolam pancing,” ujar Made.

Protein terjangkau

Kenapa lele digemari?

Boleh jadi karena ikan berbadan mayoritas hitam ini merupakan ikan dengan harga murah, mudah diolah, dan lezat.

Namun demikian ikan yang mudah dalam pembiakan maupun pembesarannya ini semakin mahal akibat ketergantungan pada pakan pelet yang mahal karena bahan bakunya harus impor.

KKP terus mencari solusi guna menggantikan pelet dengan pakan alternatif yang selain terjangkau juga mengandung protein tinggi. Kacang-kacangan dan daun pepaya menjadi solusi di Yogyakarta. “Umur tiga minggu lele sudah diajarkan makan daun-daunan dan kacang-kacangan, hasilnya bagus walau waktu pembesarannya bertambah satu minggu”.

Namun demikian, hanya dalam hitungan dua bulan satu minggu, dan menggunakan kacangan-kacangan serta daun pepaya menggantikan pelet, maka menghemat penggunaan pelet hingga 50 persen.

Harapannya, pengurangan biaya produksi akan meningkatkan marjin keuntungan sekaligus membuat harga ikan di masyarakat lebih terjangkau.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi lele pada tahun 2014 meningkat sebesar 450 persen, yakni dari 200.000 ton per tahun menjadi 900.000 ton per tahun.

Rata-rata konsumsi lele nasional per kapita tahun 2008 sebesar 0,67 kilogram (kg), sedangkan tahun 2009 meningkat menjadi 2,3 kg per kapita.

Urutan konsumen lele per kapita tertinggi menurut Susenas tahun 2008 adalah Yogyakarta sebesar 1,29 kg per kapita per tahun, diikuti Kepulauan Riau 1,28 kg per kapita per tahun, Riau sebesar 1,26 kg per kapita per tahun, Papua sebesar 1,22 kg per kapita per tahun, DKI Jakarta sebesar 1,17 kg per kapita per tahun, dan Jawa Timur sebesar 1,06 kg per kapita per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengatakan empat hal yang akan dilakukan KKP dari sisi ekonomi untuk menggalakan produksi hingga konsumsi lele.

Hal pertama yang akan diupayakan yakni menggiatkan budidaya lele skala kecil hingga menengah yang disebar di beberapa sentra utama. Kedua, mengupayakan agar memasyarakatkan lele sehingga konsumsi meningkat.

Hal ketiga yang akan KKP upayakan yakni mengembangkan industri atau pengolahan lele. Sedangkan upaya keempat yakni menjadikan lele sebagai sumber pangan yang merambah berbagai kalangan.

“Selama ini lele lebih banyak dinikmati masyarakat kelas bawah. Kita akan membuat lele juga menyentuh kalangan elit negeri ini,” ujar Fadel. (Ant/Virna Puspa Setyorini)

10
Jul
10

IpTek : Jakarta Berpotensi Gempa Besar

Kamis, 24 Juni 2010 | 12:38 WIB
Jakarta Berpotensi Gempa Besar

kaskus.us

Palmerah, Warta Kota

STAF khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana Andi Arief mengatakan gempa besar berpotensi terjadi di wilayah Jakarta mengingat meningkatnya intensitas gempa di sepanjang pantai barat Sumatera.

“Intensitas gempa yang kian meningkat di zona patahan aktif di sepanjang pantai barat Sumatera belakangan ini, memunculkan kekhawatiran bahwa potensi rambatan gempa dapat sewaktu-waktu menuju ke Ibukota,” kata Andi dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (24/6).

Menurutnya, Jakarta pernah terguncang gempa dahsyat, antara lain pada tahun 1699, 1780, 1883, dan 1903.

Dikatakannya, meski kekhawatiran tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, pemerintah harus segera membenahi sistem manajemen bencana yang dapat mengantisipasi situasi krisis apabila gempa itu “singgah” di Jakarta.

Untuk itu, Kamis ini Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengundang dua pakar manajemen bencana yaitu Professor Antony Saich dan Dr. Arnold Howitt dari Sekolah Ilmu Pemerintahan John F. Kennedy, Universitas Harvard, Amerika Serikat untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya.

Kedua ahli ini berpengalaman dalam hal manajemen bencana dan pengelolaan situasi krisis di Amerika Serikat dan Cina.

Keduanya akan berbicara di depan petinggi lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan bencana, seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika), Badan Geologi ESDM, Badan SAR Nasional, serta akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga riset, dalam sebuah sesi diskusi di Istana Presiden.

“China memiliki pengalaman yang baik dalam menangani gempa dan banjir seperti kita. Sementara AS berpengalaman mengelola situasi krisis pada saat badai topan. Pengalaman kedua negara sangat relevan untuk kita jadikan referensi,” kata Soeyanto, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB).

Menurut Soeyanto, kedua negara tersebut berhasil mengembangkan sistem manajemen bencana yang tangguh, yang bertumpu pada kepemimpinan yang efektif antar lembaga pemerintah yang terkait dengan kebencanaan, serta pembangunan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kajian bencana.

“Koordinasi menjadi salah kata kunci dalam mengatasi krisis pada saat bencana terjadi, karena pemerintah di pusat dan daerah memiliki bermacam-macam lembaga yang terkait dengan kebencanaan.

Koordinasi yang efektif itu bukan hanya soal kemampuan membangun relasi antar lembaga, tapi yang lebih mendasar adalah bagaimana mendesain relasi dan pembagian kerja yang tepat antar lembaga? kata Dr. Arnold Howitt.

Arnold menegaskan, apabila desain kelembagaan itu sudah tepat, maka pekerjaan rumah berikutnya adalah reformasi birokrasi dalam hal pengembangan sumberdaya manusia.

Ia prihatin karena mendengar bahwa di berbagai provinsi di Indonesia, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) banyak diisi oleh tenaga-tenaga yang tidak memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

Karena itu, ia berpendapat, pengembangan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kebencanaan adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia yang tak bisa ditunda-ditunda. (Ant/apr)




Blog Stats

  • 2,303,724 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers