Archive for July, 2010



10
Jul
10

Historia : Misteri HUT Kota Jakarta dan Ikan Lele Primadona

Senin, 21 Juni 2010 | 18:15 WIB
Misteri HUT Kota Jakarta

dok/jakarta.go.id

Tanggal 22 Juni dipercaya, diyakini, dirayakan sebagai hari jadi Kota Jakarta. Percaya tidak percaya, setuju tidak setuju, sudah sejak sekitar 60 tahun lalu, tanggal itu selalu dinanti warga karena berbagai keriaan yang digelar dalam rangka dirgahayu kota ini.

Boleh sangat jadi, begitu banyak warga Jakarta yang tidak mengetahui bahwa hari jadi Kota Jakarta itu hingga kini masih kontroversial.Penelitian terhadap kebenaran kapan sebenarnya kota ini lahir tampaknya tak juga dilanjutkan, sehingga 22 Juni masih tetap akan melekat dalam benak warga sebagai hari jadi Kota Jakarta.

Semua ini dimulai dengan SK Dewan Perwakilan Kota Sementara Djakarta Raja pada Februari 1956. Surat itu memutuskan bahawa hari lahir Jakarta adalah 22 Juni 1527. Angka, bulan, dan tahun itu didapat dari hasil penelitian Prof Dr Mr Sukanto dalam buku “Dari Djakarta ke Djajakarta” yang ditulis pada 1954.

Adalah Wali Kota Jakarta Sudiro, bertugas pada 1953-1960, yang kemudian mengamini hasil penelitian Sukanto dan menetapkannya sebagai hari jadi Kota Jakarta.

Sukanto sebenarnya hanya melengkapi penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Prof Dr PA Hussein Djajadiningrat. Hussein-lah, dalam disertasi berjudul Critische Beschouwing van de Sadjarah Banten, yang pertama kali menetapkan tahun 1527 sebagai tahun kelahiran Jayakarta.

Disertasi itu dipertahankan pada 1913 di Universiteit Leiden, Belanda. Dalam disertasi itu dia menyatakan bahwa Jayakarta berarti volbrachte zege (kemenangan yang selesai), yaitu nama yang diberikan Fatahillah kepada Sunda Kalapa setelah berhasil direbut dari kerajaan Hindu, Kerajaan Pajajaran. Sedangkan Fatahillah adalah ipar Sultan Demak.

Singkat cerita, pada 21 Agustus 1522 Pajajaran dan Portugis membuat perjanjian, yaitu Portugis diizinkan membangun benteng di Sunda Kalapa. Sebuah tugas yang diserahkan ke Francisco de Sa, yang sebelum menuju Teluk Jakarta bertugas menggempur Bintan terlebih dahulu. Begitu tiba di Sunda Kalapa, pasukannya sudah dihadang oleh Fatahillah yang diberi tugas oleh sultan Demak untuk mengislamkan Jawa Barat. Demikian ditulis oleh Nugroho Notosusanto dalam Dua Profesor Bertarung Tentang Hari lahir Jakarta.

Berpegang dari penelitian Hussein itu, Sukanto memperkirakan pertempuran antara Fatahillah dan de Sa terjadi Maret 1527 sehingga nama Jayakarta pastilah muncul setelah itu. Namun ternyata tak ada data kuat yang mendukung tanggal 22 Juni sebagai dimulainya nama Jayakarta. Lantas Sukanto mengambil cara dengan menggunakan perhitungan Jawa yang biasa dipakai untuk keperluan masa panen. Dalam perhitungan itu, satu tahun dibagi ke dalam 12 mangsa, dan mangsa kesatu dimulai pada 22 Juni.

Sukanto menulis, kurang lebih, demikian, “Mengingat mangsa kesatu jatuh pada Juni (bulan panen atau setelah panen), kemungkinan Jayakarta diberikan pada tanggal 1 mangsa kesatu yaitu bulan Juni tanggal 22 tahun 1527. Harinya yang pasti kita tidak dapat menemukannya.”

Hussein menolak teori itu. Menurut sarjana Islamologi ini, Fatahillah akan menggunakan hari raya Islam sebagai cantelan hari lahir Jayakarta, bukan berdasar penanggalan tradisi. Dan hari raya terdekat pada waktu itu adalah Maulid Nabi yaitu 17 Desember 1527.

Perdebatan tentang hari lahir Kota Jakarta terabaikan dengan perkembangan dan pembangunan kota yang makin sibuk dengan jalanan yang semakin macet. Upaya menggali kembali kebenaran tentang kapan hari lahir Kota Jakarta makin tak tersentuh, termasuk berbagai penelitian yang harusnya terus dilakukan demi memenuhi kekosongan bukti sejarah kota ini. Dirgahayu Kota Jakarta! (Pradaningrum Mijarto)

Minggu, 20 Juni 2010 | 13:51 WIB
Ikan Lele Itu Jadi Primadona

wordpress.com

TIBA-TIBA ikan lele “naik daun” sampai harus difestivalkan di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, selama dua hari dari 19 hingga 20 Juni 2010. Ada apa yah?

Pada periode tahun 2003 hingga 2005, konsumsi ikan Malaysia mencapai 55,4 kilogram per kapita, Singapura mencapai 37,9 kg per orang.

Konsumsi ikan Jepang saat ini telah mencapai 140 kg per kapita. Sedangkan konsumsi ikan Indonesia, selaku negara kepulauan terbesar di dunia, baru mencapai 30,17 kg per orang.

Tahun 2010, pemerintah menargetkan konsumsi ikan masyarakat mencapai 31,40 kg per kapita.

Demi peningkatan konsumsi ikan tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku Kementerian yang bertanggung jawab atas pemenuhan protein ikan masyarakat di negeri ini melakukan hajatan besar pertama bertajuk “Festival Raya Lele Nusantara”.

Sebanyak dua ton ikan lele hidup disiapkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP yang pada akhirnya untuk dikonsumsi masyarakat yang hadir dalam festival yang digelar selama dua hari dari 19 hingga 20 Juni di Parkir Timur Gelora Bung Karno Jakarta.

Pihak panitia menyediakan satu ton lele untuk dimasak pecel lele dan dijual per paket lengkap dengan nasi, sambal, serta lalapan hanya dengan harga Rp 6.000 saja. Sedangkan 600.000 kg lele dijual hidup pada masyarakat yang hadir dengan harga Rp 7.000 per kg.

Harga jual pecel lele maupun lele hidup tersebut jauh lebih murah ketimbang harga dijual di masyarakat yang mencapai harga Rp 12.000 per kg maupun per porsi. Harapannya masyarakat Jabodetabek berbondong-bondong menikmati ikan lele dengan protein tinggi tersebut.

Tidak kurang seorang Ibu Negara, Ani Yudhoyono, hadir membuka festival lele pertama tersebut guna menarik kepedulian masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, terutama lele.

“Masalah perlelean ini menyangkut pangan dan kecukupan gizi nasional, untuk mencukupi gizi generasi di masa depan,” ujar dia saat membuka hajatan akbar tersebut.

Ia meminta masyarakat mengubah pola pikir, dan menyadari bahwa ikan adalah makanan baik. Dengan demikian konsumsi ikan pun secara otomatis akan meningkat.

Ia sangat menyayangkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia yang kalah dibanding dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. “Dengan geografis yang menunjang harusnya Indonesia lebih tinggi konsumsi ikannya”.

Mudahnya berbudidaya lele membuat ia meminta setiap sungai, embung, situ dapat dimanfaatkan untuk budidaya air tawar.

“Manfaatkan halaman. Tanah sepetak, ikan segentong untuk hidupi keluarga sendiri,” ujar Ani.

Pada akhirnya ia mengharapkan upaya mencapai ketahanan pangan tidak hanya sekedar mencukupi secara kuantitatif tetapi juga secara kualitatif, dengan ketersediaan protein terutama dari ikan.

Semua gemar lele

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad usai mendampingi Ani Yudhoyono membuka festival lele mengungkapkan kegembiraannya bahwa seorang Ibu Negara mau hadir dan menikmati pecel lele bersama-sama masyarakat dengan penyajian kotak, tidak dengan piring.

“Tadinya memang penyajiannya harus dengan piring. Tapi saya sampaikan ke Ibu (Ani Yudhoyono), kalau rakyat makan lele dengan kotak agar lebih merakyat, Ibu baiknya juga dengan kotak, eh ternyata ia tidak keberatan,” ujar Fadel.

Karena itulah menu spesial makan siang semua yang hadir tanpa terkecuali dalam Festival Raya Lele Nusantara tersebut adalah pecel lele yang berada di dalam kotak karton berwana putih dan biru.

Fadel mengatakan produksi ikan bersungut ini belum lah besar di tanah air, baru mencapai 200.000 ton per tahun. Jumlah tersebut dirasa masih sangat kurang guna mencukupi permintaan protein ikan di dalam negeri.

Karena itu, ia mengatakan Kementeriannya telah menargetkan produksi ikan yang berasal dari daratan Afrika ini dapat mencapai satu juta ton pada 2015. Dengan demikian, kesempatan untuk ekspor dapat mulai terbuka.

“Pasar di Jakarta saja masih kekurangan lele, sehingga harus mengambil dari Bogor dan Tangerang. Jika sudah satu juta ton sebagian dapat digunakan untuk mencukupi konsumsi dalam negeri dan sisanya baru diekspor,” kata mantan Gubernur Gorontalo ini.

Dirjen Perikanan Budidaya, Made L Nudjana membenarkan pasokan lele untuk mencukupi permintaan dalam negeri masih kurang. Untuk itu KKP menyiapkan sentra-sentra produksi lele melalui Minapolitan Lele yang saat ini telah disiapkan di Bogor, Boyolali, Gunung Kidul, Pacitan, dan Blitar.

“Ini sentra-sentra besarnya. Seperti Gunung Kidul sekarang baru mampu memproduksi lima ton per hari, nanti dipacu untuk berproduksi 30 ton per hari supaya bisa memasok Yogyakarta yang masih kekurangan,” ujar dia.

Yogyakarta, menurut dia, saat ini dipasok dari tiga tempat, yakni Gunung Kidul, Boyolali, dan Pacitan. Sedangkan Blitar ke depan akan digenjot berproduksi untuk memenuhi permintaan Jawa Timur.

Bersama Direktorat Pemasaran dan Pengolahan Hasil Usaha (P2HP) pihaknya akan mengupayakan agar masyarakat mendapatkan protein ikan lele dengan berbagai macam variasi rasa dan bentuk.

“Masyarakat mungkin baru mengenal pecel lele, sebenarnya variasi olahan lele sudah sangat banyak, karena di Jawa Barat saja tidak kurang 50 jenis makanan menggunakan lele,” ujar dia.

Tekstur daging ikan berbadan licin yang lembut, menurut dia, justru mempermudah pengolahannya. Brownis, berbagai abon, berbagai kerupuk beberapa bentuk olahan tersebut akan membuat semakin banyak kalangan menikmati ikan yang dianggap hanya milik rakyat jelata ini.

Di Yogyakarta, lanjut dia, hanya ikan lele yang per kg mencapai sembilan hingga 10 ekor yang laku untuk pecel lel. Padahal ada pula lele yang per kg terdiri dari lima ekor.

“Solusinya ada dua, yang pertama lele berukuran besar tersebut diolah dengan berbagai variasi dan kedua dimasukan ke kolam pancing,” ujar Made.

Protein terjangkau

Kenapa lele digemari?

Boleh jadi karena ikan berbadan mayoritas hitam ini merupakan ikan dengan harga murah, mudah diolah, dan lezat.

Namun demikian ikan yang mudah dalam pembiakan maupun pembesarannya ini semakin mahal akibat ketergantungan pada pakan pelet yang mahal karena bahan bakunya harus impor.

KKP terus mencari solusi guna menggantikan pelet dengan pakan alternatif yang selain terjangkau juga mengandung protein tinggi. Kacang-kacangan dan daun pepaya menjadi solusi di Yogyakarta. “Umur tiga minggu lele sudah diajarkan makan daun-daunan dan kacang-kacangan, hasilnya bagus walau waktu pembesarannya bertambah satu minggu”.

Namun demikian, hanya dalam hitungan dua bulan satu minggu, dan menggunakan kacangan-kacangan serta daun pepaya menggantikan pelet, maka menghemat penggunaan pelet hingga 50 persen.

Harapannya, pengurangan biaya produksi akan meningkatkan marjin keuntungan sekaligus membuat harga ikan di masyarakat lebih terjangkau.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi lele pada tahun 2014 meningkat sebesar 450 persen, yakni dari 200.000 ton per tahun menjadi 900.000 ton per tahun.

Rata-rata konsumsi lele nasional per kapita tahun 2008 sebesar 0,67 kilogram (kg), sedangkan tahun 2009 meningkat menjadi 2,3 kg per kapita.

Urutan konsumen lele per kapita tertinggi menurut Susenas tahun 2008 adalah Yogyakarta sebesar 1,29 kg per kapita per tahun, diikuti Kepulauan Riau 1,28 kg per kapita per tahun, Riau sebesar 1,26 kg per kapita per tahun, Papua sebesar 1,22 kg per kapita per tahun, DKI Jakarta sebesar 1,17 kg per kapita per tahun, dan Jawa Timur sebesar 1,06 kg per kapita per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengatakan empat hal yang akan dilakukan KKP dari sisi ekonomi untuk menggalakan produksi hingga konsumsi lele.

Hal pertama yang akan diupayakan yakni menggiatkan budidaya lele skala kecil hingga menengah yang disebar di beberapa sentra utama. Kedua, mengupayakan agar memasyarakatkan lele sehingga konsumsi meningkat.

Hal ketiga yang akan KKP upayakan yakni mengembangkan industri atau pengolahan lele. Sedangkan upaya keempat yakni menjadikan lele sebagai sumber pangan yang merambah berbagai kalangan.

“Selama ini lele lebih banyak dinikmati masyarakat kelas bawah. Kita akan membuat lele juga menyentuh kalangan elit negeri ini,” ujar Fadel. (Ant/Virna Puspa Setyorini)

10
Jul
10

IpTek : Jakarta Berpotensi Gempa Besar

Kamis, 24 Juni 2010 | 12:38 WIB
Jakarta Berpotensi Gempa Besar

kaskus.us

Palmerah, Warta Kota

STAF khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana Andi Arief mengatakan gempa besar berpotensi terjadi di wilayah Jakarta mengingat meningkatnya intensitas gempa di sepanjang pantai barat Sumatera.

“Intensitas gempa yang kian meningkat di zona patahan aktif di sepanjang pantai barat Sumatera belakangan ini, memunculkan kekhawatiran bahwa potensi rambatan gempa dapat sewaktu-waktu menuju ke Ibukota,” kata Andi dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (24/6).

Menurutnya, Jakarta pernah terguncang gempa dahsyat, antara lain pada tahun 1699, 1780, 1883, dan 1903.

Dikatakannya, meski kekhawatiran tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, pemerintah harus segera membenahi sistem manajemen bencana yang dapat mengantisipasi situasi krisis apabila gempa itu “singgah” di Jakarta.

Untuk itu, Kamis ini Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengundang dua pakar manajemen bencana yaitu Professor Antony Saich dan Dr. Arnold Howitt dari Sekolah Ilmu Pemerintahan John F. Kennedy, Universitas Harvard, Amerika Serikat untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya.

Kedua ahli ini berpengalaman dalam hal manajemen bencana dan pengelolaan situasi krisis di Amerika Serikat dan Cina.

Keduanya akan berbicara di depan petinggi lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan bencana, seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika), Badan Geologi ESDM, Badan SAR Nasional, serta akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga riset, dalam sebuah sesi diskusi di Istana Presiden.

“China memiliki pengalaman yang baik dalam menangani gempa dan banjir seperti kita. Sementara AS berpengalaman mengelola situasi krisis pada saat badai topan. Pengalaman kedua negara sangat relevan untuk kita jadikan referensi,” kata Soeyanto, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB).

Menurut Soeyanto, kedua negara tersebut berhasil mengembangkan sistem manajemen bencana yang tangguh, yang bertumpu pada kepemimpinan yang efektif antar lembaga pemerintah yang terkait dengan kebencanaan, serta pembangunan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kajian bencana.

“Koordinasi menjadi salah kata kunci dalam mengatasi krisis pada saat bencana terjadi, karena pemerintah di pusat dan daerah memiliki bermacam-macam lembaga yang terkait dengan kebencanaan.

Koordinasi yang efektif itu bukan hanya soal kemampuan membangun relasi antar lembaga, tapi yang lebih mendasar adalah bagaimana mendesain relasi dan pembagian kerja yang tepat antar lembaga? kata Dr. Arnold Howitt.

Arnold menegaskan, apabila desain kelembagaan itu sudah tepat, maka pekerjaan rumah berikutnya adalah reformasi birokrasi dalam hal pengembangan sumberdaya manusia.

Ia prihatin karena mendengar bahwa di berbagai provinsi di Indonesia, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) banyak diisi oleh tenaga-tenaga yang tidak memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

Karena itu, ia berpendapat, pengembangan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kebencanaan adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia yang tak bisa ditunda-ditunda. (Ant/apr)

10
Jul
10

Sejarah : Kekejaman Kolonialis Belanda di Aceh

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (1)

Lukisan yang menggambarkan tentara Belanda menyerang Masjid Raya di Kutaraja pada Januari 1874.

Tahun 1600, serangan di Nieuwpoort. Siapa yang masih membicarakan Perang Aceh? Siapa yang tahu mengapa Gubernur Jendral Loudon di Batavia (Jakarta) yang otokratis, keras kepala, impulsif dan gigih memulai perang melawan Aceh tahun 1873? Berapa tahun perang ini berlangsung? Siapa yang tahu di sungai mana, di benteng Aceh yang mana, di semak belukar yang mana, di bukit dan gunung yang mana,  di kampung yang terbakar mana serta kebun kelapa yang mana tempat para serdadu Belanda dan Aceh saling melemparkan klewang satu sama lain?

Siapa yang masih ingat nama kampung-kampung di Aceh tempat para pejuang Aceh dapat berleha-leha dengan 70 bidadari yang cantik setelah ’pasifikasi’, ’ekskursi’, ’pendisiplinan’ Belanda? Masih ingatkah kita bagaimana Jendral Köhler, komandan pasukan invasi Belanda tahun 1873, terbunuh di bawah pohon geulumpang dekat Masjid Raya di Kutaraja? Tentang Jendral van der Heijden, alias Kareltje Eénoog, yang bersujud kepada orang-orang Aceh menyatakan terima kasihnya karena dia masih bisa selamat?

Siapa pula yang masih ingat tentang Belanda yang sebelum melancarkan Perang Aceh Kedua mengaktifkan kembali Jendral van Swieten yang sudah pensiun? Siapa yang tidak pernah mendengar bertahun-tahun kemudian, setelah Perang Aceh yang kesekian-kalinya, cerita Jendral Van Heutz tentang para serdadu KNIL yang runtuh semangatnya, namun kemudian terinspirasi oleh pemikiran Snouck Hurgronje, seorang Belanda yang mendalami Islam, maka semangat bertempur para serdadu itu bangkit kembali? Yang dengan tenang mengejar dan membuat kaget orang-orang Aceh di gunung-gunung dengan senjata modern, klewang dan taktik anti-gerilya yang baru.

Van Heutsz yang menangkap orang Aceh yang pemberani dan pecinta kemerdekaan,  pertama-tama kakinya dulu, kemudian lehernya dan dengan hati-hati dipukulnya lalu kemudian mencoba mengambil hati mereka. Terakhir, siapa yang tidak mengenal –saya hanya menyebut satu nama saja sementara ini –  Van Daalen yang kejam, seorang militer yang memandang rendah pribumi.

Pada aksi kontra terorisnya, kekejaman dan kesadisan bukan hanya sesekali tetapi sistematis. Sebagaimana yang ditulis seorang polisi militer dengan nama samaran ’Wekker’ – yang pernah dipermalukan oleh Van Daalen –   pada tahun 1907 melalui 17 artikel di koran ’De Avondpost’ (Koran Malam) yang terbit di Den Haag ,” para tahanan dibunuh (sebagai pelajaran lalu jasad mereka dijajarkan), kaum wanita dan anak-anak ditembak, para pemberi informasi yang ragu-ragu disiksa, para sandera disekap dalam kurungan, rumah tinggal, mesjid dan kampung-kampung dibakar habis.” (1)

Sesudah Van Heutsz diangkat menjadi gubernur jendral bersama dengan  komandan militer Belanda saat itu atas perintah Menteri di Den Haag, maka kritik di parlemen pun mereda. Van Daalen dibebaskan dari segala tuduhan (harusnya diadili dulu oleh pihak yang netral). Angkat topi.

Nama-nama para pemimpin besar Aceh saat itu seperti Tiro, Panglima Polim, Teuku Umar dan istrinya yang penuh semangat perjuangan, Cut Nya Dien, saya rasa tidak perlu dipertanyakan lagi. Ambil contohnya Teuku Umar. Pada awalnya beliau membiarkan dirinya didekati oleh Belanda, mendapat titel yang baik dan ribuan prajurit Aceh di bawah komandonya dilatih dan dipersenjatai oleh Belanda yang ’tidak beragama’. Setelah itu beliau menyeberang ke kubu Aceh, musuh Belanda. Di mata penjajah tindakannya dianggap sebagai sebuah pengkhianatan besar.

Tetapi orang Aceh yang bertelanjang kaki menilainya tidak demikian. Di mata mereka, Belanda terperosok dalam perangkap Teuku Umar. Janda Teuku Umar, Cut Nya Dien, juga mempunyai semangat berjuang yang berkobar. Dengarlah bagaimana beliau mengimbau agar rakyat Aceh berjuang melawan penjajah, ”Rakyatku, orang-orang Aceh, ingatlah ini, jangan pernah lupakan! Mereka menentang Allah dan membakar Mesjid Raya (di Kutaraja)! Jangan pernah lupakan dan jangan pernah memaafkan para kafir Belanda!! Perlawanan Aceh tidak hanya dalam kata-kata.” (2)

Tentu saja di Belanda ada sekitar 44 atau 444 orang Belanda asli, Indo, para pensiunan KNIL di Bronbeek. Belum lagi orang Maluku, anggota Yayasan Kerkhof Pecut, dosen universitas yang muda dan tua, para pelajar asal Aceh, kelompok pecinta literatur Indische Letteren, keturunan para pegawai pemerintah Belanda dan para pengajar sekolah dasar Eropa di Hindia-Belanda, dulu, yang tahu soal Perang Aceh. Kadang mereka malah sangat banyak tahu hingga membuat kita terkejut. Tetapi lebih dari itu saya kira hanya tinggal sejarah. Menyedihkan.

Dari mereka yang menganggap  Perang Aceh sudah mati, kita tidak mendengar lagi kisah tentang perang ini. Logis. Yang lainnya, ”bagi mereka yang menganggap Perang Aceh belum sepenuhnya mati, masih sesekali menulis, bahwa ’peringatan tentang Perang Aceh tampaknya sudah mati, sebuah masa lalu yang sudah mati,” (3)

Mereka tidak menyesalinya sama sekali, karena kita tidak bisa belajar apa-apa lagi dari perang ini, begitu pendapat mereka. Sementara yang setengahnya lagi, para ahli literatur dan sejarawan, dengan fakta-fakta kosong juga telah membuat perang ini seolah-olah mati.

Contohnya adalah Menke de Groot. Untuk merehabilitasi nama Kapten Borel yang memimpin Pasukan Hindia-Belanda dan membebaskan tuduhan terhadap Jendral Swieten, pemimpin KNIL yang dituduh bersalah melakukan pembakaran dan pembunuhan massal, maka pada tahun 2009 beliau menulis sebuah buku tebal tentang Perang Aceh Kedua membahas kedua pemimpin tersebut (4).

Bagaimana orang dapat percaya padanya, diperlukan penjelasan. ’Hati-hati dengan pendapat sembrono orang-orang seperti Multatuli dengan pemikiran filantropisnya yang menyesatkan tentang Perang Aceh’, demikian serunya. Sayang sekali bahwa de Groot dalam buku edisi cetak ulangnya hanya menyebut ’lembaga militer’dalam Perang Aceh Kedua. Padahal Perang Aceh Pertama, Ketiga dan Keempat sama sekali tidak identik dengan Perang Aceh Kedua.

Akan sangat menarik sekali jika de Groot menempatkan Perang Aceh ’nya’ dalam konteks kolonial, dengan sudut pandang saat itu dan sudut pandang saat ini. Sayang sekali beliau tidak menangkap kesempatan itu.

Berbagai lagu rakyat Belanda menunjukkan bagaimana pada saat terjadinya Perang Aceh kita melihat diri kita sendiri sebagai penjajah Belanda yang beradab dan  Aceh yang barbar, serta bagaimana beruntungnya saat itu bagi Aceh karena kita ingin ’menciptakan perdamaian’ di sana.

Paasman mencatat, banyak tentang lagu-lagu tersebut adalah lagu untuk membangkitkan semangat, lagu tentang keadilan, lagu tentang polisi militer, lagu perpisahan, lagu peringatan, lagu tentang pahlawan, lagu jalanan, lagu cinta mendayu-dayu dan lagu-lagu kabaret (5).. Contohnya lagu Militair Atchinlied karya P Haagsma,

“Naar Atchin, de Kraton! Daar zetelt het kwaad.

Schuilt ontrouw, broeit zeeroof en smeulde verraad;

Roeit uit dat geboredsel, verneder die klant;

Met Nederlands driekleur ‘beschaving’geplant.” (6)

Ke Aceh, Kerajaan! Disanalah bersarangnya kejahatan.

Sembunyikan kepalsuan, sarang bajak laut dan penuh pengkhianatan;

Teriakilah kekacauan itu, permalukanlah;

Dengan ’peradaban’Belanda tiga warna.

Setiap pembunuh muda menyanyikan lagu jalanan yang populer ini,

En Teuku Oemar, die moet hangen;

Aan een touw, aan een touw,

Teuku Oemar en zjn vrouw. (7)

Dan Teuku Umar, harus digantung;

Dengan tali, dengan tali,

Teuku Umar dan istrinya.

Para pahlawan Hindia-Belanda yang gagah berani pun tak dilupakan,

Wie kent er niet die brave zielen

Die aan het verre Atjehstrand

Al voor de eer van Nederland vielen

‘t Rood, Wit, Blauw in hun verstijfde hand?

We zullen hunnen assche eeren, wreken,

En waar ik ga of sta of zit, zal ik hun naam met eerbied spreken

Want dat waren jongens van Jan de Witt. (8)

Siapa yang tidak kenal jiwa-jiwa yang berani

Yang berjuang di pantai Aceh yang jauh

Gugur demi kehormatan Belanda

Warna merah, putih dan biru di tangan mereka yang sudah kaku?

Kita akan menghormati dan membela jasad mereka,

Dimanapun aku berada, berdiri atau duduk, aku akan menyebut nama mereka dengan penuh hormat.

Karena mereka adalah para pemuda Jan de Witt.

Kumpulan puisi yang sesungguhnya untuk orang dewasa. Puisi bertema kepahlawanan yang benar-benar khas Belanda, termasuk lagu pengantar tidur tentang Perang Aceh, sejauh yang saya tahu belum pernah ditulis.

Tahun 1600, serangan di Nieuwpoort. Siapa yang masih membicarakan Perang Aceh? Siapa yang tahu mengapa Gubernur Jendral Loudon di Batavia (Jakarta) yang otokratis, keras kepala, impulsif dan gigih memulai perang melawan Aceh tahun 1873? Berapa tahun perang ini berlangsung? Siapa yang tahu di sungai mana, di benteng Aceh yang mana, di semak belukar yang mana, di bukit dan gunung yang mana,  di kampung yang terbakar mana serta kebun kelapa yang mana tempat para serdadu Belanda dan Aceh saling melemparkan klewang satu sama lain?

Siapa yang masih ingat nama kampung-kampung di Aceh tempat para pejuang Aceh dapat berleha-leha dengan 70 bidadari yang cantik setelah ’pasifikasi’, ’ekskursi’, ’pendisiplinan’ Belanda? Masih ingatkah kita bagaimana Jendral Köhler, komandan pasukan invasi Belanda tahun 1873, terbunuh di bawah pohon geulumpang dekat Mesjid Raya di Kutaraja? Tentang Jendral van der Heijden, alias Kareltje Eénoog, yang bersujud kepada orang-orang Aceh menyatakan terima kasihnya karena dia masih bisa selamat?

Siapa pula yang masih ingat tentang Belanda yang sebelum melancarkan Perang Aceh Kedua mengaktifkan kembali Jendral van Swieten yang sudah pensiun? Siapa yang tidak pernah mendengar bertahun-tahun kemudian, setelah Perang Aceh yang kesekian-kalinya, cerita Jendral Van Heutz tentang para serdadu KNIL yang runtuh semangatnya, namun kemudian terinspirasi oleh pemikiran Snouck Hurgronje, seorang Belanda yang mendalami Islam, maka semangat bertempur para serdadu itu bangkit kembali? Yang dengan tenang mengejar dan membuat kaget orang-orang Aceh di gunung-gunung dengan senjata modern, klewang dan taktik anti-gerilya yang baru.

Van Heutsz yang menangkap orang Aceh yang pemberani dan pecinta kemerdekaan,  pertama-tama kakinya dulu, kemudian lehernya dan dengan hati-hati dipukulnya lalu kemudian mencoba mengambil hati mereka. Terakhir, siapa yang tidak mengenal –saya hanya menyebut satu nama saja sementara ini –  Van Daalen yang kejam, seorang militer yang memandang rendah pribumi.

Pada aksi kontra terorisnya, kekejaman dan kesadisan bukan hanya sesekali tetapi sistematis. Sebagaimana yang ditulis seorang polisi militer dengan nama samaran ’Wekker’ – yang pernah dipermalukan oleh Van Daalen –   pada tahun 1907 melalui 17 artikel di koran ’De Avondpost’ (Koran Malam) yang terbit di Den Haag ,” para tahanan dibunuh (sebagai pelajaran lalu jasad mereka dijajarkan), kaum wanita dan anak-anak ditembak, para pemberi informasi yang ragu-ragu disiksa, para sandera disekap dalam kurungan, rumah tinggal, mesjid dan kampung-kampung dibakar habis.” (1)

Sesudah Van Heutsz diangkat menjadi gubernur jendral bersama dengan  komandan militer Belanda saat itu atas perintah Menteri di Den Haag, maka kritik di parlemen pun mereda. Van Daalen dibebaskan dari segala tuduhan (harusnya diadili dulu oleh pihak yang netral). Angkat topi.

Nama-nama para pemimpin besar Aceh saat itu seperti Tiro, Panglima Polim, Teuku Umar dan istrinya yang penuh semangat perjuangan, Cut Nya Dien, saya rasa tidak perlu dipertanyakan lagi. Ambil contohnya Teuku Umar. Pada awalnya beliau membiarkan dirinya didekati oleh Belanda, mendapat titel yang baik dan ribuan prajurit Aceh di bawah komandonya dilatih dan dipersenjatai oleh Belanda yang ’tidak beragama’. Setelah itu beliau menyeberang ke kubu Aceh, musuh Belanda. Di mata penjajah tindakannya dianggap sebagai sebuah pengkhianatan besar.

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (2)

Artikel Terkait:


Pembantaian 14 Juni 1904 saat pasukan Belanda menaklukkan Kampung Kuto Reh, Aceh. Pasukan dipimpin van Daalen. Sebanyak 313 pria Aceh, 189 perempuan, dan 59 anak-anak tewas. Hanya satu bocah lelaki yang selamat dalam pembantaian itu.

Selasa, 6 Juli 2010 | 11:30 WIB

Tentu saja ada juga suara-suara yang kritis tentang Perang Aceh, di antaranya dari Multatuli yang sudah kita kenal, yang tanpa basa-basi menulis sebuah surat  ‘kepada Raja’ sebagai berikut, ”Gubernur Jendral Anda (James Loudon-Red) saat ini berada pada posisi untuk memaksakan kehendaknya dengan mengumandangkan perang pada Sultan Aceh, dengan alasan yang dibuat-buat, seolah-olah sebagai suatu tindakan yang wajar dilakukan, dengan tuntutan agar Sultan Aceh menyerahkan kedaulatannya. Hal ini sama sekali tidak terhormat, tidak bermartabat, tidak dapat dipahami.” (9)

Saya juga sudah menyebut tentang ’Wekker’, seorang polisi menulis 17 artikel kritis di koran Den Haag ’De Avondpost’. Artikel-artikel yang menimbulkan keresahan di Belanda, setidaknya di parlemen. Namun persoalan ini dianggap tidak ada dan tidak dicari pemecahannya. Para penulis seperti Zentgraff sebelum Perang Dunia Kedua (10) dan van ’t Veer (11) dan Bossenbroek (12) tidak menghargai keterlibatan KNIL dalam Perang Aceh. Salah satu kutipannya, ”Kampung Kuto Reh yang diserang, 11 Juni 1904. Dua Belanda tewas. Aceh kehilangan 313 pria, 189 wanita, 59 anak-anak.

Komandan Van Daalen memerintahkan agar jenazah yang bergelimpangan difoto. Seorang Letnan bernama Colijn yang beragama Kristen menulis kepada istrinya dalam Bahasa Belanda sehari-hari, ”Pekerjaan yang tidak menyenangkan tetapi tidak ada pilihan lain. Para serdadu berpesta menghujani mereka dengan bayonet.”.

Setelah tahun 1945 muncul perhatian dari berbagai pihak tentang Perang Aceh. Misalnya Madelon Székely-Lulofs yang menulis roman tentang pejuang Aceh Cut Nya Dien (14). Atau roman yang menggugah berjudul Wisselkind yang terbit tahun 1998 yang ditulis Basha Fabers (15). Paul van ’t Veers dengan karyanya yang menawan berjudul  De Atjeh-oorlog (Perang Aceh) tahun 1869 (16). Atau buku De verbeelding van een koloniale oorlog (Gambaran sebuah perang kolonial) tahun 2001 yang disusun oleh Liesbeth Dolk (17) berisi tulisan sepuluh penulis yang menggambarkan Aceh melalui pers, literatur, seni dan film.

Ingatan tentang Perang Aceh sesudah 2001 tidak berhenti begitu saja, oleh sebab itu perlu ditelaah aktualisasinya. Pada tahun 2004 muncul skripsi doktoral yang tidak begitu dikenal yang ditulis oleh Lucia Hogervorst, van etnocentrisme naar cultuurrelativisme (18) (Dari Etnosentrisme ke Relativitas Budaya). Isinya mengenai pendapat umum di Belanda setelah tahun 1945 tentang sejarah kolonial. Beliau mendasarkan penelitiannya antara lain pada buku sejarah di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama pada tahun 1950-an, 70-an dan 90-an tentang Perang Aceh.

Setelah itu ia mengukuhkan pendapatnya sekali lagi melalui tulisannya De (niet te) vergeten oorlog in Atjeh (Perang di Aceh yang (tidak untuk) Dilupakan) melalui penerbitan khusus pada tahun 2010 untuk memperingati ’65 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua’(19). Pendidikan Protestan pada tahun 1950-an menceritakan kisah tentang seorang Sultan Aceh (seorang bangsawan yang berdaulat – Red) yang tidak mau tunduk pada Pemerintah Belanda dan masyarakat Aceh yang dipandang sebagai para bajak laut yang beringas, oleh sebab itu mereka harus dikoreksi.

Maka anggapan ‘harus dikoreksi’ inilah yang menjadi alasan mengapa Belanda menduduki Aceh (‘menduduki’ bagi Aceh sama dengan menyerang dan menjajah- Red). Buku sejarah di sekolah Katolik nyaris tidak memberi informasi tentang Perang Aceh itu sendiri tetapi menceritakan ratusan kali tentang Pendeta Verbraak yang bertahun-tahun bertugas menangani ‘jiwa-jiwa damai para pemberani’.

Buku itu memuji perjuangan para serdadu Pasukan Hindia-Belanda yang pemberani. Dengan perjuangan berat para serdadu Belanda berhasil mengembalikan ketentraman di Aceh sementara orang Aceh sendiri ’sesekali’ masih melawan Belanda (‘mengembalikan ketentraman’seolah-olah Aceh yang pribumi sudah secara sah menjadi bagian dari Kerajaan Belanda- Red).

Tetapi murid sekolah sebenarnya tidak belajar bagaimana Belanda selama bertahun-tahun menjadi bagian dari petualangan keserakahan, bersaing dan berseteru dengan sesama negara Eropa lain untuk mencari keuntungan dan kekayaan di belahan dunia lain yang jauh dan belum dikenal. Orang Belanda yang baik harus mencari keuntungan, bukan dengan jalan kebaikan tetapi dengan menimbulkan banyak kerusakan. Maka Aceh pun menjadi korban dari keserakahan itu.

Kepada rakyat Belanda dikatakan bahwa pendudukan dilakukan untuk mengakhiri bajak laut di Aceh. Kepada Amerika dan negara Eropa lain menurut kabar burung (yang tidak diuji kebenarannya) dikatakan bahwa tindakan itu dilakukan untuk mempersiapkan kesepakatan yang menguntungkan dengan Sultan Aceh  dan untuk mengambil alih wilayah kekuasaannya.

Maka Gubernur Jendral di Batavia secara tergesa mengumumkan perang dengan Sultan Aceh dan mendaratlah pasukan ekspedisi Belanda pada tanggal 8 April 1873 di Aceh. Tetapi ketika Jendral Belanda, Köhler, yang berkuasa tewas terbunuh di bawah pohon geulumpang dekat Masjid Raya di Kutaraja maka tewas pula kekuasaannya dan ekspedisi pertama itu pun gagal.

Pada tahun 1874 terjadilah Perang Aceh Kedua di bawah pimpinan Jendral van Swieten yang pensiun namun diaktifkan kembali. Ketika kerajaan milik Sultan Aceh diduduki, dengan penuh kemenangan beliau mengirim pesan ke Belanda ‘kerajaan sudah kita duduki’, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah kerajaan itu kosong melompong dan burung-burung pun beterbangan dari dalamnya.

Sesudah itu diikuti oleh tahun-tahun penuh kritik terbuka dari para bawahan di antara yang menonjol adalah Kapten Borel. Muncul lagi seorang jenderal baru, kali ini dengan taktik pertahanan 16 benteng di sekitar Kutaraja. Mereka bertahan selama bertahun-tahun dengan cara bersembunyi di benteng-benteng tersebut, demikian menurut Snouck Hurgronje.

Kemudian muncul Jendral Karel van der Heijden, alias Kareltje Eénoog (Karel Bermata Satu), setelah beliau kehilangan satu matanya dalam peperangan. Taktiknya adalah ‘hukuman sebagai pelajaran’, dengan kata lain ribuan orang Aceh dibunuh dan ratusan kampung di Aceh habis dibakar, tetapi kemenangan perang tetap tidak tercapai. Kemudian diikuti  oleh  Jendral Van Heutsz yang kali ini mendapat giliran. Terinspirasi oleh visi spesialis Islam asal Belanda, Snouck Hurgronje, beliau menjalankan taktik aksi kontra gerilya yang bergerak ofensif secara berkala ke pedalaman Aceh yang bergunung-gunung,  yang untuk beberapa waktu lamanya belum terjamah manusia.

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (3)

Rabu, 7 Juli 2010 | 13:03 WIB

Pembantaian 14 Juni 1904 saat pasukan Belanda menaklukkan Kampung Kuto Reh, Aceh. Pasukan dipimpin van Daalen. Sebanyak 313 pria Aceh, 189 perempuan, dan 59 anak-anak tewas. Hanya satu bocah lelaki yang selamat dalam pembantaian itu.

Anda bisa membayangkan Van Heutsz, dengan tangan di belakang, perut buncit, memberi kesan sebagai seorang militer superior yang arogan. Tetapi di bawah kepemimpinan penerus Van Heutsz, yaitu Van Daalen, baru terjadi perubahan. Selama ‘ekspedisi’nya ke pedalaman Gayo dan Alas, semua isi kampung dibunuh. Van Daalen dan pasukannya memerintahkan agar apa yang mereka lakukan diabadikan melalui foto, dengan penuh kebanggaan, yaitu tumpukan mayat dengan seorang anak lelaki yang kebetulan selamat dari huru-hara itu disampingnya.

Para pejabat Belanda yang dipermalukan oleh Van Daalen menulis secara anonim kenyataan yang mencengangkan itu di koran-koran Belanda. Para anggota Parlemen yang terkejut (di antaranya Victor de Stuers) mengkritik bahwa ’Pemerintah menyebutnya ekskursi, tetapi saya menyebutnya sejarah pembunuhan’. Koran Het Volk menulis pada tanggal 17 Juli 1904 ‘sebuah negara yang beradab dan berperikemanusiaan tidak seharusnya menyanjung seseorang (Van Heutsz) yang telah menumpahkan darah’.

Maka dalam sekejap berubahlah gambaran tentang negara Belanda yang beradab yang bukan melancarkan perang melainkan pasifikasi dan mengembalikan ketenangan serta menegakkan peraturan, menjadi negara Belanda yang berkhianat, tidak dapat dipercaya, terbius oleh opium dan seks. Tiba-tiba orang-orang Belanda bukan pahlawan lagi melainkan para pembunuh massal.

Sejak tahun 1970-an buku-buku sejarah tidak lagi menampilkan kisah-kisah kepahlawanan melainkan informasi berdasarkan fakta yang ditulis secara singkat, contohnya ’setelah perjuangan berdarah selama bertahun-tahun maka Aceh berhasil dikuasai. Banyak korban pribumi yang jatuh’. Pada tahun 1990-an ditulis demikian ’hingga tahun 1900 orang Belanda hanya ingin mencari untung di Indonesia.

Lalu pada tahun 1873 orang Belanda ingin menguasai Aceh karena di sana banyak sumber minyak dan gas sehingga orang Belanda harus melancarkan perang. Orang Aceh melakukan perlawanan’ (yang benar adalah orang Aceh yang pecinta kemerdekaan ingin tetap merdeka, maka dengan segala kekuatan mereka menolak agresi Belanda. Itu berbeda artinya dengan melakukan perlawanan- Red).

Ketika akhirnya orang Aceh berhenti melawan, hal itu bukan menyerah seperti yang dipikirkan Belanda, tetapi mereka ’mencuri’ waktu untuk kelak bersama-sama dapat bangkit lagi dan mengusir Belanda dari Kutaraja sesaat sebelum Jepang menyerang Aceh pada bulan Maret 1942. Sebagaimana yang dicatat sejarah.

Pameran Van heldendaad tot schandvlek – het Nederlands koloniaal verleden in de geschiedenisboekjes (Dari tindakan patriotik menjadi noda yang memalukan -  Penjajahan Belanda di masa lalu dalam buku sejarah) di Museum Pendidikan Nasional di Rotterdam tahun 2005 mendapat inspirasi dari skripsi doktoral Lucia Hogervorst. Pameran yang sama pada tahun 2006 digelar di Museum Bronbeek di Arnhem dengan menggunakan judul Het Nederlands koloniaal verleden in de geschiedenisboekjes (Pejajahan Belanda di Masa Lalu dalam Buku Sejarah).

Judul Van heldendaad tot schandvlek (Dari tindakan patriotik menjadi noda yang memalukan) tampaknya tidak dapat diterima di Arnhem karena dianggap terlalu peka untuk para pejuang Bronbeek. Kepekaan yang sama juga tercermin melalui komentar-komentar pers tentang pameran di Rotterdam seperti dalam koran NRC dan Nederlands Dagblad yang berkiblat Protestan

Bagaimana di Aceh? Pada awalnya Aceh bersikap antusias setelah Perang Dunia Kedua dengan dinyatakannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Tetapi tak lama kemudian Aceh segera menyadari munculnya kolonialisme Jakarta. Maka dimulai lagi perjuangan kemerdekaan yang sengit selama bertahun-tahun. Tiba-tiba terjadi tsunami tahun 2004, sebuah tragedi di luar batas kemanusiaan.

Tetapi Perang Kolonial Belanda di Aceh tampaknya berhasil bertahan dari bencana itu.  Puisi-puisi kepahlawanan masih ditemukan (20). Contoh yang menarik misalnya Hikayat Perang Sabil dari Abad ke-19. Hikayat bercerita tentang perang mempertahan diri yang terjadi di Aceh melawan penjajah Belanda yang agresif dan dengan cepat menarik simpati orang Aceh yang beragama Islam. Pesan Hikayat yang kuat sangat sesuai dengan jiwa perjuangan rakyat Aceh.

Hikayat menyerukan agar rakyat Aceh melancarkan perang jihad melawan orang Belanda yang tidak beragama. Di bawah kekuasaan Belanda yang tidak beragama maka rakyat Aceh tidak dapat lagi menjalankan keyakinan mereka. Pembunuhan dan kematian akan terjadi di mana-mana. Keyakinan mereka, Islam, akan diancam oleh penjajah. Adat istiadat mereka juga akan dilarang. Belum lagi persoalan perilaku para serdadu Belanda yang tidak bermoral, pemerkosaan dan lain-lain.

Setiap orang Aceh, setiap pria dan wanita dan anak-anak dengan demikian harus berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajah. Perang melawan Belanda adalah perang seluruh rakyat. Imbalannya, surga. Jika tidak berpartisipasi maka hukumannya adalah api neraka. Satu hari bertempur melawan Belanda mendapat pahala jauh lebih besar daripada seribu hari naik haji di Mekah. Jihad adalah cara kematian yang terindah. Karena setiap orang ikut bertempur maka sulit untuk memisahkan para pejuang dengan yang bukan pejuang.

Tetapi ketika orang-orang Belanda setelah perang selama 30 atau 40 tahun menjadi semakin kuat dan tampaknya dekat dengan kemenangan, maka Aceh menyerahkan diri pada Belanda, namun dengan syarat bahwa orang-orang Belanda pertama-tama harus mengakui Islam sebagai agama mereka. Jika Aceh menyerahkan diri, tidak berarti sebagaimana yang kita pahami sebelumnya bahwa mereka juga rela dikuasai. Penyerahan diri itu hanya merupakan taktik untuk membenahi kekuatan.

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (4) Artikel Terkait:

repro-Nico Vinkrepro-Nico Vink

Gerbang Kehormatan dari Taman Pemakaman Peutjoet di Kutaraja, Banda Aceh. Ini adalah pemakaman militer Tentara Kolonial Belanda (KNIL) terbesar di Aceh. Sebanyak 2.200 nama tentara Belanda/Eropa, Ambon, Menado, Jawa terbunuh dalam masa Perang Aceh. Pohon besar yang ada dalam gambar, dari sebelum 1942, sudah tak ada sejak tsunami 2004.

Ini sebagian dari puisi kepahlawanan Aceh yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda:

Daarom, teungkoes, weest niet nalatig.

Volbrengt de godsdienstplichten, o broeders.

O, vrienden, er is geen enkele goede daad,

Die het oorlogvoeren overtreft.

De Heilige Oorlog is u als plicht opgelegd,

Begrijpt dat goed, o broeders!

Eerst komt de geloofsbelijdenis, dan de sembahjang

(dagelijks 5x bidden-Red),

Ten derde het oorlogvoeren tegen de Hollanders.(21)

Oleh sebab itu, tengku, jangan tidak peduli

Kerjakanlah kewajiban beragama, o saudaraku

Oh, kawan, tidak ada satu pun kebaikan,

Yang melebihi perjuangan dalam peperangan

Perang jihad adalah kewajibanmu

Pahamilah hal itu, o saudaraku!

Pertama membaca syahadat, kemudian shalat,

Ketiga berperang melawan Belanda.

Sementara Teuku Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda, sang istri, Cut Nya Dien, menyanyikan lagu pengantar tidur untuk bayi mereka:

Hé, mijn kleine jongen, mijn beminde zoon, je bent een man,

Je vader, je grootvader zijn ook mannen, toon je manlijkheid,

De Christenhonden willen ons land bezetten,

Zij willen onze godsdienst inruilen coor hun godsdienst,

De godsdienst van de christenhonden.

Verdedig de rechten van ons Atjenees volk,

Verdedig onze godsdienst, de Islamitische godsdienst.

O, mijn zoon, volg de voetsporen van je vader,

Teuku Ibarhim Lamnga, nu hij niet thuis is.

Denk maar niet dat je vader met z’n vrienden op stap is

Om de komst van de Christenhonden te vieren,

Hij is op weg om hen te verjagen uit het land Atjeh. (22)

Hai, anak lelakiku, anak lelaki kesayanganku, kau seorang lelaki,

Ayahmu, kakekmu juga laki-laki, tunjukkan keperkasaanmu,

Anjing-anjing Kristen ingin menguasai negara kita,

Mereka ingin menukar agama kita dengan agama mereka,

Agama para anjing Kristen.

Belalah hak rakyat Aceh,

Belalah agama kita, agama Islam.

O, anak lelakiku, ikutilah jejak ayahmu,

Teuku Ibrahim Lamnga, yang sekarang tidak di rumah,

Jangan kira ayahmu sedang bersenang-senang dengan temannya,

Untuk merayakan kedatangan para anjing Kristen,

Beliau pergi untuk mengusir mereka dari tanah Aceh.

Sampai sekarang hikayat masih tetap aktif dihidupkan. Pada tahun 2007 terbit versi kartun kisah hikayat untuk anak-anak sekolah di Aceh. Sampai sekarang para ibu juga masih menyanyikan lagu pengantar tidur untuk bayi-bayi mereka.  Lagu-lagu dodaidi mengajarkan pada anak-anak Aceh agar kelak harus membantu para pejuang Aceh. Ini salah satu lagu dodaidi:

Tiada Tuhan selain Allah

Rasul telah berpulang

Kembali ke pangkuan Allah

Beliau meninggalkan Al Qur’an untuk kita

Do idi ku doda idang

Tali layang-layang di udara telah putus

Jadilah anak yang kuat, oh Banta Seudang

Ikutlah bertempur dalam peperangan, selamatkan Aceh. (23)

Apakah Perang Aceh yang di Aceh disebut sebagai Perang Penjajahan Belanda masih diingat? Mehmet Ozay membantu saya pada Januari 2010 mewawancarai lebih dari 25 murid sekolah, mahasiswa dan dosen di Banda Aceh (24). Bagaimana mereka mengenang Perang Aceh?

”Jakarta” tidak pernah mempunyai perhatian terhadap sejarah daerah, tetapi memusatkan perhatian hanya pada sejarah Jawa dan hanya mengakui pahlawan-pahlawan nasional yang di dalamnya termasuk Teuku Umar dan Cut Nya Dien. Bagi ”Jakarta”, Aceh merupakan hal yang peka. Generasi muda Aceh tidak diperkenankan untuk menjadi patriot Aceh.

Oleh sebab itu seberapa jauh pelajaran tentang Perang Penjajahan Belanda diberikan di sekolah di Aceh sangat bergantung pada pengajarnya. Sejak penandatanganan Kesepakatan Helsinki antara Aceh dan ’Jakarta’ tahun 2005 maka ketertarikan secara terbuka di Aceh terhadap Perang Penjajahan Belanda semakin meningkat. Para kakek tanpa rasa takut dapat menceritakan kembali kisah perjuangan mereka kepada cucu-cucu. Para pengajar sekolah dasar dan sekolah menengah menceritakan dalam pelajaran sejarah bagaimana rakyat Aceh dengan gagah berani melawan penjajah Belanda hanya dengan bersenjatakan bambu, rencong dan klewang.

Di sekolah menengah atas, tugas mata pelajaran Imperialisme dan Kolonialisme di Indonesia merujuk pada  perang tersebut. Di tingkat universitas di jurusan sejarah diperbandingkan visi para sejarawan Aceh dengan visi para sejarawan Belanda.  Bagaimana Jendral Belanda Köhler pada Perang Aceh Pertama tahun 1873 dibunuh oleh rakyat Aceh di bawah pohon geulumpang dekat Mesjid Raya di Kutaraja sangat populer untuk dibahas.

Dan bagaimana Teuku Umar mengelabui Belanda juga dengan sendirinya berada dalam urutan teratas pembahasan. Mereka selalu memandang ahli Islam asal Belanda bernama Snouck Hurgronje dengan pengetahuannya tentang Aceh sebagai pengkhianat. Sebagaimana Belanda mengenal Van Heutsz, para murid dan mahasiswa Aceh juga mengenal para pahlawan mereka.

Mereka telah melihat pameran foto tentang Perang Belanda di Museum Aceh dan mereka juga mengenal Hikayat Perang Sabil. Dan dengan wisata sekolah ke Makam Belanda Kerkhof di Banda Aceh, makam militer Belanda terbesar di Aceh tempat bersemayam sekitar 2.200 militer KNIL, mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Perang Belanda di Aceh bagi Belanda sendiri bukan hal yang ringan.

Di makam ini mereka juga melihat nama-nama asal Ambon, Menado dan Jawa yang menjadi bukti betapa kreatifnya Belanda untuk saling mengadu domba orang Indonesia antara satu dengan lainnya. Sementara Jawa sudah beberapa ratus tahun menjadi jajahan Belanda, maka Aceh setelah 70 tahun berperang sebenarnya belum benar-benar berhasil dikuasai oleh Belanda.

Hal ini sampai sekarang masih diceritakan oleh orang Aceh dengan penuh kebanggaan. Pastilah bukan tanpa sebab bahwa orang Aceh masih mengingat Perang Penjajahan Belanda yang terjadi antara 70 hingga 140 tahun yang lalu di samping tragedi tsunami tahun 2004. Kursus tambahan bagi para pengajar tentang perang tersebut akan dilakukan di masa depan dan sebuah pameran foto besar-besaran pada tahun 2011 tentang perang tersebut juga sedang dalam tahap persiapan.

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (5-selesai)

Artikel Terkait:

Sabtu, 10 Juli 2010 | 17:01 WIB

Makam massal dari tujuh tentara Belanda/Eropa dan 16 tentara KNIL asal Ambon, Menado dan Jawa di Bakongan (Aceh Barat). Mereka tewas dalam serangan klewang pada 12 Agustus 1905.

Perang Dunia Kedua dan pembunuhan Yahudi oleh Nazi memang sudah selayaknya mendapat tempat dalam pendidikan sekolah kita di Belanda. Kedua subyek sejarah tersebut beruntung mendapat tempat yang dominan dalam otak generasi muda kita. Tetapi hal itu juga sayangnya menimbulkan beberapa dampak negatif. Kapasitas otak relatif kecil dan kita khawatir tidak ada tempat lagi untuk subyek sejarah yang penting seperti Perang Aceh yang berlangsung selama 30, 40 atau bahkan 70 tahun. Juga terlalu sedikit, sangat sedikit perhatian yang diberikan para dosen untuk episode yang sangat berarti ini dalam sejarah kita.

Akibatnya adalah ingatan yang semakin terpinggirkan tentang perang ini. Hal ini diperburuk oleh banyaknya monumen kenangan dan peringatan di negara kita tentang Perang Dunia Kedua namun sangat sedikit sekali tentang Perang Aceh. Monumen dan tempat-tempat bersejarah di Aceh buat kita jauh letaknya dan dengan demikian juga tidak mudah untuk dikunjungi secara massal dari negara kita.

Begitu banyak monumen bertema Perang Dunia Kedua  namun  monumen Perang Aceh sampai sekarang nyaris tidak mendapat perhatian. Tampaknya ada kecenderungan kuat bahwa kecintaan kita pada kemerdekaan hanya berlaku untuk diri kita sendiri. Orang lain selalu salah dan harus merasa malu jika mereka mengancam dan merebut kemerdekaan kita, tetapi jika kita merampas kemerdekaan orang lain (misalnya rakyat Aceh), maka kita dengan sendirinya segera menerapkan standar keadilan yang berbeda atau kita mengalihkan perhatian ke arah lain.

Untungnya hal itu akan segera berakhir karena sejak tahun ini perubahan akan terjadi. Sekarang Komite 4 & 5 Mei (Komite di Belanda untuk memperingati Hari Kemerdekaan Belanda dari Pendudukan Jerman) bukan hanya memikirkan tentang kemerdekaan kita tetapi juga kemerdekaan semua orang di seluruh dunia.  Juga rakyat Aceh sekarang (dan juga pada masa lalu jika boleh saya tambahkan).

Bicara tentang monumen, kita pernah memiliki monumen Van Heutsz di Amsterdam. Tetapi karena Van Heutsz merupakan simbol perdebatan (Peter van Zonneveld telah merumuskannya dengan baik) (25), maka nama monumen tersebut diganti menjadi Monumen Indïe-Nederland (Indonesia-Belanda) dan berubah maknanya menjadi kenang-kenangan tentang hubungan antara Belanda dan Indonesia pada masa kolonial.

Tetapi monumen itu tidak terfokus pada Perang Aceh. Juga ketika monumen itu masih bernama Monumen Van Heutsz,  nyaris tidak seorang pun yang tahu bahwa itu adalah monumen Aceh milik kita. Van Heutsz adalah komandan militer di Aceh dan Gubernur Aceh antara tahun 1890-1904. Perang Aceh dimulai tahun 1873 dan berlangsung hingga 1942 (ada berbagai pendapat tentang hal ini).

Jadi ada Perang Aceh sebelum dan sesudah Van Heutsz. Sekitar empat atau lima Perang Aceh seluruhnya, setiap kali dengan komandan militer yang berbeda. Sudah saatnya dibangun sebuah monumen yang khusus untuk memperingati Perang Aceh, yang dimulai sejak invasi di Aceh tahun 1873 dan berakhir dengan perlawanan seluruh rakyat Aceh hingga keluarnya Belanda dari Aceh tahun 1942. Sebuah monumen tentang agresi dan pendudukan Belanda serta pembebasan Aceh.

Sebuah monumen yang menggambarkan sisi kemanusiaan dan kebiadaban Belanda dan Aceh yang terjadi selama masa itu. Kisah-kisah dalam buku sejarah juga harus lebih kaya, lebih menarik, lebih menghanyutkan, lebih komunikatif. Tentang Aceh dan Perang Aceh harus disediakan bukan lagi dana melainkan kreativitas yang informatif. Harus ada film atau serial televisi yang menarik tentang Perang Aceh  yang sungguh-sungguh menggambarkan daerah dan rakyatnya, yang menggambarkan Aceh seratus tahun yang lalu sebagaimana aslinya.

Otentik. Menampilkan bukan hanya orang Belanda tetapi juga para serdadu KNIL asal Ambon, Menado dan Jawa, para pejuang Aceh serta wanita dan anak-anak. Jadi bukan semacam tokoh karikatur pemberani yang diromantisasi ala Filipina sebagaimana film NCRV tahun 1996. Aceh dan Perang Aceh harus dihidupkan kembali. Untungnya pada tahun 2009 het Indisch Herinneringscentrum (Lembaga untuk memperingati sejarah tentang Indonesia) atau disebut juga IHCB di Bronbeek dibuka. Pertengahan Agustus 2010 akan diselenggarakan  pameran berjudul Het verhaal van Indië (Kisah tentang Indonesia) di Bronbeek.

Artinya setelah esai ini selesai ditulis. Apakah IHCB  menampilkan kisah Perang Aceh dengan baik dan pameran tersebut berhasil, saya tidak dapat menjawabnya saat ini, tetapi saya harap akan demikian. Maka cukup banyak hal besar yang masih bisa dilakukan. Salah satunya tentu saja masih harus kita tunggu bagaimana seorang ilmuwan NIOD (Lembaga Dokumentasi Perang Belanda) bernama Elly Touwen-Nouwsma (26) yang mencintai ’kebaikan KNIL’ (dan para pahlawannya) (27) menyebut monumen KNIL, sebuah patung dada Van Heutsz dari perunggu, sebuah bangku dengan plakat bertuliskan Jendral van der Heijden (atau Kareltje Eénoog) dan patung tentang Perang Aceh di Taman Bronbeek untuk menggambarkan ’bagaimana seorang Aceh diancam akan dibunuh oleh seorang prajurit KNIL (yang heroik-Red)’.

Jika Elly-Touwen-Bouwsma  merasa gelisah, maka saya ingin menenangkan beliau. Patung yang sebaliknya juga ada. Patung penembak kanon Belanda yang gagah berani namun tidak terkenal yang pada peperangan di Mesjid Raya di Kutaraja digorok lehernya (oleh seorang pejuang Aceh) hingga jatuh dari tangga dan tewas di tangan teman-temannya (28). Tidak ada yang menentang sanjungan setinggi langit terhadap para jendral Belanda dan para serdadu mereka yang heroik dan berusaha menciptakan ketentraman dan kedamaian, juga tidak ada yang menentang Monumen Van Heutsz yang bombastis di Amsterdam, yang diresmikan dengan penuh keartistikan.

Jika saja di seberang bekas Monumen Van Heutsz ke arah Amsterdams Lyceum (Sekolah Menengah Amsterdam) di Valeriusplein sebuah tempat disediakan untuk sebuah monumen yang mencerminkan harapan, misalnya patung seorang anak lelaki Aceh yang duduk di bawah kerindangan bambu sebagai satu-satunya orang yang selamat ketika pembantaian terjadi di kampungnya di Kuto Rèh tahun 1904. Disebelahnya patung seorang serdadu KNIL yang besar dan tinggi sebagai latar belakang, mendongak, yaitu komandan KNIL Van Daalen yang memandang rendah pribumi. Terinspirasi oleh foto saat itu yang terkenal (29). Amsterdam, masyarakat Amsterdam, Belanda, niatkanlah bahwa patung tentang harapan itu akan dibangun. Siapa yang menyelamatkan seorang anak lelaki Aceh, maka menyelamatkan juga seluruh Aceh (30).

Kita juga seharusnya bersikap jelas dan tidak terlambat menyadari bahwa kita masih bisa belajar banyak dari Perang Aceh. Belajar untuk tidak tergesa-gesa dan melakukan persiapan yang baik sebelum memulai perang. Belajar untuk memeriksa kebenaran dari berita yang kita terima (Irak hingga Aceh!) Ancaman yang muncul tidak harus selalu diselesaikan melalui perang (Aceh yang di seberang lautan hingga bajak laut Somalia).

Bahwa orang lain juga mempunyai hak kemerdekaan yang sama dengan kita. Bahwa kita, orang Belanda, menggunakan standar keadilan ganda dalam usaha untuk menguasai dan menjajah bangsa lain sebagaimana halnya musuh dan lawan-lawan kita (Belanda melawan Aceh tahun 1873 hingga Nazi-Jerman melawan Belanda tahun 1940)-(31). Dan sejak serangan Belanda ke Aceh tahun 1873, terutama sejak tahun 1890-an ketika Snouck Hurgronje dan muridnya yang militer yaitu Van Heutsz terlibat maka semakin jelas bagi pihak Belanda bahwa bertempur dan meraih kemenangan di Aceh adalah sesuatu yang khusus, lebih daripada menyerang musuh di lapangan terbuka.

Usaha lebih diarahkan untuk bagaimana caranya mendapat dukungan dari masyarakat lokal, pegawai pemerintah dan para pemimpin spiritual. Untuk mempersempit ruang gerak para pejuang Aceh. Untuk diakui bahwa mereka telah melindungi masyarakat setempat. Untuk membantu tugas-tugas kepemerintahan. Untuk membangun jembatan dan jalan-jalan, untuk memperbaiki kampung-kampung, untuk membantu para petani, membangun mesjid dan ruang-ruang pertemuan masyarakat.

Setelah Irak dan Afghanistan kini Departemen Pertahanan Belanda mengeluarkan buku panduan doktrin baru yang diterbitkan dengan penuh kebanggaan, padahal pelajaran berharga yang sama sudah lama ada. Pengalaman 70 tahun Perang Aceh tidak berarti apa-apa bagi Departemen Pertahanan.

Sekarang akhir ’Periode Pemerintahan Beatrix’ semakin mendekat, maka saya ingin menyerukan hal ini pada Sang Ratu: Ratu, akan sangat indah sekali jika kita bisa berbaik kembali dengan rakyat Aceh, yang sudah berperang dengan kita begitu lama di masa lalu. Pada tahun 1873 kita mengumandangkan perang pada Aceh. Tetapi perdamaian dengan Aceh tidak pernah tercapai. Tidak pernah. Kini tiba waktunya untuk menyatakan penyesalan kepada Aceh. Permintaan maaf sejujur-jujurnya dari hati yang terdalam. Ingatan akan Perang Aceh sama sekali belum mati.

(Ditulis oleh Nico Vink, diterjemahkan oleh Hasti Tarekat)

Daftar Rujukan

Basry, Muhamad Hasan, Perang Kolonial Belanda di Aceh, Banda Aceh,  1990

Bossenbroek, Martin, Geweld als therapie, dalam: Liesbeth Dolk (red.), Atjeh, De verbeelding van een koloniale  oorlog, Penerbit Bert Bakker, Amsterdam 2001

Blokker, Jan, Veel geleerd, niets onthouden, dalam: NRC Handelsblad, 4 September 2009

Blokker, Jan, Nog altijd de oorlog van Lou de Jong, dalam: NRC Handelsblad, 14 Mei 2010

Bruinsma J.F.D., De verovering van Atjeh’s Grote Mesigit, 1889

De Groot, Menke, Onze vestiging in Atjeh, Drogredenen zijn geen waarheid, van G.F.W. Borel, Penerbit

Eburon Delft, 2009

Hadi, Amirul, Exploring the Acehnese Conception of War and Peace, A Study of Hikayat Prang Sabi, makalah yang dipresentasikan pada First International Conference of Aceh and Indian Ocean Studies, Banda Aceh, 24-27  Pebruari 2007

Hogervorst, Lucie, Van etnocentrisme naar cultuurrelativisme, skripsi doktoral, Rotterdam, 2004

Hogervorst, Lucie, De (niet te) vergeten oorlog in Atjeh, dalam: Penerbitan Khusus 65 jaar na de Tweede

Wereldoorlog, 2010

Langeveld, Herman, Dit leven van krachtig handelen.  Hendrikus Colijn 1869-1944, Deel 1: 1869-1933,

Atjeh,  Penerbit Balans, 1998

Marzuki, Marlina, Dodaidi, More than songs of lullaby, Lhokseumawe State Polytechnic, 2009

Paasman, Bert, Wij gaan naar Atchin toe, dalam: Liesbeth Dolk (red.), Atjeh, De verbeelding van een koloniale  oorlog, Penerbit Bert Bakker, Amsterdam 2001

Rep, Jelte, Atjeh, Atjeh!, Penerbit de Prom, Baarn 1996

Székely-Lulofs, Madelon, Tjoet Nja Din, Amsterdam 1948, ’s-Gravenhage 1985

Touwen-Bouwsma, Elly, Het Bronbeekpark, dalam: Madelon de Keizer en Marije Plomp  (red.), Een open

zenuw. Hoe wij ons de Tweede Wereldoorlog herinneren,Penerbit Bert Bakker, Amsterdam, 2010

Van ’t Veer, Paul, De Atjeh-oorlog, Penerbit de Arbeiderspers, 1969

Vink, Nico, Verbannen uit Indië (1936-1945), Penerbit Walburg Pers, 2007

Vink, Nico en Mehmet Ozay, Wat weten Atjehers van de Hollandse Koloniale Oorlog in

Atjeh?, Januari 2010, penelitian yang belum diterbitkan.

Wekker, Hoe beschaafd Nederland in de twintigste eeuw vrede en orde schept op Atjeh, 17 artikel

dalam De Avondpost, Oktober 1907

Zentgraaff, H.C., Atjeh, Batavia, 1938

Zonneveld, van, Peter, De Van Heutsz-mythe, dalam: Liesbeth Dolk (red.), Atjeh, De  verbeelding van een koloniale oorlog, Penerbit  Bert Bakker, Amsterdam, 2001

Catatan

(1)   Wekker 1907                                   (12) Bossenbroek 2001                           (23) Marzuki 2009

(2)   Székely-Lulofs 1948/1985              (13) Langeveld 1998                               (24) Vink en Ozay 2010

(3)   Blokker 2009                                   (14) Székely-Lulofs 1948/1985              (25) Van Zonneveld 2001 hal. 139-154

(4)   de Groot 2009                                 (15) Faber 1988                                      (26) Touwen-Bouwens 2010 hal. 105

(5)   Paasman 2001 hal. 159/160             (16) Van ’t Veer 1969                             (27) Blokker 2010

(6)   Paasman 2001 hal. 51                      (17) Dolk 2001                                       (28) de Groot 2009 hal. 24

(7)   Paasman 2001 hal. 56                      (18) Hogervorst 2004                                     Basry 1990 hal. 99

(8)   Paasman 2001 hal. 63                      (19) Hogervorst   2010                                   Bruinsma 1889 hal. 59

(9)   Van ’t Veer 1969 hal. 39                 (20) Hadi 2007                                        (29) Bossenbroek 2001 hal. 21

(10) Zentgraaff 1938 hal. 190                 (21) Zentgraaff  1938 hal. 245                        Basry 1990 hal. 190

(11)Van ’t Veer 1969 hal.256 (22)Rep 1996 hal. 5 (30) geïnspireerd op de Talmud (31) Vink 2007 hal. 163

Nico Vink

(Surabaya 1928), pengemudi kapal Java-China-Japan Lijn, drs. ekonomi (Amsterdam 1954), ekonomi lalu lintas (Bergen/Noorwegen), KLM (Asia), biro iklan Nijgh/Rotterdam dan KVH/Amsterdam, dosen HEAO (Den Haag), disertasi Macht en Kultuur in Marketing (Tilburg, 1986), dosen Fakultas Obyek Indutrial/Teknik  Universitas Delft, dosen tamu di Kopenhagen, Trondheim dan Oslo, Lódz/Polen, Tokaj/Japan, AGSIM (Phoenix USA), penulis buku  Verbannen uit Indie (1936-1945) Walburg Pers Zutphen, 2007.

10
Jul
10

Puskesmas : Kecemasan Perburuk Sakit Jantung

Sabtu, 10 Juli 2010 | 10:15 WIB
Kecemasan Diduga Perburuk Pasien Sakit Jantung

wordpress.com

KECEMASAN meningkatkan kemungkinan pasien sakit jantung untuk mengalami serangan jantung, stroke, atau gagal jantung.

Kaitan antara kecemasan dan peristiwa semacam itu tak dapat dijelaskan oleh prilaku kesehatan seperti merokok, parahnya penyakit, atau faktor biologi seperti tingkat hormon atau denyut jantung, demikian temuan Dr Elisabeth J Marten dari Tilburg University, Belanda, dan rekan-rekannya.

“Ini sangat mengejutkan,” kata Martens kepada Reuters Health melalui surat elektronik yang dilansir Antara Sabtu (10/7). “Langkah berikutnya ialah menemukan bagaimana gangguan kecemasan mengakibatkan hasil buruk saluran darah dan jantung.”

Orang yang memiliki kecemasan umum mengalami ketegangan dan kekhawatiran kronis yang berlebihan. Kondisi tersebut secara khusus diobati dengan pengobatan dan jenis tertentu terapi konsultasi.

Martens dan timnya sebelumnya telah menemukan hubungan antara depresi dan resiko serangan jantung, stroke dan gangguan lain pembuluh darah dan jantung pada kelompok pasien yang sama.

Semuanya ikut dalam Studi Jiwa dan Jantung, penyelidikan mengenai hubungan antara gangguan psikologis dan sakit jantung dan pembuluh darah pada 1.024 pasien sakit jantung California.

Martens dan rekannya mendapati bahwa prilaku kesehatan yang buruk –terutama kurang gerak secara fisik– sangat menjelaskan mengapa pasien yang mengalami depresi mengakibatkan kondisi yang lebih buruk.

Karena kecemasan berkaitan erat dengan depresi, para peneliti memutuskan untuk meneliti apakah kecemasan secara umum juga memberi hasil berupa gangguan.

Analisis mereka meliputi 1.015 pasien, 106 di antara mereka memiliki gangguan kecemasan umum. Semuanya memiliki sakit jantung dan pembuluh darah yang stabil, yang berarti mereka memiliki bukti mengenai alirah darah yang buruk di jantung mereka, tapi penyakit mereka tak bertambah parah.

Selama masa enam tahun, 371 peserta studi mengalami sakit jantung dan pembuluh darah, serangan jantung, stroke gagal jantung atau bahkan kematian. Hampir 10 persen peserta yang memiliki gangguan kecemasan umum mengalami peristiwa yang berkaitan dengan jantung dalam waktu satu tahun, dibandingkan dengan sebanyak tujuh persen mereka yang tak memiliki gangguan.

Setelah para peneliti itu memperhitungkan puluhan faktor yang mungkin menjelaskan mengapa pasien yang cemas menghadapi resiko lebih besar, seperti depresi, kegiatan fisik, apakah –atau tidak– mereka mengonsumsi obat yang diresepkan, dan radang, hubungan tersebut masih tetap ada, dan gangguan kecemasan meningkatkan resiko sampai 74 persen.

Di dalam dokumen hasil penelitian mereka di Archives of General Psychiatry, Martens dan timnya mengusulkan sedikit penjelasan yang mungkin bagi kaitan itu; peningkatan hormon “perkelahian-atau-terbang” akibat kecemasan mungkin menjadi salah satu faktor, kata mereka, meskipun pasien yang cemas juga mungkin saja kurang mencari perawatan pencegahan.

Untuk saat ini, kata Martens, keberadaan gangguan kecemasan pada pasien sakit jantung dapat digunakan untuk mengingatkan mereka yang menghadapi resiko sangat tinggi.

“Evaluasi dan pengobatan kecemasan juga mungkin dipertimbangkan sebagai bagian dari penanganan menyeluruh semua pasien ’coronary heart disease’ (CHD),” tambahnya. “Gangguan kecemasan umum terjadi dan dapat diobati serta dapat menjadi faktor resiko yang dapat diubah pada pasien CHD (sakit jantung koroner).” (apr)

Jumat, 9 Juli 2010 | 09:43 WIB
Tai Chi, Qigong Tawarkan Manfaat Kesehatan

Ilustrasi senam pagi — nursyifa.hypermart.net

Los Angeles, Kamis

BEBERAPA peneliti AS telah mendapati bahwa berlatih Tai Chi dan Qigong memberi manfaat besar kesehatan mental dan fisik.

Para peneliti di Arizona State University College of Nursing dan Healthcare Innovation mengkaji 77 pemeriksaan acak yang dipantau mengenai Tai Chi atau Qigong yang disiarkan antara 1993 dan 2007 dan meliputi sebanyak 6.410 peserta.

Kajian tersebut memberi “dasar bukti yang lebih kuat” bahwa Tai Chi dan Qigong menawarkan manfaat dalam masalah kesehatan tulang, kebugaran pernafasan dan jantung, fungsi fisik, keseimbangan, kualitas hidup, pencegahan orang terjatuh dan kesehatan mental, kata para peneliti itu di satu siaran pers yang disiarkan oleh HealthDay News, Kamis (8/7).

“Kami memandang (temuan ini) sebagai memajukan pemahaman mengenai potensi Qigong dan Tai Chi, dengan penekanan pada kombinasi bukti pada seluruh praktek ini,” kata penulis bersama kajian tersebut Linda Larkey.

“Tai Chi dan Qigong memiliki banyak manfaat kesehatan sehingga mesti dipandang sebagai prioritas tinggi ketik orang memilih olah raga yang akan dijalani,” kata profesor di Center for Integrative Medicine di University of California, Irvine, Shin Lin di dalam siaran pers tersebut.

Lin, yang tak terlibat di dalam kajian itu, menjelaskan bahwa Qigong adalah “istilah yang sangat umum untuk menggambarkan olah raga yang akan meningkatkan aliran atau keseimbangan qi.”

Istilah Qigong menggabungkan “qi (chi)”, atau energi, dan “gong”, atau kegiatan atau olah raga. Tai Chi adalah bentuk yang lebih khusus dari olah raga yang memusatkan perhatian pada rangkaian 24 sampai 108 gerakan.

Di dalam I-Ching (“Kitab Perubahan”), istilah Tai chi berarti “puncak yang agung” dan juga diartikan “kosmos”. Dalam karya klasik Wang Zong Yue, “Treatise on Tai chi chuan”, dijelaskan, “Tai chi lahir dari kehampaan; menghasilkan gerak dan ketenangan, dan merupakan induk dari Yin (energi negatif/dingin) dan Yang (energi positif/panas). Ketika bergerak, energi terpisah; ketika tenang, ia menyatu.” (Ant/apr)

Kamis, 8 Juli 2010 | 19:12 WIB
Stress Lebih Dominan Picu Gangguan Lambung

blogspot.com

Palmerah, Warta Kota

FAKTOR stres yang mempengaruhi pola makan dinilai dominan memicu timbulnya gangguan lambung dibandingkan karena masalah lain di perut.

“Gangguan lambung bisa karena aktivitas padat yang mengakibatkan timbulkan stress” kata dokter Sri Sukmaniah dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta, Kamis (8/7).

Dalam pencanangan Gerakan Lambung Sehat Indonesia yang digagas PT Kalbe Farma Tbk didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Sukmaniah mengatakan bahwa pola makan teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan lambung.

Sri Sukmaniah mengatakan untuk bekerja tubuh membutuhkan energi namun karena aktivitas yang sibuk menjadi alasan sehingga tidak sempat makan. Tubuh yang kekurangan pasokan akibatnya energi cadangan dikuras sehingga mengakibatkan kelelahan lebih cepat, lebih berat serta berkepanjangan.

Sri mengingatkan agar tidak melewatkan waktu makan untuk menjaga cadangan energi tubuh dan mencegah kelelahan yang berat. Selain itu tidak membiarkan lambung kosong terlalu lama mencegah timbulnya mual, perih dan kembung.

Kecenderungan “balas dendam” pada waktu makan berikutnya juga berbahaya bagi kesehatan dan makan tidak teratur juga dapat mengakibatkan gangguan metabolisme.

Sarapan juga sangat penting sebab berdasarkan penelitian bagi yang tidak pernah sarapan konsentrasi belajar berkurang dan kemampuan kognitif terganggu karena sel-sel dalam tubuh butuh energi untuk otak berpikir, belajar, berkonsentrasi dan mengingat.

Perlu dijaga adalah pola makan sehat dan berkualitas yaitu jadwal makan teratur, jumlah makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, jenis makanan beragam serta minimal lima porsi sayur dan buah.

Sedangkan komposisi makanan yang seimbang yaitu karbohidrat mencapai 50-60 persen, protein 10-15 persen, lemak 20-30 persen, vitamin dan mineral, sukup serat serta cukup minum.

Solusi bagi yang sudah menderita maag adalah konsumsi obat teratur dari golongan antasida untuk meredakan hiperasiditas asam lambung.

Solusi lain yang diberikan yaitu makan yang teratur dan tidak tergesa-gesa, menghindari makanan yang merangsang asam lambung seperti pedas, asam dan bersoda serta alkohol. Mengatur kegiatan sehari-hari dan cukup istirahat juga diperlukan untuk menjaga kesehatan lambung. (Ant/apr)

Kamis, 8 Juli 2010 | 16:42 WIB
Lima dari 10 Orang Alami Maag

blogspot.com

Kebayoran Baru, Warta Kota

Masih besarnya jumlah penderita maag di Indonesia menjadi perhatian para tenaga medis. Berdasarkan survei yang dilakukan PT Kalbe Farma, pasien yang memiliki masalah maag mencapai 60 persen atau lima dari 10 orang mengalami gangguan pencernaan.

“Penderita sakit maag setiap tahun terus meningkat. Dan banyak diderita oleh profesional muda yang sebagian besar disebabkan oleh stress,” ujar Widjanarko Lokadjaja, Sales & Marketing Director PT. Kalbe Farma dalam jumpa pers “Pencanangan Gerakan Lambung Sehat Indonesia” di Bulungan, Kebayoran Baru, Kamis (8/7).

Stress yang dialami profesional muda tidak lepas dari tekanan kerja yang semakin tinggi. Akhirnya, konsumsi makanan dan gaya hidup yang dijalani sehari-hari menyebabkan nutrisi yang masuk kecil dan akhirnya mengganggu kondisi lambungnya.

Kebiasaan yang salah inilah yang ingin menyebabkan jumlah penderita sakit maag terus bertambah. Bahkan, jika dibiarkan, bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti kanker lambung yang akan membawa kematian pada penderitanya.

Untuk memberikan pemahaman yang benar, maka PT Kalbe Farma melalui produknya, Promag menggelar kampanye Gerakan Lambung Sehat Indonesia. Kampanye ini akam dilakukan dalam beberapa program.

Yang pertama, program edukasi melalui media massa. Kalbe Farma telah melakukan promosi program ini di televisi tiga kali dalam satu hari. Pilihan tiga kali itu adalah menyesuaikan waktu makan yang tepat sesuai program kampanye ini.

Kedua, menggelar acara di 40 kota se-Indonesia. Jakarta menjadi kota pertama digelarnya program Gerakan Lambung Sehat Indonesia.

Acara akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2010 di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan. Kota berikutnya yang akan disinggahi antara lain Tangerang, Banten, Cianjur, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, Makassar, juga Lampung.

Program berikutnya adalah mencetak motivator di 40 kota se-Indonesia. Motivator ini akan dipilih dari orang-orang yang memiliki kontribusi yang baik bagi masyarakat.

Mereka yang sudah dipilih di setiap kecamatan kemudian akan diuji untuk melihat kemampuannya tentang kesehatan terutama yang berkaitan dengan maag. Calon motivator ini juga diminta membuat rencana kerja berkaitan dengan program ini.

Motivator yang terpilih akan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan pencernaan. Kalbe Farma akan mengawasi seluruh program kerja yang dijalankan seluruh motivator terpilih.

Melalui kampanye ini, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan lambungnya melalui kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat dan menerapkan pola hidup sehat.

Edukasi dalam kampanye ini diharapkan bisa membantu masyarakat lebih mengetahui cara mudah menjaga kesehatan lambung sehingga mampu memelihara fungsi kerja organ lambung. (Dewi Pratiwi)

10
Jul
10

Sejarah : Bandoeng Laoetan Api 24 Maret 1946

Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat pada bulan Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk[rujukan?] membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda menguasai kota tersebut. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.[rujukan?] Kol. Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan untuk meninggalkan Kota Bandung.[rujukan?] Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota dan malam itu pembakaran kota berlangsung. Selanjutnya TRI melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih diperdebatkan.

Beberapa tahun kemudian, lagu “Halo-Halo Bandung” ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik “bumihangus”. Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.

Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu “Halo-Halo Bandung” yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.

Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

   Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air”
   A.H Nasution, 1 Mei 1997

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api.

Peristiwa Bandung Lautan Api

Surat Kabar De Waarheid sebagaimana dikutif Soeara Merdeka Bandung (Juli 1946) memberitahukan bahwa di Downingstreer 10. London, pada awal tahun 1946, Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahlan Jawa Barat kepada Belanda, yang selanjutnya akan menggunakan sebagai basis militer untuk menghadapi Republik Indonesia.
Kesepakatn dua sekutu Inggris dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) Belanda itu memunculkan perlawanan heroic dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung, ketika tentara Inggris dan NICA melakukan serangan militer ke Bandung. Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung, meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan Republik Indonesia.
Agresi militer Inggris dan NICA Belanda  pun memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung.

Warga Bandung cinta kotanya yang indah, tetapi lebih cinta kemerdekaan….

Sekarang Bandung telah menjadi lautan api …………………………..
Mari, Bung … Bangun … Kembali ……

Tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke baratt), memberikan ultimatum (23` Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946. Tuntutan itu disetujui Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, padahal Markas Besar di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. TRI dan masyarakat Bandung memutuskan untuk mundur ke selatan, tetapi sambil membumihanguskan Kota Bandung agar pihak musuh tidak dapat memanfaatkannya.
Pada siang tanggal 24 Maret 1946, TRI dan masyarakat mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Pembakaran diawali pada pukul 21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun (BRI Tower sekarang). Para pejuan dan masyarakat membakari bangunan penting di sekitar jalan kerata api dari Ujung Berung hingga Cimahi. Bersamaan dengan itu, TRI melakukan serangan ke wilayah utara sebagai “upacara” pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api dan langit memerah mengobarkan semangat juang. Tekad untuk merebut kembali Bandung muncul di dalam hati setiap pejuang.
Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). Lagu Halo-halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki menjadi lagi perjuangan pada saat itu. Akhirnya, NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat sepenuhnya melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948) yang menekan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengosongkan Jawa barat dari seluruh pasukan tentara Indonesia, menyusul kegagalan agresi militer 20 Juli – 4 Agustus 1947. NICA melanggar`gencatan senjata dan terus menggempur basis pertahanan tentara Indonesia hingga Januari 1948. Pasukan Indonesia (Divisi Sliwangi) terpaksa hijrah ke Jawa Tengah pada`tanggal 1 – 22 Pebruari 1948.
Sumber : Album Bandoeng Tempo Doeloe
08
Jul
10

IpTek : Pesawat bertenaga surya terbang 26 jam

Kamis, 08/07/2010 04:50 WIB
Pesawat bertenaga surya terbang 26 jam
BBCIndonesia.com – detikNews

solar impulse

Satu pesawat eksperimental bertenaga surya mendarat di Swiss setelah berhasil mengudara selama sekitar 26 jam tanpa menggunakan setetes pun bahan bakar.

Tenaga pesawat yang diberi nama Solar Impulse itu berasal dari sinar matahari yang disimpan di bagian sayap.

Mekanisme penyimpanan tenaga tersebut memungkinkan pesawat tetap terbang meski hari gelap.

Ukuran sayap Solar Impulse sama panjang dengan pesawat konvensional namun tenaganya tak lebih dari ukuran tenaga untuk sepeda motor.

Pesawat ini hanya bisa mengangkut satu pilot namun tim perancang berharap kombinasi pemakaian energi terbarukan dan bahan yang super ringan bia merevolusi industri transportasi.

(bbc/bbc)

08
Jul
10

Energi : TDL Naik Ancam Sektor Padat Karya Rugi Besar

TDL Naik Ancam Sektor Padat Karya Rugi Besar

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 08/07/2010 | 15:53 WIB TDL Naik Ancam Sektor Padat Karya Rugi Besar

Jakarta – Menteri Perindustrian(Menperin) MS Hidayat mengungkapkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dipastikan akan menghantam sektor padat karya. Sektor ini bakal mengalami kerugian atau terkena injury. “Seperti yang saya sampaikan ada perhitungan yang bisa membuat beberapa industri kalau memakai format (TDL) yang sekarang diterapkan akan terkena injury,” kata Hidayat di kantornya, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Ia mengingatkan, sektor labour insentif industry seperti tekstil akan paling terkena imbas. Sebelumnya pihak sektor tekstil berharap tarif daya max dan multiguna bisa dihapus namun kenyataannya tak sesuai harapan. “Saya sudah sampaikan secara tertulis ke Presiden. Tapi kan sekali diputuskan, saya harus siap,” ungkap Menperin.

Meski begitu, Menperin Hidayat menyatakan tetap akan menjaga pertumbuhan industri. Di antaranya soal tingkat suku bunga yang bisa yang lebih lunak agar menjadi penyeimbang dari kenaikan TDL.

Pengusaha Ramai-ramai Minta Penundaan Kenaikan TDL
Kalangan pengusaha ramai-ramai meminta pemerintah menunda kenaikan tarif dasar listrik (TDL) hingga ada kejelasan mengenai perhitungan tarif listrik yang baru. “Pemerintah jangan naikkan ini dulu, paling tidak ditunda dan didetailkan karena saya lihat pemerintah seperti lari-lari ketemu kita,” ujar Ketua Umum asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanadi dalam konferensi pers yang dihadiri belasan asosiasi industri di kantor Apindo, Jakarta, Kamis (8/7).

Sofyan menyatakan, kenaikan tarif dasar listrik per 1 Juli dinilai akan memberatkan industri besar dan kecil di dalam negeri serta dapat menurunkan daya saing industri terhadap negara lain. Hal ini dikarenakan kenaikan TDL yang awalnya dijanjikan 10%-15%, ternyata berubah menjadi di kisaran 11-80%.

“Kalau kita tidak bisa saingan dengan  barang impor maka akhirnya industri tidak bisa tahan lalu gulung tikar lalu kemudian bisa saja PHK. Atau bisa jadi pengusaha memilih menjadi pedagang yang mengimpor barang-barang dari luar karena biaya produksinya lebih murah dari pada di sini,” ungkapnya.

Dengan kenaikan TDL yang tidak sesuai janji tersebut, para pengusaha tidak bisa merealisasikan janjinya untuk tidak menaikkan harga barang pasca kenaikan TDL ini. Padahal mereka mengaku tidak ingin menaikkan harga. “Kita ingin membantu supaya harga puasa dan lebaran barang tidak naik tapi ternyata janji pemerintah soal kenaikan TDL ini tidak bisa dipenuhi,” jelasnya.

Sofyan berharap pemerintah harus memberikan jaminan bahwa industri tidak lagi dibebankan dengan tarif multiguna, daya max plus, business to business, termasuk kebijakan SKB 5 Menteri. “Memang pemerintah berjanji akan menghilangkannya, cuma kita tahu bahwa ini semua belum tentu disetujui parlemen. Kami minta sekaligus kalau TDL dinaikkan, tarif-tarif lainnya dihilangkan,” ungkap Sofyan.

Hal ini diamini oleh perwakilan dari asosiasi kaca lembaran, Washington Purba. Ia menilai, kenaikan TDL memang harus ditunda karena masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah kepada pengusaha. “Kalau bisa ditunda karena sosialisasinya belum pas,” ujarnya.

Bagi industri kaca sendiri, kenaikan tarif dasar listrik per 1 Juli mencapai 35 persen. Menurut dia, mau tidak mau kenaikan TDL tersebut tidak bisa ditolak, mengingat saat ini kegiatan produksi kaca lembaran memakan waktu selama 12 jam tanpa berhenti. “Tidak boleh berhenti, kalau berhenti lebih dari 15 menit maka produksi harus dimulai dari awal,” paparnya.

Ia juga khawatir kenaikan TDL ini akan diikuti dengan kenaikan gas dan energi lainnya. Padahal gas merupakan sumber energi yang paling banyak dipakai oleh kalangan industri.

Ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Erwin Aksa juga berpendapat sama, Bahkan ia meminta pemerintah menunda kenaikan TDL hingga adanya revisi terhadap tarif yang sudah berlaku mulai 1 Juli itu. “Kita tunda sampai akan ada revisi dan pengusaha supaya diberi kejelasan seperti apa rencana billing PLN,” kata dia.

Erwin juga menilai, kenaikan TDL seharusnya tidak perlu terjadi sebegitu besar asalkan tingkat efisiensi dalam produksi listrik PLN di tingkatkan. “Kami lihat persoalan terjadi di listrik ada ketidakefisienan dari PLN sendiri.  Segala macam ketidakefisienan PLN  kenapa kita terus yang tanggung? Lama-lama tidak tahan juga,” tambahnya.

Pengusaha: Pemerintah Langgar Janji Soal Kenaikan TDL
Kalangan pengusaha menilai pemerintah telah melanggar janjinya soal skema kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Awalnya kenaikan TDL dijanjikan di kisaran 10-15%, namun ternyata kenaikan TDL bisa 11-80% tergantung jenis industrinya. “Kita apa yang dijanjikan pemerintah tidak terjadi awal tahun dijanjikan listrik tidak naik. Namun setelah itu, Menkeu bilang listrik dinaikan. Akhirnya, kita negosiasi  dan  disepakati dinaikan rata-rata 10-15%, tapi kenyataannya tidak seperti itu karena kenaikannya di atas itu,” ujar Ketua Umum Apindo, Sofyan Wanadi.

Pemerintah juga menjanjikan kenaikan itu akan dikompensasi penghapusan tarif daya max dan multiguna namun kenyataannya tidak seperti itu karena pemerintah tetap mengizinkan PLN untuk menetapkan tarif beban puncak. “Setelah keluarnya keputusan menteri energi, ternyata kenaikannya jadi tinggi sekali. Kenaikannya di macam-macam sektor, misalnya, tekstil  30-80%, ritel naik 70-80%, komestik 11-13%, perhotelan 37%, gelas 35%,” papar dia.

Tidak hanya industri besar, kenaikan ini juga telah membuat tarif listrik untuk industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Rp 439 per KWh menjadi Rp 800 per KWh. “Ini tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pemerintah ke pengusaha tidak sesuai,” ungkap Ketua Umum Apindo.

Dengan kondisi ini, kalangan pengusaha tidak menjamin kenaikan TDL tidak akan diikuti dengan kenaikan harga barang-barang lainnya. “Kita ingin membantu supaya harga puasa dan lebaran barang tidak naik tapi ternyata janji ini tidak bisa dipenuhi. Tentu kita inginkan keputusan ini ditunda,” jelas Sofyan Wanandi.

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Nasional, Franky Sibarani juga menyayangkan sikap pemerintah yang melanggar janjinya. “Kami merasa dipermainkan karena apa yang disampaikan pemerintah kepada kami, tidak sama dalam realisasinya,” ungkapnya.

Menteri ESDM Bantah Langgar Skema Kenaikan TDL
Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengaku tidak melanggar janji kepada kalangan industri soal skema kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Pengusaha menuding pemerintah melanggar janji, karena kenaikan listrik industri bisa mencpai di atas 15%. “Pemerintah tidak mungkin punya niat melanggar janji. Bahwa kalau realisasinya ada yang tidak sependapat, itu nanti yang kita bicarakan,” ungkap Darwin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/7).

Menurut dia, memang tidak ada kesepakatan antara pemerintah dengan para pelaku usaha serta masyarakat. Namun ia berjanji akan terus mensosialisasikan mekanisme kenaikan tersebut kepada seluruh elemen masyarakat. “Pada dasarnya nggak ada kesepakatan pemerintah sama pengusaha atau anggota masyarakat tapi ada komunikasi, ada tukar pendapat sehingga kita mencapai cara pandang
yang sama bahwa kita membutuhkan listrik yang terus meningkat yang 3.000 Megawatt per tahun dan ini membutuhkan investasi,” jelasnya.

Ia memperkirakan peningkatan konsumsi listrik secara nasional sekitar 7,5%-9%. Sedangkan kemampuan peningkatan kapasitas listrik per tahun hanya 3,5-4%. “Namun kemampuan investasi dari anggaran negara itu antara lain dengan membagi beban bersama melalui peningkatan TDL,” katanya.

Namun Darwin menyakini kenaikan TDL tetap tidak akan mengganggu daya saing industri. “Karena berdasarkan hasil studi dari konsorsium 6 perguruan tinggi, daya saing TDL sampai saat ini dengan dinaikkan masih cukup baik terhadap negara-negara tetangga,” paparnya.

Seperti diketahui, sebelum kenaikan TDL pemerintah berjanji akan menghapuskan tarif plus-plus seperti tarif daya max dan multiguna. Namun ternyata pemerintah mengizinkan PT PLN (Persero) untuk menerapkan tarif beban puncak kepada kalangan industri yang bertujuan menekan pemakaian listrik saat beban puncak. “Hal ini sudah disepakati dalam skema kenaikan TDL per 1 juli lalu,” ujar Direktur Manajemen Bisnis dan Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin.

Menurut Murtaqi, penerapan tarif tersebut berfungsi untuk membatasi melonjaknya pemakaian listrik oleh industri pada saat beban puncak antara pukul 17.00-22.00 WIB. “Jadi ini beda dengan daya max yang tarifnya 4 kali lipat dari tarif di luar beban puncak. Namun tarif sekarang sekitar maka 1,4-2 kali lipat dari tarif di luar beban puncak. Pemerintah minta PLN tentukan berapa koefisiennya, tapi kami belum tentukan berapa dari koefisien 1,4-2,” jelas Murtaqi.

Untuk itu, lanjut Murtaqi, pihaknya akan gencar mensosialisasikan penerapan tarif ini kepada para pelaku industri termasuk mekanisme perhitungan kenaikan TDL. Menurutnya, sosialisasi tersebut telah dilakukan sejak kenaikan TDL diumumkan pemerintah hingga akhir bulan ini kepada seluruh pelaku industri yang berada di Jakarta maupun ke daerah-daerah. “Memang ada beda pemahaman pada saat sebelum TDL diumumkan dengan setelah dikeluarkan. Mungkin asumsi mereka TDL akan seperti ini,” ungkapnya.

Selain menjelaskan soal mekanisme perhitungan TDL yang baru, petugas PLN juga akan membantu menghitung potensi tambahan pembayaran rekening setiap bulannya. “Setelah sosialisasi selesai, kami tetap membuka help desk di setiap kantor PLN untuk membantu menerangkan soal kenaikan TDL ini,” jelasnya. (*/dtc/ida/tin)

Makassar & Medan Tolak Kenaikan TDL

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 08/07/2010 | 15:47 WIB Makassar & Medan Tolak Kenaikan TDL

Makassar – Sekitar 300 orang dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kota Makassar mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka mendesak pemerintah pusat membatalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Massa SRMI tiba di kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, dengan berjalan kaki, Kamis (8/7/2010).

Sebelumnya, mereka menggelar mimbar bebas di bawah Fly Over Urip Sumoharjo. Selain menuntut pembatalan kenaikan TDL, massa SRMI juga mendesak pemerintah menambah subsidi pendidikan bagi rakyat miskin dan membatalkan rencana penghapusan subsidi BBM bagi rakyat miskin dan kelas menengah.

Para demonstran yang didominasi kalangan ibu-ibu itu membawa obor dan jerigen. Hal ini sebagai simbol pemerintahan SBY-Boediono telah mencekik hidup rakyat miskin di seluruh Indonesia. Aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh puluhan anak-anak yang memakai seragam sekolah.

Ketua SRMI Kota Makassar, Firdaus, meminta pemerintah serius mengurus hak-hak warganya yang hidup di bawah taraf kewajaran. Pemerintah Sulsel, lanjut Firdaus, sebagai perwakilan pemerintahan SBY-Boediono, harus peduli dengan penderitaan rakyat miskin di daerahnya. Salah satunya dengan fokus pada pemanfaatan APBN hanya untuk program sektor sosial dan sektor produktif yang membuka lapangan kerja.

“Selain itu kami juga mengkritisi sistem pendataan dalam sensus penduduk yang baru saja dilakukan BPS. Kami tahu sistem sensusnya itu rusak, makanya kami meminta kriteria kemiskinan itu harus diubah,” kata Firdaus. Meski aksi ini berlangsung aman dan tertib, puluhan petugas kepolisian dan Satpol PP tetap memberi pengawalan ketat. Mereka memblokir pintu masuk kantor Gubernur Sulsel.

Aksi Tolak Kenaikan TDL di Medan
Puluhan orang yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (RSMI) Sumatera Utara (Sumut) berdemo ke Kantor Gubernur Sumut di Jl. Diponegoro Medan, Kamis (8/7/2010) siang. Mereka mendesak pemerintah segera meninjau ulang kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang diberlakukan sejak 1 Juli 2010 lalu. Sebelumnya, massa SRMI menggelar aksi long march dari Lapangan Merdeka, Jl.Balai Kota menuju Kantor Gubernur Sumut di Jl. Diponegoro Medan, Kamis (8/7/2010).

Aksi demonstrasi ini didahului long march sekitar dua kilometer dari Lapangan Merdeka, Jl. Balai Kota. Sambil membawa poster dan spanduk kecaman, massa menyatakan kenaikan TDL akan memperparah kondisi ekonomi rakyat yang kini kian terpuruk. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SRMI Sumut, Rahmad Dian Harahap menyatakan, kenaikan TDL hanya akan menambah catatan panjang warga miskin di Indonesia.

“Pemerintah harus mengkaji ulang kenaikan TDL. Kenaikan TDL membuat rakyat semakin kesulitan memenuhi kebutuhannya. Layaknya pemerintah mengalokasikan APBN untuk program sosial dan sektor produktif, bukan malah mengeluarkan kebijakan yang membuat rakyat makin terpuruk,” sebut Harahap.

Salah seorang ibu yang ikut dalam unjukrasa, Helmi Tanjung (49), sempat jatuh lemas saat aksi berlangsung. Warga Jl. Langgar Ujung ini tidak kuasa menahan kesedihan karena kesulitan membiayai delapan anaknya. “Saya hanya tukang cuci. Suaminya saya jual kerupuk keliling. Bagaimana kami membiayai pendidikan anak, jika beban makin berat” kata Helmi sambil terisak.

Helmi juga mengatakan anak keempatnya, Rida Asmarani yang kini duduk di kelas 1 MTs terancam tidak naik ke kelas bila tidak melunasi uang sekolah. “Kalau rekening listrik naik, bagaimana kami bisa menyisihkan uang untuk sekolah anak,” ucap Helmi.

Aksi puluhan pelaku UKM dari kawasan Jl. Bromo Medan ini tidak mendapat tanggapan sebagaimana diharapkan. Meski telah menggelar aksi selama dua jam, tidak seorang pejabat yang bersedia menemui mereka hingga massa membubarkan diri. (*/dtc/dh/tin)

SBY Bikin Warga Miskin Makin Terpuruk

lokasi: Home / Berita / FOKUS / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 08/07/2010 | 17:02 WIB SBY Bikin Warga Miskin Makin Terpuruk

Magelang – Pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak ada kemajuan. SBY lebih sibuk membangun citra dan membiarkan negara dikuasai oleh orang-orang kaya. Sementara warga miskin makin hidup sengsara dan susah. Pendidikan semakin mahal, biaya kesehatan makin melambung, TDL naik, dan kenaikan barang-barang yang semakin membuat warga kelas bawah makinterpuruk.

Ungkapan warga miskin yang hidupnya semakin sengsara disampaikan oleh ratusan warga miskin di Kabupaten Magelang (Jateng). Ratusan warga miskin yang menamakan diri Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Magelang melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkab setempat, Kamis (8/7). Mereka tak lupa mengajak anak-anaknya yang masih remaja, dan bahkan ada yang masih balita.

Aksi diawali long march dari Lapangan Drh Soepardi sekitar 500 meter dari kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Magelang. Massa  berjalan kaki sambil membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan. Antara lain, “harga melambung rakyat bingung”, “Pendidikan gratis SD-kuliah Yes”, “Jamkesmas gratis 100%”, serta “tolak kenaikan TDL”, ‘Ingat Rakyate payah, Negarane Bubrah’, Harga Melambung, Rakyate Bingung’.

Koordinator aksi, Wahyu Sukmahadi, terus berorasi menuntut pemenuhan hak-hak dasar warga miskin. Mereka masuk halaman kompleks Setda dan berkumpul di depan Pendapa drh Soepardi yang dijaga puluhan aparat kepolisian.

Disebutkan Wahyu, salah satu tuntutan SRMI adalah diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang menggratiskan biaya berobat 100% bagi warga miskin. “Kalau hanya 50 persen masih memberatkan, karena warga miskin tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya pengobatan di rumah sakit,” ujarnya.

Dikatakan Wahyu, banyak warga miskin mengalami kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan gratis. Mereka merasa dipersulit petugas saat mengurusnya di rumah sakit. “Alasannya, obat harus beli sendiri, kamar untuk kelas tiga habis, dan alasan lain,” jelasnya.

Wahyu mengingatkan, meski Pemkab telah menyiapkan dana Rp 3,7 miliar, namun rencana menggratiskan 100% biaya pengobatan belum terwujud karena terganjal Perbup 47/2009 tentang Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin.

Karena itu, dia mendesak bupati segera mengeluarkan Perbup 47/2009. Kemudian menerbitkan perbup baru yang bisa dijadikan pedoman dalam pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin.

Wahyu menambahkan, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) juga berpengaruh terhadap kenaikan harga barang yang semakin melambung, sementara pendapatan warga miskin cenderung turun atau stagnan. Dampak lanjutan dari kenaikan TDL, kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. (Py)

TDL Naik, Industri Rambut Kurangi Jam Lembur

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 08/07/2010 | 16:56 WIB TDL Naik, Industri Rambut Kurangi Jam Lembur

Purbalingga – Menyusul kebijakan pemerintah yang menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), sejumlah perusahaan yang bergerak dalam produksi rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu di Kabupaten Purbalingga (Jateng) mulai melakukan efisiensi penggunaan listrik. Langkah efisieinsi itu dilakukan untuk menekan biaya operasional akibat kenaikan tarif . Langkah efisiensi diantaranya melakukan penghematan dengan menggunakan listrik seperlunya dan mengurangi jam lembur.

Kabupaten Purbalingga merupakan sentra nomor dua dunia setelah Guangzo dalam industri rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu. Tercatat ada 19 Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Korea dan Jepang dengan jumlah karywan sekitar 36 ribu bekerja pada sektor rambut. Dampak kenaikan TDL membuat was-was para karyawan karena takut terkena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purbalingga Saryono mengatakan, efisiensi tersebut merupakan jalan yang terbaik dalam menyikapi kenaikan TDL. Pasalnya, sejumlah perusahaan baik perusahaan rambut palsu, bulu mata palsu, kayu dan lainnya tidak dapat menaikkan harga jual produksi secara serta merta.
”Para pengusaha tidak dapat meningkatkan harga jual produksi karena sudah terikat kontrak tahunan dengan buyer,” kata Saryono yang juga Direktur PT Tiga Putra Abadi Perkasa, salah satu perusahaan rambut.

Saryono menyayangkan, kebijakan kenaikan TDL itu dilakukan pada pertengahan tahun sehingga tidak dapat memberikan peluang bagi para pengusaha untuk menyesuaikan harga jual produksi akibat naiknya biaya operasional. ”Kenaikan TDL ini akan menjadi salah satu faktor yang akan kami perhitungkan dalam menentukan harga kepada buyer di awal tahun mendatang,” katanya.

Saryono menambahkan, meski terpengaruh dengan kenaikan TDL, sejumlah perusahaan di Purbalingga khususnya perusahaan yang bergerak dalam produksi rambut palsu dan bulu mata palsu tersebut tidak akan melakukan efisiensi atau pengurangan tenaga kerja. Pasalnya, pengaruh kenaikan TDL tersebut tidak signifikan. “Sebulannya kami membayar biaya listrik Rp 5 jutaan. Kalau kenaikannya sebesar 18 persen, biaya listrik tersebut naik menjadi Rp 5,9 juta,” tambahnya.

Pengurangan karyawan tersebut juga tidak dilakukan karena perusahaan juga dituntut memenuhi target produksi. Selama ini order atau pesanan produksi terhadap produksi rambut palsu maupun bulu mata palsu tersebut sedang mengalami peningkatan.

Hal yang sama juga diungkapkan  Manajer PT Milan Kaligondang, Supandowo Irianto Tomo. Ia mengatakan, kenaikan TDL tersebut  mempengaruhi kenaikan biaya listrik setiap bulannya. Pasalnya perusahaan tersebut membutuhkan listrik untuk mendukung penerangan ruangan produksi bagi karyawannya. Namun, kenaikan TDL itu tak akan berpengaruh terhadap pengurangan karyawannya. (Py)

TDL Naik, Industri Kecil di Bali Terancam Berguguran

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Rabu, 07/07/2010 | 21:39 WIB TDL Naik, Industri Kecil di Bali Terancam Berguguran

Denpasar – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mengancam industri kecil di Bali. Sebanyak 150 ribu industri rumahan ini terancam bangkrut akibat kenaikan TDL mulai 1 Juli 2010. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Energi dan Sumber Daya Anak Agung Alit Wiraputra pada acara Kunjungan DPD RI dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (7/7/2010).

Alit Wiraputra mengatakan di Bali terdapat sebanyak 150 ribu industri kecil. Industri rumah tangga ini bergerak di bidang kerajinan, olahan makanan, pembuatan pura, dan tenun. Industri ini dalam berproduksi mengkonsumsi 90 persen listrik.

Industri kecil bakal kesulitan karena terjadi kenaikan pada bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi. “Industri rumah tangga ini hanya dalam tiga bulan ke depan akan rontok dan berguguran menyusul kenaikan TDL,” katanya.

Kenaikan TDL tidak cuma mengancam kebangkrutan pada usaha kecil, tapi juga mengancam terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Diperkirakan, akan terjadi PHK terhadap 400-500 ribu tenaga kerja.

Namun, kenaikan TDL tidak akan berpengaruh buruk terhadap industri pariwisata di Bali. Pasalnya, beban biaya akibat kenaikan TDL akan dibebankan kepada konsumen.
“Yang paling berdampak adalah industri kecil yang memasok kebutuhan ke hotel-hotel,” katanya.

Agar industri kecil tetap berproduksi, Ia berharap pemerintah Bali maupun PLN memberikan dispensasi kepada industri. “Kami meminta keringanan agar industri bisa bertahan,” katanya.

PLN Masih Boleh Terapkan Tarif Beban Puncak Industri
Kalangan industri nampaknya belum bisa bernafas lega. Meskipun tarif daya max dan multiguna dihapuskan pasca kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), namun pemerintah mengizinkan PT PLN (Persero) untuk menerapkan tarif beban puncak kepada kalangan industri yang bertujuan menekan pemakaian listrik saat beban puncak. “Hal ini sudah disepakati dalam skema kenaikan TDL per 1 juli lalu,” ujar Direktur Manajemen Bisnis dan Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin di sela kunjungan jajaran direksi PLN ke Mataram, NTB, Rabu (7/7).

Menurut Murtaqi, penerapan tarif tersebut berfungsi untuk membatasi melonjaknya pemakaian listrik oleh industri pada saat beban puncak antara pukul 17.00-22.00 WIB. “Jadi ini beda dengan daya max yang tarifnya 4 kali lipat dari tarif di luar beban puncak. Namun tarif sekarang sekitar maka 1,4-2 kali lipat dari tarif di luar beban puncak. Pemerintah minta PLN tentukan berapa koefisiennya, tapi kami belum tentukan berapa dari koefisien 1,4-2,” jelas Murtaqi.

Untuk itu, lanjut Murtaqi, pihaknya akan gencar mensosialisasikan penerapan tarif ini kepada para pelaku industri termasuk mekanisme perhitungan kenaikan TDL. Menurutnya, sosialisasi tersebut telah dilakukan sejak kenaikan TDL diumumkan pemerintah hingga akhir bulan ini kepada seluruh pelaku industri yang berada di Jakarta maupun ke daerah-daerah. “Memang ada beda pemahaman pada saat sebelum TDL diumumkan dengan setelah dikeluarkan. Mungkin asumsi mereka TDL akan seperti ini,” ungkapnya.

Selain menjelaskan soal mekanisme perhitungan TDL yang baru, petugas PLN juga akan membantu menghitung potensi tambahan pembayaran rekening setiap bulannya. “Setelah sosialisasi selesai, kami tetap membuka help desk di setiap kantor PLN untuk membantu menerangkan soal kenaikan TDL ini,” jelasnya. (*/dtc/db)

PLN Ingkar Janji Kepada Pengusaha

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 06/07/2010 | 15:54 WIB PLN Ingkar Janji Kepada Pengusaha

Jakarta -Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, beberapa asosiasi pengusaha mengajukan keluhan terkait kenaikan tarif dasar listrik yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. “Tadinya pengusaha bersedia mentolerir kenaikan itu dengan catatan tarif daya max dan multiguna dihapus,” katanya, Selasa (6/7/2010).

Namun ternyata  PLN tidak menghapus tarif daya maksimun dan multiguna. Jika demikian maka kenaikan TDL ini akan dirasa berat bagi kalangan industri. Padahal sejak lama Hidayat mengaku telah  mengusulkan PLN mengubah kebijakan mereka soal tarif.

Menurut Hidayat,  persoalan ini akan dibicarakan dengan Wakil Presiden Boediono pada rapat siang ini. Ia juga berencana meminta konfirmasi dari PLN. “Nanti mau kita konfirmasi katanya daya max dihapus tetapi di tingkat koefisien 1,4 sampai 2,2,” jelas Menperin.

Hidayat menekankan, perlunya kesepakatan antara pengusaha dan PLN. Sebab dalam rangka meningkatkan daya saing berapa pun tingkat kenaikan TDL bisa ditolerir asal proporsional.

Jika dipaksakan menaikkan tarif dasar listrik untuk kalangan industri, Hidayat mensinyalir kenaikan yang tidak besar kemudian dimanfaatkan untuk menaikkan harga. Padahal ini akan memukul produsen sendiri karena produk mereka akan menjadi lebih mahal.

Saat ini industri mampu mentolerir kenaikan listrik sampai maksimal 20 persen. Namun ini bisa mengancam industri yang sifatnya padat karya. Beberapa industri bahkan mengancam akan melakukan pemutusan hubungan kerja. (*/Tempo/red)

08
Jul
10

Ketuhanan Yang Maha Esa : Lafal Allah di Aceh

Lafal Allah di Aceh
Lafal Allah di Aceh
Lafal Allah di Aceh

Sebuah keajaiban yang melambangkan kebesaran Allah terlihat di Google Earth. Lafal Allah tersebut berada dekat perbatasan Aceh-Sumut. Lafal Allah tersebut terlihat di Google Earth koordinat latitude 3 derajat 48’39.81″N dan longitude 97 derajat 46’17.01″E. (Google Earth)

Update : Rabu, 07/07/2010 | 14:57 WIB
07
Jul
10

Khazanah : Riwayat Islam Warnai Eropa dan Majapahit

Merunut Perjalanan Islam Mewarnai Eropa

Rabu, 07 Juli 2010, 13:00 WIB

Merunut Perjalanan Islam Mewarnai Eropa

ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Interaksi budaya kerap memicu persentuhan. Ada pertemuan antara budaya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Demikian pula, persentuhan pemerintahan Islam Turki Usmani dengan Eropa. Di sisi lain, transfer budaya dan peradaban juga muncul dari karya-karya intelektual Muslim yang dipelajari Eropa.

Sultan Mehmed II, penguasa Turki Usmani, menjadi salah satu aktor yang mendorong terjadinya persentuhan budaya dan peradaban itu, khususnya dalam bidang seni. Namun, seorang cendekiawan Barat, Gunsel Renda, melalui tulisannya, The Ottoman Empire and Europe: Cultural Encounters, mengungkapkan, peran sang sultan tak banyak tersingkap.

Selain mengembangkan budaya Islam, Mehmed II juga dikenal sebagai sosok yang tertarik dengan sejarah masa lalu dan budaya Barat. Ketertarikan itu telah sejak belia tertanam di dalam benaknya. “Ia merupakan penguasa Turki Usmani pertama yang menjalin pertalian budaya dengan Barat,” ujar Renda.

Penerimaan terhadap budaya lain dan ilmu pengetahuan, bisa tecermin dari koleksi buku di perpustakaan pribadinya. Di rak-rak perpustakaannya, bertebaran buku ilmiah yang ditulis dalam beragam bahasa. Buku itu juga sangat beraneka, dari kajian geogarfi, kesehatan, sejarah, hingga filsafat.

Bibel dan karya-karya Yunani klasik menjadi koleksi perpustakaan pribadi Mehmed II itu. Langkah Mehmed II membuka diri menjalin interaksi memicu sejumlah ilmuwan Barat memberikan apresiasi kepadanya. Giorgios Amirutzes dari Trabezond, misalnya, membuat peta dunia untuk sultan dengan menggunakan Geographike karya Ptolemeus.

Di Istana Topkapi, ada salinan Geographike dalam bahasa Latin serta terjemahan buku tersebut dalam bahasa Italia oleh Berlinghieri Fiorentino yang didedikasikan untuk Mehmed II. Pribadi Mehmed II, pandangan politik, dan sikapnya, akhirnya menebarkan citra Turki di dunia seni Eropa.

Sejumlah seniman Eropa membuat potret Mehmed II sebagai bentuk apresiasi. Di sisi lain, ia meminta dibuatkan potret dirinya. Ia pernah meminta bantuan sejumlah seniman melalui penguasa Italia. Costanza da Ferrara menjadi seniman Italia pertama yang datang ke istana Turki Usmani. Ia dikirim oleh Raja Naples, Ferdinand Ferrante II.

Hubungan Turki Usmani-Eropa yang berlangsung selama berabad-abad, terjadi di tengah perkembangan politik dan ekonomi di kedua belah pihak. Dalam bidang perdagangan, karpet Turki juga banyak diimpor oleh Eropa. Bahkan, motif rancangan pada karpet tak jarang mengikuti perkembangan seni, baik di Eropa maupun Turki Usmani.

Dengan latar belakang ini, di antara komunitas Muslim, Turki memiliki hubungan paling dekat dengan Eropa. Hubungan erat tersebut tecermin pula dalam seni dan budaya. Pada abad sebelumnya, pengaruh Muslim di bidang kuliner merambah Eropa dan menjadi rujukan.

Merujuk pada pernyataan Nabi Muhammad SAW bahwa tubuh memiliki haknya yang harus dipenuhi, dokter dan ilmuwan Muslim menyusun sejumlah buku yang terkait dengan makanan sehat. Demikian pula, dengan cara penyajiannya. Misalnya, Ibnu Sa’id alQurtubi pada abad ke-10 dengan karyanya Kitab Khalq al-janin wa Tadbir al-hibala.

Buku ini membahas diet bagi janin dan ibu yang sedang hamil. Lalu, ada Abu Marwan Ibn Zuhr (10921161) dengan karyanya, Al-Taysir fi ‘l-mudawat wa-‘ltadbir Kitab al-Aghdia. Ini merupakan buku tentang nutrisi. Buku yang membahas masakan secara khusus juga banyak jumlahnya.

Di antaranya adalah Kanz al-fawa’id fi tanwi’ almawa’id yang ada di abad ke-10. Penulisnya anonim dan buku ini diperkirakan dari Mesir. Seorang Muslim Spanyol pada abad ke-12 bernama Ibnu Razin Attujibi, menyusun sebuah buku berjudul Fadhalat al-Khiwan fi Atayyibat at-Ta’am wa-‘l-‘Alwan.

Selain itu, terdapat penulis lainnya, yaitu Mohammed al-Baghdadi, cendekiawan dari Irak pada abad ke-13, dengan karyanya Kitab at-Tabikh. Pada abad yang sama, Dawud al-Antaki dari Suriah, meluncurkan buku berjudul Tadhkira. Demikian pula, dengan Ibnu Adim yang juga dari Suriah, memiliki karya Wasla ‘l-habîb fi wasf al-tayyibât wa at-thibb.

Menurut Zohor Idrisi, seorang peneliti di Foundation for Science, Technology, and Civilization, dalam tulisannya The Influence of Islamic Culinary Art on Europe, pada abad ke-13, buku-buku yang disusun oleh dokter dan ilmuwan Muslim itu menarik perhatian, baik para penguasa maupun gereja di Barat. Rasa tertarik itu kian meningkat saat wilayah Ferrara, Salerno, Montpellier, dan Paris menjadi pusat studi karya kedokteran Muslim. Tak berhenti sampai di situ, di lingkaran penguasa dan aristokrat Eropa, permintaan makanan yang berasal dari dunia Muslim serta rempah mengalami peningkatan.

Sayangnya, ujar Idrisi, para aristokrat Eropa tak mengindahkan aturan diet dari konsumsi sayuran dan daging. Akibatnya, mereka diserang encok. Masuknya manisan, selai, dan makanan yang diawetkan ke Eropa melahirkan masalah baru lainnya bagi mereka, yaitu konstipasi. Mereka mengabaikan rekomendasi dokter Muslim soal makanan.

Namun, ada pula yang benar-benar mengikuti aturan pola makanan yang termuat dalam buku-buku karya Muslim itu. Di antaranya adalah Ratu Cristina yang mengua sai Denmark, Swedia, dan Norwegia. Ia tak mengalami permasalahan seperti yang dihadapi oleh para penguasa lainnya.

Red: irf
Rep: Ferry Kisihandi

Islam Masuk ke Indonesia Sejak Zaman Majapahit?

Selasa, 29 Juni 2010, 13:42 WIB

Islam Masuk ke Indonesia Sejak Zaman Majapahit?

Kapal armada laut Kerajaan Majapahit, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA–Islam masuk ke Indonesia atau nusantara bukan sejak masa Kerajaan Demak. Namun, Islam masuk ke nusantara jauh sebelum masa itu.

Fakta itu diungkapkan penulis, Herman Sinung Janutama, dalam bukunya yang akan diluncurkan Kamis (1/7) lusa, menjelang Muktamar Seabad Muhammadiyah di Yogyakarta. Buku setebal 230 halaman itu diharapkan bisa diluncurkan oleh mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

”Sebetulnya Islam mulai berkembang di Indonesia sejak zaman Majapahit sehingga diharapkan buku ini nanti bisa untuk pertimbangan dimasukkan dalam kurikulum sejarah, khususnya di sekolah Muhammadiyah dan menjadi ciri khas Muhammadiyah,” kata Herman kepada Republika di Yogyakarta, Selasa (19/6).

Rencananya, Herman akan menulis masalah ini dalam tiga jilid buku yang semuanya diharapkan tuntas akhir tahun nanti. ”Kalau data-datanya sudah terkumpul semua, tinggal menuliskan alurnya yang mudah dan dipahami masyarakat saat membaca,” ucapnya.

Herman memberikan sedikit informasi bukunya itu. Pada buku jilid kedua, dia akan memaparkan perkembangan zaman pemerintahan Hayam Wuruk dengan membaca ulang kitab Negara Kertagama. Sedangkan jilid ketiga tentang Kerajaan Majapahit di masa akhir.

Dikatakannya, selama ini sejarah konvensional yang berkembang di Indonesia menyebutkan bahwa Islam mulai berkembang di Indonesia sejak zaman Kerajaan Demak. ”Sedangkan buku yang kami tulis yang datanya kami dapatkan dari berbagai sumber seperti peninggalan leluhur berupa Babad Majapahit, situs-situs di candi, makam dan masjid yang ada sejak zaman Majapahit, cerita dari para sesepuh Jawa terutama pensiunan abdi dalem keraton, dan dalang menyatakan bahwa Kerajaan Majapahit itu Islam, bukan Hindu,” paparnya.

”Saya sendiri membaca Babad Majapahit yang kami dapatkan di Mlangi dalam aksara Jawa, juga menunjukkan hal itu,” ungkap Herman.

Red: Budi Raharjo
Rep: Neni Ridarineni
07
Jul
10

Puskesmas : Brokoli Tingkatkan Daya Ingat

Obat Alami

05 Juli 2010 | 17:40 wib

Si Hijau Brokoli Tingkatkan Daya Ingat

image

SEKILAS bentuknya mirip kembang kol, berkerut-kerut, tetapi berwarna hijau. Memiliki nama latin brassica oleracea,  brokoli termasuk dalam suku kubis-kubisan (Brassicaceae) . Selain segar, brokoli yang baik memiliki batang halus dengan daun bonggol kepala utuh dan memiliki kelompok pucuk yang masih kuncup berwarna hijau tua.

Brokoli kaya akan provitamin A atau karotenoid, vitamin E, asam folat dan vitamin C. Tahukah Anda jika sayuran ini bermanfaat meningkatkan daya ingat? berdasarkan penelitian tim dari Ching Hua University di Beijing, China, brokoli memiliki kandungan magnesium tinggi yang dapat meningkatkan daya ingat dan intelegensia.

Ekstrak yang terdapat pada brokoli dapat digunakan sebagai obat terapi daya ingat. Profesor Peter Houghton dari King College, London, seperti disebutkan keluargasehat. com, mengungkapkan kandungan glukosinolat pada sayuran bertekstur gempal ini memiliki daya acetylkolinesterase inhibitor.

Acetylkolinesterase inhibitor merupakan enzim yang dapat menghambat neurotransmiter asetilkolin, pemicu menurunnya daya ingat pada lansia. Meski demikian, khasiat itu bermanfaat untuk berbagai usia. Karena itu, alangkah baiknya jika konsumsi brokoli dibiasakan sejak dini.

Tak hanya itu, brokoli bahkan dapat mencegah sekaligus terapi bagi penderita alzheimer. Penderita penyakit ini mengalami degenerasi sel otak atau matinya sel-sel otak. Saraf otak pengidap alzheimer bukan saja mengerut, namun juga dipenuhi gumpalan protein atau plak amiloid yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia otak. Akibatnya, penderita mengalami gangguan mengingat dan bahasa.

Sayuran berupa kumpulan kuntum bunga ini pun efektif mencegah serangan jantung dan stroke. Kandungan zat kimia sulforaphane pada brokoli, berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyumbatan arteri, seperti disebutkan dalam hasil penelitian Journal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology.

Brokoli biasanya diolah dalam berbagai hidangan lezat. Agar warnanya tetap hijau segar, rebus dengan air mendidih yang sudah ditambahkan dengan 1/2 sdt garam dapur. Meski demikian, tak sedikit juga yang gemar mengkonsumsi mentah sayuran ini.

Setelah mengetahui berbagai manfaat brokoli untuk kesehatan, tentu Anda semakin menggemarinya bukan? Namun perlu diketahui, brokoli termasuk alergen bagi anak-anak tertentu. Meski belum ada laporan jelas, konsumsi brokoli tidak dianjurkan bagi mereka yang bermasalah dengan pembekuan darah.

(@yu,berbagai sumber/CN16)

Sate Bisa Menyebabkan Kanker?lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]Senin, 05/07/2010 | 11:25 WIB

Sate Bisa Menyebabkan Kanker?

Makanan yang dibakar dapat menyebabkan kanker, benarkah? Menurut beberapa penelitian, ada dua jenis senyawa penyebab kanker yang dapat terbentuk selama proses pemanggangan makanan, yaitu hidrokarbon polisiklik aromatik (PAH) dan amino heterosiklik (HCA).

PAH (terutama benzopiren) terbentuk di dalam asap dan ditemukan di permukaan daging, namun bisa dengan mudah dilenyapkan dengan pengerikan bagian permukaan makanan yang dipanggang atau dibakar.

HCA ditemukan di dalam daging. HCA disebabkan bila daging dimasak dalam suhu tinggi, yang bisa terjadi bila makanan digoreng, dipanggang, maupun dibakar.

Namun jangan terlalu khawatir, bila Anda penggemar sate, ikan bakar ataupun barbekyu, Anda bisa meminimalkan risiko terkena kanker dengan mengolah daging secara tepat. Ada beberapa tips penting saat memanggang makanan.

1. Sebelum dibakar atau dipanggang, terlebih dahulu rendam daging ke dalam bumbu. Ini akan membuat daging lebih lembut sehingga mengurangi waktu pemanggangan.

2. Atau, bisa juga Anda memasaknya terlebih dahulu agar lebih mudah memanggangnya. Proses pemasakan ini juga bertujuan menghilangkan lemak sehingga saat dipanggang, akan lebih sedikit lemak yang menetes dan menimbulkan asap yang bisa berbahaya.

3. Sering membolak-balik daging agar tidak gosong.

4. Jangan memasak langsung di atas arang.

5. Hilangkan bagian daging yang menghitam karena gosong.

Apa dan Bagaimana Mengatasi Angin Duduk?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]Rabu, 30/06/2010 | 10:34 WIB

Apa dan Bagaimana Mengatasi Angin Duduk?

Disebut sebagai angin duduk atau angina karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba. Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal. Angin duduk berhubungan dengan jantung. Karena tidak ada dalam istilah kedokteran, maka istilah yang mirip dengan yang dimaksud angin duduk adalah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri.

Jantung terletak pada bagian dalam dada kiri Anda. Jantung yang kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa nyeri, itulah sebabnya dada kiri Anda terasa nyeri. Rasa nyeri dan dada terasa seperti ditekan dapat berlangsung mulai dari 5 menit sampai 30 menit. Rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke bahu dan lengan kiri Anda. Jadi pada intinya, angin duduk atau angina merupakan penyakit jantung iskemik, yang disebabkan berkurangnya pasokan oksigen maupun aliran darah ke jantung.

Secara garis besar, rasa nyeri akibat kekurangan oksigen dapat terjadi karena dua penyebab. Yang pertama, karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen. Akibat dari penyempitan ini adalah kurangnya oksigen dari yang jumlah yang dibutuhkan. Penyebab kedua adalah adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stres.

Gejala Angin Duduk

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, merupakan gejala yang paling dapat dirasakan ketika terkena angina. Angina dapat menjadi peringatan bagi setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya. Hal ini mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner. Jika Anda sering mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter untuk memeriksa jantung Anda. Meskipun demikian, setelah angina diberi perawatan, tidak ada jaminan bahwa serangan jantung dapat dicegah. Namun perawatan tersebut akan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung dalam waktu dekat.

Menghindari Angina

Perhatikan juga angka sehat tubuh yang cukup penting untuk tubuh Anda, misalnya dengan menjaga:

•  Tekanan darah

Tekanan darah dapat menyebabkan serangan angina pectoris karena tekanan darah yang tinggi dapat membuat kebutuhan tubuh terhadap oksigen meningkat. Info selengkapnya tentang tekanan darah tinggi atau hipertensi, dapat Anda temukan di artikel hipertensi.

•  Kadar Gula

Tingkat kadar gula yang tinggi akan menghambat proses masuknya oksigen ke jantung. Info selengkapnya tentang gula darah dan diabetes.

•  Kolesterol

Tingkat kolesterol harus dipantau karena penyumbat yang umum ditemukan pada pembuluh darah adalah lemak atau plak kolesterol. Info selengkapnya tentang kolesterol.

Melakukan pemeriksaan darah yang sederhana sering kali mengindikasikan bahaya yang menanti lama sebelum seseorang mengalami gejala yang terlihat seperti angina. Maka, penting untuk memeriksakan tingkat kolesterol darah, kadar gula darah, dan juga tekanan darah Anda. Menjaga agar hal tersebut dalam batas yang normal menjadi hal yang penting untuk menghindari angina.

Mengatasi Angina

Seseorang yang merasakan rasa nyeri pada dada, sebaiknya segera memperbaiki pola hidup dan memeriksakan ke dokter. Jika kondisinya dibiarkan tanpa perawatan, kemungkinan besar hal itu akan memicu serangan jantung yang sangat fatal.

Selain itu, pola hidup tidak sehat menjadi hal yang umum yang menjadi penyebab angina dan taraf yang lebih parah yaitu serangan jantung. Kebiasaan merokok, tidak pernah berolahraga, makanan dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas atau stres dapat menjadi pemicunya.

Angina merupakan indikasi bahwa ada yang tidak beres pada jantung Anda karena jika tidak dilakukan perubahan mungkin dapat menyebabkan serangan jantung yang dapat merenggut nyawa. Segeralah ubah pola hidup untuk menjalankan pola hidup yang sehat. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan jika Anda pernah terkena serangan angina atau angin duduk atau pernah memiliki penyakit jantung sebaiknya pilih olahraga yang jangan terlalu berat.

Cara Pria Menghadapi Stres

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]Senin, 21/06/2010 | 17:57 WIB

Cara Pria Menghadapi Stres

Stres merupakan ungkapan modern yang sering digunakan untuk menggambarkan perasaan saat menghadapi keadaan yang menyusahkan atau menekan. Saat ini stres tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik akibat tekanan pekerjaan, keadaan lingkungan ataupun adanya masalah pribadi.

Baik pria dan wanita mempunyai resiko yang sama untuk mengalami stres, tetapi ternyata mereka dapat mempunyai reaksi yang berbeda dalam menghadapi stres tersebut.

Perbedaan Pria dan Wanita dalam Menghadapi Stres

Salah satu prilaku dasar yang berbeda antara pria dan wanita adalah cara mereka dalam menghadapi stres. Dimana pria cenderung lebih memilih jalan yang tak sehat untuk mengatasi stres dibandingkan wanita. Berdasarkan hasil penelitian dari UCLA pada tahun 2002 (UCLA Study On Friendship Among Women), diketahui bahwa pada saat menghadapi stres, pria lebih sering merespon dengan cara fight-or-flight sedangkan wanita merespon dengan cara tend-and-befriend.

Fight-or-flight vs. Befriending
Respon Fight artinya pada saat seseorang mengalami stres, maka dia akan menanggapi dengan melakukan tindakan agresif, baik melalui kata-kata ataupun tindakan sedangkan respon flight berarti bahwa saat menghadapi stres, individu tersebut cenderung untuk menyendiri atau melarikan diri dari masalah tersebut. Contoh : Saat seorang pria yang mengalami kejadian stres di kantornya pulang ke rumah, maka ia cenderung ingin menyendiri (tidak mau berinteraksi dengan anggota keluarga lain) atau bahkan bila stres yang dialaminya berat, maka ia dapat melampiaskannya pada anak & istrinya.

Sedangkan pada wanita apabila mengalami stres, mereka cenderung untuk lebih menyibukkan diri merawat/mengasuh keluarga (tend) dan bercerita kepada teman ataupun keluarga perihal masalahnya tersebut (befriend). Contoh : Bila seorang ibu mengalami kejadian stres di kantornya, maka ia akan mengatasi stres tersebut dengan cara memfokuskan perhatiannya pada anak-anak atau berbagi cerita dengan teman serta anggota keluarga lainnya.

Pria Beresiko Tinggi Akibat Stres
Pria lebih rentan untuk mengalami efek samping kesehatan akibat stres dibanding wanita, karena pria cenderung untuk menderita beberapa hal yang berkaitan dengan stres seperti hipertensi, prilaku agresif, penyalah gunaan alkohol ataupun obat terlarang. Wanita lebih terlindungi dari hal tersebut karena prilaku mereka yang cenderung lebih dekat ke keluarga & teman saat mengalami stres melindungi mereka dari efek buruk stres.

Pengaruh Hormon Terhadap Respon Stres pada Pria dan Wanita
Oksitosin, sebuah hormon yang terdapat pada pria dan wanita yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai bentuk respon terhadap stres, terbukti mempunyai efek menenangkan pada tikus & manusia, membuat rasa gelisah berkurang & menjadi lebih mudah berbaur dengan sekitarnya. Hormon pada laki-laki terlihat lebih meminimalkan efek dari oksitosin tersebut, sedangkan hormon pada wanita yaitu estrogen memperkuat efek oksitosin beberapa kali lipat.

Akibat Dari Stres

Stres dapat mempengaruhi seluruh tubuh, menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan resiko untuk terkena penyakit lain mulai dari penyakit ringan seperti flu sampai penyakit berat seperti kanker .
Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat meningkat akibat stres :

  • Psoriasis.
  • Eksim.
  • Gangguan pencernaan.
  • Diabetes.
  • Asma.
  • Penyakit jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Rambut rontok.
  • Masalah seksual, termasuk diantaranya disfungsi ereksi (impoten).

Selain itu gangguan karena stres juga dapat menyebabkan kerugian secara materi karena berkurangnya produktivitas kerja.

Cara Terbaik Baik Pria Menghadapi Stres
Stres merupakan salah satu hambatan terbesar bagi seseorang untuk dapat merasa bahagia & meraih sesuatu. Akan tetapi sayangnya, cukup banyak juga orang yang tidak dapat mengatasi stres secara tepat.

Pria lebih cenderung untuk menyembunyikan masalah stres, hal ini bisa jadi akibat pengaruh lingkungan juga yang sering mengkondisikan bahwa pria harus selalu terlihat kuat dan tidak boleh terlihat lemah.

Menurut Richard Driscoll, PhD, pengarang buku The Stronger Sex, pria harus lebih terbuka untuk mencari bantuan apabila mengalami masalah & tidak berusaha untuk menyembunyikan masalah tersebut. Hal ini penting karena dapat melindungi pria dari pengaruh buruk akibat stres. Selain itu perlu dilakukan pendekatan yang lebih simpatik lagi terhadap pria, terutama mereka yang beresiko besar untuk mengalami stres. Beliau juga menyarankan supaya pria dapat belajar cara mempertahankan diri terhadap stres yaitu sebuah proses yang disebut mental shielding, dimana pria dapat mengembangkan kemampuan diri untuk tetap tenang saat menghadapi stres.

Terakhir Richard Driscoll, PhD menyarankan kepada para keluarga sedini mungkin untuk memberikan pengertian kepada anak-anaknya terutama anak laki-laki, kesulitan-kesulitan yang dapat mereka hadapi serta cara untuk mengatasinya. (Bekti-medicastore.com)

Bercak Putih di Mulut, Tanda HIV/AIDS?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 17/06/2010 | 10:57 WIB

Bercak Putih di Mulut, Tanda HIV/AIDS?

Oleh : drg. Martha Mozartha

Meski sosialisasi mengenai HIV/AIDS telah gencar dilakukan di berbagai negara oleh berbagai pihak, jumlah penderitanya tetap mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Informasi mengenai penyakit ini sangat mudah didapat, namun sepertinya penyebaran penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini masih sulit dibendung.

Di dalam rongga mulut terdapat berjuta mikroorganisme yang merupakan flora normal mulut. HIV yang menyerang sistem imun tubuh membuat para penderita rentan terhadap infeksi oportunistik karena bakteri, jamur dan virus menjadi patogen. Akibatnya, masalah gigi dan mulut seperti gusi berdarah, lesi herpes, dan infeksi jamur dan kandida seringkali ditemukan pada penderita HIV/AIDS, bahkan menjadi tanda awal infeksi HIV.

Disinilah dokter gigi berperan dalam mendeteksi HIV/AIDS, boleh jadi sebelum si pasien menyadari bahwa ia terinfeksi, sebab 90% penderita HIV/AIDS mengalami setidaknya satu masalah gigi dan mulut. Di samping itu dokter gigi juga ditantang untuk tetap memberikan perawatan gigi dan mulut yang dibutuhkan pasien, sembari mencegah penularan penyakit ke pasien lain maupun ke dokter gigi itu sendiri.

Banyak orang yang khawatir bahwa HIV dapat ditransmisikan selama perawatan gigi, meski resiko penularan melalui saliva (liur) sangat kecil. Kekhawatiran ini tidak luput dirasakan oleh dokter gigi karena banyaknya tindakan perawatan gigi yang beresiko untuk penularan melalui darah. Namun sejatinya penyedia jasa kesehatan tak terkecuali dokter gigi tidak boleh menolak pasien dengan HIV yang membutuhkan perawatan.

Tindakan pencegahan yang sifatnya universal harus diterapkan untuk mencegah penyebaran penyakit tidak saja HIV/AIDS tapi juga penyakit infeksius lain. Dokter gigi dan perawat gigi harus mengenakan sarung tangan medis, masker, pelindung mata selama merawat pasien. Selain itu seluruh dental instrument yang digunakan disterilisasi setelah merawat setiap pasien, dan barang yang tidak dapat disterilisasi harus sekali pakai dan dibuang di kontainer khusus. Oleh karena itulah pemilahan sampah medis dan non medis sangat penting dilakukan, dan sampah medis harus ditangani dengan benar sesuai peraturan yang mengatur limbah B3.

Kenali Manifestasi HIV/AIDS di rongga mulut
Infeksi jamur kandida (candidiasis) adalah salah satu tanda yang paling awal dan paling umum ditemukan pada penderita HIV/AIDS, pada suatu penelitian 88% penderita HIV/AIDS mengalami kandidiasis oral. Secara klinis tampak sebagai bercak putih atau kombinasi bercak putih dan kemerahan yang dapat terjadi di bagian manapun di rongga mulut. Terkadang bercak ini mudah berdarah dan terdapat daerah kemerahan di bawah bercak putih, disertai rasa sakit dan rasa seperti terbakar.

Penderita HIV/AIDS umumnya mengalami kondisi mulut kering (dry mouth/xerostomia) karena obat-obatan yang dikonsumsi maupun karena penyakitnya itu sendiri. Dikombinasi dengan penurunan sistem imun, mulut yang kering membuat penderita lebih mudah untuk mengalami karies dan penyakit periodontal.

Penyakit periodontal sebetulnya dapat terjadi pada siapa saja,namun khusus pada pasien dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, memiliki tampilan yang khas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, pada gusi kondisi ini dahulu disebut HIV-gingivitis dan kini disebut linear gingival erythema (LGE), terlihat sebagai lesi merah seperti pita di daerah gusi. LGE dapat terasa sakit dan mudah berdarah, dan dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang khas yaitu necrotizing ulcerative periodontitis (NUP) yang dahulu disebut HIV-periodontitis, di mana tulang dan jaringan lunak mengalami kerusakan yang sangat cepat dan progresif. Umumnya berujung dengan kehilangan gigi, dan seringkali disertai rasa sakit yang berat dan mudah berdarah.

Kondisi imun yang melemah juga membuka kesempatan yang lebih lebar bagi infeksi virus, yang paling umum adalah virus herpes dan human Papillomavirus (HPV)biasanya menyerang bibir dan sisi lidah. Selain itu juga dapat terjadi lesi oral yang mengarah kepada keganasan, yang paling sering adalah Kaposi’s sarcoma meski kejadiannya semakin menurun setelah adanya terapi antiretroviral.[](MM)

8 Tips Untuk Menjaga Mata Sehat

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]Senin, 14/06/2010 | 09:37 WIB

8 Tips Untuk Menjaga Mata Sehat

Anda tentu ingin memiliki mata yang sehat bukan? Untuk itu mengapa tidak kita rawat mata kita sejak dini? Yuk, kita simak 8 tips untuk menjaga mata sehat.

  1. Jika di luar ruangan, kita bisa memakai kacamata hitam dan topi agar mata kita terlindung dari sinar matahari.
  2. Selain wortel, masih banyak lagi makanan yang baik untuk mata. Seperti mangga yang mengandung betakaroten serta vitamin C dan E atau ikan laut yang merupakan suber decosahexaenoid (DHA) yang berperan penting untuk kesehatan mata.
  3. Pastikan tangan kita bersih. Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh mata. Infeksi pada mata dapat dimulai dengan tangan yang tidak bersih. Gunakan saputangan yang bersih atau tissu untuk membersihkan mata.
  4. Jangan membaca buku sambil tidur-tiduran karena itu menyebabkan mata cepatlelah.
  5. Ketika menonton TV, sebaiknya jarak antara mata ke TV adalah 5 x Panjang Diagonal Layar. Contohnya, untuk TV 14 inch, jarak amannya adalah sekitar 1.75 meter. Untuk 20 inch, sekitar 2.5 meter dan seterusnya.
  6. Melakukan senam mata sederhana seperti mata berkedip untuk meringankan stres. Berkedip membantu melumasi mata. Cobalah untuk menutup mata selama sekitar 5 menit untuk menjadi rileks dan mengurangi ketegangan mata. Melihat sesuatu yang hijau akan sangat baik untuk mata.
  7. Setelah istirahat yang cukup, cuci mata kita dengan air dingin untuk mengurangi ketegangan mata.
  8. Seperti halnya gigi, mata pun berhak mendapatkan pemeriksaan berkala. Periksakan mata kita ke dokter mata paling tidak 6 bulan sekali.

Tidak sulit bukan merawat mata, agar senantiasa sehat? Ingat, mencegah itu lebih baik, daripada mengobati. (Dokcil)

Jangan Sepelekan Batuk

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]Rabu, 26/05/2010 | 17:52 WIB

Jangan Sepelekan Batuk

Batuk merupakan penyakit yang sering kita jumpai pada orang-orang di sekeliling kita atau kita sendiri yang menderita batuk. Karena sering terjadi dan biasanya tidak berakibat buruk, maka batuk sering diabaikan atau dianggap tidak berbahaya. Batuk bukanlah penyakit, tetapi merupakan petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita baik karena penyebab yang ringan sampai merupakan gejala dari penyakit yang berat yang dapat mematikan. Walaupun jenis batuk kelihatannya hampir sama, tetapi penyebabnya dapat berbeda. Apa saja penyakit yang ditunjukkan jika terjadi batuk?

Penyebab Batuk

Batuk sebenarnya merupakan bentuk reaksi tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Benda asing yang dimaksud bisa berupa debu, lendir, atau benda asing lainnya. Ini sebenarnya merupakan reaksi normal dan berfungsi untuk melindungi diri kita.

Batuk merupakan pengusiran udara secara kasar untuk membersihkan paru-paru dari zat yang berbahaya ketika saluran pernapasan mulai terganggu. Batuk dapat pula menjadi upaya yang disengaja untuk membersihkan tenggorokan. Namun, yang perlu diingat, batuk dapat menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit.

Batuk ringan yang umum menimpa kita adalah batuk karena masuk angin atau batuk gejala influenza yang biasanya terjadinya saat perubahan musim. Batuk seperti ini biasanya tidak lama, setelah cukup beristirahat atau minum obat bebas di pasaran, gejalanya akan mereda dan hilang.

Penyakit Penyebab Batuk

Tetapi, bila batuk tidak sembuh-sembuh dalam jangka waktu yang lama, mungkin penyebab batuk tersebut merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Seperti bersin, batuk juga bisa menyebarkan penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang sering dicirikan oleh batuk.

TBC (Tuberkolosis / TB)

Penyakit ini menyerang paru-paru dan menular. Merupakan penyakit yang mematikan bila tidak segera diobati atau tidak rutin mengobatinya. Penderitanya akan mengalami batuk yang cukup sering baik pada waktu siang maupun malam. Ciri lain adalah tubuh penderita yang semakin kurus. TB tidak hanya menyerang orang dewasa, karena banyak ditemukan anak-anak yang terjangkit penyakit ini.

Asma

Asma merupakan penyakit karena adanya penyempitan pada saluran pernapasan. Pemicunya bisa bermacam-macam dan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa pemicu asma adalah debu, udara dingin, dan asap. Kenali pemicunya agar sebisa mungkin bisa dicegah serangan asma pada penderita. Gejala yang biasa timbul adalah batuk atau sesak nafas akan meningkat pada malam hari. Penyakit ini merupakan penyakit kambuhan, maka untuk penderita asma sebaiknya selalu disiapkan pelega pernafasan mirip inhaler yang dapat dihisap setiap saat.

Pneumonia

Bagian yang diserang pada penyakit ini adalah paru-paru. Biasa dikenal dengan istilah paru-paru basah, karena bila terserang penyakit ini, paru-paru menjadi radang dan terinfeksi dan mengakibatkan pada paru-paru terdapat air atau lendir. Selain batuk-batuk, gejala lainnya adalah demam tinggi dan menggigil. Segera konsultasikan ke dokter atau rumah sakit agar segera ditangani.

Pertusis

Pertusis dikenal juga sebagai batuk rejan. Batuk ini disebabkan bakteri jahat yang menyebabkan infeksi paru-paru. Ciri pada batuk terus menerus selama beberapa kali dan diakhiri dengan nafas terengah-engah. Batuk ini berbahaya bila menimpa anak kecil atau bayi, karena batuk yang terus menerus dan panjang dapat menyebabkan mereka kekurangan oksigen. Batuk yang dikenal juga dengan batuk rejan atau batuk 100 hari ini menular ketika percikan cairan hidung atau mulut orang yang terinfeksi penyakit ini mengenai orang lain yang selanjutnya dapat terinfeksi pula.

Bronkitis

Penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi virus pada saluran udara kecil paru-paru. Bila terkena penyakit ini, penderita akan batuk disertai suara seperti bersiul saat bernafas.

Jangan sepelekan bila batuk dialami terus-menerus. Segera konsultasikan ke dokter atau rumah sakit untuk mengetahui lebih jelas penyebab batuk tersebut. Membiarkan terlalu lama tanpa mendapat pengobatan yang tepat akan memperparah keadaan penderita. Selain itu, kebanyakan penyakit yang menyebabkan batuk bersifat menular sehingga dapat membuat anggota keluarga atau orang-orang yang ada di dekatnya terkena penyakit juga.

Asma, Bisa Sembuh atau Problem Seumur Hidup?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]Senin, 07/06/2010 | 12:11 WIB

Asma, Bisa Sembuh atau Problem Seumur Hidup?

Penyakit asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sukar bernapas.” Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas, batuk dan mengi yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas.

Banyak kasus-kasus penyakit asma di masyarakat yang tidak terdiagnosis, yang sudah terdiagnosis pun belum tentu mendapatkan pengobatan secara baik. Belum lagi masalah biaya pengobatan, absennya dari sekolah atau kerja, gangguan aktivitas sosial serta pengaruh sakitnya terhadap orang-orang yang berhubungan dengan penderita penyakit asma.

Penyakit asma paling banyak terjadi pada anak dan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Alergi dapat menyerang semua organ dan fungsi tubuh tanpa terkecuali. Disamping itu banyak permasalahan kesehatan lain yang menyertai berupa gangguan organ tubuh lain, gangguan perilaku dan permasalahan kesehatan lainnya,

Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab, dimana yang paling sering karena faktor atopi atau alergi. Faktor-faktor penyebab dan pemicu penyakit asma antara lain debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain.

Penyakit ini merupakan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek anak menderita penyakit asma maka bisa diturunkan ke anak. Prof Dr. dr Heru Sundaru, Sp.PD, KAI, Guru Besar Tetap FKUI menjelaskan, “penyakit asma bukan penyakit menular tapi penyakit keturunan.”

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap penyakit asma dan 225 ribu orang meninggal karena penyakit asma pada tahun 2005 lalu. Hasil penelitian International Study on Asthma and Alergies in Childhood pada tahun yang sama menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma melonjak dari sebesar 4,2% menjadi 5,4 %.

Penyakit asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini hanya berfungsi menghilangkan gejala. Namun, dengan mengontrol penyakit asma, penderita penyakit asma bisa bebas dari gejala penyakit asma yang mengganggu sehingga dapat menjalani aktivitas hidup sehari-hari.

Mengingat banyaknya faktor risiko yang berperan, maka prioritas pengobatan penyakit asma sejauh ini ditujukan untuk mengontrol gejala. Kontrol yang baik ini diharapkan dapat mencegah terjadinya eksaserbasi (kumatnya gejala penyakit asma), menormalkan fungsi paru, memperoleh aktivitas sosial yang baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Anda bisa mengenal penyakit asma lebih lanjut dalam halaman detail ini meliputi gejala asma, diagnosa asma, penyebab asma, faktor pencetus asma, pengobatan, pengcegahan dan hidup bersama asma. Jangan lewatkan wawancara eksklusif kami dengan konsultan alergi dan imunologi yaitu Prof. Dr. dr. Heru Sundaru, Sp.PD, KAI.

Sikap Optimis Dapat Tingkatkan Kesehatan

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 03/06/2010 | 14:07 WIB

Sikap Optimis Dapat Tingkatkan Kesehatan
Banyaknya tekanan hidup yang harus dialami seseorang membuat kebanyakan orang mengalami frustasi. Beberapa orang karena menghadapi beban pekerjaan yang berat harus mengalami stress pekerjaan. Problem lainnya seperti bencana alam dan kematian orang dekat juga bisa membuat depresi dan frustasi. Hanya sedikit orang yang sanggup menghindari tekanan hidup sehari-hari yang dapat membuat orang frustrasi dan berpandangan pesimistis. Namun, meski menghadapi kesukaran dan tekanan hidup, berpikir secara optimis bermanfaat khususnya untuk kesehatan. Apa saja manfaatnya? Serta bagaimana cara memupuk sikap optimistis?

Optimisme
Apa yang dimaksud dengan optimisme atau bersikap optimis? Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan seorang optimis? Seorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Bertolak belakang dengan optimisme, pandangan pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk. Umumnya seorang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib, kebodohan, ketidakmampuan, atau kejelekannya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.

Berpikir positif juga menjadi kunci sukses untuk mengelola stres. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan dengan cara positif dan produktif.
Manfaat Berpikir Positif

Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain apalagi dibanding dengan orang pesimis. Para peneliti juga memperhatikan bahwa orang yang optimistis lebih sanggup menghadapi stres dan lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi. Berikut ini beberapa manfaat bersikap optimis dan sering berpikir positif.

•Lebih panjang umur
•Lebih jarang mengalami depresi
•Tingkat stres yang lebih kecil
•Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit
•Lebih baik secara fisik dan mental
•Mengurangi risiko terkena penyakit jantung
•Mampu mengatasi kesulitan dan menghadapi stres

Mengapa manfaat ini bisa diperoleh bagi orang yang optimis dan berpikiran positif? Karena biasanya orang yang optimis akan menghindari kegiatan yang dilakukan orang yang pesimis dalam menghadapi stres dan tekanan hidup. Orang pesimis ketika menghadapi stres akan mengalihkan perhatian dengan kegiatan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan menikmati makanan tanpa terkendali. Sedangkan seorang optimis akan melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, serta mengurangi rokok dan alkohol.

Jenis Penyakit Mata

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 09/02/2010 | 23:57 WIB

Ada bermacam-macam penyakit mata, antara lain kita bahas disini agar bisa lebih hati-hati menjaga kesehatan mata. Karena disamping jendela hati, mata adalah organ vital kita untuk belajar dan beraktivitas.

Bintitan
Ditandai dengan munculnya bisul kecil pada tepi kelopak mata. Namun infeksi juga bisa terjadi di lokasi yang lebih dalam, sehingga yang tampak hanya warna merah dan pembengkakan.

Bintitan timbul karena adanya infeksi bakteri pada kelenjar di dasar bulu mata dan termasuk penyakit mata ringan. Umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu setelah nanah keluar. Untuk mempercepat pecahnya bisul, caranya dengan menggunakan kompres hangat dan memijatnya dengan perlahan. Jenis penyakit mata ini sering terjadi pada anak usia sekolah karena sering mengucek mata tanpa memperhatikan kebersihan tangan.

Belekan
Penyebabnya adalah infeksi virus, terkadang disertai infeksi bakteri. Penyakit mata ini membuat mata menjadi merah, bengkak, dan nyeri serta memproduksi kotoran mata menjadi banyak. Gejala dari belekan ini biasanya membuat bulu mata saling menempel dan sulit dibuka pada waktu bangun tidur karena terlalu banyak kotoran yang lengket di bulu mata. Biasa menyerang anak-anak dan sangat menular.

Keratitis
Penyakit mata ini menyerang kornea mata. Penyebabnya bisa virus, kuman, maupun jamur. Uniknya, keratitis ini seringkali menyerang para petani, khususnya yang sedang mengalami masa panen.
Karena itu, penyakit mata ini disebut juga sebagai sawahika. Ciri-cirinya, di sekitar kornea mata terdapat bercak-bercak putih, sehingga menyebabkan penglihatan si penderita menjadi kabur.  Jalan satu-satunya untuk sembuh harus dilakukan cangkok mata.

Glaukoma
Mata mempunyai sebuah tekanan cairan pada bola matanya (intraokuler) untuk mempertahankan bentuk dan fungsinya. Jika tekanan terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan bola mata menonjol seperti hendak keluar dan dapat merusak saraf mata.
Glaukoma ditandai dengan pandangan yang mulai kabur dan berkurangnya pandangan ke samping (lebar penglihatan berkurang).
Jika ditangani dengan baik, sebelum terjadi kerusakan pada retina dan saraf mata, maka masih ada kesempatan untuk kembali membaik. Namun jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kebutaan.

Iridosiklitis Akut
Penyebabnya berasal dari gigi yang berlubang. Pada awalnya, penyakit ini ditandai dengan mata merah, namun tanpa kotoran, yang kemudian disertai nyeri dan penglihatan agak terganggu karena ada bintik-bintik hitam yang beterbangan. Kalau pada orang awam, penyakit ini dianggap biasa dan hanya diobati dengan obat-obat yang dijual bebas.
Bila penyakit ini ditangani secara cepat dan tepat, maka kemungkinan sembuh secara sempurna akan terwujud. Namun sayang, penyakit ini pada umumnya akan kambuh kembali terutama apabila sumber kumannya, yaitu gigi tidak ditangani dengan baik. Kekambuhan yang sering akan menyebabkan mata menjadi cacat menetap disertai penglihatan yang rabun bahkan bisa timbul kebutaan.(DK)

Jaga Kesehatan Mata

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 31/01/2010 | 23:53 WIB

Ada bermacam-macam penyakit mata, antara lain kita bahas disini agar kita bisa lebih hati-hati menjaga kesehatan mata. Karena disamping jendela hati, mata adalah organ vital kita untuk belajar dan beraktivitas.

Bintitan
Ditandai dengan munculnya bisul kecil pada tepi kelopak mata. Namun infeksi juga bisa terjadi di lokasi yang lebih dalam, sehingga yang tampak hanya warna merah dan pembengkakan.
Bintitan timbul karena adanya infeksi bakteri pada kelenjar di dasar bulu mata dan termasuk penyakit mata ringan.
Umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu setelah nanah keluar. Untuk mempercepat pecahnya bisul, caranya dengan menggunakan kompres hangat dan memijatnya dengan perlahan. Jenis penyakit mata ini sering terjadi pada anak usia sekolah karena sering mengucek mata tanpa memperhatikan kebersihan tangan.

Belekan
Penyebabnya adalah infeksi virus, terkadang disertai infeksi bakteri. Penyakit mata ini membuat mata menjadi merah, bengkak, dan nyeri serta memproduksi kotoran mata menjadi banyak. Gejala dari belekan ini biasanya membuat bulu mata saling menempel dan sulit dibuka pada waktu bangun tidur karena terlalu banyak kotoran yang lengket di bulu mata. Biasa menyerang anak-anak dan sangat menular.

Keratitis
Penyakit mata ini menyerang kornea mata. Penyebabnya bisa virus, kuman, maupun jamur. Uniknya, keratitis ini seringkali menyerang para petani, khususnya yang sedang mengalami masa panen.
Karena itu, penyakit mata ini disebut juga sebagai sawahika. Ciri-cirinya, di sekitar kornea mata terdapat bercak-bercak putih, sehingga menyebabkan penglihatan si penderita menjadi kabur.  Jalan satu-satunya untuk sembuh harus dilakukan cangkok mata.

Glaukoma
Mata mempunyai sebuah tekanan cairan pada bola matanya (intraokuler) untuk mempertahankan bentuk dan fungsinya. Jika tekanan terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan bola mata menonjol seperti hendak keluar dan dapat merusak saraf mata.
Glaukoma ditandai dengan pandangan yang mulai kabur dan berkurangnya pandangan ke samping (lebar penglihatan berkurang).
Jika ditangani dengan baik, sebelum terjadi kerusakan pada retina dan saraf mata, maka masih ada kesempatan untuk kembali membaik. Namun jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kebutaan.

Iridosiklitis Akut
Penyebabnya berasal dari gigi yang berlubang. Pada awalnya, penyakit ini ditandai dengan mata merah, namun tanpa kotoran, yang kemudian disertai nyeri dan penglihatan agak terganggu karena ada bintik-bintik hitam yang beterbangan. Kalau pada orang awam, penyakit ini dianggap biasa dan hanya diobati dengan obat-obat yang dijual bebas.

Bila penyakit ini ditangani secara cepat dan tepat, maka kemungkinan sembuh secara sempurna akan terwujud. Namun sayang, penyakit ini pada umumnya akan kambuh kembali terutama apabila sumber kumannya, yaitu gigi tidak ditangani dengan baik. Kekambuhan yang sering akan menyebabkan mata menjadi cacat menetap disertai penglihatan yang rabun bahkan bisa timbul kebutaan.(DK)

Lima Makanan Pertajam Mata

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 16/10/2009 | 21:50 WIB

MATA yang sehat dan indah sayang jika harus terhalang oleh kacamata. Penyakit mata yang memiliki keterbatasn jarak pandang cukup mengganggu. Penggunaan lensa kontak pun tak selamanya baik. Apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk membantu penglihatan lebih jelas?

Anda mungkin menjadi salah satu orang yang mengalami gangguan pada mata. Harus menggunakan alat bantu jika ingin melihat jarak jauh. Saat ini pun tak sedikit anak-anak yang menggunakan kacamata untuk melihat. Tak hanya karena faktor usia saja orang megngunakan kacamata tapi juga karena retina mata yang tak lagi menangkap bayangan dengan semestinya.

Rusaknya mata karena faktor usia biasa disebut dengan AMD atau Age-Related Macular Degenariton, atau menurunnya kemampuan melihat. AMD mulai terjadi saat makula tengah retina mata mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan “blind spot“. Yang makin lama makin membesar dan menyebabkan Anda akan mengalami gangguan dalam membaca, bahkan melihat saat mengendarai kendaraan. Dan AMD adalah salah satu penyebab kebutaan pada orang-orang di usia 60 tahun keatas.

AMD pun tak menutup kemungkinan menyerang mereka di usia yang jauh lebih muda. Namun, perkembangan AMD dapat dicegah atau setidaknya diperlambat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya gizi dan bernutrisi. Berikut ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi untuk menjaga mata Anda terhindar dari terserang AMD :

1. Perbanyak Antioksidan
Saat ini makin banyak makanan yang selalu dipromosikan mengandung antioksidan. Antioksidan memang sangat baik untuk tubuh, selain mencegah terjadinya kanker, ternyata antioksidan juga dapat memperlambat laju pertumbuhan AMD. Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin C tinggi seprti buah Kiwi, jeruk dan juga brokoli, Vitamin E dalamminyak nabati, kacang-kacangan, dan alpukat, dan lutein dan zeaxanthin-gizi yang berlimpah dalam sayuran hijau gelap, seperti bayam. Lutein dan zeaxanthin dapat juga bertindak seperti kacamata hitam alami, membantu untuk membentuk pigmen makula yang menyaring sebagian sinar matahari yang merusak.

2. Konsumsi Telur
Kuning telur juga kaya akan lutein dan zeaxanthin, tapi banyak orang menghindari telur karena khawatir akan terserang kolesterol. Penelitian yang dipimpin oleh Thomas Wilson, Ph.D., associate professor dengan Pusat Penelitian Kesehatan dan Penyakit di University of Massachusetts-Lowell, menunjukkan ketika orang makan telur secara teratur-sebanyak dua hari berturut-turut secara signifikan meningkatkan tingkat lutein dan zeaxanthin yang beredar di tubuh mereka tanpa meningkatkan LDL ( “buruk”) kadar kolesterol. Kecuali kalau Anda memang mempunyai masalah dengan kadar kolesterol sejak awal.

3. Teliti Memilih Makanan
Baru-baru ini, sebuah studi yang emlibatkan lebih dari 88.000 orang peserta membukatikan kalau mengkonsumsi ikan yang megnandung asam lemak omega 3 seprti salmon, sarden, mackarel, haring, dan jug atrout ternyata memperlambat laju pertumbuhan AMD daripda mereka yang tidak mengkonsumsi. Asam lemak Omega 3 yang terdapat dalam ikan merupakakan komponen kunci dari sel-sel saraf mata, begitu yang dijelaskan oleh Elaine Chong, Ph.D seorang peneliti di the Centre for Eye Research at the University of Melbourne, Australia. Jadi berkomitmen untuk makan lebih banyak lemak ikan, dan jangan berhenti di situ: kerang, seperti kerang dan kepiting juga cukup bisa membantu mencegah berkembangnya AMD.

4. Suplemen
Kalau sudah mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi, makanan tambahan pun tetap diperlukan. Nutrisi yang terkandung dalam suplemen dapat membantu mengurangi resiko AMD secara signifikan. Jika Anda memiliki kecenderungan terkena AMD coba saja ikuti rumus suplemen mata berikut. Rumus suplemen saat ini sedang diteliti dalam percobaan penelitian utama meliputi 10 mg lutein (setara dengan sekitar 3 cangkir bayam), 2 miligram zeaxanthin dan 1 gram total EPA dan DHA (kira-kira apa yang Anda dapatkan dalam 3-ons porsi salmon). Sampai penelitian lebih lanjut dalam, tidak ada keuntungan melebihi jumlah tersebut. Ingatlah untuk mengambil hanya di bawah pengawasan medis, bahkan meskipun suplemen ini tersedia di atas meja, dosis tinggi nutrisi apapun harus selalu didekati dengan hati-hati.

5. Selalu Menjaga Tekanan Darah dan Berat Badan
Orang yang memiliki tekanan darah tingi memiliki kecenderungan terkena AMD lebih besar, menurut Amercan Academy of Opthalmology. orang dengan tekanan darah yang tinggi dapat menghalangi aliran darah ke mata, sehingga sulit untuk nutrisi mencapai retina mata. Lemak tubuh adalah gudang penyimpanan utama bagi nutrisi yang larut dalam lemak, dan kelebihan jaringan lemak dapat bertindak sebagai nutrisi pelindung mata, membuat mereka kurang tersedia di makula. (ita/dtc)




Blog Stats

  • 1,998,195 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers