01
Jun
10

PEPORA : Dinamika Ekonomi Kerakyatan

2 Ormas Bentrok, Ketua Forkabi Tewas Dibacok

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 31/05/2010 | 04:16 WIB 2 Ormas Bentrok, Ketua Forkabi Tewas Dibacok

Jakarta – Bentrokan antara 2 organisasi massa (ormas) terjadi di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang pria tewas akibat luka bacok, yaitu Ketua Forkabi (Forum Komunikasi Anak Betawi). “Ya ada yang meninggal karena tawuran,” ujar petugas SPK Polsek Metro Cengkateng, Aiptu Agus, Senin (30/5/2010) pagi dini hari.

Agus menjelaskan saat ini bentrokan masih terjadi. Lapak-lapak di sekitar Jl Ring Road RT 03/02, kelurahan Ring Road ikut dibakar. Diduga yang terlibat bentrok adalah kelompok Forkabi dan kelompok Madura. “Yang ribut Forkabi sama Madura. Saat ini masih berlangsung,” terang dia.

Endit Tewas Dibacok di Leher
Korban tewas di Duri Kosambi, Cengkareng adalah Endit Mawardi, Ketua Forkabi. Endit sempat dibawa ke IGD RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. “Namanya Endit Mawardi kelahiran 1967,” kata salah seorang petugas keamanan Rumah Sakit Cengkareng Sadeli (44), Minggu (30/5/2010) malam.

Sadeli menjelaskan, korban mengalami luka di belakang leher memanjang dari atas ke bawah. “Lukanya lumayan panjang, sekitar 10 centimeter,” ujar Sadeli.

Saat ini jenazah Endit telah dibawa ke RSCM. Endio menjadi korban bentrokan
yang diduga antara Forkabi dan kelompok Madura di Duri Kosambi. Hingga saat ini kerusuhan masih terjadi di Duri Kosambi.

Puluhan Lapak di Duri Kosambi Dibakar
Suasana di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat masih mencekam. Puluhan lapak dibakar saat bentrok dua kelompok masyarakat terjadi.  “Sudah dikerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran,” ujar petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, David, Senin (31/5/2010) dini hari.

David menjelaskan walau belum jelas jumlah kerugian, namun diperkirakan cukup banyak lapak yang terbakar.  “Laporannya merah. Kebanyakan yang terbakar rumah, lapak-lapak,” jelasnya.

Duri Kosambi Jadi Lautan Api
Kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin dini hari, berubah menjadi lautan api. Puluhan lapak masih terbekar. Api hampir mengenai kabel sutet yang berada di tengah-tengah lokasi kebakaran. Api tampak semakin besar. Angin bertiup cukup kencang sehingga menambah kobaran api.

Selain puluhan lapak yang terbakar, dua buah mobil pickup dan dua truk juga digulingkan massa dan dibakar. Lima unit mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan sedang bekerja keras memadamkan api. Kebakaran ini merupakan buntut bentrokan antara dua kelompok massa yang bertikai malam tadi.

100 Polisi Berjaga di Duri Kosambi
Sekitar 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang terdiri dari 100 personel polisi berjaga di kawasan kerusuhan Duri Kosambi. Mereka berjaga agar warga tidak mendekat ke lokasi kerusuhan. Nampak, polisi tersebut dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara seperti tameng dan helm.

Polisi pun menutup akses menuju lokasi kebakaran. Hanya mobil pemadam kebakaran dan mobil polisi yang diizinkan masuk. Ribuan warga sekitar tampak menyemut di lokasi kebakaran. Mereka ingin menyaksikan dari dekat kebakaran yang menghanguskan puluhan lapak di sana.

Warga Sibuk Selamatkan Barang
Api menghanguskan puluhan lapak di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Penduduk di sekitar lokasi pun sibuk menyelamatkan barang mereka. “Apinya besar, diamankan dulu yang penting-penting. Sebagian barang masih di dalam,” ujar seorang warga, M Rodi di lokasi kebakaran.

Selain Rodi, ratusan warga tampak melakukan hal yang sama. Jarak antara rumah mereka dengan lapak-lapak penjual kayu yang terbakar, hanya puluhan meter. Sementara api terus membesar.

Mereka tampak menumpuk barang-barang mereka di sekitar Jl Pondok Randu. warga pun sibuk memadamkan api dengan peralatan apa adanya. Setiap ada mobil pemadam kebakaran yang datang, mereka pun langsung mengarahkannya ke titik-titik pusat kebakaran.

Petugas Damkar Kesulitan Padamkan Api
Petugas pemadam kebakaran masih sulit memadamkan api di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Bahan-bahan rumah dari kayu yang mudah terbakar dan kesulitan mendapatkan air menjadi kendala petugas. “Tempatnya jauh dan sumber air juga sulit.” ujar Kepala Sesi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Endang Haerudin di lokasi kebakaran, Senin (31/5/2010) dini hari.

Selain itu, angin yang bertiup kencang juga membantu api menyebar sehingga sulit dipadamkan. “Apalagi bahan-bahan ini mudah terbakar,” terang dia.  Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api. Selain itu personel Brimob juga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Kapolda Tinjau Lokasi Kerusuhan
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono meninjau lokasi kerusuhan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun jenderal bintang dua ini enggan mengomentari soal bentrokan. “Ini lagi kerja,” ujarnya di lokasi kerusuhan, Senin (31/5/2010).

Wahyono tiba sekitar pukul 2.30 WIB dan berada 15 menit di lokasi. Dia tampak melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Jakarta Barat. Namun tidak berkeliling lokasi. Selesai melakukan koordinasi, wahyono yang mengenakan jaket hitam ini langsung meninggalkan lokasi kerusuhan.

Bentrokan Dipicu Serempetan Mobil
Kerusuhan di Duri Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat dipicu persoalan sepele. Hanya karena senggolan kendaraan, ujungnya bentrokan terjadi antara dua kelompok massa. “Informasi awal itu serempetan mobil,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Kamil Razak di lokasi kerusuhan, Senin (31/5/2010) dini hari.

Informasi yang dikumpulkan detikcom dari Polsek Cengkareng akibat serempetan tersebut, terjadi keributan antara dua kelompok masyarakat di Duri Kosambi. Seorang pria tewas akibat bentrok tersebut. “Sekarang kita fokus pada evakuasi dan pengamanan. 300 Personel dari Brimob, Polda dan Polres akan disiagakan di sini,” tambah Razak.

Polisi Periksa 3 Warga Terkait
Polisi memeriksa 3 orang terkait kerusuhan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun mereka baru diperiksa sebagai saksi. “Yang diperiksa 3 orang, masih sebagai saksi,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Kamil Razak di lokasi kerusuhan, Senin (31/5/2010) pagi.

Razak menjelaskan ketiga orang itu berinisial AA, DS, dan NRA. Ketiganya merupakan warga Duri Kosambi, Cengkareng. “Mereka warga sini,” jelas Razak.

Selain itu, polisi juga menyita berbagai barang bukti antara lain baju korban dan sebuah linggis. (*/dtc/jpc)

About these ads

0 Responses to “PEPORA : Dinamika Ekonomi Kerakyatan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 1,673,104 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: