Archive for February, 2010

26
Feb
10

PEPORA : 2010 Desa Internet

2010 Internet ke Desa

2010 Internet Terhubung ke Seluruh Desa
Rabu, 24 Pebruari 2010 17:27 WIB | Iptek | Internet
2010 Internet Terhubung ke Seluruh Desa

Tasikmalaya (ANTARA News) – Pemerintah dan perusahaan penyelenggara telekomunikasi menargetkan bahwa pada 2010 seluruh daerah, baik desa atau kota sudah terhubung dengan jaringan Internet.

“Direncanakan bahwa tahun 2010 ini seluruh Desa di Indonesia sudah bisa terhubung dengan dunia Internet,” kata Direktur Standarisasi dan Audit Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ir Woro Indah Widiastuti di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu.

Woro yang memawakili Menkominfo di acara peluncuran WIMAX di hotel Mandalawangi Tasikmalaya mengatakan, program tersebut akan membawa manfaat kemajuan teknologi Indonesia.

Menurut dia, Kota Tasikmalaya merupakan kota pertama di Indonesia yang dibangun teknologi wireless, sehingga diharapkan kota Tasikmalaya bisa memanfaatkannya untuk e-goverment menuju good governance.

“Nantinya dengan wimax ini dimana ada sinyal, kapan pun, di mana pun, dan siapa pun bisa menggunakan Internet dan di Tasik adalah kota pertama di Indonesia yang diadakan program wimax ini,” katanya.

Sementara itu Direktur Starcom Solusindo, Wimax, Budi Permana mengatakan, sesuai dengan harapan Wali kota Tasikmalaya Syarif Hidayat untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai cyber city.

Ia menambahkan, di Indonesia Star Solusindo mengivestasikan Rp6 trilyun untuk pengembangan Wimax dengan tujuan memberikan kemudahan mengakses Internet.

“Kami punya mimpi untuk kemajuan negeri dengan memberikan keluasan wawasan dunia dengan akses internetan yang lebih mudah” kata Budi.

(ANT/S026)

COPYRIGHT © 2010

26
Feb
10

PEPORA : Benarkah Indonesia itu Atlantis ?

Benarkah Indonesia itu Atlantis ?

Posted on 11 November 2006 by Rovicky
14 Votes

Quantcast

picture20[1]Laut dangkal (shelf)

Banyak sekali pertanyaan di blog ini maupun lewat imil serta berseliweran setelah adanya artikel di Pikiran Rakyat. Saya memang tergelitik, tetapi saya yakin bagi seorang geologi yang memilki naluri “krono-logis” akan dengan mudah menyangkalnya.Berikut obrolan ringkas dari diskusiku dengan si Komo sahabat saya geoscience juga tentang hal ini. Dan kesimpulannya jelas … Indonesia bukanlah Atlantis menurut argumentasi yang dikemukakan di Pikiran-Rakyat ini.

Krono-logis adalah usaha manusia untuk melihat sbuah kejadian berdasarkan atas urutan waktu (“chrono”).
Nah Sahabat saya ini dengan menggathuk-nggathuk urutan waktu saja bisa menolak pendapat seorang Phd yg menuliskan pendapatnya di Koran Pikiran Rakyat itu

On 11/10/06, Sulastama Raharja <Komo> wrote:
Beberapa waktu lalu lihat film tentang atlantis, dan tempat yang dicurigai sebagai peninggalan atlantis itu malah ndak ada yang di indonesia, ujuk2 kok ada yang mengklaim bahwa atlantis itu di indonesia.

Nek menurut Flint and Skinner, terbentuknya samudera atlantik pada jaman triassic, kira2 255-210 juta tahun yang lalu. Pada saat itu yang ada baru conifers, cycads, mamalia primitive dan dinosaurus. Jadi seandainya kerajaan atlantis benar2 ada, kerajaan itu tidak tenggelam pada saat terbentuknya samudera atlantik.

Ini satu strike dari Komo menyatakan ketidak selarasan antara diskripsi atlantis versi geologi dengan versi arkeologis (kalau memang ada).
Lah ya bener kan wong wektu itu manungsa aja belum ada. Beruk saja masih belum ada kok :D

Nek saya baca2 lagi,

1. Pak Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India , Sri Lanka , Sumatra , Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya.

Jaman Es terakhir

komo: kalau melihat figure 20 dari http://www.bernardharrisonandfriends.com/pdfs/continental.pdf , pada jaman es antara 1,6 juta – 100 ribu tahun yang lalu, daerah yang saat ini di namakan indonesia sudah tidak menyatu. Pada saat air laut surut, sumatera, kalimantan dan jawa menyatu dengan asia, maluku, papua menyatu dengan australia sementara sulawesi dan nusatenggara sebagai pulau2 sendiri. Jadi ketetapan Pak Santos spekulatif dan kurang akurat. Hal ini didukung oleh jenis2 fauna yang berbeda antara Papua dengan Jawa/Sumatera/Kalimantan, fauna2 di papua lebih mirip dengan autralia dan fauna di jawa/sumatera/kalimantan lebih mirip dengan di Asia.

picture23[1]Out of Africa (migrasi manusia purba)

2. Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) ….. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau
(Krakatoa)….
komo: “Super Volcano Toba terjadi 73.000 BC tahun yang lalu, merupakan letusan terhebat dalam 2 juta tahun terakhir. Teori plato di atas jadi kurang akurat karena menyebutkan letusan Krakatau yang paling dasyat. Mengacu kepada http://mirrorh.com/timeline.html, Atlantis Kingdom(?) mungkin ada pada 23.400 B.C , jadi tidak mungkin letusan Toba menenggelamkan Atlantis, karena letusan Toba terjadi sebelumnya.3. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat.

picture18[1]Danau Toba adalah Mega Volcanic Crater

komo: agak susah dimengerti kenapa letusan gunung berapi menyebabkan lapisan es mencair.
Letusan super volcano Toba menyebabkan terjadinya penurunan suhu bumi 4-5 derajat, letusan gunung Tambora menyebabkan tahun tanpa musim panas di Eropa. Yang mungkin terjadi akibat letusan gunung berapi adalah debu akibat letusan gunung berapi terlempar ke atas/ udara, berada di tamosfer bumi cukup lama dan menghalangi sinar matahari sehingga terjadi penurunan suhu bumi. Tekanan sedimen dan air di dasar samudera menyebabkan gempa merupakan spekulasi yang kurang akurat, mengenai penyebab gempa bisa dilihat di http://earthquake.usgs.gov/learning/kids/eqscience.php atau di
http://earthsci.org/education/teacher/basicgeol/earthq/earthq.html#OriginofEarthquakes .
Dan kalau mBak Bibin mau mengajari anak2 di Taman Pintar tentang gempa bisa dilihat di http://earthquake.usgs.gov/learning/kids.php4. Soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki.

komo: Secara logis, pernyataan di atas susah diterima nalar. Bagaimana lumpur dari laut bisa meresap ke dalam tanah di daratan? Yang mungkin terjadi adalah, lumpur di endapkan pada suatu cekungan, berulang-ulang pada suatu periode tertentu. Karena perubahan muka air laut, pengangkatan dsb, maka daerah itu terekpose ke permukaan.

5. Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia . Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia , menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi
Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

komo: data yang dibandingkan seperti apa ya? Kok langsung njujuk ke kesimpulan yang sama? Sistem pertanian di Indonesia yang memakai teras sebenarnya mulai kapan? Borobudur ki dibangun belum terlalu lama, pada saat wangsa syailendra berkuasa di Jawa, dan tidak sejaman dengan Aztec dan Piramida.
salam,
komo

dengan mudah mas Komo menggathukkan dengan data geologi yang sangat jelas terlihat adanya “mismatch” dalam uji krono-logis.
Mas Komo yang bukan Phd saja dengan mudah menyangkal pendapat seorang Phd hanya dengan uji Krono-Logis . Pak dhe yakin kamupun bisa memulai berpikir krono-logis, kan ?

Memang banyak bangsa yang mengalami mental inferiority, karena ketertinggalannya trus “ngundat-undat” dengan menyatakan looh aku “dulu” hebat looh !

Yang penting kamu sekarang gimana ?

Apa saja benua-benua yg dikenal di bumi ini silahkan baca ini :

DIarsipkan di bawah: Dongeng Geologi | Ditandai: , ,

21
Feb
10

PEPORA : Renungan Islami

Persaudaraan Sesama Muslim »

Kacang Lupa Kulitnya

“Dan jika kami melimpahkan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami, sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata “ini adalah hak aku”. (QS. Fushshilat, 50).

Allah selalu menguji hambanya dengan berbagai kesulitan yang menghimpit. Ketika ujian telah berlalu, dan Allah menggantinya dengan kenikmatan yang melimpah, apa yang terjadi? Manusia itu akhirnya tidak bersyukur. Bahkan tidak sadar bahwa kekayaan itu juga merupakan ujian baginya. Semua limpahan kekayaan dianggap sebagai jerih payahnya, hasil peras keringatnya sendiri. Allah swt memberikan peringataan manusia seperti itu, dalam kisah Qorun, dalam Al-Quran  sebagai berikut:

“(Qarun) berkata : sesungguhnya aku diberi harta kekayaan ini, tiada lain karena ilmu yang ada padaku” (QS. Al-Qashash, 78).

Qarun adalah salah satu hamba yang diberikan kekayaan yang melimpah. Akan tetapi dia kufur atas nikmat yang telah Allah limpahkan kepadanya. Kisah itu menyebutkan bahwa Qorun mempunyai kekayaan yang disimpan dalam gudang yang jumlahnya ribuan, dengan memiliki kunci yang sangat banyak. Untuk membawa kunci gudangnya saja, diperlukan sebanyak tujuh ekor unta. Semua kekayaan itu diakuinya sebagai hasil ilmu yang dimilikinya. Dan tidak mengakui sebagai pemberian Allah swt. Akhirnya Allah murka. Qorun dan seluruh harta kekayaannya ditenggelamkan kedalam perut bumi. ‘Audzubillahi mindzalik.

Ada suatu kisah lain yang menarik yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita. Kisah ini terjadi pada kaum Bani Isroil. Kisahnya adalah sebagai berikut:

Ada tiga orang dari bani Israil, yaitu : penderita penyakit kusta, orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah Subhanahu wata’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita penyakit kusta dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab: “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang indah, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?”, ia menjawab: “onta atau sapi”, maka diberilah ia seekor onta yang sedang bunting, dan iapun didoakan: “Semoga Allah memberikan berkahNya kepadamu dengan onta ini.”

Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya:“Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikan dikepalaku ini hilang”, maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah, kemudian malaikat tadi bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang kamu senangi?”. ia menjawab: “sapi atau onta”, maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting, seraya didoakan: “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab: “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”, maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi ?”, ia menjawab: “kambing”, maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.

Lalu berkembangbiaklah onta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Beberapa tahun kemudian malaikat itu datang kembali kepada orang  yang sebelumnya menderita penyakit kusta, dengan menyerupai dirinya disaat ia masih dalam keadaan berpenyakit kusta, dan berkata kepadanya: “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan yang banyak ini, aku minta kepada anda satu ekor onta saja untuk bekal meneruskan perjalananku”, tetapi permintaan ini ditolak dan dijawab: “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak”, kemudian malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang mana orangpun sangat jijik melihat anda, lagi pula anda orang yang miskin, kemudian Allah memberikan kepada anda harta kekayaan?”, dia malah menjawab: “Harta kekayaan ini warisan dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat”, maka malaikat tadi berkata kepadanya: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya disaat masih botak, dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakita lepra, serta ditolaknya pula permintaanya sebagaimana ia ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata: “Jika anda berkata bohong niscaya Allah akan mengembalikan anda seperti keadaan semula”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu disaat ia masih buta, dan berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, yang kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga kau tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku”. Maka orang itu menjawab: “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, saya tidak akan mempersulit anda dengan mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah”. Maka malaikat tadi berkata: “Peganglah harta kekayaan anda, karena sesungguhnya engkau ini hanya diuji oleh Allah, Allah telah ridho kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda”

Wallahua’lam Bishshowwab

Artikel terkait: Waspadalah Kufur Nikmat

Ya Rasulallah

Ada pepatah tak kenal maka tak sayang, maka kita harus lebih banyak mengenalnya agar lebih menyayanginya.
Berkaitan dengan keadaan kita di hari akhir, kita akan bersama dengan orang-orang yang disayang.
Jadi bagaimana kita akan berada di surga bersama Rasulullah, kalau tidak ada rasa cinta kepadanya?
Tidak ada kerinduan untuk bersamanya? Berterima kasih atas perjuangan mendakwahkan Islam sehingga sampai kepada kia?
Cinta memang tidak bisa datang dengan sendirinya, untuk menumbhkan kecintaan kepada Beliau, kita harus banyak mengetahui Beliau yang sebenarnya, melalui Al-Quran dan sunnah-sunnanya.
Sungguh Semakin mengenal Rasulullah Shalallahu ”alaihi wa sallam kita akan semakin mencintainya.

Berikut secuil kisah Rasulullah Shalallaahu ”alaihi wa sallam, agar kita lebih mengenal beliau dan lebih mencintainya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa setelah dekat waktu wafatnya, Rasulullah memerintahkan Bilal supaya adzan. Memanggil manusia untuk sholat berjama”ah. Maka berkumpulah kaum Muhajirin dan Anshor ke Masjid Rasulullah saw. Setelah selesai sholat dua raka”at yang ringan kemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjung kepada Allah swt, dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan, membuat hati terharu dan menangis mencucurkan air mata. Beliau berkata antara lain :

” Sesungguhnya saya ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da”i yang menyeru manusia ke jalan Allah dengan izin-Nya. Aku ini bagimu bagaikan saudara yang penyayang dan bapak yang pengasih. Siapa yang merasa teraniaya olehku di antara kamu semua, hendaklah dia bangkit berdiri sekarang juga untuk melakukan qishas kepadaku sebelum ia melakukannya di hari Kiamat nanti”

Sekali dua kali beliau mengulangi kata-katanya itu, dan pada ketiga kalinya barulah berdiri seorang laki-laki bernama ”Ukasyah Ibnu Muhsin”. Ia berdiri di hadapan Nabi s.a.w sambil berkata :

“Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu ya Rasullah. Kalau tidaklah karena engkau telah berkali-kali menuntut kami supaya berbuat sesuatu atas dirimu, tidaklah aku akan berani tampil untuk memperkenankannya sesuai dengan permintaanmu. Dulu, aku pernah bersamamu di medan perang Badar sehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka aku pun turun dari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas aku pun mencium paha engkau. Kemudian engkau mengangkat cambuk memukul untamu supaya berjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukul lambung-sampingku; saya tidak tahu apakah itu dengan engkau sengaja atau tidak ya…Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan itu hendak melecut untamu sendiri ?”

Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi ke rumah Fatimah, ” Supaya Fatimah memberikan kepadaku cambukku ” kata beliau

Bilal segera ke luar Masjid dengan tangannya diletakkannya di atas kepalanya. Ia heran dan tak habis pikir, “Inilah Rasulullah memberikan kesempatan mengambil qishas terhadap dirinya!”
Diketoknya pintu rumah Fatimah yang menyahut dari dalam : “Siapakah diluar?”, “Saya datang kepadamu untuk mengambil cambuk Rasullah” jawab Bilal.

” Duhai bilal, apakah yang akan dilakukan ayahku dengan cambuk ini?” tabta Fatimah kepada Bilal.

“Ya Fatimah ! Ayahmu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengambil qishas terhadap dirinya ” Bilal menegaskan.

“Siapakah pula gerangan orang itu yang sampai hati mengqishas Rasulullah ?” tukas Fatimah keheranan. Biarlah hamba saja yang menjadi ganti untuk dicambuk.

Bilal pun mengambil cambuk dan membawanya masuk Masjid, lalu diberikannya kepada Rasulullah, dan Rasulullah pun menyerahkannya ke tangan ”Ukasyah

Suasana mulai tegang… Semua sahabat bergerak…. Semua berdiri…. Jangankan dicambuk, dicolek saja, ia akan berhadapan dengan kami. Mungkin begitu mereka bicara dalam hati. Semua mata melotot. Memandang Ukasyah dan sebilah cambuk.

Saat itulah, Abu Bakar dan Umar r.a. bicara, “Hai ”Ukasyah ! kami sekarang berada di hadapanmu, pukul qishas-lah kami berdua, dan jangan sekali-kali engaku pukul Rasulullah s.a.w !”

Mungkin saat itu Umar meraba pedangnya. Seandainya saja, diizinkan akan aku penggal kepala orang yang menyakiti Rasulullah.

Rasulullah menahan dua sahabatnya. Berkata sang pemimpin yang dicintai ini : “Duhai sahabatku, Duduklah kalian berdua, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua!”

Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Tholib sambil berkata. Kali ini lebih garang dari sahabat Abu Bakar : ” Hai Ukasyah! Aku ini sekarang masih hidup di hadapan Nabi s.a.w. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan qishas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka qishaslah aku dengan tangnmu dan deralah aky dengan tangn engkau sendiri!”
Ali tampil ke muka. Memberikan punggungnya dan jiwa serta cintanya buat orang yang dicintainya. Subhanallah… ia tak rela sang Rasul disakiti. Ia merelakan berkorban nyawa untuk sang pemimpin.

Nabi pun menahan. ” Allah swt telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali !”

Ali surut, bergantianlah kemudian tampil dua kakak beradik, Hasan dan Husein. ” Hai Ukasyah ! Bukankah engkau telah mengetahui, bahwa kami berdua ini adalah cucu kandung Rasulullah, dan qishaslah kami dan itu berarti sama juga dengan mengqishas Rasulullah sendiri !”

Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan berkata “Duduklah kalian berdua, duhai penyejuk mataku!”

Dan akhirnya Nabi berkata : “Hai ”Ukasyah ! pukullah aku jika engkau berhasrat mengambil qishas!”

“Ya Rasul Allah ! sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak lekat kain di badanku” Kata Ukasyah. kembali suasana semakin panas dan tegang. Semua orang berpikir, apa maunya si Ukasyah ini. Sudah berniat mencambuk Rasul, ia malah meminta Rasul membuka baju. “Kurang ajar sekali si Ukasyah ini. Apa maunya ini orang…”

Tanpa bicara….
Tanpa kata…
Rasulullah membuka bajunya.
Semua yang hadir menahan napas…
Banyak yang berteriak sambil menangis…
Tak terkecuali…. Termasuk Ukasyah…
Ada yang tertahan di dadanya. Ia segera maju melangkah, melepas cambuknya dan…

Kejadian selanjutnya tatkala ”Ukasyah melihat putih tubuh Rasulullah dan tanda kenabian di punggungnya, ia segera mendekap tubuh Nabi sepuas-puasnya sambil berkata : “Tebusanmu adalah Rohku ya Rasulallah, siapakah yang tega sampai hatinya untuk mengambil kesempatan mengqishas engkau ya Rasul Allah ? Saya sengaja berbuat demikian hanyalah karena berharap agar supaya tubuhku dapat menyentuh tubuh engkau yang mulia, dan agar supaya Allah swt dengan kehormatan engkau dapat menjagaku dari sentuhan api neraka”

Akhirnya berkatalah Nabi saw “Ketahuilah wahai para sahabat ! barang siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka melihatlah kepada pribadi laki-laki ini!”

Lantas bangkit berdirilah kaum Muslimin beramai-ramai mencium ”Ukasyah di antara kedua matanya. Rasa curiga berubah cinta. Buruk sangka berubah bangga. Berkatalah mereka : “Berbahagialah engkau yang telah mencapai derajat yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah s.a.w di surga kelak!”

Ya Allah! Demi kemuliaan dan kebesaran Engkau mudahkan jugalah bagi kami mendapatkan syafa”atnya Rasulullah s.a.w di kampung akhirat yang abadi ! Amien ! Mau”izhatul Hasanah

Allah SWT berfirman:
“Yaa siin…Demi Al Quran yang penuh Hikmah…
Sesungguhnya Engkau (Muhammad) sungguh sebagian dari para Rasul-rasul…
Yang berada di JALAN yang LURUS” (QS. Yaasiin : 3-4)

” Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi,
Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepadanya dan salam taslim kepadanya.” (QS Al Ahzab)

“Allahumma shalli ”alaa Nabiyinaa Muhammad wa”alaa aalihi wa shahbihi wa sallim”

Persaudaraan Sesama Muslim

Seorang muslim dengan muslim lainnya bagaikan saudarnya sendiri. Jika saudaranya mendapatkan kebahagiaan, maka dia ikut bersuka cita. Kesusahan yang dialami saudaranya, juga akan dirasakan oleh saudaranya yang lain. Disinilah akan terlihat saling bantu untuk meringankan beban yang sedang diderita oleh saudaranya. Interaksi seperti itu akan membentuk ikatan persaudaran yang kuat, saling menyayangi, saling mencintai.

Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang menghilangkan kesulitan seorang mu’min, niscaya Allah menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan urusan orang lain niscaya Allah mudahkan urusannya di dunia dan akhirat, dan siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.(HR. Muslim)

Orang yang membantu kesuliatan orang lain, maka Allah akan membalasnya dengan menghilagkan kesusahannya di hari kiamat. Jika kita memudahkan urusan orang lain, maka Allah juga akan memudahkan urusan kita. Ini adalah keberuntungan yang luar biasa. Kemudian lihat lagi hadis itu. Jika kita menutup aib orang lain, maka Allah juga akan menutup aib kita. Yaitu menghapus dosa dan kesalahan kita. Membicarakan kejelekan orang lain sangat dilarang dalam islam. Ingatlah amalan kebaikan kita akan habis dimakan oleh dosa ghibah.

Selain itu seorang muslim dengan muslim lainnya sangat dilarang saling membenci, saling menzalimi yang akan menimbulkan perpecahan dan permusuhan.

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.(HR. Muslim)

Begitu banyak aturan itu. Kita diperintahkan untuk saling menghormati dan dilarang saling menzalimi. Ajaran Islam sangat kuat dalam memperhatikan akhlak. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga perasaan sesama saudarnya. Kehormatan, harta, dan darahnya dijaga dan dijunjung tinggi untuk menghasilkan hubungan yang harmonis.

Wallahu’alam Bishshowwab.

Artikel Terkait : Menebar Kasih Sayang

21
Feb
10

PEPORA : Kepemimpinan

The emotionally intelligent leader!

Bisnis Indonesia, Jumat, 19/02/2010 08:50:50 WIB

Oleh: Anthony Dio Martin

“Tiada instink yang lebih tajam daripada hati kita” Lord Byron
Suatu hari, seorang pemimpin sedang merayakan ulang tahun. Dengan susah payah, semua bawahannya telah mengumpulkan uang dan menunggu momen berharga ini untuk memberikan ‘kejutan’ berupa pesta ulang tahun di kantor mereka.

Pagi itu, saat si pemimpin tiba, ulang tahun pun dilakukan. Semua karyawan hadir. Pesta kecil-kecilan pun berlangsung. Namun, si pemimpin itu mukanya datar-datar saja dan setelah setengah jam lebih, setelah nyanyian ulang tahun dan tiupan lilin, si pemimpin itu berkata dengan dinginnya, “Udah ya. Saya tidak ingin kalian berlama-lama dengan kegiatan seperti ini pada pagi hari. Kalian mesti segera kembali ke tempat kerja!”

Begitu juga, pada lain kesempatan, ada seorang pemimpin yang anak buahnya baru saja kehilangan orangtuanya. Akibatnya, si anak buah tersebut harus pulang ke kampungnya untuk beberapa hari.

Pada hari yang kedua sejak kepulangannya, si anak buah ini mendapatkan SMS dari atasannya yang bunyinya, “Tolong jika semua urusan sudah selesai, segera kembali masuk kantor karena banyak tugasmu yang terbengkalai”.

Pembaca, itulah berbagai pengalaman nyata yang dialami oleh beberapa anak buah dengan atasannya yang kurang cerdas emosinya. Mereka adalah para leader yang naik ke posisinya karena kemampuan teknisnya yang bagus, tetapi dari sisi kecerdasan emosi (EQ), mereka masih harus banyak belajar.

Tantangan para leader

Untuk menjadi pemimpin yang tinggi EQ-nya sebenarnya bukanlah hal yang sepele, tetapi juga bukannya tidak mungkin. Banyak pemimpin menyepelekan EQ, karena dianggap terlalu soft (ringan) dan dengan mudah bisa dipelajari. Mereka salah!

Dampaknya, banyak pemimpin yang kurang mengembangkan sisi EQ-nya. Tatkala posisi mereka semakin bergerak ke puncak organisasi, tuntutan akan kemampuan EQ-pun semakin kritikal. Nah, di sinilah banyak di antara mereka yang mengalami stagnasi dalam kariernya, gara-gara kemampuan EQ-nya jeblok.

Saya pribadi jadi teringat dengan buku karya John D. Mayer dan Peter Salovey terbitan tahun 1997 yang berjudul “Emotional Development dan Emotional Intelligence”. Buku ini terbit lantaran terinspirasi adanya pemisah yang cukup lebar antara pentingnya emosi dalam kehidupan (harapan) para pemimpin dan tingkat pemahaman pemimpin akan emosi orang lain yang cenderung di bawah rata-rata (kenyataan).

Dari buku tersebut, saya diinspirasikan beberapa tip bagaimana cara untuk menjadi pemimpin yang cerdas secara emosional. Inilah yang sering kali kita sebut sebagai emotional blueprint. Apakah itu? Ini empat tip emotional blueprint yang bisa menjadikan Anda sebagai emotionally intelligent leader!

Empat emotional blueprint

Pertama, membaca serta mengidentifikasi emosi orang lain. Ketika pertama kali bertemu seseorang, apakah Anda bisa menerka dengan pas apa yang dirasakan orang tersebut?

Apakah Anda bisa membaca suasana hati mereka? Inilah hal pertama yang perlu dimiliki jika Anda saat ini adalah seorang leader yakni kemampuan mengidentifikasi secara akurat emosi orang lain serta bagaimana bersikap terhadap emosi tersebut.

Kelemahan banyak leader, umumnya terletak pada ketidakpekaan mereka terhadap apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Masalahnya, banyak leader merasa bahwa mereka berada dalam posisi ‘dipahami’ bukan untuk ‘memahami’.

Ini sama halnya dengan kasus Marie Antoinette, istri raja Louis XVI yang akhirnya diganjar dengan hukuman pemenggalan kepala dengan pisau guilottine. Konon, rakyat bisa saja menyelamatkan dirinya, tetapi rakyat sudah telanjur kecewa lantaran tidak pernah ‘didengarkan’.

Kisah Maria Marie Antoinette, sering kali dijadikan sebagai simbol pemimpin yang tidak peka terhadap perasaan orang yang dipimpinnya.

Yang jelas, dengan kemampuan kepekaan yang tinggi terhada perasaan orang lain, maka kita bisa bertindak dengan tepat terhadap orang tersebut. Inilah langkah paling pertama dan paling fundamental.

Langkah kedua, yakni menggunakan kekuatan emosi. Inilah kemampuan kedua yang perlu dimiliki seorang leader yang cerdas emosinya, yakni kemampuan memilih serta memutuskan emosi apakah yang tepat untuk membantunya mencapai sasarannya.

Di sini, para pemimpin mestinya sadar bahwa, penyebab mengapa seseorang tidak berkinerja baik dalam pekerjaannya, banyak disebabkan oleh penggunaan emosi yang salah atau tidak pada tempatnya.

Contohnya untuk menciptakan suasana kerja yang baik, tentunya harus melibatkan unsur emosi yang fun serta menyenangkan dan penuh dengan antusias. Apa jadinya jika emosi yang dilibatkan adalah emosi sedih, tidak mood. Tentunya akan kontraproduktif, kan?

Maka itu, seorang leader ber-EQ tinggi, mengerti bagaimana menciptakan suasana emosi yang pas untuk menunjang pekerjaan timnya. Lihatlah kisah Napoleon Bonaparte yang konon begitu mampu menciptakan emosi yang luar biasa pada prajuritnya, sehingga dikatakan kehadiran dirinya saja setara sudah dengan 1.000 tentara! Nah, pertanyaannya, bagaimana dengan emosi yang tercipta dari kehadiran Anda di tim Anda?

Ketiga, belajar memahami emosi terselubung. Emosi memiliki bahasa tersendiri. Kemampuan untuk memahami emosi berarti Anda dapat merasakan serta memahami emosi orang lain, sehingga Anda dapat berespons dengan cara yang efektif.

Namun, sering kali saya dibanjiri pertanyaan, “Kalau mereka tidak bilang, bagaimana saya bisa tahu?”. Nah, justru di situlah tantangannya. Salah satu tantangan sebagai seorang leader adalah dapat memahami emosi-emosi yang tidak terkatakan bahkan tidak terungkapkan, khususnya oleh tim yang Anda pimpin. Saat Anda mahir dengan kemampuan ini, produktivitas kerja dengan tim akan dapat dilipatgandakan.

Pertanyaannya apakah kita bisa peka untuk memahami emosi terselubung dari orang lain? Bagaimana caranya? Secara spesifik biasanya saya kupas tuntas di dalam program Kecerdasan Emosional selama 3 hari, yang kami adakan juga pada bulan ini.

Keempat, kelola emosi pribadi. Perlu dipahami, emosi sendiri mengandung informasi yang penting. Sebagai seorang leader sangatlah berharga untuk selalu peka terhadap emosinya sendiri. Apa yang sedang disampaikan oleh bawah sadar Anda kepada diri.

Anda melalui emosi yang Anda rasakan? Selanjutnya, seorang pemimpin bisa menggunakan informasi dari emosinya sendiri untuk menuntunnya dalam proses pengambilan keputusan.

Sudah berulang kali, saya mendengar kisah dari pemimpin yang terlepas dari pengambilan keputusan bisnis yang fatal lantaran mendengarkan emosinya yang merasa ‘kurang sreg’.

Intinya, mulai sekarang, untuk menjadi leader yang tinggi EQ-nya, Anda harus mulai belajar kelola emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Untuk itu, renungkanlah dan ukurlah keempat emotional blueprint ini dalam hidup Anda. Selamat menjadi emotionally intelligent leader!

Kepemimpinan visioner

Bisnis Indonesia, Jumat, 12/02/2010 10:12:49 WIB
Oleh: A. M. Lilik Agung
Ketika berumur 153 tahun pada Oktober 2008, perusahaan pelat merah Telkom mengabarkan kepada khalayak bahwa dirinya melakukan proses transformasi bisnis paling akbar dalam sejarahnya.Telkom tak hanya menjual produk telepon rumah, tetapi juga menyasar bisnis media, edutainment dan perdagangan. Lahirlah portofolio bisnis baru bernama TIME: telecommunication, information, media dan edutainment. Telkom yang sudah menjadi raja bisnis telekomunikasi dan produk turunannya ingin mengukuhkan posisinya ini.

Benar banyak kalangan menyebut apa yang dilakukan Telkom untuk konteks Indonesia bukan hal yang spektakuler. Dengan umur panjang, aset berjibun, manusia pekerja terbaik dan penguasaan wilayah paling luas, sudah bukan waktunya lagi bagi Telkom untuk berkiprah di Indonesia.

Jangkauan layanan Telkom harus melebar ke regional, bersaing ketat dengan Singtel dan Telecom Malaysia. Tagline baru Telkom untuk para konsumennya yakni “the world in your hand” sudah wajib untuk ditujukan kepada dirinya sendiri menjadi “the regional in your hand, Telkom.”

Terlepas dari cita-cita menjadi terbesar di regional yang entah kapan bisa terlaksana, proses transformasi Telkom kali ini menjadi menarik. Abad informasi dan pengetahuan yang menjadi panglima dibidik dengan serius oleh Telkom.

Perluasan portofolio bisnis menjadi TIME, tak urung merupakan antisipasi terhadap perubahan maha cepat di ranah komunikasi dan informasi. Telkom tidak ingin tertinggal menyikapi trend ini. Beruntung Telkom memiliki CEO visioner bernama Rinaldi Firmansyah. Setelah era almarhum Cacuk Sudaryanto melakukan transformasi besar terhadap Telkom di tahun 80’an yang menjadikan Telkom sebagai perusahaan untung, bersih dan kompetitif, saatnya Rinaldi Firmansyah menunjukkan diri sebagai CEO yang sejajar atau bahkan lebih besar dibanding dengan Cacuk Sudaryanto. Meneropong apa yang dilakukan Rinaldi Firmansyah saat ini layak apabila beliau disebut pemimpin visioner.

Dalam buku yang menjadi klasik dan tetap dijadikan referensi para pemimpin bisnis sampai sekarang yaitu Visionary Leadership besutan Burt Nanus, ada empat peran pemimpin, yaitu: pelatih (motivator), juru bicara, agen perubahan, dan penentu arah.

Peran pelatih (motivator) merupakan peran yang dilakukan pada lingkungan internal dan dalam dimensi waktu sekarang. Tugasnya tak lain adalah pembentuk tim yang memberdayakan orang-orang, menghidupkan visi (tujuan) organisasi, dan membangun kepercayaan.

Menjadi pelatih (motivator) ketika Telkom melakukan proses transformasi bisnis besar-besaran alhasil menjadi pijakan pertama yang harus dilakukan oleh Rinaldi Firmansyah.

Visi sudah dicanangkan, anggota tim sudah ada dengan pengalaman panjangnya. Tinggal sekarang yang harus dilakukan Rinaldi Firmansyah adalah memberdayakan anggotanya menjadi manusia nan tangguh dan tanggap terhadap perubahan.

Membangun kepercayaan internal bahwa apa yang dilakukan oleh Telkom sudah sesuai dengan dinamika pasar sekaligus antisipasi terhadap perubahan masa depan, merupakan tugas berikut yang harus dilakukan oleh Rinaldi Firmansyah.

Kemampuan komunikator

Dalam membangun kepercayaan ini dapat dikatakan Rinaldi Firmansyah lulus dengan predikat cum laude. Sampai hari ini nyaris tidak ada perlawanan dari karyawannya. Bahkan paket pensiun dini menjadi alternatif lain yang dijadikan pilihan sebagian karyawan Telkom.

Peran juru bicara tak lain diarahkan pada pihak eksternal dan dilakukan sekarang.

Oleh Burt Nanus juru bicara ini dipahami sebagai tindakan pemimpin untuk:

(1) menjadi sarana dan penyampai pesan bagi organisasi

(2) negosiator dalam berhubungan dengan pihak lain,

(3) membangun kerja sama dan membentuk jaringan eksternal.

Khusus menjadi penyampai pesan organisasi, lagi-lagi Rinaldi Firmansyah lulus dengan predikat cum laude. Masyarakat luas tahu bahwa Telkom mengubah portofolio bisnisnya. Sosialisasi merek baru Telkom beserta atributnya juga diketahui oleh masyarakat.

Tinggal sekarang yang perlu diperkuat oleh Rinaldi Firmansyah adalah sebagai negosiator dan membentuk jaringan eksternal, sehingga menjadikan Telkom sebagai perusahaan yang disegani ditingkat regional bukan sebuah fatamorgana tanpa kenyataan.

Peran sebagai agen perubahan ditujukan kepada lingkungan internal Telkom, tetapi untuk sasaran masa depan. Tugas pemimpin dalam hal ini adalah:

(1) merangsang perubahan internal,

(2) menciptakan sense of urgency dan prioritas, dan

(3) melihat dan mengantisipasi perubahan eksternal.

Proses transformasi bisnis yang dilakukan oleh Telkom akan berhasil sesuai dengan visi besarnya apabila sang pemimpin mampu menciptakan sense of urgency dan prioritas bagi seluruh karyawannya.

Perilaku karyawan Telkom pada dasarnya mirip dengan perilaku karyawan BUMN lainnya. Para karyawan ini memiliki masa kerja panjang, perputaran tenaga kerja nyaris nol, dan hidup secara komunal.

Dinamika kemudian menjadi ancaman yang hadir di depan pintu. Menjadi sebuah kewajiban bagi Rinaldi Firmansyah untuk menjaga dinamika karyawan dan organisasi, sehingga sense of urgency dan prioritas tetap tertanam di kepala manusia Telkom. Apalagi bisnis yang dijalankan oleh Telkom memiliki dinamika nan tinggi.

Peran keempat, penentu arah memiliki arti mau ke mana organisasi pada masa depan. Dengan demikian tugas pemimpin tak lain adalah:

(1) menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan eksternal masa depan yang menjadi tujuan pengerahan seluruh sumber daya organisasi,

(2) menyusun berbagai langkah menuju sasaran yang merupakan sebuah kemajuan,

(3) menetapkan visi yang merangsang semua karyawan dalam organisasi agar bersedia membantu merealisasikan.

Mengubah portofolio bisnis Telkom menjadi TIME dengan gamblang dapat dijelaskan dalam konteks penentu arah ini. Agar arah yang dituju Telkom sesuai dengan garis-garis besar program transformasi, alhasil peran Rinaldi Firmansyah menjadi sentral.

Seperti dijelaskan ada tiga tugas utama penentu arah ini. Bagaimana agar tiga tugas ini dapat terlaksana dengan paripurna? Lagi-lagi hukum paling kuno tentang kepemimpinan menjadi sebuah keniscayaan: contoh peran. Contoh peran sebagai penentu arah dari seorang Rinaldi Firmansyah akan diikuti seluruh karyawan Telkom.

Transformasi Telkom baru saja dicanangkan. Mari kita saksikan Rinaldi Firmansyah membawa gerbong Telkom menjadi perusahaan yang tidak saja membanggakan bagi karyawannya, tetapi juga negerinya.

21
Feb
10

KRISIS : Global Tahap-2, Listrik, Energi

Waspadai Krisis Global Tahap II

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 18/02/2010 | 09:20 WIB Waspadai Krisis Global Tahap II

Jakarta – Banyak yang memprediksi tahun 2010 merupakan tahun pemulihan krisis ekonomi global. Namun tak sedikit pula yang masih memasang sikap waspada bahkan meramalkan kedatangan krisis lanjutan alias krisis global tahap dua. Sebelum masuk lebih jauh, mari mundur sedikit untuk mengingat-ingat kondisi yang terjadi pada krisis 2007-2008 silam. Adalah produk inovatif bernama Subprime Mortgage yang menjadi penyebab utamanya.

Subprime merupakan kredit pemilikan rumah (KPR) berisiko tinggi yang ditawarkan dengan opsi menarik, setidaknya terlihat seperti itu. Dalam setahun pertama, debitur Subprime tidak dikenakan bunga. Bunga baru dikenakan setelah setahun pertama.

Produk ini merupakan pilihan menarik bagi masyarakat kelas bawah di Amerika Serikat (AS), karena membuat mereka memiliki kesempatan mempunyai rumah sendiri. Saking banyak peminatnya, surat utang KPR bernama Subprime ini pun diperdagangkan di pasar modal dengan berbagai inovasi turunannya.

Hampir semua bank-bank besar di AS dan Eropa menanamkan investasi pada produk ini. Nilai produk Subprime ini tak tanggung-tanggung mencapai US$ 1,5 triliun. Namun tanpa disangka, begitu setahun pertama berlalu, kejutan datang. Nasabah-nasabah Subprime rupanya banyak yang tidak mampu mencicil pokok berikut bunga yang sudah mulai dikenakan setelah setahun. Alhasil, bank-bank besar di AS dan Eropa dihantui gagal bayar yang tak kepalang tanggung.

Tak cuma AS dan Eropa, dampaknya terasa hampir ke seluruh perekonomian dan pasar modal dunia, termasuk Indonesia. Sebanyak 123 bank di AS pun akhirnya mendaftarkan kebangkrutan. Indeks-indeks bursa saham di seluruh dunia pun mengalami koreksi tajam di atas 50% hanya dalam setahun.

Untungnya, tahun 2009 sentimen positif dan semangat optimisme berhasil mengangkat kembali indeks-indeks bursa saham global dari kejatuhan. Dan tahun 2010, dengan semangat yang sama, diharapkan akan menjadi tahun pemulihan.

Sayangnya, jalan pemulihan dan penyehatan kelihatannya tidak akan berlalu dengan mudah dan mulus. Menurut VP Research & Analys PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere, dunia masih harus melalui krisis global tahap dua. “Resesi mungkin telah berakhir, tetapi depresi baru mulai. Krisis yang sesungguhnya masih berada di depan kita,” tuturnya.

Menurutnya, kebanyakan orang terlalu senang dengan euforia pemulihan di 2009, sehingga luput melihat tanda-tanda krisis lanjutan. Nico menjelaskan, Subprime Mortgage mungkin telah berlalu. Namun ia menegaskan, Subprime Mortgage bukan satu-satunya produk KPR berisiko tinggi di AS.

Produk yang dimaksud Nico adalah produk KPR bernama Alt-A dan Option ARM. Dua produk ini kerap dikenal dengan pinjaman Ninja (No Income, No Job and Asset) yang artinya KPR bagi masyarakat yang tidak memiliki pendapatan, pekerjaan dan agunan.

Perbedaannya dengan Subprime adalah Alt-A dan Option ARM memberikan keleluasaan pada nasabahnya dalam membayar cicilan selama 5 tahun pertama. Setelah 5 tahun akan dikenakan penyesuaian bunga secara berkala. “Setelah 5 tahun, rata-rata kenaikan suku bunga mencapai 80%,” ujarnya.

Menurutnya, produk ini juga merupakan bom waktu yang malah dinilainya bisa berdampak lebih besar dari Subprime. Jika nilai Subprime hanya sebesar US$ 1,5 triliun, nilai Alt-A dan Option ARM masing-masing mencapai US$ 2,5 triliun dan US$ 500 miliar. Total nilai dua produk ini mencapai US$ 3 triliun. “Jadi pasar properti yang sekarang terlihat stabil, tinggal menunggu waktu terjadi penyesuaian bunga KPR yang akan dimulai tahun ini (2010-2011),” jelasnya.

Jika Subprime yang bernilai US$ 1,5 triliun saja sudah membuat dunia amburadul, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika ternyata nasabah produk Alt-A dan Option ARM juga tidak bisa mencicil bunganya setelah terjadi penyesuaian bunga yang akan terjadi pertengahan tahun 2010.

Selain itu, Nico juga melihat kredit properti komersial sudah menunjukkan tanda-tanda ambruk. Sebagai catatan, nilai kredit real estate komersial di AS mencapai US$ 3,5 triliun. “Harga properti komersial turun lebih dari 34% sepanjang 2009. Nasabah yang gagal membayar cicilannya meningkat dari 1% menjadi 9%. Nilai gagal bayar meningkat 423% menjadi US$ 52,7 miliar dari tahun 2008 sebesar US$ 12,5 miliar,” papar Nico.

Volume transaksi properti komersial, lanjut Nico, mengalami penurunan tajam dari sebesar US$ 133,2 miliar di 2007 menjadi US$ 4,8 miliar di triwulan I-2009. “Sekitar 90 ribu properti komersial di AS saat ini tidak dihuni, kosong,” ungkap Nico.

Selain itu, tambah Nico, lebih dari 2.600 bank di AS memiliki portofolio pinjaman properti komersial di atas 300% dari batasan risiko yang ditetapkan (risk based capital). “Oleh karena itu, ratusan bank kecil dan menengah di AS yang telah memberikan pinjaman untuk properti komersial harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kerugian besar yang kemungkinan menggenangi sumber daya mereka,” tuturnya.

Nico juga mengatakan kalau sepanjang tahun 2009, bank-bank di seluruh dunia telah melakukan pemutihan utang senilai US$ 1 triliun lantaran meningkatnya gagal bayar. Ia memperkirakan, pemutihan utang yang akan dilakukan bank-bank di dunia selama tahun 2010 akan mencapai US$ 1,5 triliun. “Pada pertengahan 2010, kerugian bank-bank di AS akan melebihi depresi besar 1929,” ujarnya.

Pasar pekerjaan di AS juga dinilai Nico berpotensi meningkat tajam hingga ke level 13%. Menurutnya, saat ini kondisi masyarakat AS sangat buruk. “1 dari 9 orang AS atau sekitar 39 juta orang, hidupnya bergantung pada Food Stamp (kupon makanan) yang disediakan pemerintah federal,” ungkapnya.

Kalau sudah begini, imbuhnya, kondisi perekonomian dipastikan akan mendek. Tanpa pekerjaan baru maka tidak ada pendapatan. Tanpa pendapatan, tidak ada pembelian barang dan jasa. Tanpa pembelian, laba perusahaan tidak akan meningkat. Dan akhirnya tidak ada penciptaan lapangan kerja baru. Peliknya kondisi ekonomi global saat ini, menurut Nico disebabkan karena sistem perkonomian telah mendorong utang terlalu besar, sehingga terjebak pada kondisi kelebihan utang.

Berdasarkan data IMF sebagaimana diungkapkan Nico, utang negara-negara yang tergabung dalam forum G20 diperkirakan bakal meningkat rata-ratanya ke level 118,4% dari total nilai PDB negara-negara anggotanya di 2014. “Masalah utama perekonomian dunia kini bukan kekurangan uang, tapi kelebihan utang. Masalah utama ekonomi AS adalah pasar properti yang belum pulih, utang pemerintah yang melonjak, pengangguran tinggi, kredit yang tidak mengalir,” jelasnya.

Nico juga meramalkan akan munculnya indikator-indikator ekonomi mengecewakan dari negara-negara maju. Kemudian akan bermunculan laporan peningkatan laba bersih perusahaan yang tidak didukung oleh peningkatan penjualan. Itu berarti peningkatan laba lebih didorong oleh efisiensi bukan oleh peningkatan permintaan di pasar. Daya beli belum meningkat. Selain itu, price to earning ratio (PER) saham-saham di AS telah mencapai 26 kali, level yang dinilai Nico terlampau tinggi.

Atas sejumlah analisisnya tersebut, ia mengimbau pelaku pasar lebih waspada dalam melakukan langkah investasi. Sebab, jika depresi benar terjadi, indeks-indeks bursa di seluruh dunia bakal kembali berjatuhan. “Dow Jones akan menembus level terendah pada krisis lalu di level 6.469,95. Bisa jatuh dalam kisaran 3.800-5.000. IHSG bisa kembali jatuh ke bawah 2.000 bahkan di bawah 1.000,” paparnya.

Kendati demikian, Nico menyarankan pelaku pasar melakukan penjualan atas setidaknya 50% dari portofolio saham menjadi dana tunai. Sebab dana tunai diperlukan untuk melakukan pembelian ketika harga-harga saham sedang ambruk. “Selain mengamankan dana, jika market jatuh, bisa melakukan pembelian ketika harga murah. Anda memang tidak memperoleh potensi keuntungan yang maksimal, tetapi anda juga tidak akan merasa tersakiti,” tandas Nico.

“Dan, tetap selalu ingat bahwa setiap krisis atau bahaya pada kenyataan menawarkan banyak peluang. Sekarang valuasi saham secara internasional masih mahal, tetapi setelah crash berikutnya semua saham kemungkinan besar akan dapat dibeli pada harga yang sungguh menggiurkan,” imbuhnya. (*/dtc)

Krisis Listrik Merata di Hampir 33 Provinsi

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 04/02/2010 | 19:50 WIB Krisis Listrik Merata di Hampir 33 Provinsi

Jakarta – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bambang Soesilo (Kalimantan Timur) menyatakan, krisis listrik merupakan permasalahan nasional yang terjadi merata di hampir semua provinsi. Karena keterbatasannya, PT PLN (Persero) harus memberi kesempatan kepada daerah-daerah yang berpotensi mengupayakan sendiri penyediaan dan pemakaian energi kelistrikan, terutama energi yang terbarukan.

“Agar potensi kelistrikan di daerah termanfaatkan. Kini, krisis listrik merata di hampir 33 provinsi,” ujarnya saat konferensi pers mendampingi rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Maluku Meki Frans. Mereka menemui anggota DPD asal Maluku John Pieris, Anna Latuconsina, dan Etha Aisyah Hentihu di Gedung DPD Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).

Dalam mengelola potensi lokal tersebut, Bambang melanjutkan, PLN menyertakan pemerintah daerah bersangkutan untuk mengembangkan sistem ketenagalistrikan didukung penganggaran yang ditanggung Pemerintah dan pemerintah daerah. Bersamaan dengan langkah itu, Komite II DPD meminta PLN agar memudahkan pemberian izin kepada swasta lokal yang berinvestasi di bidang ketenagalistrikan.

Pernyataan Bambang juga kesimpulan rapat kerja (raker) antara Komite II DPD dengan Direktur Utama (Dirut) PLN Dahlan Iskan tanggal 20 Januari 2010 di Gedung DPD. Raker membahas ketersediaan listrik di daerah yang kesimpulannya dijadikan acuan dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Saat bertemu anggota DPD asal Maluku, Meki mengeluhkan krisis listrik di Maluku. Menurutnya, krisis listrik di provinsi kepulauan tersebut menjelang akhir tahun 2009 hingga sekarang telah mencapai taraf darurat listrik. PLN gagal menanggulangi krisis listrik beserta cara penanganan darurat listrik. “Semula pemadaman bergilir 4 jam/hari, kini 14 jam/hari,” ujarnya.

Sebagai kompensasinya, ia menyerukan penduduk Maluku tidak membayar listrik hingga listrik di Maluku tidak lagi krisis. Apalagi, krisis listrik telah nyata-nyata mengganggu perekonomian dan usaha kecil menengah, jam belajar anak-anak sekolah, dan merusak peralatan elektronik rumah tangga. “Kami juga akan menggugat PLN secara hukum.”

Kepada pemerintah pusat, Meki meminta agar dialokasikan anggaran khusus pengembangan sistem ketenagalistrikan di wilayah Maluku bersama Maluku Utara. Mengingat, enam dari 12 mesin pembangkit listrik tenaga diesel di Maluku mengalami kerusakan, tersisa enam yang beroperasi. “Itu pun pincang,” ujarnya.

Ia memisalkan, Ambon membutuhkan 37.000 watt listrik, tapi hanya tersedia 13.000 watt. PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara berjanji menyewa mesin pembangkit listrik 10.000 watt dan 25.000 watt yang diperkirakan tiba di Ambon paling cepat akhir Juni atau paling lambat awal Juli tahun ini.

“Kami ibarat pasien yang tidak lagi di ICU, tapi dipindahkan ke rawat inap,” ujarnya. “Penanggulangan darurat listrik membutuhkan penganggaran khusus. Apabila PLN gagal menanggulanginya berarti awal masa pemerintahan ini juga gagal. Salah satu penyebabnya adalah PLN.” (wan)

Pemborosan Energi Terjadi di Semua Sektor

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 18/02/2010 | 21:21 WIB

Yogyakarta – Energi digunakan secara tidak efsien di semua sektor. Suasana itu ditunjukkan dengan elastisitas energi sebesar 2,02 dan intensitas energi 382 TOE untuk menghasilkan 1 juta USD, pendapatan domestik bruto ternyata masih tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa negara, seperti Jepang. Dari hasil studi potensi penghematan energi yang pernah dilakukan, potensi penghematan energi di seluruh sektor relatif cukup besar dan bervariasi antara 15-30%.

Di sisi lain, akses masyarakat Indonesia terhadap energi komersial masih terbatas. Hal ini disebabkan keterbatasan infrastruktur energi yang ada. Indiaksinya, rasio elektrifikasi dan konsumsi energi per kapita yang rendah.

“Akibatnya, dari 55.400 ribu kepala keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia, baru sebesar 36.078 ribu kepala keluarga (61,5%) yang mendapatakan akses tenaga listrik. Ini berarti masih terdapat sekitar 19 ribu kepala keluarga (34,9%) yang belum mendapatkan akses tenaga listrik, “ anggota Dewan Energi Nasional, Prof. Rinaldi Dalimi dalam orasi ilmiah di Fakultas Teknik UGM.

Menurut Rinaldi, bangsa Indonesia memang, sedang dihadapkan pada persoalan energi yang serius. Selain ketergantungan terhadap minyak masih tinggi, jika dibiarkan justeru akan melemahkan ketahanan energi bangsa.

”Apalagi, penggunaan energi altenatif masih menjadi persoalan tersendiri, khususnya terhadap perkembangan energi terbarukan. Seperti pemanfaatan panas bumi, bahan bakar nabati, energu surya, tenaga angin, mikro hidro, uranium dan thorium, yang belum banyak disentuh,” kata Rinaldi.

Potensi tenaga air adalah sebesar 75.670 MWe, yang dimanfaatkan baru 4.200 mega watt. Sementara  panas bumi sebesar 28.170 Mwe, baru dimanfaatkan sebanyak 1.189 mega watt. Mikro hidro sebesar 500 MWe hanya dimanfaatkan sebanyak 86,1 mega watt, sedangkan tenaga surya yang mempunyai potensi sebesar 4,8 KWh/m2/hari baru dimanfaatkan 12,1 mega watt. Untuk tenaga angin, dari jumlah 9.290 MWe, yang digunakan baru sebesar 1,1 mega watt. Uranium yang memiliki potensi energi sebesar 341.120 ton dan thorium 1.500 ton justru belum dimanfaatkan sama sekali.

Pemanfaatan energi baru terbarukan belum digunakan dengan optimal ini lebih disebabkan karena harga energi baru tersebut relatif lebih mahal. Sehingga tidak mampu bersaing dengan harga konvensional yang masih disubsidi pemerintah, kata dia.

Dan, subsidi pemerintah terhadap sebagian harga BBM dan listrik juga menimbulkan permasalahan yang dilematis. Di satu sisi, pemberian subsidi meringankan beban masyarakat kecil. Namun, di sisi lain pemberian subsidi yang cenderung meningkat akan semakin membebani APBN.

Hal ini disebabkan Indonesia sudah menjadi negara pengimpor minyak. Sebagai gambaran, Rinaldi menyebutkan bahwa subsidi energi listrik dan BBM pada tahun 2005 sekitar Rp 104 triliun meningkat menjadi Rp 221 triliun pada 2008.(wok)

Kita Jadi Negara Terpasung Minyak

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 03/08/2009 | 18:50 WIB

Kita Jadi Negara Terpasung Minyak
Oleh: Luluk Uliyah *)

Hari ini “Rapat Paripurna Luar Biasa” mendengarkan pidato “Nota
Keuangan” yang memuat rencana APBN 2010. Dilihat dari draft yang ada,
APBN tahun depan diarahkan pada tujuh langkah prioritas yakni,
mengelola kemungkinan pengangguran akibat krisis, menjaga sektor riil,
inflasi, daya beli, proteksi rakyat miskin, kecukupan pangan dan
energi, serta pemeliharaan momentum pertumbuhan.

Sektor pertambangan masih menjadi primadona dalam mendongkrak in-come
negara. Hal ini dapat dilihat pada rencana penerimaan dividen dari
BUMN akan ditingkatkan dari Rp. 26,1 trilliun (2009) menjadi Rp.
28,5-29 trilliun (2010). Khusus untuk Pertamina digenjot hingga 43%
dari penerimaan sebelumnya.

Peningkatan sektor tambang ini selaras dengan sembilan program aksi
ketahanan dan kemandirian energi SBY-Budiono antara lain; a) Mendorong
diversifikasi penggunaan energi domestik kepada gas alam dan batu
bara, b) Meningkatkan daya tarik dan kepastian investasi untuk
eksplorasi dan produksi di bidang pertambangan dan energi untuk
meningkatkan produksi dan produktivitas sektor energi, c) Meningkatkan
kompetisi yang sehat dan transparan di sektor hilir energi.

Pilihan penggenjotan sektor tambang untuk menutupi defisit anggaran
dapat berakibat fatal, mengingat APBN masih akan terus tertekan oleh
fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional. Ancaman itu
masih mengemuka karena deviasi pergerakan harga minyak ke depan masih
sangat luas dan tinggi, 45 dollar AS hingga 120 dollar AS per barrel.

Belum lagi, bahan tambang adalah komoditi yang tidak terbarukan.
Bahkan untuk kebutuhan energi tak terbarukannya saja, Indonesia terus
menerus mengalami krisis.

Fluktuasi harga pasar minyak, menyebabkan negara-negara yang
menggantungkan hidupnya dari ekspor minyak bumi cenderung tak sanggup
mengontrol anggarannya. APBN Negara menjadi mudah berubah, menyebabkan
ketidakpastian kebijakan fiskal. Ketidakpastian harga memicu negara
pengekspor menjadi bulan-bulanan, karena turunnya pendapatan per
kapita dan tingkat pertumbuhan dalam proporsi yang besar secara
mengejutkan. Data Bank Dunia dalam World Development Indicators (2004)
menyebutkan, Saudi Arabia yang memiliki cadangan minyak mentah paling
besar di dunia, pendapatan per kapitanya justru turun dari 28.600
dollar pada tahun 1981 menjadi 6.800 dollar pada 2001. Nigeria dan
Venezuela pendapatan per kapitanya turun kembali ke tingkat pendapatan
pada 1960-an. Negara-negara lainnya, Algeria, Angola, Kongo, Ekuador,
Gabon, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Qatar dan Trinidad Tobago kembali ke
tingkat pendapatan tahun 1970-an dan awal 1980-an.

Studi yang dilakukan anggota OPEC pada 1965-1998 memperlihatkan bahwa
produk nasional bruto (gross national product) per kapita mereka turun
rata-rata sebesar 1,3 % per tahun, sementara Negara-negara berkembang
non migas naik sebesar 2,2 % dalam periode yang sama. Studi ini
menujukkan, makin tinggi ketergantungan pada migas dan tambang lainnya
makin buruk pula tingkat pertumbuhannya. Negara-negara yang
mengandalkan APBN nya dari ekspor minyak,  tidak cuma lebih buruk
ketimbang Negara lain yang kekayaannya sedikit, tapi juga jauh lebih
buruk dari yang seharusnya mereka dapatkan.  Juan Pablo Perez Alfonzo,
pendiri OPEC menyebut fakta ini sebagai  efek ”kotoran setan”. Negara-
negara pengekspor minyak kerap menderita ”paradox of plenty” yaitu
problem raja midas dimana mereka kerap bermasalah secara ekonomi dan
penuh konflik.

Para ekonom belakangan menyebut fenomena ini sebagai kutukan sumber
daya alam (Auty 1993). Hal ini disebabkan kewenagan negara terpasung
di bawah tiang pancang kepentingan kapital. Negara menjadi tak berdaya
menghadapi negoisasi perusahaan. Alih-alih menjadikan kekayaan alam
demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, pemerintah mengarusutamakan
kepentingan perusahaan. Dus, perilaku pemburu rente (rent-seeking
behavior) bak jamur dimusim hujan.

Individu-individu seperti para aktor sektor swasta atau para politisi,
memiliki insentif untuk menggunakan mekanisme politik demi menangguk
keuntungan. Kesempatan pun terbuka lebar bagi pemburu rente, yakni
kalangan korporasi dan maraknya kolusi dengan pejabat pemerintahan,
yang kian memperparah persoalan ekonomi dan memperkeruh politik.

Perselingkuhan pejabat, institusi keuangan internasional dan
perusahaan yang belakangan disebut ‘korporatokrasi’ semakin meneguhkan
daya pasung kewenangan negara. Michael Hard dan Antonio Negri 2002
menyebut praktik ini dengan istilah ‘imperium’ (kekaisaran) yaitu
sebuah cara baru kapital global memaksa masyarakat dunia bertekuk
tunduk mengikuti kehendaknya.

Ancaman selanjutnya dari terpasungnya kewenangan negara menimbulkan
konsekuensi terhadap sistem politik itu sendiri. Negara-negara kaya
sumber daya alam makin kecil kemungkinannya memiliki sistem politik
yang demokratis. Secara spesifik, negara-negara produsen tambang yang
tidak demokratis lebih kecil kemungkinannya menjadi demokratis dari
pada negara-negara  bukan penghasil.

Keterkaitan ini berhasil ditemukan dalam studi antar bangsa, yang
menghubungkan pertambangan dalam periode tertentu dengan perubahan
demokratik dekade berikutnya (Tsui, 2005). Sebenarnya, akses terhadap
kekayaan tambang bisa membuat para pemimpin dengan mudah menindas atau
merangkul lawan-lawan mereka, dan dengan demikian bisa terhindar dari
pengambilalihan kekuasaan melalui Pemilihan umum.

Dampak politik berlawanan akibat tambang ini bukan hanya milik negara-
negara berkembang; pola yang sama bisa disaksikan di Amerika Serikat
(AS). Sebuah studi mengamati hubungan antara produksi minyak dan
batubara di tiap negara bagian di AS selama periode 1929 sampai 2002
dan mengaitkannya dengan pergantian gubernur. Studi  itu menemukan
fakta bahwa kenaikan 1 persen ketergantungan negara bagian pada sumber
alam ini dihubungkan dengan kenaikan sekitar setengah persen margin
kemenangan gubernur di sejumlah negara bagian (Goldberg et al. 2005).

Secara keseluruhan, setidaknya tiga model negara-negara yang
bergantung pada minyak bisa membantu menjelaskan kaitan antara
ketergantungan sumberdaya alam dan minimnya demokratisasi (Ross 2001).
Pertama, pemerintah tidak merasakan tekanan yang sama untuk menukar
kekuasaan politik dengan hak menerapkan pajak, karena toh mereka mampu
memperoleh pendapatan dari sumber-sumber yang lain.

Kedua, mereka bisa menanamkan investasi untuk memperkuat kekuatan
koersif, yang bisa digunakan untuk menumpas ancaman terhadap kekuasaan
politik mereka. Akhirnya, dalam kaitannya dengan tuntutan
demokratisasi, warga di sejumlah negara ini kecil kemungkinannya akan
mengalami efek transformatif seperti yang dialami negara-negara
industri.

Tak hanya itu, negara bergantung tambang biasanya rawan terhadap
serangkaian kegagalan kebijakan. Karena Negara menjelma menjadi “pot
madu” ia cenderung digunakan demi kepentingan kekuasaan dan meluaskan
korupsi. Sebagai kelompok, Negara-negara pengekspor migas lebih korup
ketimbang Negara-negara lain di dunia—bahkan bila Norwegia dan Kanada
dimasukkan. Nigeria, Angola, Azarbaizan, Kongo, Kamerun, dan Indonesia
bersaing posisi ”paling korup” dalam rengking tahunan yang dirilis
Transparence International.

Untuk menghindarkan diri dari sejumlah dampak buruk di atas, sedianya
pemerintah perlu menyadari bahaya kutukan sumber daya alam, untuk
kemudian keluar dari jebakan in-come pertambangan. Karenanya penting
mempertimbangkan kembali nota keuangan RAPBN 2010 yang masih
menempatkan pertambangan sebagai sektor utama. Tujuh langkah prioritas
penanganan krisis yang dipancang SBY dalam RAPBN 2010 dipastikan tak
akan beranjak kemana-mana. (*)

*) Aktivis Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)

21
Feb
10

Perbankan : Gejolak Skandal Century

CENTURYGATE
Pansus Centurygate Harus Berani Sebut Nama
Minggu, 21 Februari 2010, 11:51:34 WIB

Laporan: Zul Hidayat Siregar

Jakarta, RMOL. Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mendesak fraksi-fraksi yang ada di Pansus Centurygate berani menyebut nama orang yang bertanggung jawab dalam skandal Bank Century pada pandangan akhir fraksi besok (Senin, 22/2).

“Tidak ada pilihan, mereka harus menyebut nama penanggung jawab skandal Bank Century ini. Karena tidak mungkin lembaga atau instansi, yang akan mempertanggungjawabkannya,” kata Ray kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 21/2).

Menurut Ray, jika fraksi-fraksi tidak berani menyebut nama, itu berarti pengkhianatan terhadap rakyat dan langkah mundur dalam pengusutan skandal Bank Century. Karena mayoritas fraksi sebelumnya telah menemukan beragam pelanggaran, mulai dari proses merger hingga aliran dana Bank Century.

“Besar kemungkinan partai-partai terpengaruh koalisi,” tandasnya.

Ray menambahkan, saat ini dirinya tengah menggalang dukungan massa untuk mendesak Pansus Centurygate berani menyebut nama penanggung jawab skandal bailout Bank Century di jejaring sosial facebook, “Tuntut Pansus Sebutkan Nama Penganggung Jawab Kasus  Bank Century.” [zul]

Baca juga:

Pansus Century Bisa Berakhir Voting

lokasi: Home / Berita / Legislatif / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/02/2010 | 21:41 WIB Pansus Century Bisa Berakhir Voting

Jakarta – Panitia Khusu (Pansus) DPR RI tentang kasus Bank Century memang sudah sepakat aliran dana Bank Century bermasalah. Namun perbedaan pandangan soal merger, FPJP, dan bailout hanya bisa diselesaikan lewat voting.

Dalam kesimpulan awal fraksi tentang merger, FPJP, dan bailout, Pansus memang diwarnai perbedaan pandangan serius. Tujuh fraksi terang-terangan menuding bailout penuh masalah. Sementara FPKB dan FPD justru sepakat bailout sudah sesuai aturan.

Perbedaan di titik inilah yang disinyalir akan mengarah ke voting. Voting memang diakui Pansus sebagai salah satu jalan untuk menarik kesimpulan akhirnya. “Kalau musyawarah mufakat nggak bisa, kalau ada perbedaan ya kita voting,” kata Wakil Ketua Pansus Century dari PKS, Mahfud Siddiq usai rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Sabtu (21/2).

Jalan Pansus memang masih cukup panjang. Pansus masih harus menunggu kerja tim kecil. Kalau tim kecil gagal mencapai titik temu, voting menjadi penyelesaian di paripurna. “Kalau ada dua opsi nggak ketemu ya kita ajukan ke pleno, perbedaan pandangan kita bawa ke Paripurna,” jelas Mahfud.

Untuk itu, menurutnya, rekomendasi Pansus bisa lebih dari satu poin. “Bisa saja hanya satu rekomendasi, bisa saja lebih dari satu,” imbuh Mahfud.

Hasil rapat tim kecil Pansus terakhir menyerahkan penyelesaian draft kesimpulan hingga lima bab ke staf ahli. Sementara anggota tim kecil mencari rumusan kesimpulan akhir. “Kemudian hari Senin akan kita satukan, Senin sore sudah bisa disampaikan pandangan akhir fraksi,” tandasnya.

Kesimpulan akhir fraksi Pansus akan dibawa ke Badan Musyawarah DPR untuk dijadwalkan masuk Paripurna. “Tanggal 2 Maret kita sampaikan di Paripurna,” jelas Mahfud.

Terus Dilobi, PDIP Tetap Tunjuk Nama
Tak hanya Golkar dan Gerindra yang mengaku dilobi mendekati kesimpulan akhir Pansus Century. PDIP juga mengaku, namun PDIP mengaku tetap akan tunjuk nama di kesimpulan akhirnya. “Kita PDIP terus dilobi tapi kita di Pansus clear,” klaim anggota Pansus Century dari PDIP Maruarar Sirait usai rapat Pansus Century di Gedung DPR, Sabtu (21/2).

Ara panggilan akrab Maruarar, menjamin PDIP akan tetap tegas di Pansus Century. Hasil akhir PDIP akan menunjuk nama penanggungjawab skandal Century. “PDIP akan menyebut nama dalam kesimpulan akhir Century,” jelas politisi PDIP.

Hal senada diungkapkan anggota Pansus dari PDIP, Hendrawan Supratikno. Hendrawan mengaku sudah bertemu Megawati dan siap memastikan PDIP tegas. “Ara kan sudah ngomong hari ini ya kita akan seperti itulah, kita kan tegas-tegas aja. Kebetulan DPP sudah bertemu Ibu Mega dan kita akan tegas. Kita tidak masuk abu-abu,” tambahnya. (*/dtc/wan)

CENTURYGATE
Dikunjungi Tim 9, Wiranto Ingatkan Pansus Konsisten
Minggu, 21 Februari 2010, 13:52:06 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Jakarta, RMOL. Siang ini (Minggu, 21/2), inisiator hak angket Bank Century atau tim 9 meminta dukungan moral kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto di kantor Hanura jalan Diponegoro Jakarta Pusat.

Pada kesempatan tersebut, Wiranto mengingatkan anggota Pansus Centurygate tetap konsisten menyuarakan kepentingan rakyat bukan kepentingan partai. Rakyat, katanya, saat ini menghendaki adanya suatu keterbukaan dan kejujuran dari pejabat publik.

“Saya hanya ingatkan kembali bahwa DPR adalah representasi dari rakyat bukan perwakilan partai politik. Secara substansi mereka mewakili keberadaan rakyat. Yang mereka dengarkan bukan suara partai, tapi suara rakyat,” kata Wiranto.

Wiranto meminta anggota Pansus Centurygate tidak takut dengan adanya upaya-upaya yang melemahkan Pansus dan mempengaruhi hasil akhir Pansus.

“Saya kira itu tidak perlu, karena siapa pun yang mencoba mempengaruhi pada saat rakyat ingin mendapatkan kebenaran, akan berhadapan dengan rakyat, ” ucapnya.

Pada pertemuan ini, inisiator hak angket hanya diwakili tiga orang. Yaitu, Andi Rahmat (F-PKS), Bambang Soesatyo (F-Golkar), dan Akbar Faizal (F-Hanura). [zul]

Baca juga:

LPS Kirim ‘Surat Penyesalan’ Bailout Century ke Pansus

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/02/2010 | 18:37 WIB LPS Kirim 'Surat Penyesalan' Bailout Century ke Pansus

Jakarta – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket kasus bailout Bank Century mengaku menerima surat resmi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menyampaikan bahwa seharusnya Bank Century tidak perlu di-bailout atau diselamatkan oleh pemerintah. LPS mengaku Bank Century lebih baik ditutup.

“LPS melalui suratnya menyatakan bahwa Bank Century tidak perlu di-bailout dan lebih baik ditutup saja,” kata anggota Pansus Century dari FPKS Andi Rahmat dalam rapat tim kecil Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Sabtu (21/2).

Surat bernomor 007/DK/II/2010 bertanggal 19 Februari 2010 yang diterima Andi adalah surat resmi bertandatangan Kepala LPS Firdaus Jaelani, Ketua Dewan Komisioner LPS Rudjito, dan lengkap dengan cap LPS.

Andi mengaku senang mendapat surat dari LPS. Sekalipun datangnya agak terlambat, Andi berharap surat LPS itu dapat menjernihkan permasalahan seputar bailout Century. “Kata mereka bailout jauh sekali dari standar keadaan Bank Century waktu itu,” paparnya.

Untuk itulah, Andi menyerahkan surat tersebut ke tim ahli Pansus. “Saya sudah serahkan ke tim ahli supaya diadopsi,” jelas anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI ini.

Apalagi, lanjut Andi, dalam surat tersebut LPS juga menyebutkan dana Rp 41.6 miliar milik Amirudin Rustam seorang nasabah Century di Makassar merupakan perampokan pimpinan Bank Century cabang Makassar.

Namun, entah ketakutan atau faktor lainnya, akhirnya pihak LPS membantah sendiri bahwa telah mengirimkan “Surat pentyesalan” ke Pansus Century DPR yang isinya menyatakan Bank Century tidak perlu di-bailout dan lebih baik ditutup.

“LPS memang membuat surat ke masing-masing fraksi di Pansus Century tertanggal 19 Januari 2010 yang sisinya berupa tanggapan atas Pandangan Awal Fraksi terhadap bailout bank Century, utamanya terkait peran LPS. Jadi tidak benar isi surat tersebut berupa penyesalan LPS terhadap bailout Century,” sangkal Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, hari ini. (*/dtc/wan)

Minggu, 21/02/2010 14:07 WIB
Kisah Aliran Dana Bank Century ke Inisiator Hak Angket
Anwar Khumaini – detikNews


Misbakhun

Jakarta – Sebagai salah satu inisiator Hak Angket Century, politisi PKS Muhammad Misbakhun tentunya berharap agar kasus Century diusut secara tuntas. Tapi yang menjadi persoalan adalah Misbakhun ternyata pernah mengajukan letter of credit (L/C) ke Bank Century. Bagaimana ceritanya?

Berdasarkan informasi yang detikcom himpun dari berbagai sumber, Minggu (21/2/2010), aliran dana Bank Century bermula saat bank yang kini telah berganti nama menjadi Bank Mutiara tersebut memberikan fasilitas utang dagang kepada sepuluh debitor senilai US$ 178 juta pada November 2007 dan Oktober 2008.

10 Perusahaan itu yakni PT Polymer Spectrum, PT Trio Irama, PT Petrobas Indonesia, PT Sinar Central Sandang, PT Dwi Putra Mandiri, PT Damar Kristal Mas, PT Citra Senantiasa Abadi, PT Sakti Persada Raya, dan PT Energy Quantum dan PT Selalang Prima Internasional. Misbakhun menjadi komisaris utama di PT Selalang Prima Internasional.

Adapun rincian dana yang dialirkan oleh Bank Century sebagai berikut: PT Energy Quantum USD 19,999, PT Trio Irama  USD 10,999 juta, PT Selalang Prima Internasional USD 22,5 juta, PT Petrobas Indonesia USD 4,3 juta , PT Sinar Central Sandang USD 26,5 juta , PT Citra Senantiasa Abadi USD 19,9 juta, PT Dwi Putra Mandiri USD 9,999 juta, PT Damar Kristal Mas USD 21,499 juta, dan PT Sakti Persada Raya USD 23,999 juta.

Bank Century menggandeng beberapa bank untuk dijadikan sebagai mitra yang bersedia menalangi pembayaran, yakni DBS, Credit Suisse, dan The Saudi National Commercial Bank. Bank Century menempatkan dana (interbank call money) senilai US$ 264 juta untuk dijadikan sebagai jaminan kepada 3 bank yang digandeng itu.

Yang janggal, terjadi ketidakwajaran dalam poin-poin yang ditulis di surat utang Bank Century tersebut. Dalam surat utang tersebut, dijelaskan bahwa importir akan menerima seluruh penyimpangan yang terjadi dalam transaksi. Menurut sumber di Bank Indonesia (BI), hal ini hanya bisa terjadi bila eksportir dan importir adalah pihak yang sama. Sehingga muncul dugaan Robert Tantular otak di balik kedua pihak itu.

Belakangan terungkap enam debitor dipakai namanya oleh Robert untuk membuka surat utang. “Padahal mereka tidak pernah memberikan setoran jaminan,” kata sumber di Bank Indonesia. Seluruh jaminan ternyata ditransfer, lewat sistem real time gross settlement, dari rekening milik Junty dan Tenety Solikin. Siapa Junty dan Tenety Solikin? Hingga saat ini kedua nama tersebut masih misteri.

Sementara itu, berdasarkan audit intern Bank Century yang dilakukan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) pada semester II/2008, juga ditemukan penyimpangan di bidang treasury dan settlement yang ada hubungannya dengan L/C. Audit itu menemukan adanya hasil repo surat berharga untuk pelunasan L/C atas nama PT Selalang Prima International dan Sinar Central Sandang.

Seharusnya hasil penuh repo masuk ke Bank Century, sedangkan persoalan L/C harus dilunasi masing-masing debitor.

“Sampai saat ini L/C yang seharusnya dilunasi masih belum dilunasi,” tulis laporan itu. (anw/iy)

Minggu, 21/02/2010 14:23 WIB
Pandangan Akhir Pansus
Golkar Akan Sebut Nama Boediono & Sri Mulyani

Muhammad Taufiqqurahman – detikNews


Jakarta – Fraksi Partai Golkar (FPG) merasa mantap untuk menyebut nama pejabat yang bertanggung jawab atas raibnya dana talangan untuk Bank Century, pada pandangan akhir Pansus nanti. Nama-nama yang akan disebutkan di antaranya mantan Gubernur BI Boediono dan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Sri Mulyani.

“Fraksi Partai Golkar tetap akan sebut nama yang bertanggung jawab. Mulai KSSK Sri Mulyani, dan Boediono,” ujar anggota Pansus Century dari FPG, Bambang Soesatyo ketika ditemui wartawan di Sekretariat Partai Hanura, Jl Diponegoro, Jakarta, Minggu (21/2/2010).

Selain kedua orang itu, sejumlah nama yang lain yang akan disebut yakni mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede, mantan Ketua UKP3R Marsilam Simanjuntak. FPG juga akan menyebut nama-nama di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mulai dari komisaris hingga direksi.

Bambang juga yakin jika sejumlah fraksi lainnya akan menyebutkan nama pihak yang bertanggung jawab atas kasus ini. Sejumlah fraksi yang akan ikut menyebut nama yakni PDIP, PKS, Hanura dan Gerindra.

“Golkar, PDIP, PKS, Hanura dan Gerindra akan menyebut nama,” tutur Bambang.

(gun/iy)

Minggu, 21/02/2010 13:35 WIB
Tim 9 Temui Wiranto
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews


Jakarta – Tim 9 Pansus Hak Angket Century menemui Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto. Kedatangan Tim 9 untuk meminta pimpinan parpol konsisten untuk mengungkap Kasus Century seterang-terangnya.

“Kami bertemu Pak Wiranto dalam rangka meminta kepada pimpinan parpol untuk tetap konsisten,” kata salah seorang anggota Tim 9, Bambang Soesatyo, sebelum pertemuan dengan Wiranto di Sekretariat Partai Hanura di Jl Diponegoro, Jakarta, Minggu (21/2/2010).

Bambang memang datang lebih dulu dibanding rekan-rekannya yang lain. Berdasarkan jadwal, pertemuan harusnya dilangsungkan sejak jam 13.00 WIB.

Bambang mengatakan pertemuan dengan pimpinan parpol ini penting karena masalah Century bukan lagi sekadar jadi urusan anggota Pansus, tapi sudah memasuki ranah pimpinan parpol.

Menurut Bambang, pertemuan ini juga untuk mencegah adanya transaksi politik antarpartai, yang berusaha menggagalkan kinerja Pansus.

“Kita tidak ingin ada transaksi politik, sehingga ada partai yang kecil nyalinya,” ucap anggota Fraksi Partai Golkar ini.

(gun/iy)

Baca juga :

20
Feb
10

Historia : Wisata Tempo Doeloe

Inilah salah satu pemandangan kota lama Semarang. Gereja Blenduk akan terlihat dari sudut manapun.

Plesiran ke Little Nederland, Semarang

Artikel Terkait:

Pradaningrum Mijarto Inilah salah satu pemandangan kota lama Semarang. Gereja Blenduk akan terlihat dari sudut manapun. Senin, 15 Februari 2010 | 14:20 WIB

KOMPAS.COM – Libur panjang di akhir pekan masih dua pekan lagi, saat itu bertepatan pula dengan perayaan Cap Go Meh. Barangkali Semarang bisa jadi alternatif tujuan wisata, termasuk wisata ke Pecinan, tentunya. Semarang, Little Holland, atau Little Nederland, punya banyak daya tarik. Kota lama beserta bangunan bersejarah, Pecinan, dan kuliner legendaris bagaikan magnet yang sulit ditolak.

Arsitektur bangunan di kawasan Kota Lama Semarang beragam. Ada Gereja Blenduk (Nederlandsch Indische Kerk) bikinan 1750 dengan atap kubah yang dipugar pada 1894. Di hadapan gereja ini berdiri gedung karya Thomas Karsten di tahun 1916 yang kini menjadi gedung Asuransi Jiwasraya. Tak lupa bangunan Stasiun Tawang yang mencoba tetep bertahan dari terjangan rob. Tambahan lagi, Pasar Semawis yang menghidupkan Pecinan.

Liem Thian Joe, dalam Riwayat Semarang, menyebutkan, kehidupan di Pecinan Lor yang kini bernama Gang Warung, di masa silam adalah pusat perhubungan. Ke sebelah barat bisa berhubungan dengan kampung pribumi yang sekarang jadi Kampung Kranggan dan Pasar Semarang (kini Pasar Damaran). Sementara ke arah utara melintasi kali berhubungan dengan apa yang kini dikenal sebagai Petudungan, Pandean, Jerukkingkit, Ambengan, dll.

Dalam buku itu ia juga mengisahkan asal usul Pasar Johar. Di tahun 1860, pasar ini merupakan bagian dari alun-alun, di bagian tepi sebelah timur yang berbatasan dengan jalan, tumbuh pohon johar atau mahoni. Pohon itu bikin teduh, sehingga banyak orang senang berteduh di sana. Lama-lama-pasar-pasar kecil pun tumbuh di bawah pohon ini. Pasar kecil ini pun berkembang dan membesar. Pada 1865 bagian alun-alun ini telah jadi pasar dengan pohon johar yang jug masih berdiri. Maka jadilah nama pasar itu, Pasar Johar. Pembesar kota kemudian membangun los dan pohon johar pun ditebang. Tapi tetap saja nama pasar itu, Pasar Johar.

Seperti juga Gereja Blenduk, Pasar Johan adalah kreasi Thomas Karsten. Karsten tak berhenti sampai di Pasar Johar. Karya lain, sebut saja Lawang Sewu, gedung yang kini jadi kantor Asuransi Jiwasraya, dan Perkampungan Mlaten.

Pada literatur lain disebutkan, struktur Little Nederland selesai dibangun pada tahun 1741 dan merupakan kawasan untuk orang Belanda. Di sini pernah ada perkantoran, hotel, perumahan, dan bangunan perdagangan lainnya dengan ikon Gereja Blenduk.

Semarang Tempo Dulu: Teori Desain Kawasan Bersejarah yang ditulis Wijanarko menyebutkan juga, Kampung Kauman, Pecinan, Kampung Melayu, dan Little Nederland mengelilingi apa yang dinamakan kota lama Semarang. Yang layak disebut Kota Lama Semarang harusnya adalah Kanjengan. Namun kompleks Kanjengan serta alun-alunnya sudah tak ada, hanya tersisa Masjid Agung Kauman. Sementara apa yang disebut Little Nederland adalah kawasan di sekitar Gereja Blenduk dengan berbagai gaya bangunan.

Semarang memang sangat menarik untuk ditelusuri. Selain urusan mata, yaitu terkait sejarah kota dan bangunan bersejarah, maka urusan perut juga tak boleh terlewatkan. Pasar Semawis di Pecinan layak dikunjungi. Deretan warung kaki lima yang pastinya bikin lupa diri siap unjuk rasa.

Belum lagi resto legendaris, Toko Oen, yang juga layak disambangi. Meskipun Toko Oen berawal di Yogyakarta pada 1922, namun kemudian si empunya toko, Liem Gien Nio memutuskan Semarang sebagai cabang pertama di tahun 1936. Toko Oen tak hanya jadi cabang pertama tapi juga jadi resto pertama di Semarang. Penganan ala Eropa hingga sekarang masih dipertahankan, antara lain es krim.

Dalam rangka mengenal Semarang dan Cap Go Meh, Komunitas Sahabat Museum menggelar Plesiran Tempo Doeloe ke Little Nederland pada 26-28 Februari. Biaya Rp 1,5 juta/orang antara lain untuk transportasi menggunakan kereta api; menginap di hotel tua; dan naik loko uap di Ambarawa sekaligus Museum Ambarawa.

“Kita akan ditemani Pak Prianto, ahli sejarah dari Universitas Diponegoro. Kita juga akan lihat stasiun pertama di Semarang, dipandu Pak Tjahjono. Pastinya enggak ketinggalan ke Pecinan, kelenteng, dan ngerasain kuliner legendaris Semarang,” kata Ketua Komunitas Sahabat Museum Adep Purnama.

Ia juga mengatakan, peserta akan diberi tempat di hotel bersejarah, Hotel Bellevue. Hotel bergaya art deco ini dibangun pada 1919 dimiliki oleh Van Demen Wars. Kemudian sejak 1961  nama hotel berubah jadi Hotel Candi Baru. Untuk mendaftar atau mengetahui informasi lebih detil, ia bisa dihubungi di adep@cbn.net.id.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Nasi Jamblang, Daun Jati Dan Seabrek Lauk

Dian Anditya Mutiara Inilah nasi jamblang yang beken di Cirebon. Keunikannya ada pada daun jati pembungkus nasi serta beragam lauk yang siap dilahap bersama nasi. Senin, 15 Februari 2010 | 14:17 WIB

KOMPAS.COM – Rasanya ada yang kurang bila datang ke kota Cirebon tanpa mencicipi nasi jamblang. Saat memasuki kota itu, dengan mudah kita bisa temui jajaran warung yang menjual nasi yang dibungkus dengan daun jati itu.

Berdasarkan data dari buku kuliner khas Cirebon, ada sekitar 300 penjual nasi atau sega jamblang, baik yang mangkal (warung) maupun yang dijajakan keliling. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan ini. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi. Makanan disajikan secara prasmanan.

Menu yang tersedia antara lain sambal goreng (yang agak manis), tahu sayur, paru, semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe serta tidak ketinggalan ‘blakutak’, sejenis cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya.

Awalnya nasi jamblang ini dibuat untuk para pekerja paksa di zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu lama. Uniknya, akan lebih nikmat dimakan secara tradisional dengan ‘sendok jari’ dan alas nasi beserta lauk pauknya tetap menggunakan daun jati.

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa pada nasinya, hanya nasi putih biasa yang harus didinginkan terlebih dahulu beberapa jam, baru setelah itu dibungkus dengan daun jati. Ukuran nasinya tidak terlalu banyak, hanya segenggaman tangan orang dewasa.  “Kalau dibungkus pada saat panas akan membuat nasi berubah menjadi merah. itu yang kita tidak mau. Biasanya setelah nasi matang, langsung dikipas dan diangin-anginkan dan hal ini bisa membuat nasi tahan lama,” jelas Umar (40), pengelola Warung Nasi Jamblang Mang Dul yang ada di Jalan Ciptomangunkusumo, Cirebon.

Warung Nasi Mang Dul ini menjadi salah satu tempat favorit bagi orang Cirebon dan para pendatang dari luar kota yang ingin mencicipi nasi jamblang. Setiap hari, sekitar pukul 06.00-08.00  pasti orang berjubel tengah menikmati nasi jamblang sebagai sarapan pagi. “Nanti ramai lagi sekitar jam makan siang,” tutur Umar.

Sejak sang ayah, Abdul Rojak, meninggal pada tahun 1994, maka namanya diabadikan sebagai nama warung. Sejak tahun 1968 sang ayah sudah berjualan nasi jamblang dengan cara dipikul dan berkeliling kota Cirebon. “Dulu Bapak cuma menjual sekitar 50 bungkus sehari,” Umar mengenang. Setelah mendapat bantuan kredit dari salah satu bank, Mang Dul bisa mangkal di dekat kolam renang dan Stadion Gunungsari yang kini menjadi pusat perbelanjaan Grage Mal.

Saat sang ayah berjualan, lauk pauknya tidak sebanyak sekarang. Dulu hanya ada sembilan macam, di antaranya tahu, tempe, daging, ati, oncom, sambal merah. Saat ini jumlah lauknya ada 20 macam. Harga lauknya berkisar Rp 800-Rp 6.000. Meski sambalnya berwarna merah, sama sekali tidak pedas. Karena terbuat dari cabai merah besar lalu diiris tipis-tipis, bawang merah, serai, lengkuas  dan ditumis dengan minyak. Hanya makan dengan sambal saja, bisa tambah nasi berkali-kali.

Selain Warung Mang Dul, masih di sekitar Grage Mal, di Jalan Tentara Pelajar, juga berjajar warung nasi jamblang serupa yang buka 24 jam. Ada sekitar enam warung tenda. Lauk pauk yang dijual pun beraneka ragam.

Warung itu juga menjual makanan kecil seperti keripik, jajanan, buah-buahan yang dijual satuan. Para pedagang ini rata-rata juga sudah berjualan puluhan tahun.

“Dulunya para pedagang disini mangkalnya di areal kolam renang (Grage Mal_Red). Kalau di sini ramainya siang dan malam hari. Biasanya para penjaga toko dan pekerja malam cari makan di sini,” ujar Titin Kartini (57). Untuk mempersiapkan semua lauk pauk, ia mempekerjakan empat tukang masak. Selain Titin, anak pertamanya pun turut membuka warung yang sama disebelahnya.

Percaya konsumen

Tidak mudah memasak bermacam lauk dalam sehari, apalagi dengan permintaan yang begitu banyak. Untuk itu di Warung Mang Dul diterapkan sistem masak dalam dua shift. Pada pagi hari masak mulai pukul 09.00-19.00, lalu malam hari masak mulai pukul 19.00-07.00. Untuk itu ada enam juru masak yang membantunya.

“Memang kami masak tidak pernah berhenti. Karena selain untuk di sini, kami masih punya empat outlet lagi yang ada di aal,” jelasnya.

Meski permintaan banyak, namun tidak membuat Umar sembarangan memasak makanan. Ia mengaku, sangat ketat dalam pengawasan makanan.”Jangan sampai pelanggan komplain, karena kita hanya memikirkan kejar setoran. Kalau seperti ini kami bisa ditinggal pelanggan,” kata anak keempat dari lima bersaudara ini.

Untuk memenuhi kebutuhan daun jati, persediaan didatangkan dari daerah Majalengka atau Subang, karena di sana terdapat hutan produktif  jati. Untuk menjaga kesegaran daun tersebut,  daun jati harus baru setiap hari. Yang dipilih adalah daun jadi berusia dua minggu, yang masih lentur sehingga tidak robek saat digunakan sebagai bungkus nasi.

Setiap hari Umar memasak satu kuintal beras sedangkan di akhir pekan kalau akhir pekan bisa dua kali lipat. Dari rekaman bukti bon yang ada di kasir, dalam sehari pengunjung warung ini bisa mencapai 1.000 orang.

Warung Nasi Jamblang Mang Dul bisa bertahan karena rasa kepercayaan kepada para pelagganan. Pada saat mengambil lauk, konsumen diperbolehkan memilih dan mengambil sendiri lauk pauk yang diinginkan. Para pelayan hanya melayani pengambilan nasi saja atau melayani orang yang ingin membawa pulang nasi jamblang. Jadi ketika akan membayar, konsumen tinggal menyebutkan lauk pauk apa saja yang telah disantap.

“Ini juga pesan mendiang Bapak, bahwa kita harus percaya kepada konsumen. Dan kami pun harus selalu berpikir positif,” tandas Umar.

Warta Kota Dian Anditya M




Blog Stats

  • 2,246,823 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers