13
Oct
09

MiGas : Ladang Minyak Meledak di Laut Timor

YAYASAN PEDULI TIMOR BARAT

( West Timor Care Fouyndation)

Jalan Perwira 33

Kupang-Timor Barat.

Phone/Fax :+62380 830191

Email ;westtimorcarefoundation@yahoo.com.au

                                                PRESS RELEASE.

Ladang Minyak Meledak Di Laut Timor,Memuntahkan 500 Ribu Liter Minyak Per Hari.

Sebuah ladang minyak di laut Timor yang berjarak 690 Km  sebelah Barat Darwin Australia Utara dan 250 Km Barat Laut Truscott di Australia Barat sejak 21 Agustus 2009 lalu meledak dan memuntahkan ratusan ribu liter minyak per hari di perairan Laut Timor.Ladang minyak besar ini  letaknya  lebih dekat ke Gugusan Pulau Pasir bernama Montara meledak sangat dahsyat dan telah mencemari perairan dan lingkungan di sekitarnya serta mengancam seluruh habitat yang berada dikawasan tersebut.Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni di Kupang kepada wartawan (Jumat,25 September 2009) mengutip laporan dari jaringan YPTB di Canberra Australia yang baru diterimanya Kamis (24 / 09).

Ladang minyak Montara ini dioperasikan sebuah perusahaan minyak asal Thailand bernama PTTEP Australasia,dan untuk mengatasi kebocoran tersebut perusahaan ini memindahkan alat pembor minyak lepas pantai canggih milik Australia West Tritton yang berada di Pulau Batam ke lokasi insiden tersebut untuk mengebor sebuah sumur pelepas yang akan memompa lumpur tebal ke dalam sumur minyak yang meledak itu untuk menutup kebocoran.Juru Bicara PTTEP Australasia Mike Groves mengatakan, tumpahan minyak yang terjadi kira-kira luasnya hanya sekitar 15 Km panjang dan 30 meter lebar saja.Akan tetapi insiden itu masih menjadi perdebatan sengit dalam Perlemen Australia di Canberra.Senator Rachel Siewart dan Pimpinan Partai Hijau di Parlemen Senator Bob Brown menuding PTTEP Australasia tidak transparan dan mempertanyakan Pemeritah Partai Buruh Australia tentang kepastian angka muntahan minyak yang disemburkan dan mencemari Laut Timor, pada tanggal 29 Agustus 2009 dilaporkan kebocoran telah menjangkau 3.000 km persegi,bahkan menurut petugas Otoritas Keselamatan Maritim Australia pada tanggal 30 Agustus 2009,kebocoran telah mencapai 6.000 km persegi. Mereka juga mempertanyakan besarnya angka muntahan minyak yang dikemukakan Menteri Lingkungan Australia Senator Garett hanya sekitar 48.000-64.000 liter perhari didapat dari mana?. Sementara laporan yang dikutip di berbagai media di Australia mengklaim bahwa telah terjadi muntahan minyak sebanyak 500 ribu liter per hari dan telah mencemari perairan dan lingkungan di Laut Timor yang berdampak langsung terhadap ekosistem yang ada, lanjut mantan agen Imigrasi Kedutaan Besar Australia ini mengutip laporan dari jaringannya di Canberra.Yang patut dikhawatirkan, insiden ini akan menyerupai kasus terbelahnya kapal tanker  Exxon Valdez pada Maret 1989 yang tenggelam di pantai barat Amerika Serikat dan menumpahkan 42 juta liter minyak yang mencemari perairan dan lingkungan di Teluk Alaska,yang hingga saat ini sudah 20 tahun lamanya namun dampaknya masih terus ada. Bila ini yang terjadi, maka tidaklah mustahil suatu waktu masyarakat di Timor Barat,Rote-Ndao,Sabu dan Alor tidak bisa lagi mendapatkan ikan dan biota laut lain nya untuk dikonsumsi karena telah musnah dan keracunan,bukan saya menakut nakuti masyarakat dengan berita ini akan tetapi Pemerintah harus segera membuka mata dan mengantisipasinya, Menurut catatan YPTB,kejadian ini bukan satu-satunya yang terjadi di Laut Timor dan telah disuarakan berulang kali namun Pemerintah seolah tidak mendengar.

Tanoni mengakui bahwa pihaknya juga telah menerima dan sedang mempelajari sebuah laporan penelitian ilmiah setebal 30 halaman dari sebuah lembaga ilmiah di di Melbourne Australia tentang kebocoran minyak di Laut Timor tersebut dan dampaknya terhadap lingkungan dan ekosistem yang akan terjadi di Laut Timor    

Sekiranya dengan kejadian ini,akan membuka mata Pemerintah bahwa apa yang dikemukakakan YPTB selama ini bahwa selain memiliki hak atas potensi kekayaan alam di Laut Timor yang telah dirampas oleh Australia untuk kemakmuran Australia dan Timor Lorosae (Timor Timur),masyarakat Timor Loro Monu (Timor Barat) juga punya kepentingan yang sama besarnya dengan hak itu sendiri yang bersifat universal,yakni terjaganya kelestarian lingkungan alam dan ekosistem di Laut Timor yang berkelanjutan demi masa depan anak cucunya, sungguh benar adanya,urai penulis buku “Skandal Laut Timor,Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta” ini.

Kupang, Jum’at 25 September 2009

Yayasan Peduli Timor Barat,

 

Leo

YAYASAN PEDULI TIMOR BARAT

( West Timor Care Foundation)

Jalan Perwira 33

Timor Barat

Phone/Fax +62 380 830 191

Email:westtimorcarefoundation@yahoo.com.au

YPTB BANGUN ALIANSI DENGAN JATAM & GREEN PEACE

ADVOKASI PENCEMARAN DI LAUT TIMOR.

Untuk melakukan advokasi terhadap pencemaran laut Timor yang diakibatkan meledaknya sumur gas Montara di  Laut Timor , Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) hari ini telah membangun aliansi dengan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Aliansi ini juga akan diperluas lagi dengan melibatkan Green Peace Indonesia, Green Peace Australia,WWF Indonenesia,WWF Australia dan Ocean Watch,hal ini dikemukakan Ketua YPTB Ferdi Tanoni kepada wartawan di Kupang.

            Tujuan pembentukan aliansi,menurut penulis buku “Skandal Laut Timor Sebuah barter Politik Ekonomi Canberra Jakarta” ini adalah untuk melakukan penyelidikan secara independen terhadap dampak lingkungan yang telah ditimbulkan dari pencemaran yang telah terjadi di Laut Timor, serta mendesak suatu perhatian yang serius dan khusus dari Pemerintah Indonesia dan Australia guna segera mengambil langkah-langkah antisipatif  selain itu juga untuk meminta pertanggungjawaban korporasi dari operator ladang gas Montara PTTEP Australasia.

            Dampak dari pencemaran di laut Timor ini sudah sampai pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan dimana telah mengancam mata pencaharian puluhan ribu  masyarakat pesisir di Timor Barat dan para nelayan tradisional yang selama 500 tahun secara turun temurun menggantungkan nasib mereka di laut Timor.Belum lagi ancaman terhadap kesehatan masyarakat pesisir dengan akan bermunculannya virus-virus penyakit baru yang diakibatkan oleh pencemaran tersebut.

            Menurut pemegang mandat hak ulayat masayarakat adat Timor Barat,Rote Ndao,Sabu dan Alor di laut Timor ini bahwa, YPTB dan JATAM memiliki persepsi yang sama bahwa laut Timor tidak boleh dijadikan neraka dan kantong sampah di dunia ini bagi masyarakat Timor Barat dan kepulauan sekitarnya. Dan yang paling bertanggungjawab atas malapetaka ini adalah  Pemerintah Australia dan perusahaan operator ladang gas Montara tidak ada yang lain.

Kepada wartawan du Kupang,Tanoni  mengaskan ,di lokasi meledaknya lading gas Montara dan perairan yang tercemar berdasarkan pada perjanjian batas landas kontinen Indonesia dan Australia yang dibuat pada tahun 1971-1972 salah satu butirnya mengatakan bahwa dasar laut Timor di wilayah tersebut merupakan yurisdiksi Australia sedangkan diatas perairan merupakan yurisdiksi Indonesia.Perjanjian ini sangat aneh dan hanya menguntungkan Australia semata ibaratnya “satu kamar dimiliki dua orang”, perjanjian macam apa ini? Katanya.

Oleh karena itu yang tecemar adalah diatas perairan yang mengancam kelangsungan hidup puluhan ribu warga masyarakat yang diakibatkan oleh Australia , maka sudah sepatutnya Australia bertanggungjawab.

 

 

Kepada Departemen Luar Negeri Tanoni mengingatkan bahwa kejadian ini merupakan taruhan harga diri dan martabat Bangsa Indonesia sehingga ia meminta agar diplomasi yang dimainkan oleh Departemen Luar Negeru harus maksimal dan sudah saatnya  berkata benar adalah benar dan salah adalah salah dengan berani membatalkan seluruh perjajian RI-Australia yang dibuat di Laut Timor sejak tahun 1971-1997 yang hanya menguntungkan Australia semata dan merundingkannya kembali secara trilateral bersama Timor Leste dengan menggunakan prinsip median line (garis tengah) Konvensi Hukum Laut PBB,yjar nya.

Kupang,Rabu 30 September 2009

Yayasan Peduli Timor Barat

 

 

Leo.

About these ads

1 Response to “MiGas : Ladang Minyak Meledak di Laut Timor”


  1. 1 carolino martins
    October 23, 2010 at 12:44 pm

    pemerintah Indonesia dan Timor-leste harus saling menjaga lingkungan laut,agar tidak boleg di klaim oleh Australi.karena ada dampak negatif bagi kedua negara.cthnya:tempap-tempat yang mengali untuk mengeluarkan minyak dalam laut suatu saat akan terjadi erosi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,157,298 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 118 other followers

%d bloggers like this: