06
Oct
09

Sejarah : Patung Peninggalan Majapahit Hilang di Pamekasan

Patung Peninggalan Majapahit Hilang di Pamekasan

Minggu, 4 Oktober 2009 16:01 WIB | Hiburan | Unik |

Patung Peninggalan Majapahit Hilang di Pamekasan
(ANTARAFoto)

Pamekasan (ANTARA News) – Patung peninggalan umat Budha pada masa kerajaan Mahapahit yang ditemukan warga Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akhirnya hilang.

“Dulu yang menemukan patung itu bernama Dul Ahmad di lokasi bekas pembangunan candi,” kata Halifah (58) warga Desa Candi Burung, Minggu.

Patung yang ditemukan itu dua buah. Diperkirakan memang merupakan patung peninggalan umat Budha dulu saat akan membangun candi di desa tersebut.

Oleh warga setempat, dua patung temuan Dul Ahmad itu berupaya dipindah, akan tetapi sebagian warga tidak setuju karena di tempat patung yang ditemukan itu memang merupakan bekas bangunan candi.

“Katanya itu merupakan situs sejarah. Karena bekas bangunan candi yang ada di sini ini konon dibangun pada maha kerajaan Mahapahit dulu,” tutur Halifah.

Keinginan warga memindah dua buah patung tersebut, karena sebagian tokoh agama yang ada di wilayah Kecamatan Proppo tersebut khawatir bisa membuat masyarakat beralih kepercayaan.

Menurut cerita yang berkembang di sana, sebelumnya ada warga yang berupaya membuang patung tersebut, akan tetapi tidak bisa.

Dul Ahmad sendiri menemukan patung kuno itu melalui petunjuk mimpi, bahwa di bekas bangunan candi di desanya itu ada dua buah patung yang terpendam dan harus digali.

Sejarawan Pamekasan, Sulaiman Sadik menyatakan, wilayah Kabupaten Pamekasan memang pernah berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit, sebelum Islam masuk ke Madura.

Sedangkan desa Candi Burung sendiri, terekam dalam sejarah termasuk sebagai pusat pengembangan agama Hindu di Pamekasan. Sehingga di wilayah tersebut ada situs candi.

Diperkirakan Candi yang ada di desa itu pada sekitar abad ke-16 masehi, awal masuknya ajaran agama Islam ke Pamekasan.

“Disana itu memang ada situs bangunan candi yang gagal dibangun dan gagalnya pembangunan candi menjadi nama sebuah desa, yakni Candi Burung,” katanya.

“Burung” merupakan istilah bahasa Madura yang artinya adalah gagal. Gagalnya pembangunan candi di Desa Candi Burung tersebut, karena pada saat yang bersamaan, ajaran agama Islam juga mulai menyebar luas di Pamekasan yang juga berpusat di wilayah Kecamatan Proppo, yakni di Desa Jambringin.

Hal ini, terang Sulaiman Sadiq ditandai dengan adanya situs “Langgar” yakni sejenis musalla dan menjadi tempat ibadah umat Islam di rumahnya masing-masing akan tetapi terbuat dari kayu. Langgar itu bernama langgar Gayam.

“Kalau akhirnya ada warga yang menemukan patung di sekitar lokasi candi, itu jelas merupakan patung umat Budha pada masa kerajaan Majapahit dulu,” katanya.

Menurut Suheb, salah seorang aparat desa setempat, sejak patung itu ditemukan oleh warga bernama Dul Ahmad, patung tersebut tidak diperhatikan sama sekali. “Wong masyarakat di sini sudah berpikir tidak ada gunanya,” terang Suheb.
(*)

COPYRIGHT © 2009

About these ads

1 Response to “Sejarah : Patung Peninggalan Majapahit Hilang di Pamekasan”


  1. October 25, 2009 at 8:16 pm

    Duh sayang sekali jika berita itu benar. Sudah saatnya generasi muda ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan peninggalan budaya Indonesia yang tak ternilai itu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,264,067 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 125 other followers

%d bloggers like this: