21
Sep
09

Hikmah : Bersyukur, Ciri Orang Bertaqwa

Senin, 21 September 2009 | 16:31 WIB
Bersyukur, Ciri Orang Bertaqwa
Laporan Wartawan Kompas

KOMPAS.com – Manusia hendaknya selalu bersyukur terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya, sebagai wujud nyta sebagai orang yang bertaqwa.

Demikian dikatakan oleh Khatib M. Tajuddin Hassan, ketika menyampaikan khutbah IdulFitri di Masjid Dian Al-Mahri,atau yang lebih dikenal Masjid Kubah Emas, di Jalan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu.

Ribuan warga dari berbagai daerah sejak pagi hari telah memadati, masjid yang menjadi kebanggan Kota Depok tersebut, untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1430 Hijriah yang jatuh pada Minggu (20/9).

Dalam Sholat Idul Fitri kali ini bertindak sebagai Imam adalah Amiruddin Said yang juga sebagai Imam Besar Masjid Dian Al-Mahri.

Keluarga Dian Al-Mahri Maimunah Rasyid juga nampak bersama-sama warga melakukan sholat Idul Fitri tersebut, di masjid tersebut.

Tajuddin mengatakan anugerah ataupun nikmat yang diberikan Allah SWT harus disyukuri. Manusia beribadah bertujuan untuk bertaqwa, sehingga harus selalu bersyukur.

Ia mengatakan ciri-ciri orang bertaqwa adalah selalu mempunyai kegiatan sosial yang tinggi, dan memberikan maaf kepada orang yang melakukan kesalahan.

Bulan Ramadhan kata dia merupakan bulan yang penuh rahmat sehingga diharapkan setelah menjalankan ibadah puasa, manusi akan lebih bertaqwa.

Dengan datangnya hari raya Idul Fitri, masyarakat kembali pada nilai-nilai fitrah yang pada hakhekatnya suci, seperti bayi yang baru lahir kembali. “Dengan kembali ke fitri dalam menjalankan hidup akan baik dari sebelumnya,” katanya.

Sumber : ANT

Takwa, Ukuran Derajat Manusia
Senin, 21 September 2009 | 16:20 WIB

KOMPAS.com – Takwa merupakan barometer yang paling tepat untuk mengukur derajat kehidupan manusia, kata anggota Majelis Hisab Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Oman Fatkhurahman dalam khutbah shalat Ied di lapangan Sidokabul, Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, nilai dan derajat ketakwaan seseorang memang tidak mudah diketahui karena lebih bersifat spiritual batiniyah dibanding fisik lahiriyah.

“Namun demikian, sifat lahiriyah yang melekat pada seorang mukmin yang bertakwa (muttaqin) sejati dapat mengungkapkan nilai ketakwaan itu,” katanya.

Ia mengatakan sifat atau tanda orang bertakwa banyak ditunjukkan dalam firman Allah, seperti dalam surat Al-Baqoroh ayat 138 yakni beriman kepada ghaib atau sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia.

“Termasuk dalam kategori ghaib adalah Allah SWT, malaikat, hari kiamat, surga, neraka, dan sejenisnya. Pengetahuan yang ghaib ini semata-mata hanya berdasar pada petunjuk Allah,” katanya.

Selain itu, menurut Oman, tanda-tanda orang bertakwa yakni mempercayai adanya kitab-kitab yang diturunkan Allah seperti Al Quran dan kitab-kitab sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil, serta shahifah-shahifah yang diturunkan kepada nabi.

“Beriman kepada kitab dan shahifah nabi berarti meyakini kebenaran dan orisinalitas, serta mayakini para nabi dan rasul yang telah diutus Allah kepada umat yang tidak membedakan satu dengan lainnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, tanda-tanda orang bertakwa juga terkandung dalam sifat lainnya, sifat tersebut seperti menunaikan shalat, menginfakkan sebagian rizki, mampu menahan amarah, suka memaafkan kesalahan orang lain, serta suka berbuat baik, dan lain-lain.

Oman mengharapkan sifat atau tanda-tanda orang bertakwa tersebut mudah-mudahan menjadi milik bersama sebagai hasil dari berpuasa selama sebulan.

“Sebagai bangsa yang religius, kita harus mampu menjadikan sifat itu sebagai wahana tempat kita berjuang dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, serta dapat menangkal segala cobaan yang datang dari mana pun,” katanya.

Sumber : ANT

Semoga Manfaat Puasa Makin Dirasakan
Senin, 21 September 2009 | 15:25 WIB

KOMPAS.com — Pelaksanaan ibadah puasa satu bulan merupakan terapi dosis tinggi yang tepat untuk melawan penyakit rohani yang merusak jiwa kita semua, kata Drs H Syarifuddin Ya’cub MHI pada ceramah Shalat Idul Fitri 1430 Hijriah, di Palembang.

Dosen Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang itu, dalam ceramah di halaman Masjid Baiturrahman Perumahan Bukit Sejahtera (Poligon) Palembang, mengingatkan bahwa setelah sebulan menunaikan ibadah puasa, seharusnya dapat melawan berbagai penyakit rohani.

Dia menyebutkan, penyakit rohani, seperti keserakahan, individualis, zalim, dan senang melihat orang lain susah atau susah melihat orang lain senang (SMOS), semestinya kalah dengan terapi puasa.

Diharapkan, akhlak kaum muslimin setelah lulus berpuasa sebulan penuh dapat menjadi pemurah, toleran, dan menjunjung kebersamaan, adil, amanah serta justru senang melihat orang lain sukses (“SMOS”).

Syarifuddin juga mengajak umat Muslim untuk merenungkan bahwa kemewahan hidup yang diterima, apabila tidak dimanfaatkan sesuai dengan rida Allah SWT, akan membawa bencana bukan saja bagi individu dan keluarganya, tetapi dapat membawa menjadi musibah nasional.

Namun, dia menegaskan, bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT dan ditimpa musibah, seperti tsunami di Aceh, Sumut, Yogyakarta, Bantul, dan Pangandaran, berarti telah gugur sebagai syahid.

“Semoga Allah SWT menempatkan mereka pada sisi-Nya di tempat yang menyenangkan,” ujar dia.

Karena itu, kepada semua pihak diharapkan dapat berpartisipasi untuk meringankan beban mereka dengan segenap kemampuan dan daya sesuai kapasitas kita masing-masing.

Secara khusus, disebutkan pula hikmah ibadah puasa, yaitu sebagai latihan untuk memupuk ketabahan dan kejujuran.

“Orang yang berhasil memupuk ketabahannyalah yang dapat berbuat jujur, berarti ketabahannya telah teruji,” kata dia pula.

Mereka yang jujur dan tabah itu akan mampu menghadapi godaan apa pun, wanita cantik, uang, dan barang mewah yang menggoda agar ia menyimpang dari sumpahnya, berhasil disingkirkan.

Umat Muslim yang sudah tertempa melalui ujian berat yang ditempuh dan selalu berpuasa karena ikhlas dan takwa akan mampu menghadapi hawa nafsu dan mengalahkannya untuk selalu berbuat baik bagi sesamanya, demikian H Syarifuddin Yacub.

Shalat Idul Fitri di Kota Palembang digelar di halaman, lapangan terbuka, masjid-masjid, dan tempat lapang lainnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan istri serta jajaran pejabat Pemprov setempat melaksanakan shalat Id di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, sedangkan Wagub H Eddy Yusuf melaksanakan shalat Id di Masjid Taqwa Palembang.

Cuaca Kota Palembang sejak pagi cerah, padahal selama beberapa hari sebelumnya selalu diguyur hujan cukup lebat.
ABD

About these ads

0 Responses to “Hikmah : Bersyukur, Ciri Orang Bertaqwa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,340,345 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 132 other followers

%d bloggers like this: