14
Sep
09

Perbankan : Kasus Century di Majalah Tempo edisi terbaru — tak banyak investigasi

Kasus Century di Majalah Tempo edisi terbaru — tak banyak investigasi
Posted by: “Usis, Gunawan Arya” a.gunawan@unesco. org
Sun Sep 13, 2009 5:53 pm (PDT)
(dikutip dari milis jurnalisme)

Kawan-kawan,

Saya baru saja membaca Majalah Tempo edisi terbaru, yang beredar mulai Senin ini. Laporan utamanya tentang Susno Duadji yang diduga oleh beberapa pihak, terutama KPK, telah menerima imbalan dalam kisruh kasus Bank Century. Sebagian besar fokus perhatian dari laporan utama Tempo edisi terbaru ini tertuju pada Susno, dalam kaitan dengan persoalan pencairan dana Boedi Sampoerna sebagai nasabah besar Century (simpanannya Rp 2 triliun). Ada juga tulisan mengenai Century di rubrik ekonomi (hal 90-91), “Kegaduhan Century di Zaman Normal”, yang memuat pendapat dari kubu yang pro dan yang kontra mengenai keputusan pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Century (yang di edisi lalu menjadi fokus utama Tempo). Lalu ada pula (di hal 109 hingga 111) wawancara dengan Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), lembaga yang menjadi sumber dana talangan untuk Century itu. Pertanyaan-pertanya an yang diajukan wartawan Tempo lumayanlah, namun tentu semua dibela oleh si terwawancara.

Di rubrik Opini utama (hal 23) ada tulisan berjudul “Aksi Susno di Century”, membeberkan pandangan Tempo mengenai dugaan keterlibatan Susno ini. Dalam tulisan ini, ada setidaknya dua kali Tempo terkesan seperti ingin menegaskan dan mempertahankan kembali posisi editorial yang memuela keputusan penalangan Century.

Pertama, pada kalimat: “Audit investigasi yang sedang dirancang Badan Pemeriksa Keuangan penting sekali untuk memastikan tak ada penyimpangan di balik grojogan dana besar itu.” Ini sebuah pilihan kalimat yang bisa ditafsirkan bernuana harapan Tempo agar audit BPK yang tengah berlangsung sekarang ini akan berujung pada kesimpulan bahwa keputusan penalangan adalah tindakan yang tepat. Jika ingin membuat kalimat tadi lebih netral, tentu bisa dirumuskan sbb: “Audit investigasi yang sedang dirancang Badan Pemeriksa Keuangan penting sekali untuk memastikan ADA
ATAU TIDAKNYA penyimpangan di balik grojogan dana besar itu.” Hanya berbeda satu kata memang, namun nuasanya berbeda jauh.

Kedua, pada kalimat: “Terlepas dari setuju atau kontra terhadap keputusan penyelamatan bank dengan aset HANYA (huruf besar dari Arya Gunawan) Rp 10 triliun itu – SANGAT TAK BERARTI (huruf besar dari Arya Gunawan) dibanding aset perbankan nasional yang seluruhnya Rp 2.200 triliun – dst, dst.” Perhatikan nuansa kalimat ini. Silakan kawan-kawan sendiri menafsirkan kesan yang bisa muncul dari kalimat tersebut.

Tidak ada lagi berita lain mengenai Century (dalam kaitannya dengan kebijakan penyelamatan yang ditempuh pemerintah) yang muncul di Tempo edisi terbaru ini. Saya ingin mengulangi kembali beberapa butir penting dari posting saya sebelum ini, yakni bahwa Tempo semestinya memburu dan mendapatkan Boediono (mudah2an saja ini sudah diupayakan, namun Boediono menolak, dan belum memberikan waktu untuk wawancara). Apalagi ada perkembangan terbaru menjelang akhir pekan lalu (yang saya yakin tentu sudah pula diketahui Tempo). Tentang ihwal ini, saya kutipkan kembali penggalan posting saya terdahulu: yakni mengenai pernyataan dari anggota DPR Habil Marati, yang menemukan kenyataan bahwa BI telah mengubah peraturan mengenai batas minimal CAR (rasio kecukupan modal) untuk menjadi syarat agar dapat diselamatkan oleh pemerintah, dan dengan perubahan syarat CAR minimal inilah Century menjadi memenuhi syarat untuk dibantu dengan suntikan dana. Keputusan perubahan peraturan BI ini tertuang dalam surat tertanggal 18 November 2008 yang ditandatangi Boediono, hanya terpaut beberapa hari saja sebelum BI, KSSK dan LPS menyelesaikan “rapat semalam suntuk” mereka di tanggal 21 November 2008, yang bermuara pada keputusan untuk menyetujui kucuran dana bagi Century itu.

Saya salinkan saja di bawah ini berita dari salah satu media – yakni situs berita metronews.com edisi 11 September 2009; berita yang sama bisa dijumpai dengan mudah di sejumlah media lainnya):

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ======

Habil Marati: Boediono Berperan Mengubah CAR Bank

Metrotvnews. com, Jakarta: Mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono dianggap berperan mengubah peraturan Bank Indonesia tentang kewajiban rasio penyediaan modal minimum atau CAR. Perubahan kebijakan ini disebut-sebut untuk menyelamatkan Bank Century. Dugaan keterlibatan Boediono dikemukakan anggota Komisi XI DPR, Habil Marati di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Habil, dua dari tiga dokumen yang berisi perubahan peraturan BI diteken Boediono dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalata pada November 2008. Saat itu Boediono masih menjabat Gubernur BI. Dalam perubahan peraturan BI ini, ada bagian penting yang menarik perhatian, yakni revisi CAR yang semula delapan persen menjadi nol persen.

Dengan perubahan kebijakan ini, Bank Century yang semula hanya memiliki CAR kurang dari empat persen berhak mengajukan permohonan fasilitas pendanaan jangka pendek untuk menutup kerugian. Habil menambahkan pemerintah juga bertanggung jawab dalam masalah ini. Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani selaku Ketua Komite Kebijakan

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= =

Saya juga sudah menyempatkan melihat-lihat peraturan baru BI yang disebut oleh Habil Marati ini, sekaligus menengok peraturan lama yang digantikannya. Beberapa hal yang berbeda di peraturan baru BI ini dibandingkan dengan peraturan yang digantikannya (PBI No. 8/1/2006) adalah sbb:

* Tentang sumber pendanaan. Di peraturan lama, sumber pendanaan (tertera di Pasal 5) adalah, antara lain, dari APBN. Jika kondisi keuangan Negara sedang sulit, maka Menkeu dapat menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) untuk mendanai Fasilitas Pembiayaan Darurat (FPD) ini. Sedangkan dalam peraturan baru, yang diterbitkan 18 November 2009 itu, sumber pendanaannya dirumuskan sbb (pada Pasal 3): (a) Sumber pendanaan FPD dalam rangka pencegahan krisis berasal dari Bank Indonesia yang dijamin oleh pemerintah; (b) Sumber pendanaan FPD dalam rangka penanganan krisis berasal dari pemerintah.

* Tentang persyaratan pemberian FPD. Dalam peraturan lama, ada empat syarat, yaitu: a) bank mengalami kesulitan likuiditas; b) bank berdampak sistemik; c) rasio kewajiban penyertaan modal minimum bank paling sedikit 5%; d) dijamin dengan agunan. Berdasarkan peraturan baru, syarat-syarat ini berubah menjadi hanya tiga, yakni: a) bank mengalami kesulitan likuiditas yang memiliki dampak sistemik; b) bank memiliki rasio kewajiban penyediaan modal minimum POSITIF (huruf kapital dari Arya Gunawan); c) bank memiliki aset yang dapat dijadikan agunan.

Perhatikan perubahan-perubahan di atas. Saya serahkan saja kepada kawan-kawan yang memang ahli di bidang ekonomi/keuangan yang ada di milis ini, untuk menerjemahkan makna perubahan ini. Adakah yang patut dicurigai sebagaimana yang disinyalir oleh Habil Marati? sehingga dapat memperkuat dugaan bahwa penyelamatan Century memang dirancang demi sebuah tujuan yang tak ada kaitannya dengan kepentingan publik?

Bagi yang ingin merujuk langsung ke kedua peraturan yang saya sebutkan di atas, bisa melihatnya di:
http://www.djpp. depkumham. go.id/inc/ buka.php? czoyNjoiZD0yMDAw KzYmZj1wYmk
4LTEtMjAwNi5odG0iOw
<http://www.djpp. depkumham. go.id/inc/ buka.php? czoyNjoiZD0yMDAw KzYmZj1wYm
k4LTEtMjAwNi5odG0iO w> == (untuk peraturan BI 8/1/2006); dan b)
http://www.bi. go.id/NR/ rdonlyres/ B46F01BB- 82CB-4649- 82DD-660E550C730 2/15
038/pbi_103108r. pdf
<http://www.bi. go.id/NR/ rdonlyres/ B46F01BB- 82CB-4649- 82DD-660E550C730 2/1
5038/pbi_103108r. pdf> (untuk peraturan yang baru, PBI 10/31/2008).

Kelihatannya Tempo tak terlalu berminat menelusuri perkembangan ini lebih jauh. Alasan pastinya tentu hanya para petinggi di ruang redaksi Tempo lah yang paling mengetahuinya.

Terima kasih dan salam,

Arya Gunawan

About these ads

0 Responses to “Perbankan : Kasus Century di Majalah Tempo edisi terbaru — tak banyak investigasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,105,032 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers

%d bloggers like this: