03
Sep
09

Bencana Alam : Gempa Bakal Lebih Sering, Mitigasi Harus Diperkuat

SUARA PEMBARUAN

ZOOM2009-09-03Gempa Bakal Lebih Sering, Mitigasi Harus Diperkuat
[TASIKMALAYA] Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) yang berpusat di barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), menewaskan sedikitnya 48 orang tewas, 10 orang luka berat, 137 luka ringan, dan 42 orang masih dicari. Gempa yang terjadi pukul 14.55 WIB itu juga merusakkan belasan ribu rumah dan bangunan, tidak saja di wilayah Jabar tapi juga Jawa Tengah.

“Sampai Kamis (3/9) siang, 42 orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Priyadi Kardono.

Berdasarkan pengamatan SP, sebagian besar korban gempa di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, masih trauma. Mereka memilih berada di beranda rumah agar bisa cepat melarikan diri jika ada gempa susulan. Kegiatan evakuasi lebih ditujukan untuk membereskan puing-puing dan reruntuhan. Korban di Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, misalnya, sudah tertangani dengan baik. Sejak Kamis pagi, pemerintah daerah sudah menyediakan makan sahur meski hanya berupa mi instan dan nasi. Petugas kepolisian dan tentara juga terus berdatangan untuk membantu warga membersihkan reruntuhan bangunan. Posko-posko darurat sudah didirikan PMI dan TNI di sejumlah lokasi.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyebutkan, kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, terutama di Kecamatan Cigalontang. Di wilayah Jabar, kerusakan terpantau di delapan dari 26 kabupaten dan kota yang ada. Sebaran korban dan kerusakan terjadi merata di semua wilayah.

Paling Parah

Urutan kedua terparah adalah Kabupaten Bandung. Kerusakan paling parah ditemui di Kecamatan Pangalengan. Sedikitnya 13 desa di pegunungan yang berjarak 40 km dari Bandung, mengalami guncangan hebat, sehingga banyak bangunan yang hancur.

Terkait dana penanggulangan bencana, Pemprov Jabar telah menyiapkan Rp 90 miliar, tetapi penggunaannya belum bisa dipastikan, bergantung pada situasi yang berkembang.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Timur Pradopo juga telah mengerahkan aparat di polres-polres setempat untuk membantu evakuasi dan transportasi untuk logistik warga yang menjadi korban. Bantuan itu dipusatkan pada tiga titik, yakni di kawasan Cigalontang (Tasikmalaya), Pameungpeuk-Bungbulang (Garut), serta Cibinong (Cianjur).

Meskipun Kecamatan Cigalontang mengalami kerusakan paling parah di antara wilayah lain di Tasikmalaya, namun sebagian warga tetap beraktivitas seperti biasa pada Kamis pagi. Seperti yang tampak di Kantor BRI Unit Cigalontang, seluruh karyawan yang berjumlah lima orang sudah masuk sejak pukul 07.15 WIB.

Kepala BRI Unit Cigalontang Ruhiman Nurkamal mengatakan, bank tetap beroperasi normal, karena tanggal 3 dan 4 setiap bulan adalah jadwal pengambilan uang pensiun.

“Kami memiliki 124 pensiunan. Siapa tahu mereka perlu uang pensiun apalagi sekarang sedang ada bencana. Pelayanan tidak terganggu meskipun listrik masih belum tersambung kembali, karena kami memiliki genset,” ujar Ruhiman.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, dr Lily Sulistyowati, mengatakan pihaknya telah mengirim tim ke lokasi gempa di Kabupaten Cianjur. Tim terdiri dari tiga orang dengan membawa bantuan berupa makanan pendamping air susu ibu, 25 kantong jenazah, dan genset portable.

Longsor di Cianjur

Gempa di Tasikmalaya juga mengakibatkan tanah longsor di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jabar. Sekitar 14 bangunan yang terdiri dari rumah, masjid, dan toko, tertimbun longsor.

Pada Kamis pagi, anggota TNI dan Satuan Siaga Bencana Kabupaten Cianjur mulai menyisir lokasi longsor. Dengan peralatan seadanya mereka tampak kesulitan mencari korban, karena lokasi tertimbun tanah dan bebatuan besar.

Selain menimbun bangunan, longsor juga mengubur sekitar 50 warga. Sebanyak 12 jenazah ditemukan dalam kondisi remuk, bahkan tanpa kepala. Hantaman batu-batu dari bukit membuat jenazah terpotong, sehingga petugas yang sempat menemukan potongan kaki warga, yang diduga Ketua RW setempat.

Menurut Abdul, warga setempat yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi longsor, runtuhan bebatuan terjadi tidak lama setelah gempa. Saat gempa terjadi, tanah bergoyang dan sepeda motor yang diparkir di jalan desa ambruk. Dia lalu bergegas keluar dan menyaksikan sebagian sisi tebing bukit di sebelah barat desa ambrol menimpa salah satu dusun.

Banyaknya warga yang hilang dan diduga masih tertimbun karena lokasi longsor merupakan pusat keramaian desa. Di tempat itu terdapat rumah, masjid, toko kelontong, usaha pemotongan kayu, dan arena penyewaan play station.

Seorang ibu, Dedeh, mendatangi lokasi dengan tangisan histeris mencari anaknya yang hilang. Dia menduga anaknya menjadi salah satu korban karena biasa bermain play station di tempat itu.

Yayan Suryana, Kepala Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukanagara, Cianjur, menyatakan kantor dan balai warga roboh, sehingga pelayanan kepada masyarakat dilakukan di luar gedung. “Hingga siang ini ada lima rumah yang roboh dan 75 retak,” katanya.

Dia menuturkan, gempa yang terjadi hingga tiga kali pada Rabu (2/9) sekitar pukul 14.55 itu dan terakhir pukul 17.00 WIB, getarannya sangat kencang, sehingga warga dan stafnya lari berhamburan ke luar rumah. “Ini baru pertama kali gempa yang getarannya sangat terasa, apalagi desa kami berada di daerah dengan ketinggian 900 meter dari permukaan laut,” katanya.

Sementara itu, Ajun Junaedi, salah seorang warga mengatakan, dia bersama warga lainnya sampai malam berada di luar rumah karena ada imbauan dari BMKG lewat televisi. “Kami khawatir, soalnya pengumuman BMKG menyatakan kemungkinan ada gempa susulan,” katanya.

Di sepanjang jalan mulai dari Kota Cianjur hingga Kecamatan Pagelaran di setiap persimpangan tampak anggota TNI berjaga-jaga bersamaan dengan rencana Presiden mengunjungi lokasi gempa.

Rawan Gempa

Secara terpisah, pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawijaya mengungkapkan, gempa di barat daya Tasikmalaya, Rabu siang sebenarnya sudah bisa diprediksi. Artinya, gempa di wilayah itu pasti akan terjadi berulang. Gempa terjadi karena pergeseran lempeng Indo Australia-Eurasia di selatan Pulau Jawa. “Wilayah itu sudah bisa diprediksi akan terjadi gempa sebab pergeseran lempeng tersebut. Sepertinya, pusat gempa bukan berada tepat di lempeng itu, namun di pinggir lempeng. Gempa ini juga tidak berada di zona subduksi lempeng Australia terhadap Eurasia. Jadi gempa di Tasikmalaya itu tidak biasa,” jelasnya, Kamis pagi.

Dia menambahkan, pusat gempa berada di utara episentrum gempa bumi Pangandaran tahun 2006.

Terkait hal itu, Danny mengingatkan masyarakat untuk terbiasa dengan gempa bumi, mengingat Indonesia berada di wilayah gempa. “Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, gempa memang lebih sering terjadi,” katanya.

Selain itu, semua tata ruang kota di Indonesia juga harus memperhitungkan mitigasi bencana alam gempa dan tsunami, sehingga bisa meminimalisasi korban jiwa jika terjadi bencana. “Sayangnya kota-kota yang pernah hancur akibat bencana, seperti Banda Aceh, Yogyakarta, dan Solok (Sumatera Barat), ternyata dibangun kembali tanpa memperhatikan kaidah keamanan dari bencana. Di kawasan rentan tsunami di Banda Aceh, seperti Lambhuk, Ulee Leu, dan Kajhu, kini malah dipenuhi bangunan baru,” ungkapnya.

Dia menganjurkan, kondisi geologis tanah wajib menjadi acuan pembuatan tata ruang. “Masalahnya hingga sekarang kita belum punya peta yang terperinci mengenai kondisi geologis. Misalnya, sesar gempa yang ada di Pulau Jawa, skalanya masih terlalu besar. Kita belum punya peta terperinci yang bisa diimplementasikan dalam tata ruang. Penelitian-penelitian tentang hal ini harus terus didorong,” ujarnya.

Senada dengannya, pakar gempa dari Universitas Indonesia (UI), Supriatno juga menganalisis gempa di Tasikmalaya akibat pergerakan lempeng Australia mengarah ke utara, sehingga bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. “Ke depan, gempa akan lebih sering terjadi,” katanya.

Dia mengatakan, penelitian di Selat Sunda dan Pelabuhan Ratu selama 2000-2006 menunjukkan terjadi hampir 10.000 gempa dengan kekuatan di atas 3 SR. “Artinya, wilayah Indonesia memang rentan dengan gempa. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Departemen ESDM, Surono memperkirakan guncangan yang terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat bagian selatan akibat amplifikasi (pembesaran/perluasan) getaran yang cukup besar. Getaran itu terasa kuat, karena sebagian besar tanah di wilayah Jabar bagian selatan terbentuk dari endapan aluvial bekas letusan gunung api. “Tanah seperti ini sifatnya gembur,” jelasnya

Kota Bandung sendiri, lanjutnya, berada di cekungan yang dilingkupi gunung berapi. Awalnya, wilayah itu bekas danau purba. “Apabila lapisan tanah itu mendapatkan getaran, maka dampaknya bisa terasa seperti saat gempa Rabu kemarin,” ujarnya.

Menurut Surono, gempa kali ini berbeda dengan gempa yang menggoyang Pangandaran, sehingga mengakibatkan tsunami pada 2006. Kala itu, sumber gempanya tergolong gempa dangkal dan getarannya tidak terasa sampai Bandung. [E-7/153/A-20/W-12/B-15/N-4]

About these ads

3 Responses to “Bencana Alam : Gempa Bakal Lebih Sering, Mitigasi Harus Diperkuat”


  1. September 4, 2009 at 11:06 am

    hidup di negara rawan bencana memang menuntut pengetahuan mitigasi yang dalam…
    salam…

  2. October 5, 2009 at 3:52 pm

    semoga saudara-saudara kita yang tertimpa bencana diberikan ketabahan dan semoga Allah segera mengangkat mereka dari kesedihan Amien ya Robbal’alamien, mari kita renungkan kejadian ini agar kita bisa mengambil hikmahnya dari kejadian ini, mari ulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,104,210 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers

%d bloggers like this: