30
Aug
09

Wisata Religius : Makam Syekh Haji Abdul Muhyi, Pamijahan, Tasikmalaya

Mendambakan Ketenteraman di Pamijahan

KOMPAS/M HERNOWO

Makam syekh Haji Abdul Muhyi di Pamijihan, tasikmalaya, Jabar. Para peziarah umumnya mengaku mencari ketenangan batin di sini.

Jumat, 28 Agustus 2009 | 09:03 WIB

Dwi Erianto

Tak dimungkiri, ziarah telah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tradisi itu tak hanya dilakukan terhadap leluhur, orangtua, atau anggota keluarga yang dicintai. Tradisi juga itu meluas dengan berziarah ke makam tokoh penyebar agama yang penuh karisma dan sangat dihormati.

Tak semua peziarah mengunjungi makam tokoh agama untuk meminta sesuatu yang berkenaan dengan hajat hidupnya. Sebagian di antaranya berziarah justru untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran. Dengan cara itu akan tumbuh kembali motivasi dan kesadaran beragama setelah disibukkan oleh rutinitas yang melelahkan.

Salah satu obyek wisata religius di Tatar Sunda yang banyak diziarahi orang adalah makam Syekh Haji Abdul Muhyi.  Makam ini terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, 65 kilometer arah selatan dari pusat kota Tasikmalaya. Menjelang puasa dan bulan Maulud, obyek wisata ziarah ini ramai dikunjungi. Tiap tahun tak kurang dari 500.000 orang berkunjung ke kompleks pemakaman itu.

Peziarah mengunjungi makam Syekh Haji Abdul Muhyi untuk shalat dan berdoa, kemudian melanjutkan perjalanan ke Goa Safarwadi yang tak jauh dari lokasi makam. Di goa itu terdapat petilasan Syekh Haji Abdul Muhyi, seperti pertapaan, masjid, batu Peci Haji, dan tempat yang dulunya dipercaya sebagai pesantren. Terdapat pula stalaktit (hasil sedimentasi yang mengantung di langit-langit goa) dan stalagmit (sedimentasi yang terbentuk di dasar goa) yang menambah pesona goa tersebut.

Goa Safarwadi

Nama Safarwadi berasal dari bahasa Arab, yaitu “safar” (jalan) dan “wadi” (lembah/jurang). Jadi, Safarwadi adalah jalan yang berada di atas jurang, sesuai dengan letaknya di antara dua bukit di pinggir  kali.

Goa Safarwadi merupakan salah satu tujuan utama peziarah yang berkunjung ke Pamijahan. Panjang lorong goa sekitar 284 meter dan lebar 24,5 meter. Peziarah bisa menyusuri goa dalam waktu dua jam.

Salah satu bagian goa yang paling sering dikunjungi adalah hamparan cadas berukuran sekitar 12 meter x 8 meter yang disebut sebagai Lapangan Baitullah. Tempat itu dulu sering dipakai shalat Abdul Muhyi bersama para santrinya.

Di samping lapangan cadas itu terdapat sumber air Cikahuripan yang keluar dari sela-sela dinding batu cadas. Mata air itu terus mengalir sepanjang tahun. Oleh masyarakat sekitar, air itu dipopulerkan sebagai air “zamzam” Pamijahan. Air itu dipercaya memiliki berbagai khasiat.

Menjelang Ramadhan, para peziarah di Pamijahan tak lupa membawa botol air dalam kemasan, bahkan jeriken, untuk menampung air “zamzam” itu. Dengan minum air itu, badan diyakini tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Siapa Syekh Haji Abdul Muhyi?

Tokoh ulama yang lahir di Mataram tahun 1650 ini adalah tokoh agama yang diziarahi di Pamijahan. Abdul Muhyi tumbuh dan menghabiskan masa mudanya di Gresik dan Ampel, Jawa Timur. Ia pernah menuntut ilmu di Pesantren Kuala Aceh selama delapan tahun. Ia kemudian memperdalam Islam di Baghdad pada usia 27 tahun dan menunaikan ibadah haji.

Setelah berhaji, ia kembali ke Jawa untuk membantu misi Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Awalnya Abdul Muhyi menyebarkan Islam di Darma, Kuningan, dan menetap di sana selama tujuh tahun. Selanjutnya, ia mengembara hingga ke Pameungpeuk, Garut selatan, selama setahun.

Abdul Muhyi melanjutkan pengembaraannya hingga ke daerah Batuwangi dan Lebaksiuh. Setelah empat tahun menetap di Lebaksiuh, ia bermukim di dalam goa (sekarang dikenal sebagai Goa Safarwadi) untuk mendalami ilmu agama dan mendidik para santrinya.

Bersama para santrinya, Abdul Muhyi menyebarkan Islam di Kampung Bojong, sekitar 6 km dari goa. Sekarang tempat itu lebih dikenal sebagai Kampung Bengkok. Sekitar 2 kilometer dari Bojong, ia mendirikan perkampungan baru yang disebut Kampung Safarwadi. Kampung itu kemudian berganti nama menjadi Pamijahan, yang artinya tempat ikan bertelur (memijah).

Di Kampung Pamijahan ia mendirikan rumah tinggal dan masjid -sekarang menjadi kompleks Masjid Agung Pamijahan-sebagai tempat beribadah dan pusat pendidikan Islam. Tahun 1730 Syekh Haji Abdul Muhyi meninggal dunia karena sakit. Ia dimakamkan di dekat Goa Safarwadi. Karena dipandang sebagai wali, makam dan goa itu dikeramatkan dan banyak dikunjungi peziarah.

Sumber : Kompas Cetak

About these ads

10 Responses to “Wisata Religius : Makam Syekh Haji Abdul Muhyi, Pamijahan, Tasikmalaya”


  1. July 5, 2011 at 7:43 am

    Informasi yang bagus pak, terima kasih. Salam kenal juga.

  2. 2 Mutyaana
    July 23, 2011 at 6:15 pm

    Belum genap sebulan saya dari sana.. dan itu pertama kali nya saya masuk gua. benar2 menakjubkan !!

  3. 3 ibrahim ruliyadi
    November 29, 2011 at 1:39 pm

    ingin sekali saya ke pamijahan, ….

  4. 4 RAM
    December 22, 2011 at 1:49 pm

    Saya tanggal 10 Desember kemarin ke pamijahan dan ke gua safarwadi,benar benar kuasa Allah sangat nyata,dan tak terpikir dikala itu para penyebar Islam sudah sangat hebat,semoga Allah menempatkan Para wali-Nya ditempatkan yang terbaik disurga-Nya . Amin

  5. 5 bubo
    January 10, 2012 at 10:48 am

    hari minggu kemarin saya pergi berziarah ke sana, dan dpt hal yang bermanfaat, di dalam goa banyak jalan tembusan….ada yg ke mekah, ke banten, ke cirebon, surabaya, dll…

  6. January 13, 2012 at 1:43 am

    assalamualaikum…..hamdulillah atas sejarah-sejarahnya yg bgitu lengkap sekali dan mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikmahnya dari sejarahny MAKAM SYEH HAJI ABDUL MUHYI. Amin ya robbal alamin

  7. 7 ana
    April 23, 2012 at 8:56 pm

    Subhanallah..baru kmrn tgl 21 April 2012 sy sana….bikin ketagihan..Allahu Akbar….trimz informasinya sgt bermanfaat…salam silaturahmi

  8. May 29, 2012 at 9:33 am

    wisata religi untuk meminimalisir kangen kita dengan suasana di mekah…..disini tempatnya

  9. 9 mumuh
    December 13, 2012 at 7:59 pm

    salam kenal semuanya. jangan lupa kalau ke pamijahan bisa mampir ke rumahku di panyalahan dekat makam syeh khotib muwahid

  10. 10 HADIYONO
    February 26, 2013 at 12:12 pm

    ASS WR WB NAMA SAYA HADIYONO ALHAMDULILLAH SAYA BARU PERTAMA KALI DATANG KE PAMIJAHAN SUBKHANNALLAH TEMPATNYA SEJUK INDAH. SUDAH SANGAT LAMA SAYA INGIN ZIARAH KE MAKAM2 BARU 3 MAKAM YANG ZIARAHHI HARI MINGGU TGL. 24-FEBRUARI 2013. SEMOGA PARA WALIYULLOH SYEKH DI TEMPATKAN DI SURGA NYA ALLAH WST. AMIIN2 YAROBBAL “ALAMIIN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,005,796 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: