20
Aug
09

Khazanah : Bukti-bukti Peninggalan Nabi Daud

REPUBLIKA, Minggu, 16 Agustus 2009 pukul 01:03:00

NABI DAUD

Rubrik Situs

Baju dari besi dan perlengkapan perang abad ke-10 SM berhasil ditemukan sejumlah peneliti.

Nabi Daud Alaihissalam (AS) adalah salah seorang utusan Allah yang mempunyai kelebihan dibandingkan rasul lainnya. Kelebihan Daud AS itu di antaranya bisa berbicara dan paham bahasa hewan (binatang). Begitu juga burung dan gunung tunduk pada kehendak Daud (atas izin Allah), mereka juga bertasbih bersama Daud (QS Saba ayat 10).

Selain kemampuan dan kelebihan tersebut, Nabi Daud juga diberikan anugerah oleh Allah berupa kemampuannya untuk menundukkan besi (Saba: 10-11 dan Al-Anbiya: 80). Besi-besi yang keras itu mampu dilunakkan Nabi Daud untuk membuat berbagai alat kebutuhan hidup serta besi itu dijadikan perisai (pakaian perang).

Allah SWT tidak menciptakan sesuatu yang ada di bumi dan alam semesta ini sia-sia, baik yang besar maupun kecil. Semuanya pasti bermanfaat. ”Ya, Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191).

Dalam surah Albaqarah ayat 26, Allah menyindir orang yang selalu mengira bahwa tidak ada manfaatnya Allah menciptakan sesuatu yang kecil. ”Sesungguhnya, Allah tidak malu (segan) membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih kecil (rendah) dari itu. … Dengan perumpamaan itu, banyak orang yang disesatkan Allah. Dan, dengan perumpamaan itu (pula), banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan, tidak ada yang disesatkan Allah, kecuali orang-orang yang fasik.”

”Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya, segala yang kamu seru, selain Allah, sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walau mereka bersatu menciptakannya, ….” (QS Alhajj: 73).

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa tidak sesuatu pun yang diciptakan Allah itu sia-sia. Semuanya ada manfaatnya. Dari berbagai perumpamaan yang Allah ciptakan itu, justru dapat diketahui apakah manusia itu orang yang bersyukur atau ingkar terhadap nikmat dan ciptaan Allah SWT.

Demikian pula ketika Allah menciptakan besi. Di dalamnya terdapat manfaat yang sangat besar bagi umat manusia.”Dan, Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya, Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS Alhadid: 25).

Selain dapat digunakan sebagai perisai (pakaian perang), besi juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan membangun rumah, gedung bertingkat tinggi, kendaraan sebagai alat transportasi, cincin, dan sebagainya.

Penemuan besi
Sebagaimana diterangkan dalam Alquran, Nabi Daud AS adalah seorang nabi yang mempunyai kerajaan. Namun, sebelum Allah menganugerahi sebuah kerajaan padanya, Nabi Daud terlebih dahulu harus berjuang bersama dengan Thalut untuk melawan Jalut serta berperang melawan pasukan lainnya.

Dalam beberapa peperangan itulah, Nabi Daud AS diperintahkan untuk memanfaatkan besi sebagai alat untuk berperang (senjata), seperti pedang, pisau, tombak, panah, atau baju perang.Dalam surah Al-Anbiya ayat 80, diterangkan, ”Dan, Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu guna memelihara kamu dalam peperanganmu. Maka, hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah ).”

Kemudian, dalam surah Saba’ ayat 11, Daud diperintahkan membuat baju perang yang terbuat dari besi. ”(Yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya, Aku melihat apa yang kamu kerjakan.”Secara tegas, ayat tersebut memberikan contoh cara membuat baju perang dari besi.

Kapan peristiwa itu terjadi? Bagaimana contoh baju besi yang dibuat oleh Nabi Daud AS tersebut?
Dalam buku Atlas Sejarah Nabi dan Rasul karya Sami bin Abdullah al-Magluts, disebutkan bahwa Nabi Daud AS diperkirakan hidup pada tahun 1041-971 SM. Dalam masa itulah, Nabi Daud pernah membuat baju dari besi.

Para ahli tafsir, seperti Al-Qurthubi, mengungkapkan, kata  labus dalam surah Al-Anbiya ayat 80 dan Saba ayat 10-11 bermakna baju-baju besi karena dipakai untuk membentengi atau melindungi diri dari serangan musuh-musuh.  Alba’su dalam kalimat tersebut, kata al-Qurthubi, bermakna alat peperangan setelah dibuang  mudlaf: Aalat ba’sikum .

Pengolah besi pertama
Dalam menafsirkan ayat 10-11 surah Saba ini, Ibnu Katsir mengutip pendapat Hasan Bashri yang mengatakan bahwa anugerah yang diberikan Allah kepada Nabi Daud adalah kemampuan yang sangat luar biasa dalam menipiskan atau memipihkan atau membakarnya untuk menempa besi tersebut. ”Daud tidak perlu membakar besi terlebih dahulu untuk memipihkannya dengan palu. Namun, cukup dengan lipatan-lipatan tangannya sebagaimana yang dilakukan para tukang jahit. Karena itu, Allah berfirman, ‘Buatlah baju besi yang besar-besar’.”

Kemampuan yang dimiliki Nabi Daud dalam melunakkan besi ini berbeda dengan yang dilakukan Dzulqarnayn pada abad ke-6 SM (545 SM). Dalam surah Alkahfi ayat 96, ditegaskan bahwa Dzulqarnayn berkata, ”Berilah aku potongan-potongan besi.” Apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnayn, ”Tiuplah (api itu).” Apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, ”Berilah aku tembaga (yang mendidik) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.”

Lebih lanjut, Ibnu Katsir menyatakan, Daud merupakan orang pertama kali yang membuat baju besi. Sebelum itu, hanya berupa lempengan tameng. ”Dan, ukurlah anyamannya,” yakni jangan terlalu melunakkan penyambungan antarlempengan karena akan membuat longgar dan berisik serta jangan pula terlampau mengencangkan anyamannya karena bisa mereka. Namun, buatlah sesuai dengan ukuran tertentu.

Sami bin Abdullah al-Maghluts berkata, pada awalnya manusia menggunakan batu yang ditempa untuk melakukan perburuan atau peperangan, baik untuk membuat pedang, panah, maupun pisau. Sementara itu, pada masa Nabi Daud AS, lanjut Sami, manusia bisa membuat baju-baju besi, yakni berupa lembaran-lembaran. Jadi, dia (Daud–Red) merupakan manusia pertama yang memperkenalkan dan menjalinkannya, yakni menjadikan besi dalam bentuk beberapa jalinan sebagaimana disebutkan dalam surah Saba ayat 10-11 tersebut.

Bentuk baju, perisai, alat perang, seperti panah, tombak, pedang, atau jenis alat perang lainnya di zaman Nabi Daud AS, terlihat seperti pada gambar yang tertera dalam rubrik Situs ini. sya/berbagai sumber

Ditemukan Situs Pertambangan Nabi Sulaiman?

Sebagaimana diterangkan dalam Alquran, Nabi Sulaiman Alahissalam (AS) mewarisi sikap dan akhlak Nabi Daud AS. Baik dalam hal kerajaan; kemampuannya menaklukkan gunung-gunung; burung; bisa bercakap-cakap dengan binatang, seperti semut; menguasai jin-jin; dan lain sebagainya (QS Annaml: 16). Demikian juga dengan besi (baja).

Baru-baru ini, tepatnya pada 28 Oktober 2008 lalu, National Geographic memberitakan, sekelompok penambang di Yordania bagian selatan menemukan sebuah lokasi penambangan yang diduga berasal dari zaman Nabi Sulaiman AS. Tidak dijelaskan secara resmi lokasi penemuan galian tambang tersebut.

Berbagai jenis barang tambang (emas, perak, tembaga, besi, perunggu, dan sebagainya) yang dulu digunakan Sulaiman untuk membangun Haikal Sulaiman ( Solomon Temple ) di Yerusalem. Emas, perak, dan perunggu dipergunakan untuk memperindah interior kuil.

Sejauh ini, para arkeologi belum menemukan persisnya aral pertambangan di zaman Sulaiman. Beberapa areal tambang yang ditemukan di kawasan Timur Tengah, setelah diteliti, masih lebih muda usianya dari masa hidup Sulaiman. Sulaiman diperkirakan hidup sekitar abad ke-10 (989-931) SM.

Informasi penemuan areal penambangan di Yordania ini sangat menggembirakan para arkeolog dalam rangka meneliti peradaban dan kejayaan Nabi Sulaiman.Temuan itu semakin diperkuat dengan tes uji karbon terhadap areal tambang tembaga di Yordania itu. Hasil tes menunjukkan, usia yang sama dengan masa Nabi Sulaiman. Kawasan tambang tembaga tersebut berada di daerah perbukitan. Di lokasi itu, ditemukan bekas-bekas penggalian dan reruntuhan bangunan yang diduga menjadi bagian dari industri pertambangan kuno.

Kawasan itu sebenarnya pernah diteliti pada tahun 1970. Tetapi, hasil penelitian menunjukkan, areal tambang tersebut berusia sekitar abad ke-7 SM, sekitar 300 tahun setelah Nabi Sulaiman.

Sebelumnya, masih dalam laporan National Geographic pada 27 Oktober 2007, kabarnya sejumlah pekerja Muslim menemukan kuil Sulaiman. Kuil itu terletak di sebelah Masjid al-Aqsha. Kendati tidak utuh, Kuil Sulaiman itu diyakini masih ada, yakni berupa tembok ratapan ( Wailing Wall ) yang bersebelahan dengan Masjid Kubah Batu ( Dome of the Rock ).

Di lokasi tersebut, para pekerja menemukan berbagai jenis barang keramik dan tembikar yang diduga merupakan peninggalan Sulaiman setelah kehancuran Haikal Sulaiman. sya/national geographic


Damaskus: Sentra Pengolahan Besi

Damaskus, ibu kota Suriah (Syria), dikenal sebagai salah satu kota pengolahan besi yang sangat hebat. Kualitasnya telah diakui berbagai kalangan. Bahkan, pada masa awal keislaman, besi-besi Damaskus dijadikan sebagai alat utama membuat senjata, seperti pedang, tombak, anak panah, dan sebagainya.

Pada abad 7-8 Masehi, ketika berada dalam kekuasaan Dinasti Umayyah, Damaskus menjadi pusat pembuatan pedang yang terkenal di dunia Islam. Begitu pula pada abad ke 9 hingga 12 M, ketika Damaskus berada dalam wilayah kekuasaan Ayyubiyah, kota ini menjadi pusat pembuatan pedang yang sangat tersohor.

Selain kuat dan tajam, pedang buatan Damaskus juga sangat berkualitas dan memiliki tekstur yang indah dan menarik. Ketika terjadi Perang Salib, tentara musuh Islam terperangah melawan tentara Muslim. Sebab, di samping memiliki kuda-kuda perang yang andal, pedang-pedang tentara Islam mampu merobohkan perlawanan tentara musuh dengan sekali tebas.

Saat Perang Salib itulah, peradaban Barat mulai mencari rahasia teknologi tempa baja yang dikuasai dunia Islam. Tentara Perang Salib menyebut baja yang hebat dari Damaskus itu dengan sebutan  Damascus Steel . Teknologi pengolahan besi dan baja Damaskus yang tersohor itu disebabkan oleh pembuatnya yang mampu menempa dan mengeraskan  wootz steel menjadi indah dan lentur.

Seni membuat pedang di era kejayaan Islam mendapat perhatian khusus dari peradaban Barat. Secara khusus, Robert Hoyland dan Brian Gilmore menulis buku bertajuk  Medieval Islamic Swords and Swordmaking . Buku setebal 216 halaman itu mengupas risalah yang ditulis ulama Muslim terkemuka pada abad ke-9, M Ya’qub Ibnu Ishaq Al-Kindi, tentang  Pedang dan Ragam Jenisnya .

Al-Kindi menulis secara lengkap teknologi pembuatan pedang. Ia juga mengklasifikasikan beragam jenis besi dan baja untuk membuat pedang. Menurutnya, pedang itu terbuat dari dua jenis besi, yakni alami (yang ditambang) dan tak alami (buatan). Besi alami, menurut Al-Kindi, terbagi menjadi dua:  Shaburqan (besi laki-laki yang sangat keras yang diolah dalam kondisi panas) serta  Narmahin (besi perempuan ini adalah besi yang lembek dan yang tak dapat diolah dalam kondisi panas).

Pada era kejayaan Islam, pedang-pedang yang dibuat para pandai besi di dunia Islam juga ada yang bahannya diimpor dari Sarandib (kini wilayah Srilanka). Sedangkan, besi dan baja pedang asli dari dunia Muslim berasal dari Khurasan, Basrah, Damaskus, Mesir, dan Kufah.

Ilmuwan Muslim lainnya yang menguasai teknologi pembuatan pedang adalah Abu Al-Raihan Al- Biruni (973 M-1048 M). Secara khusus, ia menulis kitab berjudul  Al-Jamahir fi ma`rifat al-jawahir . Dalam karyanya itu, Al-Biruni menggambarkan proses karbonisasi besi tempa dan pembuatan baja dari besi tuang.

Prof Ahmad Y Al-Hassan dalam tulisannya berjudul  The Origin of Damascus Steel In Arabic Sources mengungkapkan, hampir semua pedang di dunia Islam terbuat dari besi Damaskus. Salah satu ciri khas pedang dari Damaskus dihiasi dengan pola hias ( firind ).

Menurut Al-Kindi,  firind dapat ditemukan dalam semua jenis besi buatan. Sedangkan, pedang yang terbuat dari besi alami tak memiliki pola hias atau  firind . Al-Biruni dalam kitabnya  Al-Jamahir secara menarik menjelaskan latar belakang di balik pembuatan pola hias pada pedang. sya/hri/berbagai sumber

About these ads

7 Responses to “Khazanah : Bukti-bukti Peninggalan Nabi Daud”


  1. September 18, 2009 at 7:54 am

    Assalamuallaikum…
    Boleh saya menambahkan informasi?

    Nabi Dzulqarnain hidup di masa Nabi Musa. (lebih dari 1300 SM)
    Beliau juga dikenal dengan nama aslinya Akhenaten, yang bergelar Firaun Amenhotep IV, suami dari Ratu Nefertiti.
    Di Cina beliau dikenal sebagai Kaisar Zhou/Chow (Kaisar Dzulqarnaen), pendiri Dinasti Zhou, dan arsitek dari “The Long Rampard” (Tembok Pembatas Raksasa) yang kemudian diteruskan oleh istru dan anak-anaknya (Kaisar Zhou Wu-Wang dan Zhou Wen-Wang) hingga menjadi “The Great Wall of China”.
    Coba lihat buku “Munculnya Ya’juj dan Ma’juj”, penerbit Al-Mahira.

    Saya tulis dulu deh artikelnya. :)
    ini blog saya http://un2kmu.wordpress.com/

    Salam kenal… :)

  2. 2 penasaran
    April 30, 2010 at 3:31 pm

    salam mas tio…….saya mo tanya….apa benar dzulqornain adalah kaisar zhou? apakah anda punya fakta sejarah yang kuat mengenai tulisan anda ini?masalahnya sy pernah bc,bahwa dzulqornain adalah ALEXANDER agung dari yunani.tp trs terang,hati saya tdk yaqin kalo dzulqornain adlh ALEXANDER yg dari yunani…dan apakah dzulqornain se’orang nabi?spt informasi yg anda posting.drmn anda mendapatkan keterangan bahwa dzulqornain adalah se’orang nabi. memang nabi banyak. sy prnah baca didalam kitab qotrul ghois berjumlah 124000 nabi.mohon penjelasanya…. wasalam.

  3. July 10, 2010 at 4:11 pm

    Makasih info nya Gan, jadi semakin jelas tergambar olehku siapa nabi Daud As sebenarnya ;)
    salam kenal serta jabat erat selalu dari tabanan

  4. August 16, 2012 at 3:10 pm

    Reblogged this on Sebuah Penggalan Wacana and commented:
    follback ya

  5. November 29, 2012 at 9:05 am

    Makam dan sejarah 25 Rasul Allah
    1. Nabi Adam ‘Alaihissalam

    Dicipta : Setelah asar hari Jumaat
    Dimasukkan di ke syurga : Hari Jumaat
    Tinggal di syurga : ½ jam lebih sedikit waktu syurga bersamaan 43 tahun waktu dunia
    Nikah dengan Hawa : Hari Jumaat di syurga, maharnya 3 kali berselawat kepada rasullullah S.A.W.
    Diturunkan ke dunia : Pada hari Jumaat di India
    Tinggi tubuhnya waktu diturunkan : Kepalanya di langit dan dua kakinya di bumi
    Tinggi tubuhnya di dunia : 60 hasta (27,432 meter(2))
    Tinggal di dunia : 957 tahun
    Wafat : Pada hari Jumaat, dalam usia 1000 tahun
    Makam : India, menurut satu pendapat ada di Makkah, dan menurut pendapat lain ada di Baitul Maqdis

    Gambar diatas ialah gambar tapak kaki nabi Adam A.S .di Srilanka.

    Gambar makam nabi Adam A.s.(6).

    2. Nabi Idris ‘Alaihis Salam

    Umur : 865 tahun
    Makam : (tidak ada informasi)

    Gambar makam nabi Idris a.s. (4)

    3.Nabi Nuh ‘Alaihis Salam

    Umur : 1780 tahun
    Makam : Masjid Kufah, , menurut satu pendapat ada di al-Jabal al-Ahmar (Gunung Merah), dan menurut pendapat lain ada di dalam al-Masjid al-Haram Makkah.

    Gambar: Makam Nabi Nuh AS terletak di Lembah Baka’a(3). Namun ada juga yang menganggap bahwa Nabi Nuh AS terletak di Jordania.

    4.Nabi Hud ‘Alaihis Salam

    Umur : 464 tahun
    Makam : di Timurnya Hadharamaut, Yaman.

    Gambar: Makam nabi Hud di salahan. Ada dua versi dimana Nabi Hud dimakamkan. Ada yang mengatakan di Hadhramawt dan satu lagi di Salalah.

    5.Nabi Shalih ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
    Makam : di Hadharamaut

    Gambar: Ini foto hitam dan putih diambil oleh W.H. Ingrams pada awal abad kedua puluh dan diterbitkan dalam akun perjalanannya untuk mengunjungi makam Shalih dan Hud di Hadhramawt tersebut. Ingrams melaporkan bahwa makam ini adalah 64 meter(6).

    6. Nabi Luth ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
    Makam : Shou’ar

    Gambar: Makam Nabi Luth ,Iraq (14), Cave In Karak (Jordan).

    7. Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam

    Umur : 200 tahun
    Kelahiran : Lahir pada 1273 tahun setelah peristiwa banjir dan topan pada masa Nabi Nuh ‘Alaihis Salam.
    Makam : di kota al-Khalil (Palestina), dimakamkan bersama Sarah (isteri pertamanya).

    Gambar: Makam nabi Ibrahim a.s. di Palestine. Bawah: Gambar punti masuk ke makam nabi Ibrahim a.s.

    8. Isma’il ‘Alaihis Salam

    Umur : 137 tahun
    Makam : dimakamkan di samping Ibunda (yakni Hajar) di Makkah (di sekitar Ka’bah dekat Maqam Ibrahim).

    9.Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam

    Umur : 180 tahun
    Makam : dimakamkan bersama Ayahanda (yakni Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam) di kota al-Khalil (Palestina).

    Gambar: Mihrab, mimbar makam nabi Ishaq as dan isterinya.

    10.Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam

    Umur : 147 tahun
    Wafat : di MesirMakam : untuk memenuhi wasiatnya, oleh sang putra (Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam), jenazahnya dipindah dimakamkan ke kota al-Khalil (Palestina).

    Gambar: Makam nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam.

    Gambar : makam nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam.(13)

    11.Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam
    Umur : 120 tahun
    Wafat : di Mesir
    Makam : oleh saudara-saudaranya (untuk memenuhi wasiatnya) jenazahnya kemudian dipindah dimakamkan di Nablus (Palestina).

    Gambar: Makam nabi yusuf as. di Nablus(7)

    Gambar : Foto makam Nabi Yusuf di kota Nablus, Tepi Barat Sungai Jordan, Palestina. (Qodsna)(8).

    Gambar : makam Nabi Yusuf di kota Nablus, Tepi Barat Sungai Jordan, Palestina. (Qodsna)(8).
    Mengenai makam Nabi Yusuf as, Syeikh Thabarsi dalam kitab tafsirnya menulis, “Ketika Nabi Yusuf meninggal dunia, jenazahnya dimasukkan dalam sebuah peti yang terbuat dari batu marmer dan dimakamkan di tengah sungai Nil. Alasannya adalah karena ketika beliau beliau meninggal dunia, rakyat Mesir saling berebut untuk membawa jenazah manusia mulia ini ke wilayah mereka agar mereka dapat tetap mendapatkan berkah. Akhirnya karena kemaslahatan, jenazah Nabi Yusuf dimakamkan di tengah sungai Nil dan mengingat aliran sungai tersebut melintasi ke berbagai tempat, maka berkahnya dapat dirasakan oleh seluruh kaum secara merata. Kondisi ini berlanjut hingga masa Nabi Musa as. Dan ketika kepemimpin Nabi Musa as, beliau mengangkat makam Nabi Yusuf dan memindahkannya ke Palestina.”(8).

    12.Nabi Syu’ab ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
    Makam : di desa Hathin dekat kota Thabariyah (Syria).

    Gambar: makam Nabi Syu’ab ‘Alaihis Salam.

    13. Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam

    Umur : 93 tahun
    Makam : di desa Syaikh Sa’d (dekat kota Damasykus) Syria.

    Gambar: Makam Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam di Kufa (14); kanan.

    14.Nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam

    Umur : (tidak ada informasi)
    Lahir : di Mesir
    Makam : wafat di daerah gunung Thursina, menurut salah satu pendapat di samping Ayahanda di salah satu kota di Syam.

    Gambar kiri: makam nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam(9),Gambar kanan: makam nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam(13).

    15. Nabi Yunus ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
    Makam : Musil, Iraq.

    Gambar: Kelihatan Datuk Hussein melawat makam Nabi yunus di Musil, Iraq 1977 (10); Gambar kanan: Makam Nabi Yunus a.s.(13); Gambar bawah : Masjid Iraq yang terletak makam Nabi Yunus (14).

    16.Nabi Musa ‘Alaihis Salam
    Umur : 120 tahun
    Makam : wafat di daerah gunung Thursina di kenali sebagai “Nabu”(11),dan di makamkan di sana.

    Gambar kiri: kawasan hadapan makam nabi musa as di Nabu Pelestine(12).

    17.Nabi Harun ‘Alaihis Salam

    Umur : 122 tahun
    Makam : wafat di daerah gunung Thursina dan di makamkan di sana.

    Gambar: makam Nabi Harun ‘Alaihis Salam(14) di petra.

    18. Nabi Ilyas ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
    Lahir : dilahirkan setelah masuknya Bani Isra’il ke Palestina.
    Makam : menurut satu pendapat ada di Ba’labak (Lebanon). (Tapi menurut satu pendapat, beliau belum wafat sampai sekarang –penerjemah).

    Gambar: Perkampungan Nabi Allah ILYAS As(13).

    19.Nabi Ilyasa’ ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan tempat tinggalnya dan daerah yang dituju setelah kaumnya ingkar di kota Banyas.

    20.Nabi Dawud ‘Alaihis Salam

    Umur : 100 tahun
    Kerajaan : bertahan sampai 40 tahun.

    Gambar: makam Nabi Dawud ‘Alaihis Salam(13), Israel.

    21.Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam

    Umur : 52 tahun
    Kerajaan : beliau mewarisi kerajaan Ayahanda (yakni Nabi Dawud ‘Alaihis Salam) ketika umur 12 tahun, kerajaannya bertahan sampai 40 tahun.

    Gambar: makam nabi sulaiman as. (11).

    22.Nabi Zakariya ‘Alaihis Salam

    Wafat : beliau dibunuh dengan cara digergaji oleh orang yang telah menyembelih sang putra (Nabi Yahya ‘Alaihis Salam).

    Gambar: makam nabi zakaria as(13).

    23.Nabi Yahya ‘Alaihis Salam

    Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
    Lahir : pada tahun yang sama dengan tahun kelahiran Nabi ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam.
    Wafat : ketika beliau sedang di Mihrab, disembelih oleh sesorang yang disuruh oleh seorang wanita jahat dari pihak raja yang zhalim.
    Makam : kepalanya dimakamkan di Masjid al-Jami’ al-Amawi (Damasykus-Syria).

    Gambar: makam Nabi Yahya ‘Alaihis Salam(13), Umayid Mosque-Damasous(Syria)(15).

    24.Nabi ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam

    Umur : 33 tahun di bumi, kemudian Allah mengangkatnya ke langit setelah tiga tahun diangkat menjadi Nabi. Dituturkan, bahwa Ibunda (yakni Maryam) hidup 6 tahun setelah ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam diangkat ke langit. Maryam wafat dalam umur 53 tahun.

    Gambar: Tempat Maryam melahirkan nabi Isa as di Jerussalem.(14).

    25. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

    Lahir : di Makkah tahun 570 M.
    Wafat : umur 63 tahun
    Makam : di rumah ’Aisyah di Masjid Nabawi Madinah dan dimakamkan di sana.

    Gambar kanan: Pintu makam Nabi Muhammad SAW. Gambar kiri: Gambar Dalam Makam Nabi Muhammad SAW.

  6. June 3, 2013 at 9:43 pm

    Shalom….
    Maaf Gua Kritik ente Bro…..
    Ente terlalu….mengupas sejarah hanyA dari Sisi pandangan Islam dengan Alqur’an nya.
    Sementara ..Daud dan Sulaiman itu bukan Orang ARAB…. atau Keturunan BAngsa Quraishy..yang ujung-ujungnya Keturunan Ismail … Mereka berdua adalah Bangsa Yahudi…Yaitu bani Isaril..Yaitu Bangsa Nabi Yakub (Sebutan Yakub adalah ISRAIL) anaknya nabi Ishak… Jadi jangan Ngarang… Tentang Jin-jin disini…. OKey. Jangan semuanya ente Bahas sedara Islamiah ‘ ente SALAH BESAR BRO” Karena bangsa yahudi sendiri punya catatan Sejarah nya yaitu yang ditulis dalam Kitab Taurat mereka (TAURAT MUSA) serta kitab Talmut sebagi pedoman kehidupan sehari-hari MerekA DALAM TATAN kEYAHUDIANNYA.
    Gue udah baca itu Tfsir Cerita Tentan Daud dan Sulaiman Hanya SEPOTONG DOANG BRO. TIDAK LENGKAP.
    MAKA nya BACA LAH KITAB TAURAT MUSA disitu LENGKAP BANGET TENTANG DAUD DAN SULAIMAN.
    Ok BRO…LANJUT

    SELAMAT MENERUSKAN
    THANKS
    GUE DBST

  7. June 3, 2013 at 9:46 pm

    Shalom….
    Maaf Gua Kritik ente Bro…..
    Ente terlalu….mengupas sejarah hanyA dari Sisi pandangan Islam dengan Alqur’an nya.
    Sementara ..Daud dan Sulaiman itu bukan Orang ARAB…. atau Keturunan BAngsa Quraishy..yang ujung-ujungnya Keturunan Ismail … Mereka berdua adalah Bangsa Yahudi…Yaitu bani Isaril..Yaitu Bangsa Nabi Yakub (Sebutan Yakub adalah ISRAIL) anaknya nabi Ishak… Jadi jangan Ngarang… Tentang Jin-jin disini…. OKey. Jangan semuanya ente Bahas sejarah mereka (daud dan Sulaiman) dari sisi Islam ‘ ente SALAH BESAR BRO” Karena bangsa yahudi sendiri punya catatan Sejarah nya yaitu yang ditulis dalam Kitab Taurat mereka (TAURAT MUSA) serta kitab Talmut sebagi pedoman kehidupan sehari-hari MerekA DALAM TATAN kEYAHUDIANNYA.
    Gue udah baca itu Tafsir ALQUR’AN Terbitan Dep.Agama RI….Cerita Tentang Daud dan Sulaiman Hanya SEPOTONG DOANG BRO. TIDAK LENGKAP didalam Alqur’an.

    MAKA nya BACA LAH KITAB TAURAT MUSA disitu LENGKAP BANGET TENTANG DAUD DAN SULAIMAN.
    Ok BRO…LANJUT

    SELAMAT MENERUSKAN
    THANKS
    GUE DBST


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,264,270 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 125 other followers

%d bloggers like this: