20
Aug
09

Hikmah : Keistimewaan Angka 19, 0 dan 7

REPUBLIKA, Minggu, 16 Agustus 2009 pukul 01:43:00

Angka 19, 0 dan 7

Rubrik Laput

Angka 19 merupakan kunci utama akan keteraturan susunan huruf, kata, kalimat, jumlah ayat, dan jumlah surah dalam Alquran.

Allah SWT menciptakan bilangan sebagai bahasa universal, yang dapat ditemui di seluruh ciptaan-Nya yang dijabarkan dalam bentuk satuan, ukuran massa, volume, kecepatan, dan lain sebagainya. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam tak pernah melewatkan angka-angka atau bilangan itu. Misalnya, bilangan rakaat shalat, persentase zakat, pembagian warisan, jumlah hari berpuasa, waktu melempar jumrah, tawaf, sai, Lebaran Idul Fitri, dan Idul Adha.

Dan, Alquran sebagai kitab suci umat Islam, juga banyak menyebutkan tentang bilangan. Salah satunya adalah angka 19, sebagaimana terdapat dalam surah al-Muddatstsir ayat 30. ”Dan di atasnya ada 19 (malaikat penjaga).”Penyebutan angka 19 ini ternyata sangatlah menakjubkan. Bahkan, beberapa ilmuwan Muslim bidang matematika, telah menemukan berbagai hal istimewa terkait angka 19 ini. Di antaranya, Abah Salma Alif Sampayya, Fahmi Basya, dan Iskandar AG Soembrata.

Bilangan 19 adalah bilangan prima, yaitu bilangan yang tidak habis dibagi dengan bilangan mana pun, kecuali dengan dirinya sendiri. Bilangan prima lainnya adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, dan masih banyak lagi. Para astrofisikawan meyakini bilangan prima sebagai bahasa komunikasi di alam semesta dan dijadikan sebagai bahasa, dalam melakukan percobaan komunikasi dengan makhluk angkasa luar.

Dalam bukunya, Abah Salma Alif Sampayya menyatakan, bilangan 19 menjadikan beberapa ilmuwan ternama di dunia menemukan sejumlah rumus atau berbagai keajaiban dengan angka 19. Misalnya, heksagonal, magic star, dan metonic cycle.

Kunci utama
Dalam Alquran, angka 19 menjadi awal pembuka surah. Kalimat  Bismillahirrahmanirrahim yang diletakkan sebagai kata pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Alquran, memiliki susunan angka yang sangat menakjubkan. Kalimat  basmalah itu bila dihitung hurufnya mulai dari ba hingga mim, berjumlah 19 huruf. Angka 19 ini ternyata menjadi ‘kunci utama’ dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Alquran.

Dalam catatan Sampayya, Alquran menyebutkan bilangan yang berbeda sebanyak 30 kali, yakni 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 2.000, 3.000, 5.000, 50 ribu, dan 100 ribu. Selain bilangan bulat tersebut, Alquran menyebutkan delapan kali bilangan pecahan (desimal), yakni 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, 1/8, 1/10, dan 2/3. Bilangan pecahan ini sebagian besar terdapat pada ayat-ayat yang berkaitan tentang warisan. Lalu, di mana istimewanya angka 19?

”Bila bilangan bulat dan bilangan pecahan dijumlahkan, hasilnya ada 38. Angka 38 ini merupakan kelipatan dari 19 X 2,” tulis Sampayya. Pendapat senada juga dikemukakan Fahmi Basya, staf pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dalam bukunya yang berjudul  Matematika Islam, Sebuah Pendekatan Rasional untuk Yaqin , Fahmi Basya menjelaskan, berbagai keajaiban angka 19.

Percaya atau tidak, hampir keseluruhan ayat Alquran yang terdapat dalam 114 surat, selalu berpatokan pada angka 19. Misalnya, jumlah surah dalam Alquran jumlahnya 114. Bilangan ini bila dibagi dengan 19, hasilnya adalah 6.

Kata bilangan dalam Alquran adalah  adda . Kata yang berasal dari  adda ( ma’dudaat, ta’uddu, iddat, adada, dan  ma’dud ) disebutkan dalam Alquran sebanyak 35 kali yang tersebar di 19 surah dalam 29 ayat. Dari penjumlahan nomor surat yang sebanyak 29 tadi (misalnya, Al-Baqarah nomor 2, Ali Imran nomor 3, at-Taubah nomor 9, an-Nas nomor 114), adalah sebanyak 779, merupakan perkalian dari 19 X 41.

Begitu juga, dengan penjumlahan nomor ayat yang menyebutkan kata  adda atau kata lainnya yang berarti perhitungan atau bilangan itu, jumlahnya sebanyak 1577. Angka ini merupakan perkalian dari 19 X 83. Fahmi Basya mencontohkan, jumlah kata  basmalah dalam Alquran juga berjumlah 114 (19 X 6). Kendati surah al-Taubah tidak didahului dengan kalimat  basmalah , namun pada surah ke-27 terdapat dua kata  basmalah , masing-masing pada pembuka ayat (0) dan ayat ke-30.

Kalimat  Bismillahirrahmanirrahim yang berjumlah 19 huruf, terdapat pada surah ke-1 (al-Fatihah) dengan jumlah ayat tujuh buah. Nomor surah at-Taubah adalah 9, sedangkan jumlah ayatnya sebanyak 129. Penjumlahan kode angka kedua jumlah ayat tersebut pun berjumlah 19, yakni 7+1+2+9=19.

Keajaiban lainnya dari angka 19 ini adalah jumlah ayat dari surah pertama (al-Fatihah) hingga ayat ke-8 (al-Anfal) atau sebelum surah at-Taubah, berjumlah 1.235 ayat, yang merupakan perkalian dari 65 X 19. Al-Fatihah jumlah ayatnya tujuh, al-Baqarah 286, Ali Imran 200, an-Nisa 176, al-Maidah 120, al-An’am 165, al-A’raf 206, dan al-Anfal 75.

Pada surah ke-27 (an-Naml), terdapat dua kata  basmalah , satu pada pembukaan surah (kode 0) dan satu lagi pada ayat ke-30. Jarak dari surah ke-9 (at-Taubah) ke surah 27 (an-Naml) berjumlah 19 surah.

Keajaiban lainnya, surah pertama memiliki 7 ayat, surah ke-9 memiliki 129 ayat, dan surah ke-27 berjumlah 93 ayat. Penjumlahan ketiga surah tersebut beserta ayatnya juga merupakan kelipatan angka 19, yakni 1+7+9+129+27+93=266. Bilangan 266 merupakan perkalian 14 X 19. Apakah ini semua sebuah kebetulan? Pendapat yang mengatakan bahwa hasil yang selalu merujuk pada angka 19 itu sebagai kebetulan, terbantahkan dengan bukti-bukti lainnya.

Misalnya, struktur kata dalam kalimat  basmalah terdiri atas empat suku kata, yaitu  Ism, Allah, Rahman, dan  Rahim . Dalam Alquran, kata Ism disebut sebanyak 19 kali, kata Allah sebanyak 2.698, kata al-Rahman sebanyak 57 kali, dan al-Rahim sebanyak 114 kali. Masing-masing kata itu merupakan pembagian dari angka 19 pula. Ism adalah 19 X 1, Allah 19 X 142, al-Rahman 19 X 3, dan al-Rahim 19 X 6. Jumlah total pembagian kata Ism (1), Allah (142), al-Rahman (3), dan al-Rahim (6) berjumlah 152 yang juga merupakan hasil dari 8 X 19.

”Bila semua itu merupakan kebetulan, tak mungkin hasilnya selalu berjumlah atau merupakan perkalian maupun pembagian dari angka 19. Ini merupakan pembuktian dari keseimbangan dan komposisi penyusunan kalimat yang sangat teratur, terencana, dan tersusun secara matang oleh Allah SWT,” jelas Sampayya. sya


Kalimat
Basmalah dan Misteri Angka 0

Mungkin sebagian besar umat Islam tak pernah menyadari keteraturan kalimat  basmalah . Bahkan, ketika kata  Bismillahirrahmanirrahim sebagai pembuka surah, mungkin banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan hal itu merupakan kehendak Allah SWT.

Namun, komposisi jumlah huruf, jumlah kata  basmalah yang ditempatkan sebagai pembuka surah, dan tidak disepakatinya kata itu sebagian dari ayat Alquran atau bukan, ternyata bagi ilmuwan matematika memberikan sebuah fenomena yang sangat unik dan menakjubkan. Disadari atau tidak, kata  basmalah dalam Alquran yang berjumlah 114 itu, sebanyak 112 di antaranya tidak diberi nomor ayat atau hanya ditandai dengan bilangan 0 (nol).

Angka 0 (nol) ini ternyata memberi dampak yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat, al-Khawarizmi adalah orang yang menulis pertama kali dalam buku  Aljabar pada tahun 976 Masehi. Kemudian, setelah dibawa dan diperkenalkan ke Eropa oleh Leonardo Fibonacci, ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Bahkan, revolusi ilmu pengetahuan, khususnya matematika, yang menjadi cikal bakal semua ilmu pengetahuan berkembang pesat setelah digunakannya bilangan nol ini. Teori-teori fisika, kimia, biologi, astronomi, beserta aplikasinya bermunculan dalam peradaban Eropa. Dari angka ini, kemudian lahirlah perhitungan dengan menggunakan sistem binary, 0 dan 1 yang kemudian menjadi cikal bakal komputer.

Demikian juga, dalam Alquran. Kalimat  basmalah yang keberadaannya dalam Alquran bagi beberapa kalangan masih diperdebatkan penempatannya sebagai ayat atau bukan ternyata secara aksiomatik menjawab segala perbedaan pandangan tersebut dengan sangat menakjubkan. Di manakah Alquran ‘menyembunyikan’ bilangan 0 (nol) ini? Abah Salma Alif Sampayya, dalam bukunya  Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menemukan hasil yang mengagumkan.

Pertama, dalam surah al-Fatihah terdapat satu kalimat  basmalah yang ditempatkan pada awal surah (ayat 1). Angka 1 merupakan bilangan asli terkecil, yang ‘bukan bilangan prima dan juga bukan bilangan komposit’, karena bilangan itu hanya memiliki satu faktor perkalian saja, yakni 1 X 1, dan kalimat  basmalah dalam surah al-Fatihah dengan nomor ayat 1 mewakili bilangan 1.

Kedua, surah at-Taubah tidak dibuka dengan kalimat  basmalah , alias kosong  (blank, empty) . Kosong bukan bilangan melainkan sifat dari bilangan. Adanya kekosongan dalam penempatan kalimat tersebut pada surah at-Taubah, berkaitan erat dengan sebutan lain surah ini, yaitu  al-bara`ah yang artinya bebas. Kosong dapat didefinisikan sebagai sebuah sifat bilangan yang berarti bebas dari nilai apa pun. Ketiga, sebanyak 112 surah, kata  basmalah tidak ditandai dengan nomor ayat kecuali tanda 0 (nol), nilai terkecil dari sebuah bilangan. Notasi 0 untuk 112 ayat tersebut adalah untuk membedakan dengan surat at-Taubah yang ‘kosong’ kalimat  basmalah .

Apa perbedaan antara ‘kosong’ dengan bilangan 0? Kebanyakan orang menganggap bahwa 0 sama dengan tidak ada atau kosong. Tapi, bagi ilmuwan matematika, 0 tidak sama dengan kosong dan kosong tidak sama dengan 0.Ambillah kalkulator dan cobalah melakukan perhitungan. Bila sebuah bilangan dikalikan dengan angka nol, hasilnya akan nol (0). Tetapi, bila sebuah bilangan dikalikan dengan kosong ( isblank ), hasilnya #VALUE!.

Begitu juga, bila dilakukan pembagian, hasilnya akan berbeda. Misalnya, 114 dibagi 0 sama dengan #DIV/0! atau  error . Sedangkan 114, dibagi kosong hasilnya sama dengan #VALUE!.Dengan petunjuk tersebut di atas, Sampayya menegaskan, ”Kalimat  basmalah di luar surah al-Fatihah adalah bagian dari ayat Alquran dengan ayat bernomor 0.”
Wa Allahu A’lam. sya


Keajaiban Angka 7

Alquran menyebutkan sejumlah angka atau bilangan. Di antaranya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 19, 20, 100, 200, 1.000, 2.000, 100 ribu, dan lainnya. Dibandingkan dengan lainnya, bilangan yang paling sering disebut dalam Alquran adalah tujuh (7). Apakah keistimewaan bilangan ini?

Dalam Alquran, angka tujuh disebutkan pada 23 surah, dimulai dari surah al-Baqarah [2] ayat 29, dan diakhiri pada surah an-Naba’ [78] ayat 12. Penyebutan angka tujuh berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi, kisah-kisah dalam Alquran, misalnya ketika Nabi Yusuf menafsirkan mimpi Raja Mesir tentang tujuh ekor sapi yang gemuk dan kurus serta tujuh tahun musim subur dan paceklik. Kemudian, kisah umat Nabi Hud yang diturunkan siksa selama tujuh malam delapan hari, kisah Ashabul Kahfi, dan lainnya.

Para ahli tafsir juga banyak menafsirkan tentang maksud angka tujuh ini. Misalnya, dalam buku  Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis , dibahas secara detail mengenai kemukjizatan angka tujuh ini. Di antaranya, tujuh ayat surah al-Fatihah yang disebut juga dengan  al-Sab’u al-Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang), lalu ada tujuh surah yang panjang  (al-Sab’u al-Thiwal) .

Kemudian, angka tujuh juga dicontohkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Tawaf tujuh kali, sai tujuh kali, melempar jumrah dengan tujuh batu kerikil. Angka tujuh juga terdapat dalam gerakan shalat, yaitu posisi sujud yang harus menempelkan dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ibu jari kaki.

Dalam Alquran, terdapat pula tujuh surah yang dimulai dengan kalimat tasbih ( Subhana ), yakni surah Al-Isra, Al-Hadid, Al-Hasyr, Al-Shaff, Al-Jumuah, Al-Taghabun, dan al-A’la.Bahkan, angka tujuh atau kelipatannya juga dijadikan penyebutan dalam Alquran maupun contoh lainnya. Misalnya, angka 70, jumlah huruf Arab (28), jumlah surah yang dimulai dengan huruf yang disebut  fawatihu al-suwar (pembuka surah), seperti  Alif Lam Mim, Yaa Sin, Haa Mim, Tha Ha, Qaf, Nun, dan  Alif Lam Ra , berjumlah 14.

Dalam Alquran, penyebutan angka tujuh yang dimulai dari surah al-Baqarah [2] ayat 29, dan diakhiri pada surah an-Naba’ [78] ayat 12, memiliki makna yang sangat mengagumkan.
Jumlah surah yang berada di antara surah al-Baqarah hingga surah al-Naba sebanyak 77 surah. Jumlah ayat yang berada di antara keduanya (dari ayat pertama hingga ayat terakhir yang menyebutkan angka tujuh), berjumlah 5.649 ayat, yang merupakan perkalian dari 807 X 7. sya

About these ads

4 Responses to “Hikmah : Keistimewaan Angka 19, 0 dan 7”


  1. 1 ardy bin syamsir
    August 31, 2009 at 10:15 pm

    subhanallah….

  2. 2 gili_rianto
    September 2, 2009 at 1:05 pm

    ALLAHHU AKBAR…………….
    LA ILAHA ILALLAH………..
    HANYA ADA ALLAH……….

  3. 3 rohyati
    August 7, 2010 at 11:19 am

    subahanallah………………..
    sungguh bsar keajaiban allah swt……….

  4. 4 rohyati
    August 7, 2010 at 11:20 am

    ALLAHU AKBAR…………………………………………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,242,268 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers

%d bloggers like this: