
(thedailymail.co.uk)
INILAH.COM, Washington – Presiden Amerika Serikat Barack Obama rupanya memiliki cara jitu meredakan ketegangan dengan polisi yang disebutnya bodoh karena menangkap seorang profesor Universitas Harvard. Dia mengajak keduanya duduk satu meja dan minum bir bersama. Wuih!
‘Diplomasi bir’ ini, seperti dilansir Yahoo! digelar Obama dengan Sersan Polisi James Crowley dan Profesor Henry Louis Gates dari Harvard University, di Gedung Putih, Kamis (31/7) malam atau Jumat (31/7) dini hari WIB.
Suasana berlangsung santai tanpa diliputi ketegangan sedikit pun. Penangkapan yang terjadi pada 16 Juli lalu itu dianggap hanyalah sebuah kesalahpahaman dan bukan tindakan rasis. Di pertemuan itu, Obama juga meluruskan pernyataannya yang dianggap terlalu keras kepada polisi saat mengetahui Gates ditangkap.
Usai pertemuan, Crowley menyebut bahwa acara minum bir bersama itu berlangsung baik dan semua pihak menantikan kelanjutannya. Crowley menyebut kesalahpahaman dia terhadap Gates telah tuntas dan keduanya merasa sebagai pria dewasa yang pernah berbeda pendapat.
Sementara Obama menyebut minum bir bareng itu sebagai pertemuan yang menyenangkan dan berbobot. “Saya selalu yakini keinginan untuk bersama selalu lebih kuat daripada berpisah. Semoga kita bisa menarik pelajaran positif dari episode ini,” ucapnya
Sebelumnya, Obama menolak meminta maaf kepada Sersan Crowley atas insiden salah tangkap pada Gates. “Itu pilihan kata-kata saya. Saya menyayangkan memberi kesan bahwa saya merusak Departemen Polisi Cambridge atau Sersan Crowley khususnya,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Insiden salah tangkap itu sendiri terjadi saat Gates mencoba untuk memaksa pintu yang macet di depan rumahnya di dekat Harvard University. Tetangganya melaporkan dua pria mencoba memaksa masuk ke dalam bangunan itu. Tak lama kemudian Gates ditangkap dan ditahan walaupun dia telah menunjukkan kartu identitas. [nuz]

0 Responses to “Obama Praktekkan Musyawarah Mufakat Pancasila”