13
Jul
09

Pembangunan Mental Lebih Penting Dari Pembangunan Fisik

Pura/rumah ibadah memang diperlukan tapi apakah perlu megah? Pura/rumah ibadah yang megah sebaiknya dibangun pada diri kita sendiri. Kalau rumah ibadah/pura yang secara fisik megah tapi rumah ibadah/pura dalam diri kita justru tidak karuan maka rumah ibadah itupun kurang mempunyai arti. Tetapi bila rumah ibadah/pura pada diri kita itu megah maka cahaya ibadah/pura tersebut akan memancar terang dibandingkan dengan rumah ibadah yang secara fisik megah.
» Dialog Interaktif
Senin, 13 Juli 2009
Pembangunan Mental Lebih Penting Dari Pembangunan Fisik
Warung Global

Ternyata hingga kini masih banyak masyarakat dan Bendesa adat yang belum memahami betapa penting arti sebuah pembangunan Mental. Ini terbukti dari masih adanya bendesa adat yang lebih mengutamakan pembanguan secara pisik seperti membangun pura yang megah dari pada membangun mental generasi muda melalui Pasraman di desa Pakraman. Mereka merasa lebih dihargai jika berhasil meninggalkan sebuah banguan megah saat mereka selesai menjabat. Padahal sudah jelas dana yang digelontorkan oleh guberneur Bali sebagian peruntukannya adalah untuk membangun Pasraman di desa Pakraman. Pengalihan dana Pasraman itu merupakan hal yang keliru. Walaupun arahnya sama kespiritual. Pembangunan pura yang megah, tidak menjamin orang tersebut spiritualis. Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, sabtu ( 11/7). Berikut rangkuman selengkapnya.

Jujur di Sanglah mengatakan Pasraman di Bali belum merakyat. Dan yang sering menjadi pemikiran dari bendesa adat adalah masalah bangunan fisik dan sejenisnya yang memerlukan dana yang cukup besar. Pasraman memang bertujuan untuk membangun mental, namun kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Harus ada kejelasan bentuknya, tujuannya, hasil akhirnya seperti apa? Dan sebelumnya perlu diberikan sosialisasi dan penjelasan terhadap bendesa adat sebelum program tersebut dijalankan.

Pasraman bukanlah hal yang aneh ditelinga orang Bali khususnya orang Hindu. Sekarang tinggal bagaimana menggalakannya didesa – desa Pakraman. Menurut Sangging di Kemenuh, jika aturannya telah ada tidak ada alas an bagi bendesa adat untuk mengalihkan dana Pasraman untuk kepentingan lain. Walaupun juga berkaitan dengan kepentingan spiritual. Pembangunan mental anak – anak, melalui pemahaman agama dan budaya sangat penting. Jika dana yang di glontorkan gubernur tidak dipergunakan sesuai dengahn peruntukannya, sebaiknya untuk tahun berikutnya desa yang tidak melaksanakan pasraman tidak diberikan dana pasraman lagi. Bika perlu dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya ditarik kembali.

Sridama di Mengwi mengaku paham benar apa misi dan visi Dario pasraman tersebut. Dalam kehidupan ini yang paling utama harus dibangun adalah mental, bukan fisik. Namun yang menjadi persoalannya adalah, jika dibangun pasraman di setiap desa pakraman, sudahkah pemerintah menyediakan SDM yang berkualifikasi dibidangnya untuk untuk mendidik para murid dipasraman tersebut. Adakah yang mengawasi tentang penggunaan dana dan materi yang diajarkan? Agar jangan pasraman dibangun dengan biaya besar namun tidak jelas tujuannya.

Edi di Denpasar merasa bersyukur, gubernur mau menggelontorkan dana untuk perkembangan spiritual generasi muda di Bali melalui Pasraman di masing – masing desa pakraman. Namun sepertinya orang – oarng didesa pakraman, belum memahami apa itu pasraman. Sementara dana telah diglontorkan pemerintah. Sehingga terjadi kesalahpengertian yang akhirnya damna tersebut digunakan untuk pembangunan pisik seperti pura misalnya. Daklam hal ini pemerintah harus memberikan pemahaman dan sosialisasi terhadap bendesa dan karma adat, apa itu pasraman, apa tujuannya dan untuk apa dana pasraman itu di glontorkan. Jika kemudian masih ada yang tidak menggunakan sesuai dengan peruntukannya, bisa saja dana tersebut ditarik dan diberikan kepada desa pakraman yang telah melaksanakan pasraman, namun masih kekurangan dana. Dan untuk tahun berikutnya desa adat yang bersangkutan jika tetap tidak melaksanakan pasraman, sebaiknya tidak diberikan dana pasraman.

Lanang Sudira di Batuan sependapat dengan para Bendesa adat di Tabanan bahwa tidak ada salahnya dana pasraman digunakan untuk pembangunan fisik. Ia memandang lebih penting untuk melakukan pembangunan fisik apalagi jika melihat kondisi di suatu desa yang keadaan ekonomi kramanya masih lemah. Dana ini bisa meringankan beban karma yang mestinya kena iuran untuk pembanguan dengan adanya pengalihan peruntukan dana ini, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membayar iuran .

Sepanjang pengetahuan made Bukit di Jimbaran, didesanya dana Pasraman yang diglontorkan oleh gubernur Bali tidak digunakan untuk dana Pasraman. Walaupun didesanya banyak berdiri kelompok – kelompok Pesantian, ataupu Sekaa Truna – Truni, namun kegiatan mereka dibiayai menggunakan dana pribadi. Sehingga dana tersebut digunakan untuk kepentingan – kepentingan lain.

Berdasarkan pengamatan Tut De khususnya untuk wilayah Kediri Tabanan, setelah dana tersebut digelontorkan tidak ada kejelasan siapa sebenarnya yang bertanggungjawab terhadap pembinaan mental generasi seutuhnya di Bali ini. Demikian juga dengan penggunaan dana tersebut. Majelis Alit dan Majelis Madya SDMnya patut dipertanyakan. Benarkah mereka pernah turun kemasyarakat? Meskipun mereka kepala dareah telah memfasilitasi dengan berbagai macam fasilitas.

Pengalihan dana Pasraman untuk pembangunan pisik, menurut Suteja di Bangli, itu merupakan hal yang keliru. Walaupun arahnya sama kespiritual. Pembangunan pura yang megah, tidak menjamin orang tersebut spiritualis. Pembangunan mental lebih penting dari membangun secara fisik. Karena dengan mental yang baik, pembangunan pisik akan lebih mudah. Jika dana yang digelontorkan pemerintah memang tujuannya untuk membangun pasraman, memang harus untuk pasraman. Jika pembanguan pisik kekurangan dana, bisa diajukan lagi permohonan untuk mendapatkan bantuan.(wati)

About these ads

0 Responses to “Pembangunan Mental Lebih Penting Dari Pembangunan Fisik”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,133,898 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 116 other followers

%d bloggers like this: