09
Jul
09

Lumpur Lapindo : Warga Butuh Kejelasan Status Tanah

LUMPUR LAPINDO
Warga Butuh Kejelasan Status Tanah

Kamis, 9 Juli 2009 | 04:50 WIB

SIDOARJO, KOMPAS – Pascaterbakarnya semburan gas di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, warga masih enggan pindah meski wilayah mereka berbahaya karena banyak titik semburan gas dan lumpur. Warga meminta ada jaminan dari pemerintah mengenai status rumah dan tanah mereka.

”Kami ingin pindah. Tetapi, kami juga butuh kejelasan mengenai nasib tanah dan rumah kami bila ditinggal mengungsi,” kata perwakilan warga Siring, Mahmud Marzuki, Rabu (8/7) di Sidoarjo.

Ia menilai, bantuan kontrak rumah Rp 2,5 juta setahun kurang. Bila masa kontrak rumah habis, nasib warga belum jelas. Ia mengusulkan, pemerintah menyediakan lahan relokasi sehingga warga tetap dapat berkumpul dalam satu lahan.

Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengimbau agar warga menerima bantuan sosial dari pemerintah dan mengontrak rumah di wilayah yang aman. Aset warga berupa tanah dan rumah akan dibahas lebih lanjut.

Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyiapkan skema bantuan sosial bagi tiga desa yang tidak layak huni akibat semburan gas dan lumpur, yaitu Desa Siring, Mindi, dan Jatirejo, di Kecamatan Porong. Bantuan terdiri dari uang evakuasi Rp 500.000 per kepala keluarga (KK), uang kontrak rumah Rp 2,5 juta setahun per KK, dan uang jatah hidup Rp 300.000 per bulan per jiwa selama enam bulan. Ada 2.174 jiwa di tiga desa tersebut.

Gubernur Jatim Soekarwo, Rabu di Surabaya, menyatakan, dengan bantuan itu, warga diminta mencari tempat kontrakan sendiri. Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo sulit menyediakan rumah kontrakan dalam jumlah besar. Jika ada kekurangan, misalnya sarana mandi-cuci-kakus, Pemprov Jatim membantu.

Terkait gas terbakar, Kepala Divisi Gas BPLS Dodie Irmawan mengakui, pihaknya kesulitan menghentikan semburan di rumah Okky Andriyanto, warga RT 3 RW 1 Desa Siring, yang terbakar Selasa malam. Kesulitan itu disebabkan semburan gas keluar melalui retakan tanah yang cenderung meluas sehingga sulit untuk menyalurkan semburan gas ke pipa pengaman. (APO/ABK)

About these ads

1 Response to “Lumpur Lapindo : Warga Butuh Kejelasan Status Tanah”


  1. 1 Khoirul Anwar
    August 14, 2009 at 5:13 pm

    Pemerintah kurang baca UUD 45,coba saja para pejabat dan khususnya pemerintah lebih amanah dan mau mengamalkan UUD 45. Insya Allah masyarakat Sidoarjo khususnya Porong tidak akan semenderita ini. Dan semoga laknat Allah senantiasa menyertai mereka yang bersala. Amin……….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,006,241 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: