29
Jun
09

Hikmah : Iman yang Melahirkan Harapan

REPUBLIKA, Sabtu, 27 Juni 2009 pukul 01:03:00

Oleh Afthonul Afif

”Maka ke manapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah. ” (QS Albaqarah [2]: 115).
Firman ini merupakan bukti bahwa Allah SWT akan selalu menyertai hamba-Nya yang beriman. Beriman dalam konteks ini juga berarti tawakal, menyandarkan diri kepada Allah SWT dalam segala kondisi, baik senang maupun susah.

Sikap tawakal akan membuat kita semakin kuat, karena tidak merasa sendirian ketika sedang menghadapi tantangan hidup. Kondisi ini akan melahirkan harapan yang bersumber dari iman kepada-Nya sebagai al-Wakil, atau sebaik-baiknya tempat bersandar.

Jika dirunut secara logis, iman akan melahirkan sikap tawakal, dan tawakal akan melahirkan harapan. Tak adanya harapan dalam hidup merupakan indikasi tidak adanya iman.

Menurut almarhum Nurcholish Madjid, orang yang tidak berpengharapan berarti tak menaruh kepercayaan kepada Allah SWT. Atau sebaliknya, orang yang tak menaruh kepercayaan kepada Allah SWT, maka ia tidak akan menaruh harapan kepada-Nya.

Premis di atas bisa dibuktikan melalui kejadian sehari-hari di sekitar kita. Kasus bunuh diri beberapa caleg yang gagal memenangkan Pemilu Legislatif 2009 adalah bukti nyata. Kekalahan adalah akhir dari harapan, karena mereka telah menggantungkan hidup selain kepada Allah SWT. Mereka tidak lagi menimbang bahwa ada hikmah di balik kejadian tersebut.

Padahal, orang yang menyandarkan segala urusannya kepada Allah SWT, mereka dijanjikan tak akan mengalami keputusasaan, meski cobaan berat menderanya. Melalui lisan Nabi Yaqub, ketika dia berpesan kepada anak-anaknya saat mencari Yusuf dan Bunyamin di Mesir, Allah SWT mengingatkan kita semua.

”Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum yang kafir.” (QS Yusuf [12]: 87).
Salah satu konsekuensi dari iman yang tulus adalah sikap berbaik sangka kepada Allah SWT. Jika kita benar-benar menganggap Allah SWT sebagai al-Wakil, kita pasti akan mampu menemukan hikmah (juga harapan) di setiap peristiwa hidup yang kita alami, baik menyedihkan maupun menyenangkan.

Dengan menggunakan iman sebagai lensa pandang untuk setiap persoalan kehidupan, kita tak akan menemukan kesia-siaan di dalamnya, karena kita menjadikan Allah SWT sebagai sumber inspirasi utama. Inilah sikap hidup kaum beriman, sikap yang mengafirmasi hidup dengan keberanian dan harapan.

(-)

About these ads

0 Responses to “Hikmah : Iman yang Melahirkan Harapan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,250,911 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers

%d bloggers like this: