05
Jun
09

Mengenal Tembaga dan Paduan Logamnya

REPUBLIKA, Kamis, 04 Juni 2009 pukul 01:13:00

Tembaga biasanya diperoleh dari bijih senyawa sulfida,  karena jarang terdapat dalam bentuk oksida maupun karbonat. Padahal jenis yang terakhir ini memerlukan pengolahan yang sederhana yaitu hanya butuh pemanasan dengan batubara, sementara sulfida (zajat) membutuhkan pembakaran, peleburan dngan bahan peledak khusus, dan oksidasi parsial.

Tetapi di Spanyol muncul penemuan menarik bahwa bijih-bijih sulfida yang mengalami kontak dengan gelembung udara yang terdapat dalam air dapat teroksidasi sehingga membentuk sulfat yang dapat larut. “Orang-orang Moor kemudian menemukan bahwa jika air yang mengandung tembaga sulfat dialirkan pada besi, maka akan diperoleh endapan tenaga murni dan besi akan larut,”  papar al -Hassan dan Hill.

Di Spanyo,l besi berlimpah ruah dan amat murah. Penemuan tembaga sulfat ini memberi metode yang efisien untuk mendapatkan tembaga dari bijih sulfida, sehingga penambangan tembaga secara langsung menjadi kurang diperlukan.

Logam Paduan Tembaga
Logam panduan tembaga pertama adalah perunggu (Safr Isfidruf ). Perunggu merupakan panduan dari tembaga dan timah. Perunggu digunakan untuk peralatan dapur, alat-alat masak, dan barang-barang kerajinan.

Logam kedua, kuningan ( shabah, birinj) , yakni paduan tembaga dan seng. Seng merupakan faktor tambahan untuk menghasilkan logam yang lebih kuat, lebih keras, dan lebih sukar ditempa ketimbang hanya tembaga murni. Al-Hassan dan Hill, mengatakan, berbagai jenis kuningan diperoleh dengan memvariasikan kandungan seng.

“Tembaga depan 20 persen seng menghasilkan kuningan yang warnanya hampir seperti emas. Sebelum seng dikenal sebagai logam, kuningan dibuat memanaskan tembaga dalam campuran bijih seng giling dan batubara. Hasilnya, sejumlah seng yang terbentuk di sekeliling tembaga melarut secara kimiawi, dikenal sebagai sementasi,” jelasnya.

Logam berikutnya adalah kuningan. Dalam kitab ‘ Ayn al-Akhbari (Sumber Informasi)  disebutkan terdapat tiga tingkat mutu kuningan menurut jumlah kandungan sengnya. Pertama, kuningan yang lunak pada keadaan dingin. Kedua, kuningan yang lunak (dapat dibentuk) ketika dipanaskan. Ketiga, kuningan yang sama sekali tidak dibentuk (tidak lentur), tetapi dapat dituang.

Sedangkan paduan logam yang lebih murah dapat dibuat dari tembaga dan tanah hitam adalah sejenis perunggu. Logam ini digunakan untuk membuat berbagai peralatan. Al-Biruni menyebutnya sebagai  bitruy , namun pengarang lain menamakannya ruy, dan ada pula yang menyebutnya  shabah mufragh .

Logam berikut adalah  Kharsini , yakni sejenis logam atau paduan yang lain, dan termasuk dalam daftar tujuh logam dalam alkemi di masa Islam dan diperkirakan berasal dari Cina. Semua penulis Muslim belakangan sepakat bahwa saat ini kharsini sebenarnya adalah seng, meski ada pula yang meyakini bahwa bahan ini merupakan paduan tembaga dengan nikel.

Satu lagi logam yang tak jelas  komposisinya,  Taliqun . Pada era al-Biruni pun sifat-sifat  Taliqun ini masih misteri, meski pendapat umum kini mengatakan  Taliqun merupakan sejenis paduan tembaga juga.  she

About these ads

0 Responses to “Mengenal Tembaga dan Paduan Logamnya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,251,496 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers

%d bloggers like this: