03
Jun
09

Pengangkatan Nabi Isa AS dalam Alquran

REPUBLIKA, Jumat, 29 Mei 2009 pukul 01:24:00

TAFSIR

Peristiwa pengangkatan ke langit itu merupakan keistimewaan atau mukjizat dari Nabi Isa.

Setiap tanggal 21 Mei, kalender Indonesia berwarna merah, yang menandakan libur nasional. Itu adalah hari Kenaikan Isa Al-Masih, dan diperingati oleh umat Kristiani. Kebijakan libur nasional yang diambil pemerintah, menandakan tingginya toleransi di negeri ini.

Akan tetapi, perbedaan keyakinan antara umat Kristiani dan Muslim seputar kematian Nabi Isa AS atau Yesus ini, masih terbilang sensitif. Meski sama-sama penganut agama monoteis, kedua agama punya pandangan berseberangan.

Umat Kristiani meyakini Yesus mati di tiang salib, lantas bangkit kembali untuk kemudian naik ke langit, sebagaimana terdapat dalam doktrin Injil. Sementara umat Muslim menolak doktrin itu, tentunya berdasarkan argumentasi dari Alquran.

Dalam surat An-Nisa’ ayat 157-158 misalnya, terdapat sanggahan terhadap klaim pembunuhan Nabi Isa oleh orang-orang Yahudi. Menurut ayat tersebut, mereka tidak membunuhnya atau menyalibnya. Pembunuhan dan penyaliban terjadi pada diri orang lain yang dimiripkan dengan beliau.

Sayyid Qutb dalam karya tafsir Fi Zhilalil Qur’an menyatakan, ayat tersebut memberitahukan bahwa Isa Al-Masih tidak mati di tiang salib, tetapi diangkat di sisi Allah SWT. Hanya, dalam pengangkatan itu, Alquran tidak menyebutkan secara rinci, apakah pengangkatan jasad dan ruh, ataukah ruhnya saja setelah jasadnya diwafatkan.

Dari penjelasan Dr Ahmad Lutfi Fathullah MA, Direktur Pusat Kajian Hadis, Dr Ahmad Lutfi Fathullah MA, peristiwa pengangkatan Nabi Isa ke langit, terkait dengan keistimewaan atau mukjizat Nabi Isa, selain juga beliau terlahir tanpa ayah.

”Itulah pandangan Islam terhadap kejadian tersebut, jadi sesungguhnya Nabi Isa itu seperti manusia biasa, seperti halnya Nabi Muhammad SAW, Nabi Musa AS, Nabi Yunus AS, dan lainnya,” tegasnya.

Oleh karenanya, ketika orang sesudah zaman Nabi Isa lantas mempertuhankannya, Allah pun bertanya pada surat al-Maaidah ayat 116.  ”Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’ Isa menjawab, ‘Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”

Dari ayat di atas, jelas pakar dan dosen hadis di sejumlah perguruan tinggi/pascasarjana, artinya Nabi Isa menyuruh umatnya untuk menyembah Allah SWT. ”Maka, dalam konteks Islam, Isa AS adalah salah satu dari nabi-nabi. Artinya, tidak ada pengecualian seperti yang digambarkan menurut pandangan mereka,” katanya.

Selain berita tentang penolakan, pembunuhan dan penyaliban Isa terkait peristiwa ini, masih ada pesan penting lain. Yaitu, kecaman Alquran terhadap orang-orang Yahudi yang gemar membuat kerusakan dan berupaya membunuh nabi-nabi Allah.

Pada surat An-Nisa’ ayat 156, Allah secara tegas menyebut mereka sebagai kaum kafir. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan, identitas kekafiran ini dilekatkan akibat dari kemungkaran mereka yang menuduh Maryam pezina, mengejek Nabi Isa, dan menyebarkan berita bohong telah membunuh dan menyalib Nabi Isa. rid/dam

About these ads

0 Responses to “Pengangkatan Nabi Isa AS dalam Alquran”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,341,464 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 132 other followers

%d bloggers like this: