30
May
09

Pertarungan Ideologi Ekonomi

REPUBLIKA, Rabu, 27 Mei 2009 pukul 01:35:00

‘ Jangan membeli kucing dalam karung’ tepat untuk menggambarkan keinginan kalangan pengusaha itu untuk mengurai pandangan ekonomi ketiga capres.

Tiga pasangan calon presiden (capres) dan cawapres dalam Pemilihan Presiden 2009 —Jusuf Kalla (JK), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Megawati Soekarnoputri— diundang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membicarakan visi dan misi mereka di bidang perekonomian.

Ketiganya diminta membeberkan pandangan mereka tentang bagaimana membangun Indonesia ke depan, jika terpilih menjadi kursi RI-1. Ketua panitia Dialog Ekonomi Capres/Cawapres 2009, Anindya Bakrie, menjelaskan, tujuan dialog ekonomi ini untuk mengetahui dan menggali sejauh mana visi dan misi capres dalam pembangunan ekonomi dan dunia usaha di tengah krisis keuangan global.

‘’Ekonomi sebagai tulang punggung dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta bagaimana meningkatkan daya saing,’’ jelasnya.

Ada tiga hal penting, kata Anindya, yang akan digali dari tiga pasangan capres menyangkut perekonomian, yakni apa dan bagaimana untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia; bagaimana melakukan reformasi birokrasi; bagaimana membentuk kerja sama yang baik (partnership).

‘’Kami berharap visi misi ekonomi yang disampaikan, tidak hanya wacana tetapi implementasi yang strategis dan konkret,’’ katanya.

Mungkin pepatah ‘’Jangan membeli kucing dalam karung’’ tepat untuk menggambarkan keinginan kalangan pengusaha itu untuk mengurai pandangan ekonomi ketiga capres. Dialog itu dimulai dari capres JK, Senin (18/5). Berturut-turut SBY pada Rabu (20/5), dan Megawati pada Jumat (22/5).

Paparan para capres memang kemudian memberikan gambaran bagaimana mereka akan membangun Indonesia lima tahun mendatang. Penilaian Ketua Umum HIPMI, Erwin Aksa, mungkin bisa mewakili.

JK, menurut Erwin, memberikan paparan yang sangat detail dan bersifat tek nis. Sedangkan SBY menguraikan per masalahan ekonomi bangsa secara sistematis. Adapun Megawati bersifat makro. ‘’Namun, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.’’ has

JKNOMICS

Pemaparan visi dan misi ekonomi menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih sebelum menentukan capres dan cawapres pilihannya. Kadin mengundang kandidat capres/cawpres untuk menjelaskan secara gamblang performa ekonomi ke depannya jika terpilih. Jusuf Kalla mendapat kesempatan pertama menjelaskan pikiran-pikirannya tentang ekonomi.

* Ekonomi Mandiri
– Mewujudkan ekonomi mandiri, dalam pengertian ekonomi yang memberdayakan seluruh kekuatan bangsa, terlepas dari ketergantungan asing.
Contoh: Penggunaan gas untuk kebutuhan industri dalam negeri.

* Daya Saing Industri
– Industri nasional bisa bersaing dengan asing.
– Saat ini, industri tak mampu bersaing karena ada beberapa kendala: suku bunga yang tinggi, infrastruktur yang buruk, dan listrik yang kurang.

* Peran IMF
– IMF dan perdagangan bebas menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
– IMF pernah minta agar perdagangan di Tanah Air di buka sebebas-bebasnya bagi asing, selain beras dan gula, tetapi juga kayu.
– JK mengaku menolak itu, dan sempat memukul meja di depan Direktur IMF yang datang ke Jakarta semasa JK menjabat Mendag Indonesia.

* Fair Trade
– Perdagangan yang adil menjadi perhatian khusus JK.
– Ia tidak ingin produk sepatu Indonesia dijual 14 dolar AS sepasang, sementara sampai di AS jadi 60 dolar AS per pasang.
– Kondisi serupa terjadi pada tekstil.

* Suku Bunga
Penurunan suku bunga kredit sangat penting untuk bergeraknya ekonomi nasional. Industri sulit bergerak selama suku bunga tinggi masih ada.

* Pembangunan Infrastruktur
– Menggiatkan pembangunan infrastruktur untuk memperbaiki ekonomi, seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandar udara.

* Sektor Listrik
– Menjadi inisiator pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW, yang kini memasuki periode kedua.

* Air Minum
Dalam tiga tahun ke depan penggunaan air minum bisa bertambah hingga dua kali lipat.

* Pasar Tradisional
– Pasar tradisional memiliki peran sangat penting dalam memberdayakan ekonomi rakyat. Peran pasar tradisional jauh lebih penting dari pasar modern.
– Pasar tradisional merupakan urat nadi perekonomian Indonesia.

* Sektor Riil
– Posisi sektor riil sangat penting dalam perekonomian bangsa.
– Kegiatan ekonomi rakyat banyak berkutat di sektor ini.

* Pertumbuhan Ekonomi
– Menjanjikan pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2011.
– Indonesia masuk peringkat 50 negara dalam survei kemudahan berbisnis pada tiga sampai empat tahun ke depan.

SBYNOMICS

Di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam Kadin, capres Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya mendorong ekonomi tumbuh signifikan lima tahun ke depan. SBY menyatakan target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2014 bukanlah impian. Paham neoliberalisme juga bukan pilihan sistem ekonominya.

* Tiga Prioritas
– Sumber daya berlimpah, tapi belum digunakan secara efisien.
– Pemeliharaan infrastruktur.
– Meningkatkan human capital agar lebih produktif dan inovatif dan juga financial capital dengan cara yang baik.

* Pertumbuhan Ekonomi
-Menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2014. Target ini lebih konservatif lantaran ada dampak krisis global.
-Mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan setinggi-tingginya.
-Kondisi ekonomi Indonesia dan dunia tahun depan sudah mulai pulih.

* Inflasi
– Di bawah enam persen selama lima tahun ke depan.

* Investasi
– Menciptakan iklim investasi yang bagus.

* Makro dan Moneter
– Posisi Indonesia sudah membaik, diharapkan dua tahun ke depan, sudah bisa lepas dari perangkap krisis keuangan global.
– Kebijakan ekonomi yang membuka interaksi dengan pasar global.
– Memperbesar belanja pemerintah sebagai akibat dari membesarnya penerimaan negara dalam tahun-tahun mendatang.

* Sektor Riil
– Memelihara daya beli masyarakat lima tahun ke depan.
– Wajib hukumnya melindungi sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).
– Bukan penganut proteksionisme, tapi social justice. Rakyat dibiarkan bersaing bebas.

* Ekspor akan menjadi andalan.

* Meminimalkan angka pengangguran.

* Birokrasi
– Pembenahan secara struktural dan kultural untuk mempermudah iklim investasi.

* Pencapaian 5 Tahun
– Persepsi investor asing terhadap Indonesia makin positif.
– Industri otomotif dan alas kaki lebih mampu bersaing dibanding negara lain.
– Merevisi aturan, kebijakan, meningkatkan keamanan, dan pemberantasan korupsi yang tiada henti.

MEGANOMICS

Calon presiden dari PDIP, Megawati Soekarnoputri, menjadi kandidat terakhir yang memaparkan visi dan misi ekonominya di hadapan pengurus dan pengusaha Kadin Indonesia, Jumat (22/5). Megawati menjanjikan pertumbuhan dua digit dalam empat tahun ke depan (2013) dan mendorong UKM menjadi sektor andalan. Megawati menegaskan komitmennya membangun ekonomi kerakyatan.

* Ekonomi Rakyat
– Sektor usaha mikro, kecil dan menengah menjadi ujung tombak ekonomi kerakyatan.
– Bisnis mereka yang kebanyakan jauh spekulasi valas menjadikan sektor ini menopang ekonomi kerakyatan.
– Ekonomi rakyat seperti UKM ini tergerus oleh tingginya biaya bahan bakar.
– Berencana membuat kawasan khusus bagi pedagang kaki lima (PKL).
– Mega menolak keras berbagai upaya penertiban terhadap PKL, karena merupakan komunitas yang harus dilindungi.

* Ekonomi Berdasarkan Budaya Sendiri
– Bangsa Indonesia yang pluralis dan majemuk menjadi penopang diaplikasikannya pembangunan ekonomi yang berdasarkan budaya sendiri.
– Tidak sepenuhnya konsep pembangunan ekonomi itu meniru negara maju.
– Dari beberapa sisi, memang perlu meniru negara-negara maju seperti AS dan Jepang.

* Infrastruktur
– Mega berjanji akan menggenjot pembangunan infrastruktur untuk mengembangkan perekonomian rakyat.

* Sektor Riil
– Menciptakan produk dan pasar lokal yang kuat.
– Mempermudah perbankan mengucurkan kredit ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
– Mendorong UKM mengembangkan potensi secara lebih baik.
– Pengusaha besar harus membuka jalan dan memberi akses bagi pengusaha kecil.
– Harus memiliki kebanggaan terhadap produk dalam negeri yang kebanyakan diproduksi sektor UKM, seperti India yang mampu membangun dan menerapkan itu.

* Pertumbuhan Ekonomi
– Pertumbuhan ekonomi dua digit dalam empat tahun ke depan bukan hal yang mustahil.

* Energi dan Pertanian
– Fokus pada sektor pertanian dan energi yang berkelanjutan.

* Makro
– Mengembalikan kekayaan negara yang selama ini bocor. Sistem sekarang yang membayar utang dengan utang dinilai salah.
– Meningkatkan pembangunan ekonomi di daerah.

* Perdagangan Bebas
– Membuka pasar bukan berarti membuka sebebas-bebasnya, tidak sembarangan semua orang asing bisa masuk.
– Kedaulatan ekonomi dalam negeri tetap harus ditegakkan. Negara-negara lain juga menerapkan itu.
– Jepang dan AS melakukan proteksi terhadap sektor pertanian mereka.

Sumber: disarikan dari dialog JK, Senin (18/5), ABY, Rabu (20/5), Mega, Jumat (27/5) dengan Kadin Indonesia di Jakarta.
Infografis: Sarjono/Republika

About these ads

1 Response to “Pertarungan Ideologi Ekonomi”


  1. May 30, 2009 at 12:48 am

    skrng aha mereka semua promosi.. besok kalo udah jadi mah lupa ama rakyat kek kita hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,209,096 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 121 other followers

%d bloggers like this: