10
Nov
08

STRATEGI : Dagang = Perang

BARPETA

BARPETA

Latihan Gabungan TNI tanggal 1 – 20 Juni 2008 yang melibatkan hampir 31 ribu anggota komponen utama pertahanan Negara dari 3 (tiga) matra angkatan sungguh mengundang rasa percaya diri akan kemampuan anak bangsa yang bertanah air satu, Indonesia. Namun tidaklah berkelebihan bahwa masa kini dan mendatang dikenali perang inkonvensional lebih berperan daripada perang konvensional karena berbagai alasan biaya, sehingga tersebut kini istilah perang asimetrik atau perang generasi ke-4 (empat) yang lebih dipengaruhi oleh faktor2 geoekonomi dimana TI (teknologi informasi) semakin berperan penting bagi kiprah militer dan intelijen.

Dalam keseharian, hal ini sudah terasakan dalam bentuk pahitnya peristiwa sebab akibat pada hubungan harga jual bahan bakar minyak fosil dunia dengan spekulan kapitalistik berdukungan budaya liberalistik dengan sistim pasar bebas tanpa batas itu.

Peristiwa harga BBM dunia yang dapat dikendalikan oleh spekulan skala dunia kini menjadi persoalan ekonomi “main stream” bagi masyarakat dunia baik yang tersebut Negara “maju” maupun “berkembang”, sehingga lalu kini muncul praduga Tiga-F Krisis Dunia yaitu Food, Fuel dan Financial. Dalam kaitan ini, barangkali perlu dilirik ulang peranan strategik daripada pengaturan politik ekonomi dalam sebuah konstitusi, seperti Pasal-33 UUD45 yang dimiliki oleh Negara “berkembang” Republik Indonesia. Artinya, kini terbukti sudah bahwa pengaturan politik demokrasi modern semata dalam konstitusi tidaklah cukup berkinerja tanpa pengaturan politik ekonomi struktural/fundamental sebagai pasangan yang serasi guna menjalin kerjasama keduanya agar mampu berkiprah senantiasa mengawal kehidupan harmonis bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Harmoni antara politik demokrasi dengan politik ekonomi ini dapat dikatakan sebagai Potensi Pertahanan atau lebih tepatnya Potensi Ketahanan. Oleh karena itulah, dalam rangka program komunikasi, advokasi dan sosialisasi Potensi Pertahanan (ProKASPotHan), maka disampaikan kepada khalayak anak bangsa bahwa BARPETA (Barisan Pembela Tanah Air) menggelar Dialog Lintas Generasi (DIALING) dengan model pembekalan STRATEGI SERANGAN UMUM TENTARA PELAJAR SOLO (DETASEMEN-II / BRIGADE-17 TNI), 8 Pebruari 1949, 2 Mei 1949 dan 7 – 10 Agustus 1949 yang kala itu terbukti berhasil turut memperkuat posisi tawar politik perjuangan diplomasi delegasi Republik Indonesia di Konperensi Meja Bundar (KMB), Den Haag, sehingga berujung dicapainya Kedaulatan Republik Indonesia 27 Desember 1949 dapat hidup berdampingan dengan Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, pada hari Saptu / 28 Juni 2008 / Jam 13 – 17 WIB, bertempat di POIN Square, Lantai-FC, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Peran serta generasi penerus 45 sangatlah dihargai sebagai unjuk kepedulian untuk perkuatan Potensi Pertahanan Nasional bagi pengisian Indonesia Merdeka menuju Indonesia Digdaya 2045.

Jakarta, 21 Juni 2008

Barisan Pembela Tanah Air,

Pandji R. Hadinoto / Ketua

eMail : barpeta45@yahoo.com

About these ads

0 Responses to “STRATEGI : Dagang = Perang”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,154,920 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 118 other followers

%d bloggers like this: