123 Tatanilai Kearifan Lokal
[Pandji R Hadinoto, 20 Desember 2007]
No Tatanilai Tersurat
Pusaka Bangsa Indonesia [2004]
01 Sang Saka Merah Putih 1292
02 Sesanti Bhinneka Tunggal Ika 1365
03 Soempah Pemoeda 1928
04 Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 1928
05 Pancasila 1945
06 Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945
07 Undang Undang Dasar 1945
08 Wawasan Nusantara NKRI 1957
09 Jiwa, Semangat & Nilai-nilai Kejuangan 45
Ketahanan Bangsa Indonesia [2005]
10 Kehidupan Keagamaan tidak Rawan
11 Kehidupan Ideologis tidak Retak
12 Kehidupan Politis tidak Resah
13 Kehidupan Ekonomis tidak Ganas
14 Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar
15 Kehidupan HanKamNas tidak Lengah
16 Kehidupan Ekologis tidak Gersang
Kepemimpinan Kebangsaan 45 [2001]
4 (empat) sikap
17 Demokratis
18 Transparan dan Terbuka
19 Rasional
20 Effisien dan Effektif
5 (lima) sikap
21 Setia kepada Negara
22 Mengeliminasi musuh yaitu DisIntegrasi
23 Setia kepada semua tanpa pilih kasih
24 Menyelesaikan tiap tugas perjuangan/pembangunan sampai tuntas
25 Setiap hari melatih diri berolahjiwa, berolah pikiran dan berolahraga
Syarat Indonesia Digdaya [1945]
26 Merdeka
27 Bersatu
28 Berdaulat
29 Adil
30 Makmur
Tatanilai Melekat
Soempah Pemoeda [1928]
31 Satu Nusa Indonesia
32 Satu Bangsa Indonesia
33 Satu Bahasa Indonesia
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 1928 [1928]
34 Indonesia Bersatu
35 Indonesia Bahagia
36 Indonesia Abadi
Pancasila 1945 [1945]
37 Ketuhanan Yang Maha Esa
38 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
39 Persatuan Indonesia
40 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusya- waratan/Perwakilan
41 Keadilan Sosial
Hakekat Pancasila 1945
42 Kebenaran
43 Kebaikan
44 Kejujuran
45 Keadilan
46 Kebersamaan
Yang berdasarkan moral2 Ketuhanan Yang Maha Esa
Pembukaan UUD 1945 [1945]
47 Kemerdekaan
48 Peri Kemanusiaan
49 Peri Keadilan
50 Berkat Rakhmat Allah Yang Maha Kuasa
51 Keinginan luhur
52 Berkehidupan Kebangsaan yang bebas
53 Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
54 Memajukan Kesejahteraan Umum
55 Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
56 Melaksanakan Ketertiban Dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial
Batang Tubuh UUD 1945 (berungkapan Tatanilai Kenegaraan) [1945]
Penjelasan UUD 1945
57 Hukum Dasar Tertulis & Tidak Tertulis dan Cita-cita Hukum (rechtsidee)
58 Pemerintah dan lain-lain penyelenggara Negara wajib memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur
59 Semangat para penyelenggara Negara, semangat para pemimpin pemerintahan
60 Negara Indonesia berdasarkan atas Hukum (rechtstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (machtstaat)
Nilai2 Operasional Jiwa, Semangat & Nilai-nilai Joang 45 [1995]
61 Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
62 Jiwa dan Semangat Merdeka
63 Nasionalisme
64 Patriotisme
65 Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
66 Pantang mundur dan tidak kenal menyerah
67 Persatuan dan Kesatuan
68 Anti Penjajah dan Penjajahan
69 Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri
70 Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya
71 Idealisme kejuangan yang tinggi
72 Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara
73 Kepahlawanan
74 Sepi ing pamrih rame ing gawe
75 Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan
76 Disiplin yang tinggi
77 Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan
Kepemimpinan Pancasila 1945 [1969]
[Tim Khusus Laboratorium Pancasila IKIP Malang, 1969]
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
78 Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing2 menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
79 Hormat-menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut2 kepercayaan yang ber-beda2 sehingga terbina kerukunan hidup
80 Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya
81 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain
Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
82 Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia
83 Saling mencintai sesama manusia
84 Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepo seliro
85 Tidak se-mena2 terhadap orang lain
86 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
87 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
88 Berani membela kebenaran dan keadilan
89 Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lainnya
Sila Persatuan Indonesia
90 Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan
91 Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara
92 Cinta tanah air dan bangsa
93 Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia
94 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber Bhinneka Tunggal Ika
Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
95 Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat
96 Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
97 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
98 Musyawarah untuk mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
99 Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah
100 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
101 Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harhat dan martabat manusia serta nilai kebenaran dan keadilan
Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
102 Mengembangkan perbuatan2 yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong
103 Bersikap adil
104 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
105 Menghormati hak2 orang lain
106 Suka memberi pertolongan kepada orang lain
107 Menjauhi dikap pemerasan terhadap orang lain
108 Tidak bersikap boros
109 Tidak bergaya hidup mewah
110 Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum
111 Suka bekerja keras
112 Menghargai hasil karya orang lain
113 Ber-sama2 berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan social
Ajaran Lima Pintu Utama [1545]
[Prabu Liman Senjaya Kusumah, negara Galuh Pakuan, 1545 M]
114 Semiaji (cerminan Kemanusiaan)
115 Bratasena (cerminan Persatuan)
116 Harjuna (cerminan Keadilan)
117 Nakula (cerminan Kerakyatan)
118 Sadewa (cerminan Ketuhanan)
Lima Bangunan Utama [1345]
[Prabu Susuk Tunggal, negara Soenda, 1345 M]
119 Bima Resi / Sadewa (pengaturan Tatacara & Pelaksanaan Keagamaan)
120 Punta Dewa / Bratasena (pengaturan Persatuan & Kesatuan Rakyat)
121 Narayana / Sri Kresna (pengaturan tegaknya Peri Kemanusiaan)
122 Madura / Kakak Sri Kresna (pengaturan hak2 Kerakyatan)
123 Suradipati / Harjuna (pengaturan Keamanan, Kesejahteraan, Keadilan)


0 Responses to “123 Kearifan Lokal”